
...___...
Genna berjalan keluar kamar nya setelah dia dengan terburu-buru memakai pakaian nya. Celingak-celinguk seolah ada sesuatu yang sedang dia cari.
Sesampai nya di lantai bawah, dia berjalan menuju ke arah dapur yang ternyata sudah ada banyak orang di sana yang akan mulai untuk makan malam. Tapi, dia tidak menemukan sang suami ada di sana.
"Sayang, mana suami kamu ?" Tanya Bu Maria mengejutkan nya.
"Em.." Genna kebingungan, dia pun tak tahu di mana laki-laki itu. Karena di dalam kamar nya pun dia sudah tidak ada, entah kemana pergi nya.
"Genna, panggil suami kamu di kamar Della, ajak makan sekalian Della juga !" Sargah Anan menyahuti.
"I-iya.." Lalu dengan cepat Genna melangkah kan kaki nya menuju di mana kamar Della.
Langkah Genna tertahan kala dia melihat Candra dan juga Della yang tengah berbicara di dalam kamar sana, dengan pintu kamar itu yang di biarkan terbuka. Genna berdiri di balik dinding karena akan merasa tak enak jika dia memotong pembicaraan ayah dan anak itu.
"Dell.." Candra menangkup kan ke dua tangan nya pada pipi Della. Sedikit memaksa gadis itu untuk kembali menjelaskan apa yang tengah dia rasakan saat ini.
Della hanya diam, seperti enggan dan takut untuk menyampaikan perasaan nya pada sang papa.
Melihat Della yang seperti nya memang tak ingin bicara, Genna pun berniat akan masuk dan mengajak mereka untuk segera ke ruang makan untuk makan malam bersama.
"Ekhem..!" Genna bersandar di sisi pintu menatap mereka seraya menyilang kan ke dua tangan nya di depan dada.
Dan reflek, membuat Candra dan Della tersentak karena ke hadiran Genna di sana.
"Waktu nya makan malam, semua orang udah nunggu" Ucap Genna yang bahkan terdengar dingin. Setelah mengatakan nya, Genna langsung saja berlalu meninggalkan mereka.
'apa an sih ! ngomong sama anak sampe segitu nya banget !' gerutu Genna kesal.
Di meja makan, semua orang sudah hadir, berbagai macam makanan pun sudah terhidang, hanya tinggal menunggu Candra dan Della saja.
Sementara Genna, dengan rasa kekesalan nya, dia duduk di kursi meja makan yang masih kosong, dia diam dan bahkan tak memperdulikan sang suami yang datang dan duduk di sebelah nya.
__ADS_1
"Gen ! di layanin dong suami nya mau makan.." Titah Bu Maria yang mengejutkan Genna.
"Hah..?" Genna menatap Bu Maria sejenak, lalu beralih ke arah mommy nya seolah sedang bertanya apa yang harus dia lakukan.
Seperti mengerti arti dari tatapan Genna putri nya, Cinta pun tersenyum.
"Di ambilin makanan nya sayang buat suami kamu" Ucap Cinta memberi tahu putri nya.
Tatapan Genna beralih menatap Candra, dan bahkan hati nya pun tak henti-henti menggerutui laki-laki itu.
'apa sih, makan doang pakai minta di ambilin segala !' gerutu nya dalam hati.
Lalu dengan kesal dan penuh rasa keterpaksaan, Genna berdiri dan meraih piring kosong yang ada di hadapan Candra, dia akan melakukan apa yang di katakan oleh Oma dan juga mommy nya itu.
"Nih..!!" Ujar nya seraya menaruh kembali piring dengan berisikan begitu banyak porsi makanan nya. Nasi yang banyak, begitu pun juga dengan lauk pauk yang di ambil nya semua.
"Gen, tapi ini banyak banget !" Ujar Candra pada Genna.
Genna tertahan saat dia akan mengambil nasi untuk nya.
"Sayang, harus nya tadi di tanya dulu suami nya suka nya makan apa.." Sargah Bu Maria.
Genna terdiam, untuk seketika tubuh nya terasa menegang kaku. Dia melirik semua orang yang bahkan tengah menatap ke arah nya. Hati nya terasa sedikit perih, dan untuk seketika suara nya pun tercekat tak lagi mampu untuk berkata. Dada nya bergemuruh, terasa sesak sekali untuk menarik nafas nya.
"Ya udah sayang, biar di ganti aja makanan nya sini" Sargah Bu Maria yang menarik piring makanan Candra.
"Mau pakai lauk apa sayang ?" Tanya Bu Maria pada Candra, wanita itu mengambilkan kembali makanan baru untuk mengganti makanan Candra sebelum nya.
"Oma, biar aku aja" Sargah Candra.
"Udah, biar Oma ambilkan" Tutur nya. "Nah.. Gini lo Gen, cara nya melayani suami, di ambilkan makanan nya, di tanya mau makan pakai lauk apa" Ujar Bu Maria sambil sibuk mengambilkan lauk pauk yang di sukai Candra.
"Kamu harus tau, makanan kesukaan suami kamu itu apa, masa begini aja gak bisa" Imbuh Bu Maria.
__ADS_1
Dengan sengaja, Genna mendorong piring nya yang masih kosong. Tampak nya, gadis itu seperti sedang menahan sebuah amarah nya sejak tadi.
"Aku emang gak bisa ! lagian cuma mau makan aja pakai minta di ambilin segala ! kalau gak terima apa yang aku lakuin mendingan gak usah nikah !!" Kecam nya, bahkan suara nya pun terdengar gemetar seperti sedang menahan tangis. Lalu dengan cepat Genna melangkah kan kaki nya berlari meninggalkan ruang makan tanpa memakan sedikit makanan pun.
"Gen..!"
Genna tak perduli, dia terus berlari menaiki anak tangga dan menuju ke dalam kamar nya. Tak lupa, dia pun mengunci pintu kamar nya itu.
Genna melemparkan tubuh nya di atas tempat tidur, dengan posisi tengkurap dan bantal guling sebagai penyanggah kepala. Gadis itu menangis, menumpahkan air mata nya di sana.
Sungguh, dada nya terasa begitu sesak saat ini, entah kenapa hati nya merasakan sakit. Mengingat satu kejadian tadi di ruang makan membuat dia menangis tersedu-sedu. Terlebih, ada banyak orang di sana. Genna merasa, dia seperti orang paling bodoh dan tak berguna sama sekali tadi.
Di ruang makan
"Maaf, aku mau ke atas dulu susul Genna" Ucap Candra, dia bangkit dan bahkan tak juga menyentuh sedikit pun makanan.
"Iya sayang, susul istri kamu !" Sargah Tina, mama nya. Wanita itu merasa sangat khawatir terhadap menantu nya itu.
Candra sedikit berlari menaiki tangga, sesampai nya di depan pintu kamar Genna, dia pun dengan cepat hendak membuka pintu nya, namun ternyata pintu kamar itu di kunci.
Tok..tok..tok..
"Gen..!"
Dan berulang kali, Candra mengetuk-ngetuk pintu kamar itu seraya memanggil-manggil Genna, namun sekalipun dia tak mendapatkan jawaban dari sang pemilik kamar.
"Gen bukain pintu nya Gen.."
Namun Genna sekali pun tak bergeming.
Karena terlalu lama menangis, di tambah lagi dengan tubuh nya yang terasa sangat lelah, Genna pun akhir nya terlelap dalam tidur nya.
...___...
__ADS_1
Duh.. Sabar ya Gen..🥺