Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
105~S3


__ADS_3

...___...


"Lo bisa gak sih, jadi cewek tu yang lembut sedikit !" Gleen ber-sungut saat mendapati satu tinjuan kecil dari Hilma.


"Ya abis mas Gleen tu nakut-nakutin aja !" Balas nya tak kalah ber-sungut. Lalu Hilma berjalan mendahului masuk ke dalam gang sempit menuju rumah nya.


Gleen mengedarkan pandangan nya, menatap kanan kiri jalan sempit yang terlihat kumuh dan terlihat sangat kotor. Jalanan sempit di antara dua gedung tinggi di samping nya.


Di depan sana, terlihat tempat seperti sebuah perkampungan kecil. Ada beberapa rumah sederhana yang jauh dari kata layak untuk di tinggali.


Benarkah gadis itu tinggal di tempat seperti ini. Begitu menyedihkan nya..


Hilma menghentikan langkah nya di bawah sebuah pohon rindang. Menatap satu rumah kecil yang terdapat beberapa lelaki di depan nya sedang duduk sambil menikmati miras oplosan, merokok, serta bermain judi.


Ya, itu Abang nya Hilma beserta teman-temannya yang sedang berpesta setiap malam nya.


"Sampe disini aja mas, itu rumah saya sudah kelihatan." Ujar Hilma pada Gleen.


Namun entah apa yang di perhatikan laki-laki itu, dia terus menatap ke depan sana dengan raut wajah yang berbeda.


"Lo, yakin mau balik ke sana ?"


Dan pertanyaan Gleen membuat Hilma mengerutkan dahi nya dalam.


"Maksud nya ?" Hilma bertanya dengan kebingungan. "Ya balik lah, itu kan rumah saya !" Ujar Hilma.


Tersirat seperti sebuah kekhawatiran di wajah Laki-laki itu. Gelisah, namun entah apa yang sedang dia pikirkan.


"Lo enggak takut ?"


Seperti ingin mengatakan sesuatu, namun entah harus seperti apa dia harus mengungkap kan nya.


Hilma beralih pandang dari wajah Gleen, menoleh ke arah depan rumah nya yang sedang ada banyak orang


"Saya sudah biasa mas" Ujar nya menjelaskan.


"Lo enggak usah balik kesana deh, gue yang ngeri"


Dan ucapan Gleen justru semakin membuat Hilma berkerut bingung. Ada apa dengan nya ? wong Hilma yang akan balik dan masuk ke sana. Tapi malah laki-laki itu yang terlihat takut dan panik sendiri.


"Mas Gleen, ngeri kenapa ?"


"Pokok nya enggak usah balik ke rumah lo, perasaan gue gak enak dan gak tenang banget !" Jelas nya.


Gleen mencekal tangan Hilma, lalu tangan kiri nya juga menggenggam tangan Della.


"Kita balik aja, yang pasti lo jangan balik ke sana !"


"Tapi mas-"

__ADS_1


"Hilma !!"


Dan teriakan seseorang pun menghentikan langkah mereka. Mereka berbalik, dan mendapati sosok laki-laki berkulit sawo matang, rambut pirang, tak terlalu tinggi, dengan penampilan seperti seorang preman tengah berjalan menghampiri mereka.


"Lo kok bisa disini ? bukan nya Lo harus kerja !!" Tuding nya dengan nada bicara tinggi pada Hilma.


Hilma berkerut, sentakan sang Abang sudah membuat nya ketakutan. Dia mundur satu langkah dan tertunduk takut di belakang Gleen dan Della.


"Maaf bang, Hilma lagi enggak enak badan, dia sakit. Makanya saya antar pulang !"


"Gue gak tanya sama lo !!"


Raut wajah nya tak ramah. Pun bahkan tak mengindahkan sebuah penjelasan dari Gleen tentang adik nya.


"Sekarang juga lo balik kerja, cari duit yang banyak. Jangan pulang sebelum elo kasih gue duit !"


Mata nya menyolok tajam pada sosok gadis mungil yang tertunduk di antara Gleen dan Della.


"Gak usah banyak alasan buat lo enggak kerja. Gue butuh duit !!" Kecam laki-laki yang sebagai Abang dari Hilma itu


"Bang, enggak bisa gitu dong. Hilma lagi sakit, dan dia butuh istirahat !"


