
Tidak mudah melepaskan orang yang kita cintai dengan sepenuh hati dan orang yang membuat kehidupan kita berwarnaa, bertahun tahun aku menunggu denganharapan bahwa dia bisa menerimaku menjadi bagian dari hidupnya, namun takdir berkata lain, aku harus kehilangan wanita yang aku cintai dan memilih orang lain yang ia keenal dalam waktu yang sangat dekat, aku membenci itu!!
~Garvin Wijaya
Diperjalanan, Al dan Vin saling berkomunikasi, tidak sulit untuk mereka menemukan lokasi Asya saat ini, tentu saja karena Al sudah berjaga sejak awal, ia membuat alat penyadap ditubuh istri dan ponsel istrinya, meskipun ponsel Asya diamankan oleh Freya.
"Dar, habisi semua oang yang ada disana, jangan pernah ada yang menghalangi jalanku untuk menyelamatkan istriku!!" ucap Al karna ia tau Darrec yang akan lebih dulu sampai kelokasi, ia sudah mengerahkan semua orangnya untuk menuju ke lokasi
"baik Al, apapun untuk kakak ipar" ucap Dar masih sempat bercanda dan mencairkan suasana, ia tidak mau jika Al terlalu emmosi dan todak bisa mengendalikan diri
dimobil Vin, ia membawa Chloe yang juga ikut bersamanya, Chloe yang shok dan cemas dengan keadaan Asya sangat ketakutan, ia tidak menyangka akan terjadi seperti ini
"tenanglah, jangan terlalau khawatir, adikku akan baik-baik saja, jangan menyalahkan dirimu" ucap Vin menenangkan Chloe yang kelihatan cemas
"tapi kak, aku yang membawa Asya sudah pasti wanita jahat itu melakukan seenaknya dengan Asya kak" ucapChloe ditengah ketakutannya kepada sahabatnya sendiri, ia tau betul Asya pasti saat ini sedang menangis dan meminta agar mereka segera datang
"mereka tidak akan berani, jangan terlalu dipikirkan" ucap Vin yang sebenarnya ia juga khawator dengan adiknya, ia tau bagaimana seorang Freya yang licik dan kejam itu, namun ditengah masalah seperti ini ia tidak mau ikut terlarut dalam kecemasa, berfikir optimis lebih baik
"Vin, kamu masuk dari pintu bagian belakang, pastikan wanita jala**ang itu tidak melawan lagi dengan kita" ucap Al disaat ponsel mereka masih terhubung panggilan,
__ADS_1
"baik Al, akan aku lakukan segera" ucap Vin disaat mereka sudah tiba digedung milik Freya, dimana mereka membawa Asya kelokasi tersebut, dan sesuuai dengan permintaan Al, tidak ada lagi orang orang Freya yang berjaga disana
"aku akan masuk, dan kalian berjaga jaga, mana tau mereka melakukan serangan balik karna tau kita datang kelokasi" ucap Al dan diangguki oleh Vin dan juga Dar, namun tidak dengan Chloe mereka mengatakan gadis itu lebih baik didalam mobil saja
sayaemenatar dikamar tempat Asya dikurung, bumil itu sedang terisak karna Garvin masih saja menatapnya dengan tataapan liar, pria itu bahkan tidak segan menciumi kaki mulus milik Asya
Asya berkali kalai meronta dan berteiak agar Garvin menghentikan tingkahnya, namun bukannya mendengarkan pria itu bahkan semakin liar dan gesit mendekati wajah Asya
"pliss Gar, jangan lakukan itu, aku sudah mengandung anak mas Al, jangan melakukan hal yang bodoh, kumohon hentikan ini" cap Asya dnegan suara parau,, kata tidak menyakiti memang berlaku untuk Garvin, namun tidak dengan menyiksa secara batin, Asya yang saat ini sedang mengandung harus mengalami hal seperti itu
