Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
125~S3


__ADS_3

Hilma, terus melangkah menyusuri jalan yang bahkan entah kemana langkah kaki nya itu akan membawa nya.


Tubuh nya lelah, lesu karena sudah semalaman ia terus berjalan. Haus dan lapar pun kian datang menyerang. Namun tak ada selembar pun uang untuk dia bisa membeli makan dan minum demi mengganjal perut kecil nya.


Berulang kali gadis itu mengusap peluh keringat. Meski masih pagi, tapi keringat nya sudah bercucuran membasahi dahi.


Ya,


Perempuan itu memutuskan untuk pergi. Pergi dari kehidupan sang suami seperti yang di minta oleh Anan Malik.


Dengan berat hati Hilma meninggalkan laki-laki yang sudah menjadi suami nya. Tanpa kata dan tanpa banyak bicara lagi pada nya.


Hilma pergi bukan karena tak tahu terimakasih pada sang laki-laki yang sudah mengorbankan hidup nya demi menolong diri nya itu. Karena Hilma merasa dia harus tahu diri seperti kata Anan, maka dia harus rela melepaskan Gleen demi kebaikan dan kebahagian nya.


Hilma pikir semua ucapan Anan itu benar, dia penyebab semua masalah. Penyebab hancur nya hidup seorang Gleen Malik. Dia lah penghalang bagi kesuksesan laki-laki itu. Lebih-lebih lagi, dia sudah menghancurkan perjodohan Gleen dengan Della.


Gadis itu menepikan tubuh nya di pinggir jalan, duduk dan menyandar pada sebuah pohon sebagai sandaran rasa lelah nya.


Ia membuang nafas nya dalam, mencoba melepaskan dan mengikhlaskan sesuatu yang mungkin bukan menjadi hak nya.


Seperti sang suami, meski hanya sebatas pernikahan siri, tetapi laki-laki itu tetap lah suami nya. Laki-laki yang sudah sah untuk nya.


Namun mungkin takdir telah berkata lain. Dia harus pergi, pergi sejauh mungkin dari kehidupan suami nya. Setelah ini, Hilma berharap semoga laki-laki itu akan mendapatkan kembali kehidupan yang sesungguh nya sebagai bagian dari keluarga Malik.


"Aku harap, setelah ini kamu akan selalu bahagia mas.." Gumam Hilma dengan tatapan yang lurus ke depan seolah sedang membayangkan sebuah kehidupan yang baik untuk sang suami.


"Maafin aku, karena aku kamu jadi mengalami semua masalah dan kesusahan ini." Gumam nya bersedih.


Sekejap, Hilma kembali mengingat dari awal kisah pertemuan nya dengan Gleen Malik.


Mungkin, laki-laki yang mulai saat ini bukan lagi menjadi suami nya itu, akan menjadi kisah skenario kenangan terindah yang tidak akan pernah Hilma lupakan selama masa hidup nya.


Gleen Malik, adalah sosok laki-laki terbaik yang dikirimkan tuhan untuk hadir dalam hidup nya meski itu hanya sekejap mata.


Tiba-tiba saja Hilma merasa lemas, pusing disertai keringat dingin yang keluar dari dahi nya. Pandangan nya mulai menggelap, samar-samar tak jelas kemudian ia pun terjatuh dan tidak sadarkan diri.


Perempuan itu mulai menggeliat. Mulai sadarkan diri sembari merintih merasakan sakit kepala yang luar biasa.


"Kamu sudah sadar ?"


Sontak saja Hilma ter-jingkat, menoleh ke arah samping kanan nya dan menangkap sosok laki-laki tampan yang sedang tersenyum pada nya.


"Ka-kamu siapa ?" Pekik Hilma sembari mendudukkan tubuh nya. Dia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling ruangan yang terlihat seperti kamar. Semakin takut dan panik lah dia.


"Saya Aldo. Tadi saya nolong kamu pingsan di depan kantor saya !"

__ADS_1


Hilma menatap wajah laki-laki itu. Wajah yang selalu mengulas senyum dan meneduhkan. Sangat tidak terlihat seperti orang yang jahat.


