
...___...
Setelah mengajak Della menjenguk mama nya, Andrian berniat akan pergi ke Singapura untuk datang berziarah ke makam mama nya Della, yang juga bernama Della. Dia ingin segera meminta maaf pada almarhumah wanita itu secara langsung, meski hanya bisa di depan makam nya saja.
Dan di sini lah Andrian dan Della putri nya, di tempat peristirahatan terakhir Della. Wanita yang dulu pernah Andrian hancurkan hidup nya.
Andrian terbungkam, melihat gundukan tanah dengan mulai banyak nya rumput yang tumbuh di sana. Laki-laki itu terasa lemas, lalu duduk berjongkok sambil menyentuh batu nisan yang bertuliskan nama Della Saputri.
Lagi-lagi mata nya berkaca-kaca, kepala nya kembali mengingat semua masa lalu masa lalu nya, betapa buruk sikap nya itu. Terlebih, pada seorang gadis yang begitu rela nya mendonorkan satu ginjal nya demi ingin menyelamatkan hidup nya.
Plak..!!
Andrian menampar pipi nya sendiri. Membuat Della terkejut atas apa yang di lakukan papa nya itu.
"Pa, papa kenapa ?" Tanya gadis itu. Dia melihat sang papa yang terlihat sangat hancur sekarang ini.
Andrian tak menjawab nya, dia justru menangis tergugu menyandar pada batu nisan Della.
'Tuhan... andai waktu bisa di putar kembali, aku ingin Della tetap disini, melewati kisah-kisah bersama ku, dan juga bersama putri kami, Della, menjadi keluarga kecil yang bahagia..' Gumam Andrian di dalam hati.
'Maaf kan aku Dell, betapa jahat nya aku dulu ke kamu, tapi kenapa kamu gak pernah bilang kalau kamu yang sudah berkorban untuk hidup aku, aku sungguh tidak pantas menerima semua ini dell..' Imbuh nya lagi. Andrian benar-benar tak kuasa, dia hancur, dia sakit, menyesal yang sungguh tiada guna nya lagi. Della sudah tiada, sudah pergi untuk selama lama nya.
'Dell, aku ingin berubah, aku ingin menjadi orang baik. Apa lagi aku punya anak dari kamu, aku janji dell, aku akan menjaga Della, aku akan menyayangi nya, aku ingin menjadi seorang papa yang baik untuk nya, tolong izinkan aku untuk melakukan nya dell, aku akan melakukan apa pun untuk putri kita, untuk kebahagiaan nya, aku ingin menebus semua dosa-dosa ku pada kalian berdua yang dulu pernah aku sia-sia kan..'
...___...
3 bulan kemudian
"Sayang, ayolah.. sebentaaaarrrr aja..." Candra terus merengek, merayu sang istri untuk mau bergulat cinta dengan nya. Siapa yang bisa tahan, di saat sudah menikah tapi dia di suruh puasa selama tiga bulan setelah keguguran istri nya.
Itu anjuran dari dokter. Melarang berhubungan suami istri setelah pasca penguretan Genna waktu itu.
__ADS_1
"Sayang .." Dia masih tak menyerah, rasa nya sakit sekali yang selalu menahan hasrat nya. Begitu tersiksa nya dia.
"Ih... masih belum boleh tau mas !" Sungut Genna. Mengingat anjuran dokter yang dia ingat belum sampai tiga bulan.
"Gak papa gak sayang, kan dokter nya juga gak tau kalau kita itu-itu.." Rayu nya.
"Tetep aja tau !"
"Tau dari mana sih, emang nya dokter ngeliat kita gelud di kamar" Protes nya.
"Tetep gak boleh ya mas, aku gak mau melanggar anjuran dokter !" Tegas nya tak terbantahkan.
"Ck !" Candra berdecak lidah, lagi-lagi keinginan adik kecil nya itu dia urungkan, meski menyakitkan, dengan rasa kesal yang lagi-lagi mendapatkan penolakan.
Candra mendengus kesal, lalu menarik selimut dan menenggelamkan tubuh nya, dia lebih memilih menahan sakit pada adik kecil nya itu ketimbang harus pergi ke kamar mandi malam-malam sendiri.
