Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 25~S2


__ADS_3

...___...


"Gen, saya.." Candra menghentikan ucapan nya, dia bingung, benar-benar sulit untuk dia mulai mengatakan nya.


"Maaf kan saya Gen.."


Dan ucapan Candra sudah cukup memberikan penjelasan pada Genna bahwa laki-laki itu telah menerima perjodohan nya.


Genna memundurkan langkah nya sedikit menjauh dari Candra. Harapan nya, yang begitu berharap bahwa ini adalah mimpi dan hanya omong kosong belaka, berharap ini tidak lah nyata, dan Genna sangat mengharapkan bahwa Candra tidak akan pernah menerima nya.


Tapi..


Itu hanya lah harapan yang harus dia kesampingkan dan menerima kenyataan yang akan benar-benar dia jalani.


"Gen..-"


"Apa om mencintai ku ?" Sargah Genna sebelum Candra mengucapkan kata-kata.


Candra terdiam.


"Saya.."


"Jika memang om mencintai ku, itu arti nya om lah yang kalah dalam pertaruhan kita ! dan om ingat kan apa perjanjian di antara pertaruhan kita !" Ujar Genna yang kembali mengingatkan akan pertaruhan yang pernah dia dan Candra setujui.


"Tapi ini tidak termasuk di dalam nya Gen.."


"Lalu..??"


Candra tertahan, harus bagaimana, dia pun sungguh tak tau. Namun awal dari semua ini adalah kejahilan di antara nya dan juga Genna.


Flashback on


Di dalam ruangan kerja pak Adam, yang hanya ada Anan dan juga Candra di sana.


Anan terlihat begitu serius hingga Candra tak bisa sedikit pun membantah nya.


"Saya akan menjodohkan kamu dengan anak saya, Genna !"


Dan ucapan Anan sungguh membuat Candra terkejut. Dia bahkan hampir merasa kehilangan jantung nya karena sangking kaget nya.


"Maksud om ??"


Anan menganggukkan kepala nya, membenar kan atas apa yang dia ucapakan itu.


"Ta-tapi, kenapa om, kenapa om Anan menjodohkan saya dengan Genna anak om !"


Anan menghembuskan nafas nya dalam, bangkit dari kursi lalu berjalan ke arah jendela dan menatap sosok putri nya di bawah sana yang tengah berdiri di pinggiran kolam seorang diri.

__ADS_1


"Saya mau, kamu menjaga dan melindungi anak saya, karena saya percaya kalau kamu cukup bisa melakukan itu untuk saya !" Ujar Anan tanpa mengalihkan pandangan nya dari Genna di bawah sana.


"Tapi om, Genna kan masih harus melanjutkan kuliah-"


"Itu masih bisa di lakukan meski sudah menikah kan" Sargah Anan menyahuti.


Candra pun terdiam.


"Saya mau kamu dan Genna untuk segera menikah, dengan begitu saya bisa tenang karena ada kamu di samping nya " Titah Anan yang kembali melangkah dan duduk di kursi nya lagi.


"Tapi, apa om Anan sudah membicarakan hal ini pada Genna ?"


"Soal itu gampang, lagi pula saya juga sudah membahas nya dengan Genna" Tutur nya.


"Sebelum pergi berlibur, pernikahan kalian akan di laksanakan. Yang itu artinya satu Minggu lagi. Setelah itu, kita semua akan pergi ke London untuk merayakan pernikahan kalian"


"Om, tapi..-"


"Saya tidak menerima penolakan !" Tegas Anan tak terbantahkan. lalu dia pun bangkit dan keluar meninggalkan Candra yang masih duduk membisu di dalam ruangan kerja pak Adam.


Flashback off


"Maaf Gen, saya tidak bisa menolak perintah om Anan" Lirih Candra mengucapkan.


"Tapi kenapa om ?" Ujar Genna, dia tak lagi mampu menahan air mata nya yang sejak tadi dia tahan. Pertahanan nya runtuh, dan tangis nya pun kembali pecah di hadapan sosok laki-laki yang di pilihkan oleh Daddy nya untuk menikahi dan menjadi suami nya.


