Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 66, Aku Bisa Menepatinya


__ADS_3

Sudah berapa kali aku ingatkan, aku hanya tidak ingin melihat kehancuranmu atau kau ditinggalkan kedua kalinya oleh orang yang kau sayangi, tapi jika itu tidak bisa kau dengarkan, aku tidak bisa apa-apa, aku terlalu lelah untuk memberitahu mu, maafkan aku kalau nanti aku tidak bisa berbuat apa-apa


~Garvin Callista


Hari pertama untuk seorang wanita yang akan bekerja diperusahaan yang diidamkan seuruh indonesia mungkin untuk dapat bekerja sebagai karyawan disana, dimana lagi kalau bukan A/V Corp, perusahaan yang bergerak hampir disemua mereka kerja sama, bukan hanya untuk mengambil keuuntungan, namun juga bisa membuat perusahaan yang bekerja sama dengan mereka bertamabah terlihat didiepan publik.


wanita itu adalah Freya, ia sangat sennag akhirnya usahanya membuahkan hasil, ia bisa merayu Al untuk memperkerjakannya, dan untuk misi selanjutnya mungkin Freya akan lebih berusaha lagi, karna menurutnya hal itu tidak mudah, Al bahkan tidak ingin berhubungan terlalu dekat dengannya, seolah ada yang sedang dijaga oleh pria itu, dan Freya menyadari hal itu, maka dari itu ia berencana untuk menggali lebih dalam kehidupan mantan kekasihnya itu


"huh... hari pertama harus terlihat lebih semangat dan tidak malas bekerja" ucap Freya dan berdandan seksi untuk pergi ke perusahaan A/V Corp, ia masih belum tau lowongan apa yang buka di perusahaan itu, namun tekadnya untuk kembali dengan Al sudah bulat, membuat Freya tidak peduli dengan posisi pekerjaannya


"apa ini cocok denganku?, atau yang ini?" monolog wanita itu dengan menimbang baju yang akan ia pakai untuk kekantor


"humm, mungkin ini lebih baik, seksi dan elegan" ucapnya dengan pilihan baju yang terbuka belahan dadanya dan sangat pendek diatas lututnya, namun itu hal biasa untuk wanita model seperti Freya, ia langsung bersiap dan menggunakan make up yang menurutnya cocok untuk dirinya


maaf ya readers gak bisa kasih liat foto Freya, soalnya othor make laptop yang berbeda dengan yang sebelum"nya😂😂😊


sedangkan dirumah Al, ia sedang sibuk dengan pikirannya sendiri, dengan apa yang baru ia lihat dari flashdiks yang diberikan oleh Vin untuknya, membuat Al sedikit ragu dnegan pilihannya, namun fellingnya tetap mengatakan untuk memperkerjakan mantan kekasihnya


"om, kenapa melamun?" tanya Asya saat melihat suaminya melamun dan masih diam tidak menyentuh makanan didepannya, ia heran melihat tingkah suaminya yang kebanyakan diam


"om.... kenapa diam saja, apa om tidak lapar?" tanya Asya lagi ketika Al tidak mendengarkannya, pria itu malah asik dengan pikirannya, pria itu hanya memujat kepalanya

__ADS_1


"om, apa om sakit," kata gadis kecil itu lagi menyentuh kepala Al, membuat pria itu langsung sadar dari lamunannya ketika tangan mungil menyentuh keningnya dan tiba-ttiba satu kecupan mendarat di pipi Al


"ada apa sayang hemm?'' tanya Al melihat kearah istrinya yang memegang keningnya, pria itu heran dengan istrinya yang juga menatapnya heran


"om  dari tadi melamun, tidak menyentuh makanan yang aku buat, apa tidak enak?" tanya Asya sedikit lesu karna dan matanya yang polos ingin menangis


"tidak sayang, hanya saja ada masalah yang membuatku kepikiran" kata Al dan membawa istrinya duduk di pangkuannya, gadis kecilnya iitu melihat kearahnya seolah bertanya apakah yang ia katakan benar?


