Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 28,aku ingin bekerja


__ADS_3

Bagaimana pun seseorang yang diberikan semuanya, tetap menginginkan kebebasan, begitu juga aku, aku


ingin bebas dan memiliki pendapatan sendiri, mandiri jika akan dicampakkan


nanti


~Alesya Callista


Alesya dan aland sedang


menikmati makan malam, keduanya terlihat diam tanpa suara, asya yang biasanya


ceria dan banyak bicara menjadi murung dan lesu


“aku sudah selesai” kata aland


dan langsung berdiri meninggalkan asya yang masih menikmati makanannya


Asya yang melihat kepergian


aland merasa sedih, bukan karna ia dicueki oleh aland, namun lebih memikirkan


bagaimana jika aland marah padanya dan menbgusirnya malam itu juga


Asya langsung cepat-cepat


memghabiskan makanannya dan berniat untuk menyusul aland kekamar, dengan rasa


takut asya melangkahkan kakinya masuk kedalam seusi membersihkan meja dan


piring kotor sisa makanan mereka


“om”panggil asya saat melihat


aland yang sedang asik dengan ponselnya dan langsung melirik sumber suara yang


memanggilnya


“ada apa!?” jawab aland masih


dnegan suasana datar dan mencekam


“om masih marah padaku?” tanya


asya ingin mencairkan suasana panas didalam kamar itu, wajah polos itu menatap


aland dengan sendu dan masih mematung ditempatnya


“untuk apa aku marah, bukankah


itu hakmu untuk menganggap ku seperti apa?’ tanya aland dengan cuek dan tidak


peduli, semakin membuat asya menjadi kikuk dan tidak tau harus melakukan apa


“apa om akan mengusirku?’ tanya


asya lagi, ketakutan akan tinggal dijalanan dan tidak punya arah tujuan menjadi


boomerang untuk asya, tidak apa-apa jika aland membuatnya menjadi pembantu asal


jangan membiarkannya tinggal dijalanan dan menjadi gembel disana


“mengapa kamu bertanya sperti


itu?’ tanya aland dan mengangkat sebellah alisnya dan menatap asya dnegan


tatapan tajam


“bukankah om sudah marah padaku,


dan itu artinya om punya alasan untuk mengusirku bahkan menjualku lagi” kata


asya dan pada akhrnya airmata yang ia tahan sejak tadi keluar membasahi pipi


cantiknya itu


“mengapa kamu menangis?” tanya


aland bingung dengan gadis yang ada didepannya itu, aland bahkan tidak


melakukan apa-apa padanya


“aku tidak menagis” kata asya


dan segera menghapus airmatanya dan mebelakangi aland yang masih menatapnya


lekat


“aku sudah pernah mengatakan

__ADS_1


kalau aku tidak akan mengusirmu atau menjualmu, lantas mengapa kamu terus


bertanya tentang itu?”tanya aland dengan membalikkan tubuh gadis itu agar


menhadap dirinya


“ak..aku.. aku hanya takut aklau


nanti om berubah pikiran dan mencampakkanku” kata asya seadanya, karna


sejujurnya itulah hal yang paling ia takutkan, apalagi tidak ada lagi yang bisa


ia andalkan, semua yang ada pada dirinya sudah direnggut oleh aland, dan


pendidikan? Ia hanya tamatan SMP saja


“apa kamu ingin pergi dariku?


Makanya kamu selalu membahas tentang hal seperti itu?” tanya aland dan dijawab


dengan gelengan kepala dari asya


“lalu mengapa terus membahas


itu, ap aitu yang ingin kamu lakukan?” tanya aland lagi, namun masih dijawab


gelengan kepala asya


“bukan seperti itu, aku takut


kalau om mencampakkanku, aku tidak punya tempat tujuan, dan apa yang akan aku


lakukan diluar sana” kata asya sambil menatap aland dnegan tatapan kosong tak


bermakna


“jangan pernah berfikir seperti


itu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku tidak akan pernah mencampakkanmu,


kamu saja yang tidak pernah menganggapku” kata aland  dengan cuek namun diangguki oleh gadis polos