Hilma pun tertunduk. Sungguh memalukan sekali untuk nya pingsan di tempat umum.


"Sebaik nya kamu sarapan dulu, biar ada tenaga"


"Hah..?" Sontak Hilma kembali menatap nya. "Em..sa-saya..-"


"Tadi sudah saya suruh periksa dokter ke adaan kamu, tidak ada sesuatu yang serius. Cuma mungkin kamu hanya sedang lapar" Ucap Aldo, sembari menyuguhkan nampan yang berisi makanan dan segelas susu untuk Hilma.


Hilma tersenyum kikuk. Perut nya bahkan kembali keroncongan dan meronta untuk meminta makanan. Sangat memalukan.


"Te-terimakasih mas, sudah menolong saya.." Tutur Hilma pada laki-laki tampan itu.


"Sama-sama, ayo, makan dulu, biar enggak pingsan lagi."


"Ma-makasih mas" Ujar nya, sambil menerima nampan dengan senyuman yang dia paksakan. Sungguh memalukan sekali diri nya ini.



Aldo. tau dong Aldo anak siapa ya 😁 hehe


.


.


.


.


Satu Tahun kemudian


.


.


.


Sesosok laki-laki, terduduk di sebuah kursi taman dengan rasa lelah, penat serta peluh keringat.


Rasa nya lelah sekali, terik nya matahari siang ini namun tak membuat nya menyerah. Sebotol air mineral pun bahkan tak mampu melegakan rasa dahaga nya.


Tak apa, ini baru lah awal dari sebuah perjuangan nya. Di tolak berulang kali dalam mengajukan kerja sama antar perusahaan bukan berati dia harus berhenti dan menyerah sampai di sini. Untuk berada pada titik saat ini saja sudah begitu sulit untuk dia capai, jadi, dia harus tetap semangat untuk terus naik hingga menuju pada puncak nya.


Semangat, ya dia harus semangat.

__ADS_1


Dret..dret..dret..


Seketika Gleen tersentak, terasa ponsel butut nya bergetar dari dalam saku celana dasar nya.


Buru-buru dia meraih nya, tertera nama sang mommy yang terlihat pada layar ponsel nya.


"Ya, halo mom."


"Sayang, kamu dimana ?"


"Ini lagi di taman, istirahat sebentar mom, kenapa ?"


"Cepat pulang Gleen, ada sesuatu yang mau di bicarakan sama kamu."


"A-ada mom ?" Rasa penasaran pun seketika menusuk hati.


"Pulang dulu deh, kita bicara di rumah."


Tut..Tut..Tut..


"Mom, kenapa sih ? mom.." Percuma saja. Rasa penasaran nya tak akan terjawab saat itu juga karena Cinta sudah memutuskan sambungan telpon nya.


"Ada apa sih ?" Gumam nya.


Sesampai nya di rumah. Sudah terlihat semua keluarga nya tengah berkumpul di ruang tengah.


Melihat ini, semakin membuat nya panik dengan rasa penasaran yang menggebu. Sebenarnya ada hal apa yang akan di bicarakan.


"Sini sayang" Ucap Cinta sembari menepuk sisi sebelah kursi nya.


"I-ini ada apa an sih ?" Tanya Gleen bingung. Kok terlihat sangat serius sekali semua wajah orang di sana.


"Kamu ikut ya Singapura ?" Tutur Cinta pada Gleen putra nya itu.


"Hah. Nga-ngapain ke Singapur mom ?"


"Si Della lusa mau menikah di sana !" Cetus Genna menyahuti.


"Hah..??"


Gengs, untuk kedepan nya semisal aku gak setiap hari update Mon maaf ya. Insyaallah selama sebulan lebih ke depan aku mulai sibuk sekali sama dunia real ku, 🙏


Tapi jika aku ada waktu, insyaallah aku sempatkan untuk up ya 😁


Mohon maaf sekali karena kesibukan ini bener2 gak bisa ditinggal 😁🙏

__ADS_1


Semoga kalian selalu sabar ya 🙏


__ADS_2