
jika sudah memutuskan untuk mengusik hidupku pastikan kau lebih hebat dalam mencari, dan jika kau bertekad untuk mengalahkan ku, pastikan saldo nyawamu tidak kurang dari dua, karna tidak lucu jika ditengah jalan semua tenagaku menjadi sia-sia hanya mengurus cecungguk obsesi seperti kalian, namun ingat satu hal, dikamus Chevalier tidak ada pengampunan!!
~Aland Chevalier
Siang harinya, kira-kira jam satu setelah makan siang di vila milik Darrec mereka semua berkumpul diruang tengah dan menikmati cemilan yang disiapkan oleh pelayan Vila tersebut, bukan hanya cemilan namun berbagai makanan lainnya atas permintaan tuan putri dan debaynya membuat ketiga pria disana tidak bisa menolak keinginan bumil itu.
Asya yang notabenya sedikit berubah dari biasnya, sekarang hanya diam mendengarkan ketiga pria yang sibuk dengan urusan mereka, bumil itu tidak peduli sedikitpun tentang cerita mereka, malah sibuk dengan makanan banyak didepan matanya, bumil itu sedang bersender syantik di dada bidang suaminya sambil memakan apa yang diberikan suaminya kepadanya, bumil itu tampak memainkan ponsel miliknya
"mas, mau eskrim itu" ucap Asya desela-sela ia makan cemilan yang diberikan suaminya, membuat Al langsung melihat kearah istrinya dan memanggil pelayan disana, Al sangat peka terhadap permintaan istrinya, ia tidak ingin lagi membuat istrinya kecewa atau marah padanya, cukup satu hari itu saja ia kehilangan istrinya dan sudah uring-uringan tidak tau mau berbuat apa
"ini sayang, tapi cukup satu saja untuk hari ini, tidak ada tambahan lagi!!" ucap Al dengan tekanan dan tidak boleh ada bantahan apapun, seketika raut wajah Asya berubah menjadi murung, padahal ia ingin sekali mencoba berbagai rasa sekrim yang ada di kulkas Darrec
"makanlah, jangan banyak permintaan!' ucap Al dan membuat Asya hanya menurut saja, baginya perhatian Al seperti itu saja sudah sangat jauh lebih dari kata cukup, bukankah dari dulu Al sangat dingin dan tidak peka, namun seiring berjalannya waktu sifat dinginnya menjadi cair
"Al, bukakah kita harus mencari tau terlebih dahulu apa saja yang sudah mereka kuasai saat ini, dengan begitu kita bisa tau dan lebih duluu menyerang yang mana" ucap Darrec memberi masukan kepada sepupunya itu agar lebih hati-hati dalam bertindak, karna musuh kali ini tidak lemah seperti sebelum-sebelumnya, bahkan bisa dikatakan hanya beberapa level di bawah mereka
"aku tau Dar, aku sudah melakukan itu terlebih dahulu, mereka hanya kuat di fisik namun kurang di otak, ku rasa kau tau itu" ucap Al dengan wajah yang sedikit meremehkan lawan kali ini, mereka hanya mengandalkan pengetahuan dasar mereka tentang keluarga Al, namun tidak tau bagimana cara kerja ketiga orang jenius yang mereka lawan
__ADS_1
" tapi Al, seklai saja kita lengah, mereka bisa merebut dan mematahkan rencana kita, maka dari itu kita harus hati-hati" ucap Vin yang juga ikut was-was dnegan musuh mereka yang tidak lain adalah Loki dan Freya
"iya Vin, aku sudah mengatur itu lebih awal, sebentar aku menghubungi orang dalam yang bekerja di intel" kata Al dan mengambil ponselnya, menghubungi orang-orangnya yang bekerja dari dalam untuk membantu Al, namun identitas mereka sama sekali tidak ada yang tau, mungkin mereka hidup saja tidak banyak yang tau wkwkkw
