
Terasa berat, namun itu sudah menjadi keharusan untuk aku lakukan, ini salahku dan sudah seharusnya aku mengalah demi orang yang aku cintai, bukankah ini sudah menjadi pilihanku waktu aku memutuskan membua hati untuk wanita pengganti ibuku, dia segalanya untukku saat ini ataupun masa depan nanti
~Aland Chevalier
Sebelumnya Othor berterimakasih buat readers yang setia membaca novel othor dan setia menunggu yang tidak pasti, dan othor tau itu sangat membosankan karna othor pernah berada dipisisi kalian wkwkwk🤣🤣
Kedatangan Vin membuat Darrec dan Al menjadi semakin betah untuk begadang demi mendengarkan dan saling melepas rindu selama beberapa bulan setelah pertemuan mereka dipernikahan Al yang digelar beberapa bulan lalu, sudah sangat lama mereka tidak bertemu dan saling menghabiskan waktu seperti itu
" kalian mau minum apa, atau mau bersenang-senang saja malam ini?" tanya Darrec dengan raut wajah smirk menggoda kedua pria datar itu dengan gayanya yang humble, namun sesaat kemudian ia mendapatkan lirikan tajam dari Al dan juga Vin
"kalian berdua terlalu cupu, hanya karna satu wanita kalian langsung berubah, it's okey kalau Vin karna Asya adalah adiknya, lah kau Al hanya karna wanita kau berubah menjadi cupu dan takut istri" ucap Darrec mengejek Al yang menikmati minuman yang ia berikan yang tak lain adalah bir yang sengaja ia siapkan menyambut teman lamanya wwkkw padahal sepupu ya
"diam kau Dar, atau tidak kau ku kembalikan malam ini ke Swiss!!" ucap Al datar tanpa melihat wajah menyebalkan Darrec yang bisa-bisa membuat dirinya kesal setengah mati namun tidak bisa berbuat apa-apa
"hahahh namun itu kenyataan Al, kau terlalu takut dengan istrimu " ucap Darrec dan menambah minuman milik Vin dan diangguki oleh pria itu
"bagaimana dengan mu Vin, apa kau mau ikut dengan pria tua yang beruntung ini?" tanya Darrec sambil mengalihkan pandanagnnya kepada Vin yang sejak tadi hanya diam menyimak tanpa buka suara sedikitpun
"apa maksudnya Dar?, aku tidak mengerti perkataanmu" ucap Vin dengan mengurtkan keningnya tanda tidak mengerti dnegan apa yang dikatakan oleh Darrec kepadanya, sejak tadi ia hanya asik melamun tanpa mendnegarkan celotehan dari bocah prikk yang ada didepannya, baginya itu tidak terlalu penting dan lebih penting untuk melamun memikirnya yang paling penting wkwkkw, apa itu ya??
" bagaimana denganmu, kapan kau akan menikah, apa kau mau hidup menjomblo seumur hidupmu dan mengikuti Al menjadi pengawal pribadinya huh sunggu mengenaskaan sekali hidupmmu jika begitu" ucap Darrec dengan menatap Vin dnegan tatatapan kasihan dan sekaligus membuat Vin kesal dnegan ucapannya
"jangan mengataiku Dar, kau belum tau saja siapa yang akan menjadi kakak iparmu selanjutnya, bahkan Al saja kalah denganku, namun aku tidak mengatakan kalau adikku tidak cantik" ucap Vin seketika membuat Darrec dan readers berfikir dengan ucapannya, apa maksudnya itu??
"kau terlalu bertele-tele, katakan arti dari uapanmu itu" jawab Darrec sambil menegak minumannya dan mengahadap kearah Vin untuk mendengarkan isi hati sahabatnya itu
__ADS_1
"maksudku, Al kalah saing dneganku, calon kakak iparmu selanjutnya lebih cantik dari istri Al, namun adikku tidak kalah dari calon istriku" ucap Vin mengklaim bahwa gadis yang saat ini ia taksir adalah calon istrinya, emangnya dia mau sama kamu Vin??😂😂😂😂
"ooooo i see, aku paham dari ucapanmu, namun itu artinya kau sudah punya calon yang akan kau kenalkan dengan kami bukan?" kata Darrec dan lupa jika harusnya dialah yang mereka tanyai saat ini, malah dia yang kebanyakan bertanya pada kedua pria itu
"jelaskan kedatangamu kesini Dar, aku tidak suka banyak alasan, mengapa kau kabur dari Swiss, dan katakan apa masalah yang mengharuskan kau datang kemari" ucap Al dan meletakkan gelasnya mulai melihat fokus kepada DarrecÂ
"jadi begini, kedatanganku kesini untuk menjaga dan melihat apa yang ingin musuh lakukan, apa kalian tidak tau kalau banyak yang mengincar Asya terutama untuk mencelakainya apalagi Asya sekarang sedang mengadung bukan Al?" tanya Darrec menatap pria yang akan menjadi calon ayah keponakannya saya
"iya aku tau, tapi dari mana kau tau ada yang mengincar kami, dan siapa mereka?' ucap Al dan diangguki oleh Vin, karna setau mereka tidak ada hal yang mencurigakan akhir-akhir ini, selain mantan Al yang semakin hari semakin lengket dan banyak tingkah, namun tidak ada tanda-tanda apapunÂ