itu, asya begitu percaya dengan aland, karna pada kenyataannya pria itulah yang


menolong dirinya sampai ia bisa bertahan sampai skerang, kebaikan aland dan


perhatian pria itu mampu membuat gadis polos seperti asya menganggap bahwa


“aku menganggap om, tapi


bukankah apa yang aku katakan tadi salah?” tanya asya dengan mata polos dan


menatap aland


“kamu bisa mengatakan kalau aku


adalah suamimu” kata aland sambil tersenyum smirk dan menarik tubuh gadis kecil


itu untuk bisa ia peluk leluasa


“suami? Kita belum menikah om,


apa yang om katakana?” tanya asya dengan bingung dan tidak setuju dengan apa


yang dikatan oleh aland


“mengapa? Apa kamu tidak ingin


menikah denganku?” tanya aland tersenyum licik dan gemas dengan ekspresi wajah


gadis lugu itu


“bukan seperti itu om, tapi apa


yang dikatakan om tidak benar” kata asya tetap tidak setuju dengan usul aland


“dimananya yang tidak benar?,aku


mengatakan apa yang aku anggap benar” kata aland dan memeluk asya dengan erat


“itu tidak benar, aku tidak


setuju”kata asya dengan mencebikkan bibirnya dan segera dikecup oleh aland dan


dilu*mat pria itu menekan leher gadis itu untuk memperdalam ciu*man meereka


“Om, apaan sih, main srobot


aja!!” kata asya memalingkan wajahnya malu karna ia lagi-lagi tidak bisa

__ADS_1


menolak ajakan aland dan malah meladeninya tanpa menolak sedikitpun


“hahahha, kamu masih saja


seperti anak kecil” kata aland sambil tertawa memegangi perutnya melihat


ekspresi asya semakin gemas karna kesal


“ihh om apaan sih!” kata asya


dan melempar aland dnegan bantal yang dekat dengannya,namun sesaat kemudian


asya Kembali ke raut wajah serius, ia ingin meminta ujin kepada aland agar


dirinya bisa bekerja mulai saat ini


“om akum au katakana sesuatu”


kata asya dan langsung ditanggapi oleh lanad, pria itu memperbaiki posisi


duduknya dan mendengarkan gadis lugu didepannya itu


“apa?” tanya aland dan memeluk


asya Kembali


“aku ingin bekerja om” kata asya


dan seketika itu membuat aland melototkan matanya dan menarik asya untuk lebih


dekat


“mengapa?” tanya aland Kembali


dnegan suara datarnya


“aku ingin bekerja dan ingin


membeli ponsel agar bisa menghubingi teman-temanku” kata asya mengingat jika


dirinya bisa menghabiskan waktu bercerita dengan chloe


“aku bisa membelinya” kata aland


namun dijawab gelengan kepala asya, membuat aland kesal dan semakin menatap


asya tajam


“aku ingin membelinya senidiri,


hasil dari kkeringatku” kata asya membayangkan bagaimana jika dirinya bekerja


dan mendapatkan hasil dari pekerjaannya itu


“kamu bisa membelinya dengan


hasil keringatmu dengan dibawah kungkunganku” kata aland tertawa keras dan


langsung didapati lemparan bantal dari asya


Gadis itu kesal dnegan jawaban


aland, ia meminta ijin dnegan serius namun dijawab asal oleh aland,


“omm…” teriak asya dan langsung


dipeluk oleh aland, pria itu sangat senang melihat gadis lugu nan polos itu


marah apalagi kesal sampai wajahnya merah seperti itu


“sudah.. sudah jangan marah


lagi, apapun yang kamu katakana tadi aku tidak mengijinkannya, kamu tetap


disini dan tidak akan pernah kemana-mana” putus aland dan seketika itu juga


asya lesu dan tidak lagi bersemangat


“aku ingin seperti teman-teman


yang lain om, menghabiskan waktu untuk kesana-kemari” kata asya dengan sendu


“aku bisa melakukannya untukmu,


tapi jangan pernah mengatakan kamu ingin bekerja atau ingin keluar sendiri!”


kata aland, dan mau tak mau asya harus menurut dengan pria itu


next

__ADS_1


Berikan komentarmu untuk mereka ya readers😊


__ADS_2