
...___...
Gleen merasa sangat bosan, malas sekali jika sang mommy terus saja membahas dan bertanya kapan dia akan menikah.
Bagi nya, menikah adalah sesuatu yang sangat dia hindari. Masa bodoh jika harus menjomblo seumur hidup nya. Bagi nya, tak ada lagi cinta, apa lagi menikah.
Itu tak akan terjadi lagi dalam sejarah hidup nya. Cukup sekali, dan itu adalah sebuah penghianatan bagi nya.
"Ayo lah Gleen, usia mu sudah sangat cukup untuk menikah, kamu gak muda lagi nak..!" Bujuk Cinta pada putra nya itu. Masa iya sih Gleen mau mengikuti jejak Daddy nya yang frustasi soal wanita, memutuskan melajang sampai menjadi bujangan tua.
"mom, nanti kalau udah ketemu jodoh nya juga Gleen bakal nikah kok !" Begitu saja ucapan laki-laki itu menjawab.
"Jodoh kalo enggak di cari, ya enggak bakal Dateng sendiri, kamu tu laki-laki yang seharus nya mencari, bukan di cari !" Kecam Cinta menjawab.
"Iya iya mom, entar Gleen cari ya.." Jawab nya, ia sudah merasa sangat muak yang terus saja mendapat kan penekanan untuk nya segera menikah.
Panas dan sakit telinga nya saat mendengar nya.
...___...
Gleen, merebahkan tubuh nya di atas sofa yang ada di dalam ruangan kerja nya. Ia tatap langit-langit ruangan itu, pikiran nya seketika traveloka kemana-mana.
Sekejap dia memikir kan Hilma. Ya, Hilma yang dulu pernah di nikahi secara siri oleh nya.
Apa kabar sekarang perempuan itu ?
"Ck!" Gleen berdecih. Tersenyum simpul seolah menertawai diri nya sendiri. Ia merasa pernah bodoh pada masa nya dulu. Menolong dan membela seorang gadis yang bukan siapa-siapa nya namun sebuah penghianatan lah yang dia dapat kan.
Ia menghembuskan nafas nya secara kasar. Merasa pasrah akan takdir yang mempermainkan kehidupan nya. Namun ia tetap tidak bisa memungkiri rasa sakit hati nya terhadap Hilma, mantan istri nya.
Bahkan rasa sakit yang membekas dalam hati nya itu masih begitu terasa sampai saat ini. Ya, dulu, dia memang belum meyakini hati nya apakah dia mencintai hilma atau tidak. Tapi selama itu, ia rela berkorban atas segala kehidupan nya demi Hilma.
__ADS_1
Lalu, apa yang dia dapat kan. Justru sebuah penghianatan dari sebuah pembelaan.
Hilma, begitu bingung Gleen mencari nya pada hari itu, kesana kemari. Bahkan sampai mendatangi rumah Andi dan kembali di pukuli oleh laki-laki bajingan itu karena sudah membawa kabur adik nya, tapi ternyata dia juga tidak menemukan Hilma ada di sana. Lalu, kemana pergi nya perempuan itu, di kontrakan pun tak ada. Para tetangga pun tak ada yang melihat nya.
Hampir gila dia mencari, berbulan-bulan, bahkan hingga satu tahun, tapi selama itu dia mencari justru sebuah kepahitan yang dia temukan.
Ya, Gleen pikir Hilma telah mengkhianati nya. Memanfaatkan nya untuk menghancurkan kehidupan nya. Jahat sekali.
flashback on
Malam itu, Gleen menemani Cinta sampai wanita itu tertidur. Cinta, tak mau di tinggalkan oleh Gleen barang semenit pun.
Ketika dia hendak keluar dari ruangan Cinta, tetapi seseorang masuk ke dalam ruangan itu yang ternyata adalah Della.
Gleen pun akhir nya mengurung kan niat nya, ia berdiam diri sejenak di dalam ruangan Cinta sambil sesekali memperhatikan Della.