"Lo siapa ikut campur urusan gua !!" Abang Hilma menajam kan mata nya. Melangkah mendekati Gleen seolah dia menantang nya. Siapa yang berani berani nya ikut campur urusan nya.


"Gue-"


"Aarrrgghhh bacot !!"


Dengan cepat Hilma melangkah dan menghadang Abang nya yang akan melayangkan pukulan ke arah Gleen.


"Cukup bang, jangan pukul-pukul orang sembarangan.." Kata Hilma yang berdiri menghadang abang nya.


"Minggir Lo !" Sentak nya pada Hilma. Dia sudah emosi, merasa amarah nya sudah naik karena Gleen.


"Bang, aku mohon udah. Jangan pukulin orang terus !!" Pinta Hilma sambil terus berusaha menjauhkan sang Abang dari Gleen.


"Ini, aku punya uang segini..!" Hilma merogoh saku rok span di atas lutut nya, mengambil lembaran uang dengan jumlah 500 ribu.


"Apa an cuma segini !!" Tak mengindahkan pemberian sang adik, laki-laki berandalan itu justru memarahi Hilma dengan tak tahu diri nya.


"Semakin hari lo kasih uang gue semakin dikit aja, lo tu bisa kerja enggak sih hah di sana. Di sana itu banyak laki-laki ber-duit ! kaya. Lo rayu kek, lo cium kek, atau lo jual diri kek. Gak guna banget sih lo !!" Kecam nya memarahi Hilma.


"Tapi aku gak mau ngelakuin itu bang.."


"Kalo lo gak mau, lo mau nyari mati hah ??"


Dengan cepat Gleen berlari dan mencekal tangan Andi yang akan berlabuh ke pipi Hilma.


"Banci, jangan berani-berani nya lo pukul adek lo sendiri !!" Ujar Gleen menghentikan laki-laki itu.

__ADS_1


"Enggak usah ikut campur urusan gua !!"


"Justru elo yang gak berguna ! lo cowok, Lo abang nya Hilma, harus nya lo lindungin dia, lo jaga dia, bukan malah lo suruh kerja dan bahkan sampe lo suruh jual diri buat dapetin uang yang lo minta !" Kecam Gleen penuh penekanan.


Andi meronta, menarik paksa tangan nya dengan tatapan kebencian pada Gleen. Berani juga laki-laki ini, pikir nya.


"Gleen !" Della memekik, mata nya menatap takut saat melihat segerombolan orang-orang yang tadi duduk di teras rumah nya Hilma pun datang beramai-ramai.


"Ck!" Andi berdecih, tersenyum penuh kemenangan saat teman-teman nya datang akan membantu.


"Banciiii lo !! berani nya keroyokan !!" Pekik Gleen saat dia sudah di kelilingi dengan para laki-laki berandalan teman nya Andi.


"Abang ! cukup bang, jangan pukulin dia !" Hilma berteriak. Berlari ke arah Gleen untuk berusaha menolong nya. Namun dengan cepat, Andi mencekal dan menahan nya.


"Lepasin aku bang !!"


"Diem lo !!"


BUGH ..


BUGH ..


BUGH ..


.


.


.


Andi tertawa puas saat melihat Gleen yang dipukuli oleh teman-temannya.


Gleen tak bisa berkutik, ke dua tangan nya di cekal, banyak nya orang yang mengeroyok membuat dia tak mampu melawan satu-persatu.


"Bangsattt !!! kalo lo pada bukan banci, lawan gue satu-satu !!" Pekik nya saat dia sudah tersungkur tak berdaya di atas tanah.


"Bang cukup bang !!" Hilma menangis histeris. Terus meronta agar bisa melepas kan diri dari sang Abang.


"Aku mohon bang... hentikan !!"


Tak perduli dengan permohonan sang adik, Andi terus tertawa puas melihat Gleen yang tak berdaya.


"Sekarang lo ikut gue !!" Ujar nya pada Hilma. Andi menarik nya paksa.


"Enggak !!"


"Lepasin dia !!"


Della berteriak. Menghentikan langkah Andi yang bersiap akan membawa Hilma, adik nya.

__ADS_1


Andi tersenyum penuh arti saat menatap Della.


...___...


__ADS_2