
...___...
'Happy birthday to you'
'Happy birthday to you'
'Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you...'
"Selamat ulang tahun jagoan nya mama sama papa.."
Genna merentangkan ke dua tangan, mengisyaratkan agar putra nya yang bernama Dylan Kaireel Herlangga yang kini tepat berusia 5 tahun itu untuk datang memeluk nya.
"Thank you mama" Kaireel berhambur memeluk sang mama.
"Emm, papa gak di peluk juga nih sayang ?" Bukan papa Candra nama nya, jika tak pernah iri mengenai hal apa pun tentang anak nya.
Kaireel melepaskan pelukan nya dari Genna, lalu beralih memeluk sang papa.
"Happy birthday jagoan !"
"Thank you papa"
Candra pun mencubit gemas pipi gembul putra nya itu.
"Peluk yang lain juga dong"
Kaireel mengangguk, lalu berlari memeluk semua anggota keluarga nya satu persatu.
Sejenak tiba-tiba Kaireel terdiam setelah memeluk Oma buyut nya, Bu Maria.
"Di mana uncle Gleen Oyut ?" Tanya nya pada Bu Maria.
"Sayang, mungkin uncle Gleen nya masih sibuk di kantor, jadi gak bisa dateng deh"
"Yah, gak seru ah !"
Kaireel terlihat murung seketika. Rasa nya tak begitu lengkap jika tak ada teman sekaligus uncle nya itu. Ya, karena Kaireel sangat dekat dengan Gleen.
"Sayang, uncle masih sibuk di kantor, jadi mungkin akan sedikit terlambat" Sanggah Genna.
Kaireel tetap tak merasa senang meski di pesta ulang tahun nya ini akan ada banyak teman-teman nya yang hadir. Bagi nya, sang uncle tetap lah yang utama bagi nya.
...___...
Sementara di sisi lain,
Bahkan sudah pukul 10 malam, tetapi dia masih harus menyelesaikan pekerjaan nya.
Sialan !!
Umpatan demi umpatan terus terlontar dari mulut nya. Tak masuk bekerja selama 2 hari saja sudah menumpukkan kerjaan seperti ini, bagaimana jika satu Minggu, satu bulan, ah... ! bisa mati duduk di kursi kebesaran nya dia.
"Bangsat ! gak kelar-kelar ni kerjaan !" Gleen merasa sudah sangat lelah. Sedari pagi tadi dia terus bekerja tanpa henti, hanya berselang jam makan dan saat pergi ke toilet saja.
"Broo..!!" Fatih, teman sekaligus asisten pribadi nya itu melemparkan minuman kaleng bersoda ke arah nya.
__ADS_1
"Kamprettt, bisa sopan sedikit gak lo ! ngasih minuman ke bos di lempar !" Gerutu Gleen pada teman nya yang tidak punya akhlak itu. Beruntung dia masih bisa menangkap nya, kalau tidak, mungkin kepala nya sekarang sudah bertambah pusing karena terkena lemparan nya.
"Elleehhh.. bos macam apa an lu ! bos bos bosok mah iya lu !"
"Bacot !"
"Gue mau balik !" Fatih bangkit dari duduk nya, menyambar jas dan meraih kunci mobil.
"Enak aja lu, kerjaan masih banyak woii !" Cegah Gleen pada Fatih. "Dasar buaya, gak nyelup seharian aja udah kepanasan !" Gerutu Gleen. Ia tahu betul, jika Fatih tak akan pulang seperti yang dia katakan. Kemana lagi jika bukan balik ke club' malam.
"Puter balik kaga lo, gue potong gajih lo tau rasa !" Ancam nya.
Masa bodoh dengan ocehan bos yang tak berperasaan seperti Gleen itu. Suka mengancam dan selalu menindas nya di jam kerja. Fatih tetap terus melangkah keluar dari ruangan nya untuk pergi menghibur diri.
"****** tu lakik !"
Karena tak mau sibuk sendirian. Maka Gleen pun menutup laptop nya. Ia pun meraih jas nya serta kunci mobil lalu melangkah keluar ruangan nya menyusul Fatih.
...___...
Alunan musik yang di mainkan DJ belum cukup menggema, masih santai, namun sudah di penuhi para pengunjung setia.