"Saya-"


"Saya tahu, tapi maaf, saya harus menerima pernikahan kita." Ujar Candra yang semakin membuat Genna tergugu.


"Tapi tenang saja, saat kita sudah menikah nanti, kamu tetap bisa kuliah, saya janji tidak akan terlalu mengekang kamu" Imbuh Candra mendekati Genna. Dia menyentuh pundak gadis itu, menarik nya lalu membawa nya ke dalam pelukan nya.


Genna tak menolak. Dia menerima sandaran dada bidang Candra dan menangis di sana. Ia benar-benar merasa sangat rapuh saat ini, di usia nya yang masih sangat muda dia harus menikah, menerima tanggung jawab sebagai seorang istri yang menurut nya sangat lah berat. Karena jika sudah menikah, kebebasan nya akan hilang, segala sesuatu harus di batasi, dan dia hanya akan fokus terhadap keluarga nya nanti, dan itu semua, sungguh belum bisa untuk Genna melakukan nya.


...___...


Di dalam kamar


Genna duduk meringkuk di atas tempat tidur sembari menumpu ke dua tangan nya di atas lutut, menatap kosong dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.


Dua hari ini, Genna hanya menghabiskan waktu nya di kamar, berdiam diri dan membatasi diri terhadap siapa pun, termasuk pada orang tua nya sendiri.


Tok..tok..tok..


Suara pintu kamar nya terdengar di ketuk oleh seseorang. Namun gadis itu terlihat tak perduli.


Lalu tanpa ada nya jawaban dari sang pemilik kamar, Gleen langsung saja membuka daun pintu itu.

__ADS_1


Dia melihat Genna yang duduk meringkuk, tatapan yang kosong, dan bahkan sama sekali tak perduli atas kedatangan nya. Gleen berjalan mendekat ke arah nya, dan berdiri di samping tempat tidur.


Gleen merasa sedikit berbeda, ia merasa tak enak hati pada Genna. Pasal nya, karena dia lah Genna harus menikah secepat ini. Hati nya ikut merasa sedih, melihat Genna yang terlihat sangat jauh berbeda dari biasa nya, tak pernah dia melihat adik nya itu yang begitu terpuruk seperti sekarang ini.


Flashback on


"Lo tu apa an sih, ga usah ngomong sembarangan ya !" Sentak Genna pada sang kakak.


"Eh, kenyataan ya, Lo tu pacaran kan sama Aldo !"


"Siapa yang pacaran sih, gue cuma temenan sama dia !" Bantah nya.


"Alah.. ngaku aja Lo, gue liat sendiri lo mesra-mesraan sama Aldo kemarin !"


"Lo-"


"Apa-apa an sih ini !" Sargah Anan di tengah-tengah perdebatan ke dua anak nya.


"Dad, Genna tu pacaran ! udah jalan bareng mesra-mesraan lagi !" Adu Gleen pada Anan.


"Dad-"


"Apa itu benar Genna ?" Tanya Anan menatap Genna tajam.


"Dad aku-"


"Ngaku ga lo !"


"Gleen, diam !" Sahut Anan menghentikan Gleen.


"Jawab pertanyaan Daddy apa benar kata Gleen kamu pacaran ?" Tanya Anan lagi


"Aku-" Genna tertahan. Lalu tak lama, akhirnya dia menganggukkan kepala nya pelan.


Melihat Genna yang mengakui nya, Anan menghembuskan nafas nya dalam.


"Kenapa kamu melanggar larangan Daddy ?" Tanya nya tegas.


"Maaf dad"


"Apa kamu lupa apa yang Daddy katakan ?"


Genna menggelengkan kepala nya. "Genna mengingat nya" Lirih nya.


"Lalu ?"


"Maaf dad, Genna salah" Tutur gadis itu.

__ADS_1


"Putuskan hubungan kalian atau Daddy akan benar-benar sangat marah pada mu !" Ujar Anan tegas dan tak terbantahkan.


...___...


__ADS_2