Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 39~S2


__ADS_3

...___...


Dengan perlahan, Candra mulai melepaskan tautan bibir nya setelah cukup lama dia merasakan hangat dan manis nya bibir sang istri. Menatap ke dua manik mata nya secara bergantian yang mungkin sejak tadi menatap nya.


"Kok diem aja ?" Lirih Candra bertanya.


"E-emang aku harus ngapain om ?" Balik nya bertanya.


Genna memang bukan seorang gadis polos yang tak tau soal ciuman, namun dia hanya tidak berpengalaman saja.


Melihat sikap Genna dan raut wajah nya yang terlihat malu-malu, membuat Candra kian merasa gemas. Ingin sekali dia mencium gadis itu lagi yang sudah membangunkan gairah nya.


Candra menangkup kan ke dua tangan nya pada leher gadis itu, menarik nya mendekat ke arah nya dan dia pun akan segera mencium nya lagi. Tapi belum sempat dia menempelkan bibir nya, Genna dengan cepat mencekal ke dua lengan Candra dan menahan nya.


Dan untuk sejenak, tatapan mereka kembali bertemu.


"Om, a-aku..-"


"Ini hukuman buat kamu !" Sargah Candra, lalu dengan cepat menarik Genna dan dia pun kembali mencium nya.


Dan suasana kamar itu pun semakin terasa panas. Candra, dia merasa sudah hilang kendali dan mencium Genna semakin brutal. Gairah nya yang memuncak ingin sekali untuk menyentuh Genna semakin dalam.


Sementara Genna yang tak berpengalaman apa pun, dia hanya diam dan membiarkan Candra yang menciumi nya dan mulai akan menjamah setiap tubuh nya.


Candra melepas tautan bibir nya, karena merasa belum puas maka dia pun menurunkan ciuman nya berpindah pada leher jenjang sang istri, mencium dan menghisap nya hingga meninggalkan jejak-jejak merah di leher Genna yang putih.

__ADS_1


Tak berhenti di sini, Candra pun semakin semakin bergairah. Tangan nya tak mau diam dan berkeliaran menyentuh setiap tubuh sang istri.


Genna tak kuasa, dia mencoba menahan tangan Candra yang semakin nakal yang akan mencoba membuka kancing kemeja nya.


"O-om.." Genna tak lagi kuasa yang sejak tadi menahan nafas dan menahan suara nya. Dan akhir nya pun dia mendesah merasa geli karena Candra yang terus menggigit-gigit kecil leher nya.


"Om... jangan..!" Lirih Genna yang berusaha kuat menahan tangan Candra yang sudah melepas semua kancing dan akan membuka kemeja nya.


Candra Tak mendengar nya, dengan kekuatan nya dia pun berhasil membuka kemeja Genna lalu membuang nya ke lantai. Kini, sedikit terekspos lah tubuh mungil yang putih bersih itu dengan masih berbalut kan tengtop yang menutupi nya. Perlahan, tanpa menghentikan ciuman pada leher Genna dia pun membawa gadis itu ke ranjang dan membaring kan nya pelan di sana.


"Om.." Lirih gadis itu yang mencoba terus melawan Candra.


Sedikit pun Candra tak memperdulikan nya, Candra mengunci tubuh Genna dan menindih nya hingga Genna tak bisa bergerak. Dia sudah benar-benar kehilangan kendali dan hanya akan menyentuh istri nya itu saat ini.


"O-om.. Hiks..hiks.." Genna tak lagi mampu melawan Candra yang kekuatan nya jauh lebih besar dari nya. Karena sudah kelelahan, Genna pun mulai terisak karena dia merasa benar-benar belum siap jika harus melayani gairah suami nya itu saat ini.


"G-Gen.. Ma-maaf.." Lirih Candra


Genna pun bangkit, dia mendudukkan diri nya di tepian ranjang sambil menundukkan kepala. Gadis itu terisak di sana.


Candra mendekati nya, duduk berlutut tepat di hadapan Genna. Dia menatap wajah Genna yang tertunduk.


"Gen, maafin saya Gen" Tutur nya lagi. Ada rasa bersalah dalam diri laki-laki itu.


Dan Candra semakin bingung dalam rasa bersalah nya kala melihat Genna yang terus terisak dalam diam nya.

__ADS_1


Candra pun bangkit, mendudukkan diri nya di tepian ranjang di samping Genna. Dia menyentuh pundak Genna lalu menarik nya ke dalam pelukan nya.


"Maafin saya Gen, saya khilaf. Saya janji gak akan sentuh kamu di mana kamu tidak mengizinkan" Titah Candra yang mencoba menenangkan nya, Candra tahu, jika Genna pasti belum siap untuk melakukan nya.


"Kamu istirahat aja ya, saya mau bersih-bersih sebentar" Ujar Candra, dia melepas kan pelukan nya lalu bangkit mengambil selimut kemudian membalut kan nya ke tubuh Genna.


...___...


Di ruang tengah


Candra melemparkan tubuh nya duduk di sofa ruang tengah. Menyandar ke sandaran sofa seraya menangkup kan ke dua tangan pada wajah nya. Tiba-tiba saja kepala nya terasa sangat sakit, terlebih lagi rasa bersalah nya pada Genna istri nya. Entah kenapa bisa dia sampai kehilangan kendali sampai lupa diri. Tapi.. bukan kah dia dan Genna sudah menikah, seharus nya sudah sah kan jika dia ingin menyentuh istri nya itu.


Tapi tidak, Candra masih mencoba untuk menahan diri nya untuk tidak menyentuh Genna. Dia cukup mengerti bagaimana dan apa yang masih di impi-impikan gadis itu. Candra masih ingin membebaskan Genna dalam kuliah dan masa depan nya. Dia ingin Genna hanya akan fokus belajar dan tidak terganggu dalam urusan rumah tangga. Yang terpenting, Genna tidak akan melupakan setatus nya saja sebagai seorang istri dari nya.


Karena merasa gairah nya yang tadi memuncak belum bisa padam, hawa panas dalam diri pun belum hilang. Candra bangkit dari duduk nya lalu berjalan ke arah kamar mandi yang ada di lantai bawah. Dia mengambil handuk sebelum masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Candra mengguyur diri nya di bawah shower dengan air dingin. Tak membiarkan aliran air itu berhenti hingga cukup lama dia membiarkan diri nya terguyur di bawah sana.


Pukul 7 malam


Genna menggeliat kaan tubuh nya. Membuka mata nya dan mengerjap supaya pandangan nya kembali dengan jelas. Sedikit lama dia tadi menangis, mata nya terasa lelah kemudian Genna pun langsung tertidur.


Dia bangkit, duduk lalu mengedarkan pandangan nya. Genna tak menemukan sosok yang dia cari ada di dalam kamar saat ini.


Perlahan, Genna menurunkan kaki nya, dia berjalan mengambil kemeja yang tadi di buang oleh Candra dan memakai nya kembali. Lalu dia pun berjalan keluar kamar dan mencoba untuk mencari dimana Candra suami nya itu.

__ADS_1


Genna menuruni anak tangga, pandangan nya sambil berkeliling melihat-lihat setiap sudut tempat tinggal baru nya ini. Namun tiba-tiba saja Genna merasa terkejut saat pintu yang ada di samping ujung tangga tiba-tiba saja terbuka.


...___...


__ADS_2