"Dar, selama menunggu mereka mengumpulkan data dan bukti, kamu suruh orang-orangmu yang masih tinggal di Swissuntuk mencari tau latar belakang kehidupan Loki dan bagaimana mereka bisa bertemu dengan Freya, aku ingin tau semua tentang kehidupannya" kata Al namun ia tidak tau, ketika menyebut nama Freya ada singa betina yang sedang enatap dirinya tajam
"Al, kalau begitu kami keatas dulu, kau selesaikan masalahmu disini sendiri" ucap Vin karna melhat adiknya yang sudah menyiapkan ancang-ancang menyerang suaminya
"heii, kalian mau kemana, ini belum selesai bodoh!!" ucap Al sambil menarik baju Vin naun ia melihat arah mata kakak iparnya itu kemana, dan detik itu juga Al melihat arah mata itu dan langsung menundukkan matanya, tidak berani emlihat istrinya yang mode on
"sialan kau Dar!!" ucap Al dan melepaskan pegangannya di baju Vin, pria itu langsung mengambil tempat yang baik untuk mengembalikan hati istrinya
"sayang, ada apa?' apa eskrimu masih kurang? aku ambilin lagi mau?" tanya Al dengan meraih tangan istrinya namun dengan cepat Asya melepaskan pegangan Al dnegan kasar
"sayang, ada apa hemm?, apa kamu mau tiduran? atau kamu mau apa coba katakan" Al masih berusaha untuk mendapatkan hati istrinya agar tidak marah padanya, namun sepertinya itu hanya sia-sia, singa betinanya sudah siap menerkam dirinya
"ada apa dengan Freya dan laki-laki itu, mengapa kamu pengen tau tentang mereka, apa kamu masih ingin kembali padanya?" suara dingin dan bogeman mentah keluar dari bibir mungil istrinya, bukan lagi menggoda namun itu menakutkan untuk Al
__ADS_1
"tidak sayang, aku hanya ingin tau apa kelemahan dan apa yang menjadi tujuan paling utama mereka melakukan itu, hanya itu, aku berani sumpah sayang✌✌" ucap Al sambil menganggkat tangannya keatas berbentuk V
"tapi kenapa harus ikut mencari tau kehidupan mantan kekasihmu itu, artinya kamu masih peduli dnegannya bukan?" kata AAsya dnegan wajah muram dan membelakangi Al, bukannya kesal atau apa, Al malah ingin menerkam istrinya saat itu juga, ini terlalu menggemaskan untuk pria itu
"tidak sayang, mana mungkin seperti itu, aku hanya ingin tau agar bisa mengambil langkah selanjutnya, tidak lebih dari itu" Al mencoba meyakinkan wanitanya untuk percaya padanya, namun satu sisi, Al merasa senang karna istrinya mencemburuinya sepeti itu, merasa paling spesial dirinya
"terserahmu saja, tapi ingat!!, kalau sampai aku menemuimu seperti kemarin-kemarin dnegan wanita itu bukan saja kabur, aku akan memotong tititmu agar tidak sembarang hidup didepan wanita lain!' ancam Asya dengan kesal, dan langsung saja membuat Al merasa takut dan tangannya meraba king kobranya yang anteng didalam
"iya sayang, aku tidak tertarik dnegan siapun kecuali kamu hemm?" pria itu membawa istrinya dan memeluknya, sambil mengambil kesempatan mencium bibir ranum yang baru saja mengancamnya
"ini tidak cocok untuk kesehatan mataku Vin, kau saja yang betah melihatnya" ucap Darrec melihat kemesraan dibawah sana, pasutri itu benar-benar keterlaluan menurut mereka, tidak menghargai jones seperti mereka
"aku tidak yakin, mengapa Al seperti anak ayam ketika didepan Asya, sangat bodoh!" ucap Vin dan mengikuri Darrec masuk kedalam kamar atas, hayooolohh ngapain berduaan di kamar yakk😂😂
next
jangan lupa like, komen,dan favorite kalian ya readers😘😘
__ADS_1