
...___...
Melajukan mobil sport nya lumayan kencang, dan akhir nya mereka pun sampai di basement gedung apartemen. Buru-buru Gleen keluar dari dalam mobil.
Della pun ikut dengan cepat keluar, mengejar langkah Gleen yang sudah jauh di depan sana.
"Gleen, tunggu !" Teriak Della berlari mensejajarkan langkah nya.
"Gleen, kamu sebenarnya mau kemana sih ?" Tanya Della lagi yang masih penasaran kemana laki-laki itu akan pergi malam ini.
"Kumpul sama temen !" Ujar nya
"Gleen, tapi kamu gak bisa setiap malem keluar terus. Pulang sampe pagi. Nanti om Anan bisa marah Gleen !"
Gleen terus melangkah, tak perduli dan tak mengindahkan nasehat Della.
"Kamu harus bisa berubah, ini semua demi masa depan kamu Gle-"
"Cukup ya Dell !"
Gleen seketika menghentikan langkah nya dan berbalik arah kebelakang demi menjangkau Della di belakang nya yang terus saja mengomeli nya.
Sementara Della, dia terkejut dan bahkan hampir menabrak tubuh Gleen yang tiba-tiba saja berhenti.
"Lo berisik banget sumpah !" Kecam Gleen menatap gadis itu. "Bisa gak lo gak usah bawel setiap malem gini buat ngelarang gue keluar. Gue capek tau denger nya !"
Della terdiam, tercekat sembari menatap Gleen yang berwajah marah pada nya.
"Lo belum aja jadi istri gue, tapi udah seberisik dan sebawel ini sih. Apa hak lo ngelarang-ngelarang gue hah ?" Kecam nya sekali lagi. Tak ada keramahan dari nya.
Ya, karena Gleen sudah merasa sangat bosan mendengar ocehan-ocehan Della setiap malam pulang bekerja, yang melarang nya untuk keluar hanya untuk sekedar mencari angin segar.
"Gleen, kamu-"
"Cukup untuk lo ikut campur urusan gue !" Tegas nya. Lalu pergi masuk ke dalam apartemen nya dan meninggalkan Della.
Della terdiam. Mematung di tempat dengan tubuh nya yang membeku.
Gleen, baru kali ini laki-laki itu membentak nya. Tidak pernah sebelum nya dia berkata sedikit kasar terhadap nya selama ini.
Mata nya mulai berkaca-kaca, menumpuk genangan air yang siap akan tumpah di sana.
Della mencoba menarik nafas nya yang terasa sangat sesak. Terasa seperti akan berhenti saat ini juga.
Mengapa laki-laki itu seberubah ini ? atau mungkin memang karena dia yang terlalu berisik melarang-larang nya pergi.
Tidak, tapi apa salah nya. Dia bahkan adalah calon istri nya. Jika di pikir dia mempunyai sedikit hak atas laki-laki itu bukan ? terlebih, orang tua Gleen sendiri yang menyuruh nya untuk menjaga calon suami nya itu.
...___...
__ADS_1
Setelah membersihkan diri nya, memakai pakaian ala-ala diri nya. Membiarkan rambut gondrong nya yang basah terurai dengan sedikit berantakan.
Gleen pun meraih jaket hitam nya. Memasukkan dompet ke dalam saku celana, kemudian menyambar kunci mobil nya.
Ya, seperti biasa, dia akan berkumpul di club' malam bersama teman-teman nya.
Gleen melangkah kan kaki panjang nya keluar apartemen. Buru-buru, karena tidak ingin kedatangan nya telat lagi seperti kemarin-kemarin.
Namun malam ini berbeda. Jika biasa nya Della akan membiarkan Gleen yang selalu pergi tanpa nya, tetapi malam ini tidak. Della berniat akan membuntuti laki-laki itu.
Entah lah..
Rasa ke ingin tahuan nya tentang apa saja yang di lakukan Gleen di club' malam membuat Della penasaran. Dia ingin tahu, benarkah seperti apa yang dia katakan, berkumpul bersama teman-teman nya di sana.