" kalian belum tau apa motif dari wanita ular itu mendekati Al kembali bukan?" tanya Darrec kembali dan membuat kedua pria itu mengangguk bersamaan dan saling melihat satu sama lain
"aku tau dia ingin kembali padaku, namun aku tidak akan membiarkan itu terjadi, aku sudah mencintai istriku dan itu tidak akan pernah tergantikan" kata Al membuat Vin mengacungkan jempolnya kepada Al merasa bangga dengan adik iparnya wkwkkw
"memangnya ada apa Dar, apa ada sesuatu yang akan terjadi kedepannya?" tanya Vin angkat bicara diantara kedua saudara sepupu itu
"lalu apa hubungannya dengan kami dan istriku terutama?' tanya Al tanpa sabar menunggu penjelasan Darrec yang menurutnya sangat lama itu
"dengarkan dulu aku selesai berbicara Al, jangan bicara sebelum aku selesai okeyy?" ucap Darrec kembali ke mode dirinya yang banyak bacott wkkwwk
"hemm lanjutkan!!" jawab Al dengan deheman tanpa menghiraukan candaan pria yang menurutnya tidak terlalu penting
"oke next, Loki itu sekarang ada di Indonesia karna manta istrimu yang meyuruhnya, ia sekarang sedang bersama mantan istrimu dulu untuk bersama-sama menghancurkan rumah tangggamu dan juga Loki bukan lain adalah musuh masa lalu kita" kata Darrec kembali mmebuka pengalaman masa llau mereka, dimana dari merka bertemu dengan Loki hingga menjadi musuh saat ini
"sekarang, mereka sedang merencanakan untuk membuat kau membenci atau kehilangan orang-orang terdekatmu, dan kau tau, Freya mantan istrimu itu adalah dalang dari semua ini, dia berusaha untuk mendapatkan mu kembali dan menyingkirkan Asya" kata Darrec yang mengetahui semua rencana dua iblis yang sedang menikmati malam panas mereka di apartemen
__ADS_1
"lalu, yang menjadi pertanyaanku dari mana kau tau semua ini?" tanya Al dan menatap Darrec yang siap untuk di intrograsi selanjutnya
"aku tau karna aku adalah pemicu dari rencana mereka,tapi sebenarnya aku tidak sengaja untuk membuka rencana mereka, namun ketika aku mendnegar nama kakak iparku disebut dan nama mu seketika itu juga aku bertindak langsung hingga sampai saat ini" kata Darrec dan diangguki oleh keduanya
"lalu apa yang akan kita lakukan, bukankah kau punya banyak pengikut juga dari kalangan dunia bawah, kau bisa meminta bantuan mereka" ucap Vin kepada Al yang terlihat berfikir dan menyusun rencana kedepannya, karna ini menyangkut istri dan buah hati mereka
"iya, namun aku harus tau jelas siapa Loki ini, karna aku rada lupa dnegan nama itu, maklumlah aku hanya ingat istriku yang cantik tidak ada obat itu" kata Al dan berdiri meninggalkan kedua pria jomblo yang masih betah disana, sebenarnya Al sudah tau apa yang harus ia lakukan untuk mengatasi kekacauan itu, hanya saja ia harus tau betul siapa lawan kali ini, dan apa benar hanya itu motifnya untuk menyerang mereka
"kau mau kemana Al, bukankah ini belum selesai?" tanya Darrec kesal dnegan Al yang begitu saja meninggalkan mereka berdua, apalagi ia bersama dnegan pria datar yang tidak ada bedanya dengan adik iparnya itu
"kalian lanjutkan saja berdua disana, berpelukan jika kalian merasa ingin bermanja, aku ingin meemeluk istriku dan bermanja dengannya, hahhaha" ucap Al diiringi dengan tawa menggelengar mengejek kedua pria yang malang disana
"dasar suami takut istri!" ucap Darrec dan kembali menatap Vin dnegan tatapan seolah bertanya apa yang harus mereka lakukan
"tidak usah khawatir, percayakan saja pada Al, dia tau cara mengatasinya semua, lagipula ada kau dan aku yang akan menjadi tameng untuk dia dan istrinya" kata Vin kembali menikmati minumannya tanpa memikirkan persoalan yang sedang terjadi, bukan tiidak memikirkan hanya saja mereka ingin berikir dnegan tenang tanpa ada yang menggangu, jika nanti sudah ada pendapat masing-masing maka akan dibicarakan bersama
"ya sudah, aku percaya dnegan kalian, aku siap membantu kapanpun itu, tapi aku punya permintaan dnegan mu Vin" ucap Darrec dnegan serius menatap Vin
" apa itu, katakan saja, aku akan membantu jika aku bisa" jawab pria itu sambil melihat Darrec yang serius, jarang-jarang bocah tengil ini bisa diajak serius begitu
"bantu aku dekat dengan sahabat kakak ipar yang dulu pernah datang beberapa kali keu\=rumah Al" ucap Darrec seketika mmebuat Vin bagaikan tersambar petir disiang bolong, padahal udah tengah malam yakk wkwkw
nahhh untuk kelanjutannya besok ya readers, kita lihat respon Vin dan jawabnnya nantinya, lalu apa yang akan menjadi rencana mereka membasmi ulat keket dan musuh amatir yang mencoba menganggu keluarga Chevalier??
#next
__ADS_1
jangan lupa like, komen,dan favorit kalian ya readers😘😘