
...___...
"Huaaaaa !!"
Genna berteriak histeris, membalik kan tubuh nya dari suatu objek yang dia lihat dan menutupi wajah nya dengan ke dua tangan.
"Genna ! kamu ngapain ke sini !" Seru Candra yang buru-buru mengenakan kembali handuk untuk menutupi tubuh bagian bawah nya.
"A-aku.. aku.."
"Mau masuk ke kamar orang, itu harus ketuk pintu dulu ! ga sopan banget !" Gerutu Candra mendekati Genna yang masih membelakangi nya.
Genna terdiam, jantung nya berdegup kencang tak terkendali.
"Kamu nyari apa ?" Tanya Candra saat dia sudah berada di samping Genna.
Genna berusaha memberanikan diri nya untuk menghadap Candra. Membuka sedikit demi sedikit tangan yang menutupi wajah dan mata nya.
"M-maaf om, aku..-"
"Buka tangan kamu !" Sentak Candra, membuat Genna terkejut dan seketika membuka ke dua tangan nya.
Lagi-lagi Genna terkejut, membulatkan mata nya sempurna kala melihat pemandangan yang ada di hadapan nya. Genna menelan saliva nya dengan susah payah, dan bahkan nafas nya pun terasa sangat sesak sekarang ini.
Namun di sisi lain, Genna merasa kagum melihat nya. Pemandangan yang begitu indah untuk di lihat dengan mata yang terbuka. Tubuh yang atletis, putih bersih dengan dada yang begitu bidang serta perut yang membentuk roti sobek di sana. Benar-benar mengagumkan..
"Hei..!!" Berkali-kali Candra memanggil, berusaha menyadarkan Genna yang entah kemana pikiran nya. Namun gadis itu seperti nya masih hanyut dalam lamunan nya.
"Genna !!" Dan Candra pun sedikit meninggikan suara nya.
"Eh, i-iya om, om seksi banget deh !"
"Apa !"
"Hah.." Genna terbelalak, mengedip-ngedip kan mata nya seolah sedang berpikir atas ucapan nya barusan.
"Kamu tadi bilang apa ?" Candra mengulangi pertanyaannya. Bukan tak mendengar yang Genna ucap kan tadi, namun entah mengapa Candra justru ingin menjahili gadis itu.
"Em a-aku..aku.." Genna merasa gugup, kebingungan harus mengatakan apa.
Sementara Candra, dia semakin merasa ingin menjahili Genna. Dia berjalan semakin mendekati Genna, menatap gadis itu dengan penuh kejahilan.
Sedangkan Genna, melihat Candra yang berjalan semakin mendekat, perlahan dia ikut melangkah kan kaki nya mundur. Terus mundur hingga tubuh nya menabrak dinding.
__ADS_1
Dengan cepat, Candra mengunci tubuh Genna dengan ke dua tangan nya di dinding. Menatap wajah gadis itu yang semakin merah dan terlihat ketakutan.
"Kamu sengaja ya, mau ngintip saya ganti baju !" Gumam Candra tepat di depan wajah Genna.
Reflek Genna mengangkat wajah nya menatap Candra. "Hah ! eng-enggak om !" ujar nya cepat.
"Lalu, kenapa kamu tadi bilang kalau saya seksi.." Tutur Candra.
Genna semakin gugup, begitu ingin dia mengutuk diri nya sendiri yang tak bisa menjaga ucapan nya. Memalukan ! pikir nya.
"Em.. i-itu..itu tadi.." Genna terbata-bata, jantung nya semakin berdegup kencang. Atau mungkin saja detak jantung nya saat ini bisa di dengar jelas oleh Candra.
"Kamu.. deg-deg an ?" Titah Candra, membuat Genna semakin gugup di sana.
Ah..
Boleh tidak sih dia jatuh pingsan saja saat ini untuk lari dari laki-laki itu.
"Em..em.."
Ingin sekali Candra tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Genna saat ini. Malu, gugup dan tak berdaya membuat nya terlihat sangat lucu.
"Kamu cari apa di sini ?" Tanya Candra kemudian.