Ya, Gleen ingin menghampiri gadis itu, ingin membicarakan banyak hal dan meminta maaf pada nya. Namun rasa ragu kian membuat nya tak berani mendekati nya.
Ketika Della hendak masuk ke dalam mobil nya, tapi dia di hentikan oleh Gleen Malik yang menahan tangan nya.
"Gue mau bicara sesuatu sama lo Dell." Lirih Gleen, ia meminta sedikit waktu Della. Beruntung, gadis itu mau berbicara dengan nya.
Gleen membawa Della duduk di sebuah kursi di depan rumah sakit, dan Kaireel tetap berada di dalam mobil sudah tertidur karena sangat mengantuk.
"Ka-kamu mau bicara apa Gleen." Demi apa pun, rasa nya Della ingin mati saat itu juga. Ia terlihat lebih gugup dan gemetar setelah Della tahu bahwa Gleen sudah menikah dengan Hilma. Rasa nya berbeda sekali dari sebelum nya.
Gleen menarik tangan Hilma yang berdiri untuk duduk di samping nya. Laki-laki itu menghadap nya, menatap Della yang bahkan sama sekali tak mau menatap ke arah nya.
"Gue minta maaf dell.."
Dan ucapan Gleen sungguh membuat Della mengernyit bingung. Maaf, untuk apa, pikir Della.
__ADS_1
"Maaf, buat apa Gleen. Kamu enggak punya salah apa apa kok sama aku !"
"Gue banyak salah sama lo !" Sahut Gleen.
Semakin lah rasa gugup dan salah tingkah nya si Della saat Gleen yang begitu dalam menatap nya.
"Ma-maksud kamu ?"
"Maaf, selama ini gue cuma baperin lo." Ujar Gleen. "Gue udah naruh harapan buat lo, tapi pada akhir nya gue ke ewain lo." Imbuh nya.
"Maaf dell, kalau selama ini sikap baik gue ke lo malah bikin lo sakit, tapi jujur, enggak ada niatan gue buat baperin lo, PHP in lo, atau apa lah itu. Gue cuma pengen jaga lo, lindungin lo, sayang sama lo sama seperti gue sayang sama Genna." Tutur Gleen.
"Maaf Dell, enggak ada sama sekali niatan gue buat bikin lo sakit hati. Gue menjauh dari lo, semata-mata cuma buat bikin lo lupain perasaan cinta lo ke gue, gue merasa enggak pantas buat cewek sebaik lo Dell, lo baik, lo cantik, yang seharus nya mendapat kan pasangan yang baik juga, enggak kayak gue !"
Della tertunduk mendengar semua celotehan Gleen.
"Gue memang gak bisa memaksakan lo buat lupain cinta lo ke gue, tapi gue mohon, lo harus bahagia, melihat lo bahagia itu jauh lebih buat gue bahagia Dell.."
"Oke Gleen aku ngerti !" Sahut Della menghentikan ucapan Gleen. Gadis itu bahkan sudah meneteskan air mata nya.
"Aku bakal lupain kamu, aku bakal hapus sebersih-bersih nya rasa cinta aku buat kamu. Dan aku akan pastiin, enggak bakal ada lagi perasaan itu ke kamu sekali pun itu hanya sekedar teman atau pun sekedar kakak beradik !!" Kecam Della. Ia tatap wajah laki-laki itu yang juga sedang menatap nya.
"Anggap aja, selama ini kita enggak pernah kenal, enggak pernah saling membuat janji untuk tetap saling ada di antara kita. Lupain itu semua !!" Sentak Della, ia bangkit berdiri.
"Dan kamu enggak perlu lagi repot-repot untuk jaga aku, aku enggak butuh perlindungan kamu apa lagi anggapan kamu yang menganggap aku sebagai adik !" Kecam Della.
"Dell..-"
"Kita bukan lagi siapa-siapa !!" Della memundurkan langkah nya, memajukan telapak tangan nya ke arah Gleen seolah meminta nya untuk tidak lagi mendekat.
Ya, karena mereka bukan lagi siapa-siapa.
__ADS_1
...___...