Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
120~S3


__ADS_3

...___...


Gleen, dengan telaten nya menyuapi makan Cinta, mommy nya. Kini, wajah wanita itu jauh terlihat lebih baik sekali. Seperti nya, memang benar-benar dia sakit karena memikir kan nya.


"Satu lagi mom.." Bujuk Gleen untuk suapan terakhir nya.


"Sayang.." Sapa Cinta sambil menyentuh pipi Gleen yang kini terlihat lebih kurus. Ya, karena mungkin dia tidak bisa hidup dengan benar belakangan ini.


"Ya mom.."


"Jangan pergi lagi ya, mommy pengen kamu sama Hilma disini, temenin mommy.." Pinta wanita itu. Entah lah, Cinta bahkan terlihat sangat manja sekali pada putra nya itu kali ini.


Gleen terdiam. Tertunduk karena entah apa yang harus dia katakan pada Cinta. Adalah hal yang sangat tidak mungkin untuk nya tetap tinggal seperti yang Cinta minta.


"Mom, Gleen janji. Gleen akan sering-sering datang menemui mommy.."


Mendengar ucapan putra nya, seketika Cinta kembali memurung kan wajah nya. Bukan jawaban seperti itu yang dia inginkan dari putra nya.


"Gleen enggak bisa terus disini mom. Tapi Gleen janji sama mommy, Gleen dan Hilma akan sering-sering menemui mommy.."


"Mommy enggak percaya !" Sahut nya ber-sungut. Mencebik, seolah ia sedang menolak bujukan dari laki-laki itu.


...___...


Di sisi lain.


Della, hanya tertunduk diam mematung bagai tak lagi bernyawa. Dia hanya menatap keluar jendela mobil dengan pandangan kosong dan tak memperdulikan panggilan papa Candra nya yang memanggil nya berulang kali.


Candra pun cukup paham, apa yang sedang di rasakan oleh putri angkat nya itu saat ini. Pastilah sedang hancur-hancur nya hati gadis itu.


"Dell.." Kali ini, Candra memanggil nya sedikit keras. Hingga membuat Della seketika ter-jingkat dan menoleh ke arah papa nya.


"Eh, iya pa.." Gumam nya.


Terlihat linglung, seperti sudah kehilangan separuh dari nyawa nya. Terlihat dari raut wajah nya betapa sedang hancur sekali hati nya. Namun, seberusaha nya untuk Della tetap menutupi luka hati nya.


"Udah sampe." Tutur Candra.


Eh, ya ampun.. bahkan dia sampai tidak menyadari jika sudah sampai di didepan rumah papa Andrian.

__ADS_1


"Maaf pa, Della ngelamun.." Lirih gadis itu. "Della turun ya pa.." Ujar nya pada Candra sambil mencoba mengulas senyuman di bibir nya. Kemudian, Della pun turun dari mobil Candra tanpa menunggu persetujuan dari papa Candra nya itu.


"Dell.." Panggil nya lagi, yang kembali menghentikan langkah nya Della yang hendak masuk ke dalam rumah.


"Ya pa.."


Candra berjalan mendekati Della. Berdiri di hadapan gadis itu sambil menatap nya sendu.


Ya, karena Candra merasa tak kuasa, dia menarik tubuh Della ke dalam dekapan nya. Sungguh malang sekali nasib kisah percintaan nya.


"Menangis lah sayang, lampiaskan semua rasa hancur mu. Tapi setelah ini, kamu harus bangkit, kamu harus mampu berjalan di tengah-tengah kehancuran hati mu." Gumam Candra sembari memeluk Della, mengusap rambut panjang nya, dia ingin menjadi sandaran di mana Della tengah merasakan sakit dan ke hancur hati nya.


"Hiks..hiks.."


Akhir nya Della pun terisak dalam pelukan Candra. Sekuat apa pun dia berusaha untuk menerima, tetapi sungguh tak bisa di pungkiri jika pada kenyataan nya hati nya sangat sekali. Hancur sekali.


"Menangis lah nak, menangis lah.. ada papa di sini.." Gumam Candra pada putri nya itu.


...___...