"diamlah Sya, bukankah aku sudah mengatakan aku akan menjadikanmu wanitaku sekarang juga, lagipula apa susahnya menjadi istriku Sya, aku juga orang kaya, aku tidak mempermasalahkan anak yang ada dalam kandunganmu" ucap Garvin dan tangannya beralih kebagian belakang Asya, tangan pria itu menjalar di punggung milik Asya, membuat bumil itu langsung berteriak dan menjauh
"DIAM!!!, aku memperingatimu sejak tadi Sya, mengapa!!, mengapa kau tidak bisa menerimaku hah!!, kau bahkan menikah dengan pria itu ketika aku sibuk mencarimu Sya!!' ucap Garvin dengan amarah yang membludak dalam hatinya
Pria itu menajuhkan diri dari Asya dan berteriak tepat didepan Asya. seperti kesetanan Garvin mengeluarakan semua yang ada dalam hatinya saat itu, ia meraung keras didepan Asya yang juga menangis mendnegarkan isi hati Garvin
"bertahun tahun Sya, selama kita saling kenal sejak dulu, aku sudah menyimpan rasa dneganmu, aku mencintaimu dengan tulus, aku bahkan rela melakukan apapun untukmu, namun apa? apa yang aku dapatkan Sya, jangankan mencintaiku, kau bahkan tidak melirikku sedikitpun, hah malang sekali nasib ku bukan!!?" ucap Garvin dengan nafas memburu
"tapi sekarang aku sudah bersuami Gar, kamu harus sadar jika kita tidak jodoh, aku meganggapmiu sebagai sahabatku dari dulu, kau sudah tau itu!!" jawab Asya yang juga tidak mau disudutkan oleh Garvin perihal hubungan mereka
__ADS_1
"ya aku tau, aku sangat tau, tapi apakah tidak bisa kamu membuka hatimu untukkku?, tapi kau malah menikah dengan pria itu, aku membenci takdirku Sya!!' ucap Garvin dan kembali mendekati Asya, wajah pria itu snagat menyeramkan dengan senyuman smrik yang dia garis diwajahnya
"jangan Gar, kumohon jangan" ucap Asya melihat Garvin kembali menyentuhnya, pria itu bahkan kembali mencium kaki dan tangan Asya secara bergantian, membuat Asya kebali memnagis dan meringkukkan tubuhnya ketaktan, gemetaran tubuh Asya tidak sevanding dengan ketakutan dalam hatinya
"kapan mas Al datang kesini, aku sudah tidak tahan ma, kumohon datanglah dan selamatkan aku, jangan biarkan pria ini menyentuhku lebih dari ini mas, bang Vin kalian kemana?" ucap Asya dalam hati, ia sangat berharap suaminya datang dan menyelamatkannya
"jangan terlalu berharap banyak Sya, suamimu tidak tau lokasi ini, aku sudah mencari lokasi teraman untuk kita berdua menghabiskan waktu berdua" ucap Garvin, pria itu menarik paksa baju Asya hingga membuat lengan Asya terlihat karna bajunya robek oleh kelakukan Garvin
"sepertinya tubuhmu sangat menggoda dan membuatku bergairah Sya" ucap Garvin dan tangannya terangkat utuk membuka seluruh atasan Asya, namun ketika tangan itu baru saja menyentuh baju Asya, pitu kamar itu terbuka lebar karna ditendang dari luar dengan sangat keras
hal itu membuat Garvin dan Asya terkejut dan melihhat siapa yang adatang, semenatar orang yang mendobrak pintu melihat pemandnagan didiepannya dengan wajah yang penuh amarah dan nasaf menderu, tidak menunggu lama lagi, Al langsung berjalan kearah istrinya dan berteriak
"BERANINYA KAU MENYENTUH STRIKU BRE**SEK!!!, KAU AKAN MATI DITANGANKU SEKARANG JUGA!!' ucap Al dan meraih tangan Garvin yang menyentuh Asya, melemparkan pria itu kesudut ruangan hingga menghasilkan bunyi yang snagat keras
BRAKKKK... eeughhh
Garvi merasakan daras segar keluuar dari mulutnya, pria itu lemas dan menatap Al yang langsung memeluk istrinya, Asya menangis mengeluarkan semua ketakutannya dipelukan suaminya
next
__ADS_1
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian ya readers😘😘