Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
92~S3


__ADS_3

...___...


Gleen ter-jingkat. Lemparan koran ke atas meja oleh Daddy nya sampai memberikan suara yang nyaring. Mengejut kan nya yang hanya diam mematung saat menghadapi orang tua itu.


"Kelakuan kamu hanya bermain-main seperti ini, berantem, keluar masuk Club', bagaimana kelak kamu akan menggantikan Daddy di perusahaan !" Kecam Anan sambil menatap nya tajam.


"Dua hari gak masuk kerja, kerjaan masih menumpuk kamu tinggal, kerja semau nya, kamu mau jadi apa sebenarnya !"


Ya Tuhan... !


Sejak dia tumbuh dewasa, entah kenapa Daddy nya yang dulu sangat menyayangi nya bahkan saat ini telah berubah menjadi orang yang menyeramkan.


"Semalam Glenn di telpon Genna kalau Kai--"


"Tidak usah menjawab dan mencari alasan !"


Oh ya ampun, beruntung jantung nya ini tergantung dengan kuat di tempat nya. Kalau tidak, mungkin sudah ter-lompat dan keluar dari dalam rongga dada nya karena sering kali terkejut atas ucapan sang Daddy yang terus saja memekik saat berbicara dengan nya.


"Jangan kamu pikir Daddy tidak tahu apa saja yang kamu lakukan di luar kota sana !"


Ya, dia bahkan sudah seperti anak gadis perawan yang selalu saja di awasi setiap gerak gerik nya.


"Kalau kamu sama sekali tidak bisa merubah sikap dan perilaku mu, jangan salah kan Daddy kalau semua fasilitas dan gaji mu di anak cabang perusahaan di kota xxxx Daddy akan menarik dan memotong nya !"


"Hah ??" Kali ini keterkejutan nya memberikan reaksi. Mata yang terbelalak mengarah pada Anan, Daddy nya.


"G-gak bisa gitu dong Dad" Ujar nya tak terima.


"Kalau enggak mau, ya berubah !" Anan bangkit dari duduk nya. Entah harus bagaimana lagi menghadapi perilaku nakal dan susah di atur nya atas putra nya itu.


"Kalau gak mau berubah, siap-siap aja jadi OB di kantor !" cetus Anan. Melirik ke arah Gleen yang berwajah masam dan memelas nya, memasukkan ke dua tangan dalam saku celana, kemudian melangkah pergi meninggalkan Gleen yang mungkin akan mengutuk nya karena terlalu keras dan berlebihan pada nya.


"Astaga bokap ! pengen gue umpat tapi kok takut jatuh miskin ya gue !" gumam nya frustasi.


Kalau jatuh miskin, terus jadi OB. Alangkah turun nya derajat dia sebagai lelaki mapan, tertampan dan ter-tajir.

__ADS_1


"Bangsattt, bisa di tindas gue sama si cecunguk !" Keluh nya sambil membayang kan bagaimana jadi nya jika dia menjadi OB di kantor nya sendiri. Ah, sungguh menyeramkan !


"Siang nanti ikut Daddy menemui Della !"


"Hah..!!" Lagi-lagi Gleen ter-jingkat melompat dari kursi. Ia kembali terkejut di buat oleh Daddy nya yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu, orang tua itu menurut nya sangat tak memiliki rahang. Suka sekali mengejut kan nya.


"Ng-ngapain dad ?"


"Ikut aja !" tegas nya lalu pergi.


"Huh.." Ia menghembuskan nafas nya lega kala orang tua itu kembali berlalu pergi dari nya.


'bangsat !! bisa-bisa mati jantungan gue kalo terus-terusan disini !' Gumam nya dalam hati.


...___...


Dret..dret..dret..


Benda pipih yang bernama ponsel yang dia taruh di atas meja nakas tengah memberikan getaran. Seperti nya itu tanda panggilan masuk. Namun Gleen abaikan.


Dret..dret..dret..