"Maaf om, aku mau cari kamar nya Della, mau pinjam baju nya karena baju Genna basah kena jus tadi" jelas nya lirih, takut dan terdengar gemetar. Bahkan tangan nya pun meremas rok sekolah nya dengan kuat.
"Maaf om, Genna gak tau dimana kamar Della. Genna pikir ini kamar Della" Jelas nya lagi.
"Lain kali, biasakan ketuk pintu saat akan masuk ke kamar orang lain. Kalau seperti ini, saya kan rugi !"
"Rugi ? maksud nya ?"
"Iya lah, rugi. Karena kamu sudah melihat tubuh saya !" Cetus Candra.
Genna terdiam. Dia terlihat sedang mencerna atas ucapan Candra barusan.
'Dia merasa rugi ? rugi dari mana nya coba ? harus nya tu gue yang merasa rugi karena membiarkan mata polos gue ngeliat tubuh nya ! oh....tuhannn.... mata gue udah ga suci lagi...' Gumam Genna dalam hati.
"Kamu masih mau disini ? mau lihat saya ganti baju ?"
Dan ucapan Candra membuat Genna kembali tersadar dari pikiran nya.
"Enggak om !" Sahut nya cepat.
__ADS_1
"Kalau mau lihat, saya kunci pintu nih"
"Enggak ! enggak ! enggak om !" Seru Genna yang langsung berlari melewati Candra dan keluar dari dalam kamar laki-laki itu.
...___...
"Gila emang ! itu om om kok mesum banget ya !" Gumam nya di ujung tangga setelah dia menghentikan lari nya.
"Loh, Genna ! kok belum ganti baju ?" Tanya Tina yang hendak pergi ke dapur.
"Eh, Tante"
"Kamu kenapa ? kok ngos-ngosan gitu ? kaya abis lari-lari aja !" Tanya Tina yang melihat keadaan Genna saat ini.
"Em.. Genna-"
"Kata nya mau ke kamar Della, kok malah di sini ?" Sahut seseorang yang berjalan menuruni anak tangga. Ya, dia lah Candra.
Genna mendelik sempurna, memalingkan wajah nya demi tak menatap laki-laki mesum itu. Sungguh benar-benar memalukan untuk bertemu dengan nya lagi.
"Gen.. kamu belum ketemu nyari kamar Della ?" Tanya Tina mengejut kan gadis itu.
"Eh.. em, belum ketemu Tante !" Jawab nya seraya tersenyum kaku.
"Ya ampun sayang.. ayo Tante anter, bisa-bisa kamu nanti masuk angin loh gak cepet ganti baju !" Titah Tina, dia meraih tangan Genna untuk membawa nya menuju kamar Della.
...___...
"Del, kamu liat Genna ga ? dari tadi kok ga keliatan" Tanya Gleen saat Della datang dan mendudukkan diri nya di kursi meja makan.
Semua orang sebentar lagi akan berkumpul untuk melakukan ritual makan malam. Namun di sana, masih ada Gleen dan Della. Sedangkan Tina, dia masih sibuk membantu bibik untuk menyiapkan makanan nya. Risky, dia masih berada di kamar nya. Sedangkan Candra, entah apa yang sedang dia lakukan di ruang kerja nya.
"Genna, dia tidur di kamar aku Gleen, mungkin dia kecapekan jadi nya ketiduran" Jelas Della memberi tahu nya.
"Dasar kebiasaan tu bocah !"
"Udah biarin aja Genna tidur Gleen, kasian mau di bangunin, nanti kalau dia bangun aja baru makan malem" Sargah Tina yang datang dengan 2 piring lauk di tangan nya.
"Del, panggil kakek sama papa kamu sayang"
"Oke nek" Jawab Della. Dia pun bangkit dan langsung pergi untuk memanggil kakek dan papa nya itu.
...___...
__ADS_1
Gengs... Bucin Bucinan disini udah mau mulai yah😂😂😂 ahahahah
Jangan lupa siapkan vote gratis dan gift seikhlas nya buat besok yah 😉😄