
..._____...
"Mulai saat ini, kamu bukan lagi anak ku !"
Amarah Risky benar-benar memuncak hingga ke kepala. Mendengar putra kesayangan nya itu benar-benar mengakui perbuatan bejad nya sampai terlahir lah seorang gadis kecil yang bernama Della.
Dengan susah payah dia dan juga Tina membesarkan nya, mendidik nya untuk menjadi seorang yang berguna dan juga berbakti pada orang tua. Melihat sejak kecil Candra selalu meraih prestasi dalam pendidikan nya, Risky yakin bahwa Candra bisa membanggakan. Sebuah kesalahan tak dapat tidak pernah di lakukan oleh setiap manusia, tapi jika sudah melampaui batas dan membuat malu, Risky benar-benar tak dapat me-maaf kan kesalahan nya kali ini.
"Pa, tolong maaf kan aku" Kata-kata permohonan terlontar dari mulut Candra. Berlutut di hadapan sang papa untuk memohon ampun atas sebuah kesalahan yang bahkan tidak pernah dia lakukan. Tapi.. mengingat betapa miris nya kehidupan seorang gadis kecil itu membuat nya rela menerima amarah dan kekecewaan dari ke dua orang tua nya.
"Pantas saja dulu kamu bersikeras untuk pergi ke Singapura, jadi.. jadi ini kelakuan kamu di sana hah !!"
Dengan paksa Risky menarik kaki nya yang di cekal oleh Candra.
"Papa dan mama begitu menyayangi mu, begitu percaya nya kami pada mu, tapi ini balasan mu Candra !"
"Pa... maaf kan aku pa.." Candra kembali mencekal kaki sang papa, memohon dengan tangis nya di sana.
"Pergi kamu dari sini..!" Kalimat yang terdengar dingin, namun begitu menusuk dalam hati.
"Pa.."
"Pergi kamu dari sini !!" Bentak Risky sekuat tenaga nya. Menatap tajam lurus ke depan namun penuh kekosongan. Tubuh nya gemetar hebat karena amarah.
Sementara Tina, tak ada suara yang terucap dari mulut nya sejak tadi. Namun sikap dingin nya sungguh membuat Candra lebih terluka.
Pandangan nya beralih, menatap sendu dengan linangan air mata menatap sang mama. Candra benar-benar tak kuasa melihat Tina yang begitu kecewa karena nya. Dengan tangis nya yang masih pecah, Candra datang menghampiri Tina yang bahkan tak ingin lagi melihat nya.
"Ma.. ma tolong maaf kan aku ma.." Lirih nya memohon pada sang mama. "Aku tau aku salah, tapi aku..-"
"Tolong pergi kamu dari sini !"
__ADS_1
Candra terdiam, mendengar ucapan dari mama nya yang baru saja terucapkan.
"Ma.."
Tina bangkit dari duduk nya ketika Candra hendak meraih tangan nya. Sedikit pun dia enggan untuk di sentuh oleh laki-laki itu.
"Bik..." Teriak Tina memanggil asisten rumah tangga nya.
"Ya buk" Dengan cepat bik Lasmi datang menghampiri Tina.
"Tolong bantu beresin barang-barang nya, jangan sampai ada barang yang ketinggalan di rumah ini !" Ujar Tina pada bik Lasmi.
"Baik buk" Ujar bik Lasmi.
"Pa, ma.."
Tanpa sepatah kata lagi, Risky dan juga Tina pun berlalu pergi meninggalkan Candra tanpa ingin memperdulikan nya lagi.
...___...
Bagaimana tidak, di usia nya yang masih jauh dari kata dewasa sudah mendengar dan menerima sebuah kebencian dari orang lain karena kehadiran nya.
Della menahan tangis nya sejak tadi, mengingat betapa tak suka nya ke dua orang tua papa nya itu kepada nya, sama seperti sikap kakek dan nenek Candra kemarin. Seperti nya apa yang mereka ucapkan tentang diri nya tadi semua nya benar. Dia hanyalah beban, seorang anak haram yang tak diinginkan dan aib bagi keluarga nya.
"Della sayang.." Candra datang menghampiri, duduk di sebelah putri nya lalu memeluk nya. Ia tahu jika putri nya itu sangat terluka saat ini.
"Maaf kan papa ya.." Lirih Candra di atas pucuk kepala Della. Dia merasa bersalah pada Della karena mendengar pertengkaran nya dengan orang tua nya yang bahkan tak seharus nya untuk dia dengar.
"Pa.."
Candra meregangkan pelukan nya setelah mendengar gumaman dari Della yang memanggil nya.
__ADS_1
"Ya sayang.."
"Harus nya Della yang minta maaf pa, maaf.. Della membuat hidup papa susah" Lirih bocah kecil itu.
"Ssstttt !! Della ga boleh ngomong seperti itu, Della anak papa, sudah menjadi kewajiban papa untuk menjaga dan melindungi Della" Titah Candra.
"Tapi..-"
"Udah ya, papa ga mau dengar apa pun lagi. Della cukup nurut apa kata papa, jangan berpikir yang tidak-tidak. Lakukan apa yang seharus nya anak kecil lakukan. Sekarang kemas semua barang-barang Della dan kita akan pindah"
"Kita mau pindah kemana pa..?" Tanya Della.
"Ke rumah papa sayang.." Ucap nya. Padahal, entah kemana dia akan membawa Della untuk tinggal.
...___...
Di dalam mobil
Setelah keluar dari rumah orang tua nya, Candra tak tau harus kemana. Jika hanya diri nya saja dia tak perlu begitu pusing untuk tinggal, tapi kali ini dia membawa Della yang harus dia pikirkan dan juga harus dia lindungi.
Betapa sedih, rasa bersalah yang kian terpendam di dalam hati nya saat ini. Mengingat kemarahan dan kekecewaan orang tua nya terhadap nya. Candra cukup mengerti akan sikap ke dua orang tua nya, mereka pasti sangat terpukul dan terluka karena ulah nya.
Di dalam hati, ingin sekali Candra mengatakan yang sebenarnya. Dia mengasuh dan membesarkan Della dan mengangkat nya sebagai anak.
Tapi.. dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan gadis kecil itu jika tahu bahwa dia bukan lah papa kandung nya. Apa lagi dia juga sudah kehilangan mama kandung nya sejak dia masih bayi.
Candra hanya tak ingin Della tahu segala tentang kehidupan nya yang tak pernah adil. Tak pernah di akui atau bahkan mungkin tak pernah di inginkan oleh papa kandung nya. Maka dari itu, Candra mengakui Della sebagai anak kandung nya sendiri bersama dengan Della dulu, memberikan Della sebuah keluarga kecil meski tanpa sang mama lagi ada disisi nya.
Apa lagi, dulu dia pernah berjanji pada Della sebelum dia meninggal. Dia berjanji untuk menjaga dan membesarkan Della kecil layak nya seperti anak kandung nya sendiri meski belum sempat melaksanakan pernikahan secara diam-diam bersama Della saat itu.
..._____...
__ADS_1
Ges Candra ga bicara yang sebenarnya pada orang tua nya itu aku buat konflik ya 😁 hehe ga lama kok 😁