Dret..dret..dret..


"Sialan ! gak tenang amat sih hidup gue !"


Sudah lah sangat mengantuk, tetapi di paksa nya seperti apa juga tetap tak bisa terpejam. Di tambah ada ada saja hal hal yang mengganggu nya.


"Kampret, ganggu aja sih hidup lo !" Kecam Gleen saat dia sudah menyambungkan telpon dari Fatih.


"Di mana lo njill, ngapa gak ngantor ! kerjaan lo segudang woi !" Cecar sang penelpon di sebrang sana.


"Gue bos lu, serah gue mau ngantor apa kagak, itu urusan gue, bukan urusan lu ! ngapa lu yang ngatur !"


"Bacottt ! banyak kerjaan yang mesti lu selesaikan" Tegas Fatih di sana.

__ADS_1


"Elah, lu urus dah tu kerjaan. Gue mau nyantai dulu seharian !"


"Ban**e ! gue pecat juga lu jadi bos !"


Tut..Tut..Tut..


"Emang gak ada udel ni lakik, bos macem apa an coba !" Gerutu Fatih dengan kesal pada bos sekaligus sahabat nya itu karena bertingkah seenak jidat nya sendiri.


...___...


Siang ini, sesuai dengan ucapan Anan tadi yang mengajak nya menemui Della pun ia tak bisa menolak. Karena sedang di dalam mobil dan di temani dengan mommy kesayangan nya Gleen pun berusaha bersikap manis di depan wanita itu.


"Mom, Daddy mau apa ngajak kita ke rumah Della ?" Ia mendekatkan tubuh nya ke arah Cinta dan berbisik di dekat telinga nya.


"Gak tau sayang, mungkin mau bahas sesuatu yang penting" Jawab Cinta.


Gleen mem-berengut sedikit kesal. Mommy nya itu sama sekali tak asik untuk nya di jadikan tempat mencari tahu.


Pasal nya, dari yang ia lihat seperti nya Daddy nya itu akan membahas sesuatu yang sangat penting yang juga mungkin menyangkut diri nya. Kalau tidak, untuk apa orang tua itu mengajak nya kan ?


Sekali lagi, Gleen mengarahkan setengah tubuh nya mendekat ke arah Cinta. Lagi dia berbisik agar tak di dengar oleh laki-laki horor yang duduk di samping kemudi yang tengah sibuk memainkan ponsel nya.


"Cari tahu dong mom, Gleen gak bisa lama-lama soal nya mau ada meeting ntar sore di cabang kota xxxx, jadi mesti harus balik sekarang" Ucap nya.


"Nanti kalau sudah sampai di rumah om Andrian, kamu juga akan tahu Gleen..!" Ujar Cinta merasa agak risih dengan tingkah putra satu-satunya itu. Kepo sekali pikir nya.


Ya, Gleen memang banyak sekali berubah. Dari seseorang yang pendiam, kini laki-laki itu berubah menjadi seorang laki-laki yang berisik sekali. Banyak bicara. Terlebih, rasa ke ingin tahuan nya sudah melebihi emak-emak yang kepo nya sudah tingkat dewa.


Dari sikap nya yang dingin, datar dan kaku. Tetapi kini Gleen justru memiliki sifat menghangatkan dan periang. Kadangkala banyak tingkah lucu dengan kekonyolan nya yang membuat orang-orang tertawa.


Mungkin jika laki-laki itu mati, dunia ini akan terasa sepi tanpa nya.


Eits, tapi bukan karena dia yang tiba-tiba menjadi gila ya. Dia hanya sedikit liar saja, mungkin karena pengaruh pergaulan kala dia kuliah di luar negeri saat itu yang mengharuskan nya banyak bergaul dengan orang asing.


Meski begitu, tak sama sekali merubah sisi baik nya dari seorang Gleen Malik.

__ADS_1


...___...


Duhhh... Jadi gemush sama babang Gleen yang berubah somplak 😝


__ADS_2