...___...
Pagi-pagi sekali, Candra sudah bangun. Begitu tak tenang nya dirinya itu, adik kecil nya bahkan sudah bangun lebih dulu ketimbang dirinya yang masih ingin tidur. Sangat meresahkan
Setelah mencoba menepis keinginan nya yang tak tersampai kan, Candra turun dari ranjang nya dan berjalan ke kamar mandi. Seperti nya lebih baik bergulat di kamar mandi sendirian ketimbang harus merengek pada sang istri yang sudah pasti akan kembali menerima penolakan.
Sangat menyedihkan..
...___...
Genna menggeliat, mengerjap kan mata nya dan memaksa nya untuk terbuka. Dia melihat jam di dinding kamar nya, sudah menunjukkan pukul 8 pagi.
"Astaga...!" Pekik nya ter-jengit bangkit, menoleh ke samping yang sudah lah pasti suami nya itu sudah tak ada. Sesiang ini dia bangun. Buru-buru, Genna turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan diri nya.
"Bik, mas Candra ninggalin pesen gak ?" Perempuan itu sudah selesai dengan ritual-ritual membersihkan diri sebangun tidur. Dia langsung turun ke lantai bawah dan bertanya pada bibik yang sedang mencuci piring di dapur.
__ADS_1
"Enggak mbak, bapak bahkan gak sarapan, dia tadi pergi nya buru-buru" Jawab sang bibik.
Genna duduk di kursi meja makan, sejenak berpikir kenapa tumben sekali Candra tidak mengganggu nya di setiap pagi untuk membangunkan nya. Dan biasa nya jika dia tak sempat membangunkan nya, dia pasti akan selalu meninggalkan pesan pada bibik entah dalam hal apa pun itu untuk nya. Tapi kali ini...
Perempuan itu bangkit dari kursi, berjalan menuju kamar nya kembali tanpa ingin menunggu sang bibik menghidangkan sarapan untuk nya.
"Mbak, sarapan nya" Teriak sang bibik yang sudah menyiapkan beberapa lembar roti untuk Genna, tapi perempuan itu malah pergi begitu saja.
"Nanti aja bik" Jawab nya.
Di dalam kamar, Genna membuka ponsel nya. Mengecek benda itu apa kah ada satu pesan dari sang suami, namun nyata nya pun tidak ada. Langsung saja, Genna menekan nomor suami nya itu.
Tak ada jawaban, hingga yang ketiga kali panggilan. Dia sibuk, atau memang... laki-laki itu tengah marah pada nya karena selalu menolak permintaan nya beberapa malam ini.
Ah.. seperti nya memang begitu, jadi merasa bersalah gini ya. Sebenernya kan memang sudah boleh untuk berhubungan lagi setelah 3 bulan. Kasihan laki-laki itu..
...___...
Semua makanan yang Genna masak sudah siap. Tinggal menaruh nya di rantang saja untuk dia bawa nanti.
"Bik, tolong masukin makanan nya ke rantang ya, saya mau siap-siap dulu" Ujar Genna pada sang bibik, bahkan tubuh nya terasa sangat lengket oleh keringat setelah sibuk memasak makanan kesukaan sang suami.
Ya, perempuan itu berniat akan datang ke kantor suami nya untuk memberi kejutan, membawa makanan dan akan makan siang bersama.
"Baik mbak"
...___...
Di dalam kamar, setelah selesai mandi. Genna sibuk memilih baju yang akan dia kenakan. Dia berpikir harus tampil cantik di depan suami nya.
Perempuan itu memilih dress selutut tanpa lengan berwarna cream. Memoles kan sedikit make-up di wajah nya, tak lupa juga menyemprotkan wewangian ke tubuh nya. Dia membiarkan rambut coklat nya menjuntai tanpa mengikat nya.
__ADS_1
"Oke..!" Gumam nya yang melihat pantulan diri nya di dalam cermin. Setelah merasa penampilan nya siap, Genna pun turun ke lantai bawah dan akan segera berangkat ke kantor suami nya.
...___...