.


.


.


.


.


.


.


Gleen terhuyung, merasakan panas pada pipi kanan nya karena tamparan keras dari seseorang.


Bukan dari Anan, tetapi dari Genna, adik kembaran nya. Ya, Genna meradang, marah sekali akan perlakuan kakak nya itu.


Genna memang tak punya hak atas hidup nya, tetapi keputusan nya untuk menikahi Hilma sungguh sangat mengecewakan, terlebih Anan. Pun lebih-lebih lagi Della. Bagaimana pun, Della tetap lah putri angkat dari suami nya.

__ADS_1


"Lo sadar gak sih, apa yang lo lakuin ini kak !" Cetus Genna pada laki-laki yang pernah satu kandungan dengan nya itu.


"Lo sadar gak sih kalo lo itu udah ngecewain keluarga kita !" Imbuh nya.


"Lo sadar gak kalau lo itu udah sakitin Della !!" Pekik nya mencekam.


Genna begitu tak habis pikir, mengapa bisa seperti ini hubungan mereka pada akhir nya. Bukan kah dulu mereka sangat dekat, tapi, mengapa malah berujung menjauh dan hancur seperti ini.


"Kalo lo gak mau nikah sama Della, seenggak nya gak usah-"


"Terus gue harus gimana lagi untuk buat dia lupain gue Gen !!" Kecam Gleen menyahuti.


"Harus berapa kali lagi gue bilang, gue enggak bisa cinta sama Della Gen." Tegas laki-laki itu. "Sekarang gue tanya sama lo, akan bertahan seberapa lama selama pernikahan tidak di dasari oleh rasa yang sama-sama cinta !" Pekik nya.


"Rumah tangga itu akan terasa bahagia kalau pasangan nya sama-sama cinta, kalau gue tetep nikah sama Della yang ada gue semakin bikin dia hancur seumur hidup nya karena gue gak pernah cinta sama dia !"


"Terus, apa sekarang lo cinta sama Hilma !"


Dan pertanyaan Genna, membuat Gleen tercekat dan terdiam. Dia memang sudah menikahi Hilma, tetapi untuk perasaan nya terhadap gadis itu..


Entah lah, bahkan sampai saat ini dia bahkan belum bisa menyatakan perasaan cinta nya terhadap sang istri.


Cinta atau tidak, Gleen bahkan tidak bisa menjawab nya.


"Ngapa lo diem !" Sentak Genna.


"Harus nya lo tu mikir, kurang gimana sih kehidupan gue dulu di tekan sama Daddy, di paksa nikah sama orang yang gak gue cintai. Dari sini harus nya lo bisa menilai, bahwa semua penekanan dari orang tua itu gak semua nya berakhir buruk, Daddy seperti ini karena dia ingin yang terbaik untuk anak-anak nya..!" Jelas Genna. Ia ingin saudara kembar nya itu mengerti dan memahami dari pengalaman hidup yang pernah dia alami dulu.


Ya, karena hidup nya sekarang ini semua nya pun berawal dari penekanan sang Daddy.


"Tapi gue ini buruk Gen, gue laki-laki berandalan, bejat, urakan, gue ngerasa gak sepantas nya untuk bersanding dengan Della.." Lirih Gleen. Ia terduduk di sebuah kursi dengan ke adaan yang sangat lemas.


"Lebih-lebih lagi, gue gak suka dengan cara Daddy memperlakukan dan menilai Hilma. Hilma itu gadis baik, gak sepantas nya dia di nilai sebagai cewek murahan oleh Daddy." Gumam nya.


"Meski lo berandalan, urakan, tapi gue percaya kalo hati lo itu enggak akan pernah mau sakitin cewek !" Sahut Genna.


"Apa lagi lo sama Della udah deket banget dari kecil, lo terus-terusan lindungin dia, sayang sama dia. Della gak pernah salah karena mengartikan semua kasih sayang lo itu secara lebih, dia gak pernah minta perasaan itu ada, perasaan cinta itu tumbuh karena semua nya berawal dari sikap lo sendiri ke dia gimana."


...___...

__ADS_1


__ADS_2