
...___...
Genna terkekeh, dia menoleh menatap Candra dengan rasa kebingungan nya.
"Maksud nya gak tahan apa.. om ??" Tanya Genna yang tidak mengerti.
"Gak tahan menahan sesuatu.."
Dan ucapan suami nya ini benar-benar membuat nya semakin penasaran.
"Sesuatu apa ??" Genna membangkit kan diri nya sembari terus menatap Candra, rupa nya Genna benar-benar ingin tahu.
Candra membuang nafas nya, memejam kan mata sebelum dia mulai berbicara. Candra meraih satu tangan Genna, menggenggam nya dan membawa tangan itu ke arah sesuatu, yang justru membuat Genna ter-jengit dan dengan paksa menarik tangan nya.
"Om....!!!" Genna melejit, turun dari atas ranjang dan dengan cepat berlari keluar dari dalam kamar.
"Gen....!!" Panggil Candra.
.
.
.
Genna berlari keluar tanpa menggunakan sepatu nya. Tetapi dia kebingungan harus kemana dia lari. Tidak mungkin kan dia melarikan diri keluar dari dalam ruangan suami nya ini. Apa yang akan dia katakan jika nanti orang-orang bertanya.
"Gila suami gue..." Gumam nya yang berdiri di dekat pintu keluar ruangan Candra. 'Mesum nya kok kelewatan ya.. apa karena dia udah tua kali ya..? atau apa sih..? gak tau malu banget sumpah...!!' Gumam nya dalam hati. Nafas nya memburu, dada nya bahkan naik turun, terlebih lagi dengan tangan nya, terasa sangat gemetar. Atau mungkin karena habis menyentuh-
"Gen.." Sargah Candra menghentikan gerutuan Genna dari dalam hati.
"Hah.." Genna berbalik dengan cepat, dia memundurkan langkah nya hingga terbentur daun pintu. Dan Genna semakin melompat kaget saat tiba-tiba saja pintu ruangan Candra bergerak karena di buka oleh seseorang dari luar.
"Dad-daddy..." Gumam Candra dan Genna bersamaan.
"Kalian...???"
__ADS_1
...___...
Genna duduk di sofa di samping suami nya. Sebisa mungkin dia menenangkan diri karena ada Anan, Daddy nya.
"Jadi, kalian pilih aja mau bulan madu kemana, Daddy yang akan menanggung semua nya" Ucap Anan.
Genna semakin gelisah. Mendengar kata bulan madu, membuat nya bahkan semakin tidak tenang. Ia sudah menduga dan mengerti apa arti dari kata bulan madu itu.
"Dad, Genna kan kuliah, jadi bagaimana bisa bulan madu !" Sargah Genna
"Sayang, ini tentang rumah tangga kamu loh. Bulan madu itu penting" Jelas Anan pada putri nya.
"Tapi Dad-"
"Udah, kalian pilih aja mau ke mana, dan urusan kantor biar Daddy yang gantiin sementara ini" Ucap Anan.
Sementara Candra, laki-laki itu tersenyum penuh kemenangan mendengar kabar yang sangat baik menurut nya. Tau saja Anan mertua nya itu mengenai keinginan nya. Candra merasa Anan sangat lah berpihak pada nya.
"Anggap aja ini sebagai kado ulang tahun dari Daddy buat Candra"
"Iya, kamu gak tau ?" Ujar Anan
Genna menatap sang suami. Begitu terlihat bahagia wajah laki-laki itu. Mungkin bagi Candra, ini akan menjadi ulang tahun terbaik dalam hidup nya.
...___...
Di dalam kamar
Genna duduk di atas tempat tidur nya sembari memandangi sang suami yang tengah sibuk dengan laptop nya di sofa. Tampak nya, dia sedang mencoba menyelesaikan pekerjaan nya, apa lagi, dalam beberapa hari kedepan dia akan meninggalkan pekerjaan nya itu.
Bulan madu...
Entah kenapa kata-kata ini membuat Genna merinding. Kata-kata yang sangat terdengar horor bagi nya. Kata-kata yang biasa di inginkan oleh setiap pasangan pengantin baru, dengan suasana yang penuh keromantisan, tapi tidak untuk gadis itu. Genna justru merasa takut saat mendengar nya.
Tampak Candra yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya. Laki-laki itu menaruh laptop dan kemudian berjalan ke arah nya.
__ADS_1
"Om, emang kapan om Candra ulang tahun ?"
"5 Hari lagi Gen" Ujar nya, dia naik ke atas tempat tidur dan ikut menenggelamkan diri nya di dalam selimut. "Kenapa ?" Tanya nya.
"Gak apa-apa, cuma tanya aja" Ucap Genna.
"Aku harap kamu bakal kasih kado terbaik buat aku Gen" Ujar laki-laki itu.
"Em, itu... itu, ya nanti lah om.." Ujar Genna yang terdengar terbata-bata.
"Aku tunggu kado terindah kamu buat aku Gen.." Ucap Candra dengan penuh harapan di sana.
...___...
Hari-hari telah berlalu. Tak terasa, 2 hari lagi adalah hari ulang tahun Candra sang suami. Genna terlihat begitu sibuk memikirkan kado apa yang akan dia berikan untuk laki-laki itu.
Sementara belakangan ini, gadis itu tak begitu terlihat sibuk dengan urusan kuliah nya. Dia lebih memilih untuk segera pulang saat kelas nya sudah selesai. Dia tidak mau, akan terlibat urusan lagi dengan mantan kekasih yang sangat dia hindari.
Siang ini, Genna terlihat buru-buru keluar dari kampus nya. Kelas nya sudah selesai, dia menjalan kan mobil nya menuju sebuah mall yang ada di dekat kampus nya.
Sesampai nya di mall, Genna berkeliling, mencari sesuatu yang menarik dan mungkin akan sangat di sukai oleh suami nya. Tapi apa itu, entah lah..
Genna menghentikan langkah nya di sebuah toko jam tangan, dia melihat-lihat, ada beberapa model jam tangan pria keluar terbaru minggu-minggu ini, dan itu terlihat sangat keren dan mewah.
"Mbak, mau yang ini" Ucap Genna pada penjaga toko. Dia menunjuk satu jam tangan berwarna hitam, salah satu warna yang di sukai oleh sang suami.
Setelah merasa sangat yakin akan pilihan nya, Genna meminta pada penjaga toko untuk membungkus nya. Genna yakin dari dalam hati nya, suami nya itu akan menyukai hadiah kecil dari nya namun bernilai sangat fantastis.
Ketika Genna akan memutus kan untuk pulang, tapi dia seketika tertahan karena melihat ada toko buku. Ya, seperti biasa, gadis itu akan selalu masuk ke dalam toko karena tidak bisa menahan diri jika melihat nya.
Genna berkeliling, mencari buku-buku yang menarik untuk nya, Genna berhenti, melihat satu buku novel yang berjudul 'Aku Seorang Istri'. Entah kenapa ini sangat menarik untuk nya, Genna mengambil nya dan berniat akan membeli nya.
Tak hanya itu, kali ini Genna berhenti pada bagian buku-buku resep masakan. Setelah melihat-lihat nya, Genna mengambil buku resep masakan, resep kue kering dan juga resep kue ulang tahun. Setelah membayar, Genna pun memutus kan untuk pulang.
...___...
__ADS_1