Disinilah, tempat melepas penat seorang Gleen dan Fatih ber-singgah. Hampir setiap malam, bahkan karena Club' malam yang sering dia singgahi, maka dia pun sering mendapat kan hukuman dari sang Daddy.
Menyebalkan memang. Tapi Gleen tak memiliki rasa jera sedikit pun.
"Hai sayang.."
Seorang gadis cantik dengan berlenggak-lenggok datang menghampiri Fatih. Mencium bibir nya sekilas, lalu duduk di pangkuan nya.
Tak ada yang menolak pesona seorang Fatih Dirga. Ia cukup tampan, bertubuh tak terlalu tinggi, namun cukup menggoda dengan pesona-pesona yang di tebar nya.
"Sialan ! gak punya rahang ni anak ! urat malu nya seketika putus di depan gue kalo udah malem gini !" Umpat Gleen menatap malas pada teman nya yang bergulat mesra di samping nya.
"****** !!" Gleen bangkit dari duduk nya, ia berniat akan pergi dari pada harus menjadi obat nyamuk di antara ke dua sejoli yang merasa dunia ini hanya milik mereka saja.
Ia menepi, menuju ke tempat yang agak sepi sambil menikmati sebotol wine di tangan nya.
"Kalo bukan temen gue udah gue depak lo !" Ia masih menggerutui teman nya itu.
dret..dret..dret..
Gleen tersentak, ponsel di dalam saku celana nya bergetar. Dengan malas dia meraih benda itu, dia sudah mengira jika sang penelpon pasti lah Daddy nya.
Oh salah, ternyata sang adik lah yang menelpon nya. Ada apa, tumben sekali malam-malam begini Genna menelpon nya.
"Ya dek ?"
"Kamu di mana kak, gak jadi pulang ?"
"Males ah pulang, capek bolak balik keluar kota !"
"Tapi Kai nungguin kamu !"
"Hah ?"
__ADS_1
Oh astaga ! ia lupa, jika hari ini adalah hari ulang tahun sang keponakan tetapi serasa anak sendiri itu. Dia sudah berjanji, di hari ulang tahun Kaireel dia akan pulang untuk merayakan nya bersama.
"Dia ngambek kamu gak jadi dateng !" Adu Genna pada Gleen.
"Astaga, gue lupa dek !" Jelas nya, karena memang dia benar-benar melupakan nya.
"Ya udah, sekarang juga gue jalan balik, Lo bilangin Kai suruh tidur aja dulu sambil tungguin gue sampe" Pinta nya pada Genna.
Ia tak bisa mengabaikan sang keponakan nya begitu saja. Meski dia jarang sekali pulang dan berada di rumah, tapi kedekatan nya dengan Kaireel sudah seperti anak dan ayah sungguhan.
...___...
Buru-buru, Gleen kembali di mana tempat Fatih berada. Dia harus membicarakan soal kepulangan nya terhadap laki-laki itu. Karena besok, sudah pasti dia tak akan bisa masuk kerja lagi.
.
.
.
"Tolong ! lepasin !"
Langkah Gleen terhenti kala melihat pemandangan di depan yang tak mengenakan.
"Tolong..!!"
.
.
.
"Lepasin dia !"
BUGH !!
Gleen melemparkan tinjuan dan tepat mengenai wajah seorang laki-laki yang tak mengindahkan seorang pelayan di club' malam itu.
"Bangsattttt !!" Umpat laki-laki yang tersungkur di lantai karena pukulan Gleen.
"Siapa lo ikut campur urusan gue !!" Tuding laki-laki itu sambil mencoba bangkit berdiri.
"Banci lo, bisa nya cuma maksa cewek !!"
"Ck! nyari mati lo !!"
"Dia gak mau, ngapain lo paksa !"
"Serah gue ! ngapain lo ikut campur !" Laki-laki itu meradang, melangkah mendekat ke arah Gleen dan menarik kerah kemeja nya. Ia siap hendak melayangkan sebuah pukulan. Namun dengan sigap Gleen dapat menangkis nya.
...___...
S3 yah 😅
Hayo siapa yang udah rindu akuuu🤣🤣🤣 wkwkwk
__ADS_1