Egois ? posesif ?
Masa bodoh mau di bilang apa. Dia calon istri nya, jadi Della merasa bahwa dia berhak tau apa saja yang di lakukan laki-laki itu di luar sana
...___...
Gemerlap nya club' malam sungguh asing bagi Della. Ya, ini lah kali pertama nya untuk Della memasuki tempat aneh itu.
Gelap, banyak orang-orang laki-laki maupun perempuan yang saling dekat bahkan bermesraan di sana.
Bau bau aneh pun begitu menyeruak ke dalam Indra penciuman nya. Asap rokok, membuat nya hampir mual untuk terus berada di sana.
Dentuman musik DJ yang di mainkan seorang perempuan cantik dan seksi begitu menggema. Membuat orang-orang tak mau berhenti untuk terus bergoyang. Tapi itu sungguh memekakkan telinga nya.
Ramai dan riuh nya orang-orang membuat Della kesulitan menemukan Gleen. Apa lagi dia baru pertama kali masuk ke tempat ini, tak tau sela-sela di setiap tempat, terlebih lagi apa yang harus di lakukan jika sudah datang ketempat aneh ini.
"Cantik, sendirian aja"
Seorang laki-laki dengan penampilan sedikit preman datang menghampiri.
Menyapa nya, tersenyum aneh pada nya, bahkan sampai menawarkan sebuah minuman yang bahkan bau nya saja sudah membuat nya ingin muntah.
Tidak, Della merasa tidak kuat lagi.
"Boleh kenalan kan cantik !"
Della semakin risih, laki-laki ini terua mendekati nya. Sok akrab pula, tatapan nya yang aneh sungguh membuat nya gelisah dan ketakutan. Tetapi sebisa mungkin Della tetap bersikap tenang.
"Kenalin, gue Dito."
Laki-laki yang baru saja menyebutkan nama itu mengulurkan tangan nya.
Karena rasa ingin menghormati dan menghargai, maka Della pun menyambut uluran tangan nya.
"
__ADS_1
?xxxx" Ucap nya, lalu dengan cepat melepaskan tangan nya.
Della kembali mengedarkan pandangan nya. Menatap satu-persatu orang demi bisa segera menemukan orang yang dia cari. Dia sangat takut berdekatan dengan orang asing ini.
"Nyari siapa sih ?" Tanya Dito, dia menyadari jika Della seperti nya sedang mencari seseorang.
"Pacar !" Jawab nya datar
Dito menganggukkan kepala, tersenyum masam seolah ini tamparan keras bagi nya untuk mundur.
"Cowok lo disini ?'
"Iya, tapi enggak tau kemana" Ujar Della.
"Sama cewek lain mungkin !" ujar nya sambil tertawa kecil
Seketika Della pun terdiam. Mungin benar yang di katakan Dito, Gleen mungkin tengah asik bersama wanita lain.
"Cowok, kalo udah masuk club' malam, kesetiaan nya itu tinggal 15 persen aja !"
Benarkan seperti itu.
"Percaya deh sama gue, cowok lo pasti lagi seneng-seneng sama cewek lain !'
Dan ucapan si Dito, sungguh membuat telinga nya terasa panas mendengar nya.
"Udah deh, dari pada nyari cowok lo yang gak jelas di mana sekarang, mending sama gue, gue temenin lo malam ini"
"Maaf, tapi saya mau cari pacar saya aja !" Della menolak keras tawaran Dito. Dia beranjak dari kursi nya dan berniat akan pergi.
"Eh, lo mau kemana ?" Dito mencekal lengan Della.
"Lepasin, saya mau mencari pacar saya !" Della berusaha menarik tangan nya, tapi Dito terus mencekal nya.
"Lepasin !!"
.
.
.
.
Byurrr... !!
Seseorang datang dan menyiram Dito dengan segelas minuman bersoda.
"Lepasin dia !!"
__ADS_1
...___...