"ya sudah kita lanjut makan ya, aku mau langsung kekantor untuk bekerja" kata Al dan diangguki oleh gadis kecilnya  mereka melanjutkan sarapan mereka


Dikantor Al, pria itu berjalan dengan tegas dan penuh wibawa, tidak lipa dengan wajah dingin dan datar, Al langsung melangkah menuju ruangan miliknya, namun sebelum itu, ia menuju ruangan Vin untuk menanyakan apa uang bisa ia lakukan, atau jadwal apa saja hari ini


klek, pintu ruangan Vin terbuka dan memperlihatkan pria itu sedang mengerjakan sesuatu, Al tidak tau pasti apa itu, namun, pria itu terlihat sangat fokus mengerjakannya, sampai tidak sadar kalau ada Al berdiri disampingnya


"ehh,, sejak kapan kau disana Al?, kenapa tidak bersuara?," kata Vin dan membalikkan tubuhnya menghadap Al dengan selembar kestas ada ditangannya


"tidak, aku takut mengganggu pekerjaanmu yang sepertinya sangat sibuk" kata Al dengan tersenyum dan membuat Vin hanya menggerakkan lehernya kesamping


"apa schedul hari ini Vin?" tanya Al to the point, dengan segera tangan Vinmelihat ponselnya dan melihat jadwal Al hari ini


"tidak banyak, hanya beberapa berkas dimejamu dan sisanya aku atasi" kata Vin dan langsung diangguki Al, namun nada suara pria itu langsung berubah membuat Al berkerut kening dan menatap Vin seolah bertanya ada apa?

__ADS_1


'wanita iitu sudah datang, tadi ia mencarimu, namun saat melihat mobil mu tidak ada ia kembali keruangannya, dia ada di devisi keuangan, mungkin kalian akan lebih sering bertemu" kata Vin dengan datar dan ada sedikit rasa kecewa di balik perkataannya


"ia, aku tau, dia memang punya keahlian bidang itu, namun aku tidak menyangka kalau divisi itu masih ada yang kosong" kata Al dengan wajah santai dan biiasa saja


"satu orang dipindahkan" kata Vin dan membalikkan tubuhnya kembali menghadap laptopnya, ia mals bicara lama dengan Al hanya untuk membahas wanita itu, bagi Vin itu tidak terlalu penting untuk dibahas


"baiklah, aku keluar" kata Al, namun saat ingin melangkah suara Vin menghentikan kakinya, dan Al kembali menoleh kebelakang


"jangan menyesal dengan keputusanmu, aku tidak bisa membantu banyak" kata Vin dan langsung melihat kearah Al yang masih diam berdiri didepannya


"aku bisa menahan diri Vin" ucap Al dengan tegas dan penuh keyakinan, ia kesal dan sedikit tidak suka karna Vin selalu mengatakan seolah ia tidak bisa mengendalikan diri, namun kita tidak tau apa yang ditakutkan Vin akan terjadi atau tidak


"ingat janji mu Al, aku tidak segan untuk membawa adikku pergi jika dia tersakiti" kata Vin dengan ketegasan yang belum pernah Al lihat selama asistennya itu bekerja dengannya


"aku bisa menepatinya Vin, jangan terllau mencampuri urusan rumah tanggaku, aku tau batasanku" kata Al dan langsung berlalu dari sana, pria itu masih terpikir dengan apa yang sudah terjadi beberapa hari ini, namun ia yakin bahwa keputusannya adalah yang terbaik


diruangannya, Al langsung memeriksa laporan dan berkas yang ada diatas mejanya, namun saat ingin keluar untuk membuat minuman untuknya, Al kaget dengan kedatangan Freya disana, wanita itu membawa kopi dengan senyuman yang mmebuat Al sedikit pangling


"ada apa Fre?" tanya Al seolah tidak tau maksud wanita itu mendatanginya, namun Al masih bisa bersikap prefesional untuk menahan diri tidak kembali termakan godaan Freya seperti beberapa waktu lalu


Hallo readers ku tersayang, kmaren kan othot bilang ga up, tapi othor masih nyempatin waktu buat up, ya walaupun hanya bisa satu yang pasti tidak membuat readersku gabut karna nunggu next bab nya, nah untuk besok kemungkinan juga akan up cuma satu aja, othor berusaha maksimal untuk up besok ya😘😘

__ADS_1


#next


jangan lupa like, komen,dan favorit kalian ya readers😘😘😍


__ADS_2