
..._____...
Berdiri di belakang kursi yang di duduki Della, dia menatap gadis kecil itu dari belakang. Entah lah.. dia pun tak mengerti apa yang sedang terjadi pada diri nya. Dia sendiri pun sangat mengakui bahwa dia memang lah seseorang yang sangat dingin dan tak akan pernah perduli pada siapa pun. Tapi kali ini, entah sesuatu apa yang bisa menggerakkan hati nya untuk perduli pada gadis kecil itu.
Della pun tersentak, mengusap air mata nya dan menoleh ke belakang. Dia menatap seorang anak laki-laki yang menyentuh pundak nya barusan.
"Haii..." Sapa anak laki-laki yang juga seusia nya itu.
Della masih terdiam, menatap bingung pada anak laki-laki yang menyapa dan tersenyum manis pada nya.
"Aku Gleen" Ujar Gleen memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan nya.
Della terkekeh, namun tangan kanan nya terayun untuk menjabat tangan Gleen.
"Della.." Ujar nya yang juga memperkenalkan diri nya.
Gleen pun tersenyum, dia berjalan memutari kursi dan duduk di samping Della.
"Kamu ngapain disini sendirian ?" Tanya Gleen.
Della tertunduk, rasa sedih dan hancur kembali dia rasakan. Mendambakan sebuah keluarga lengkap dengan seorang ayah dan ibu yang bahkan sangat tidak mungkin untuk dia rasakan lagi. Dalam sekejap, air mata nya kembali menggenang di pelupuk mata yang mulai terlihat sembab.
"Kamu jangan nangis lagi ya, gak boleh sedih lagi. Mendingan kita main aja yuk !" Ujar Gleen menggenggam tangan Della. Dia menarik tangan gadis kecil itu untuk membawa nya bermain.
Flash back on
Saat mendengar bahwa Della anak dari om Candra hilang, dan Candra menunjukkan foto putri nya pada Anan Daddy nya, tiba-tiba saja Gleen teringat dengan seorang gadis kecil seusia nya berlari melewati nya sambil menangis. Sekilas pun Gleen melihat wajah gadis kecil itu yang sangat mirip dengan foto yang di tunjukkan oleh Candra.
Dan Gleen pun semakin merasa simpati saat Candra menceritakan semua tentang Della pada semua orang di sana. Menjelaskan bahwa Della hanya lah anak angkat nya, seorang anak yang sudah tidak memiliki ibu dan tak pernah di inginkan oleh ayah kandung nya.
Gleen merasa iba, diam-diam dia keluar dari ruangan Anan di saat semua orang tengah cemas memikirkan di mana keberadaan Della. Dia berlari menuju di mana tempat Della melewati nya sambil menangis tadi. Gleen berkeliling setiap lorong dan menatap ke sana kemari untuk mencari di mana Della berada.
Flashback off
Tak perlu waktu lama untuk bermain, Gleen pun telah berhasil menghibur Della dan membuat nya kembali tersenyum.
"Kita balik ke ruangan papa kamu yuk" Ajak Gleen pada Della.
Ya, Gleen sudah memperkenalkan diri nya dan juga mengatakan pada Della bahwa dia adalah anak dari kerabat keluarga nya.
"Tapi aku..-"
"Ingat, kamu gak sendiri !" Sargah Gleen menghentikan ucapan Della.
__ADS_1
Dengan terpaksa, Della pun mengangguk setuju, meski di dalam hati nya masih ada rasa sedih, kecewa, takut jika papa dan keluarga papa nya membenci dan tak menginginkan nya.
"Yuk !" Gleen menggenggam tangan Della. Menarik nya dan membawa Della untuk kembali ke ruangan Candra.
...___...
.
.
.
.
.
13 tahun kemudian...
"Pagi nenek, kakek..." Ucap Della menyapa Risky dan Tina, kemudian Della ikut mendudukkan diri nya di kursi meja makan.
"Pagi sayang..." Jawab risky dan Tina bersamaan.
"Sini, sarapan dulu sebelum ke sekolah sayang..!" Titah Tina yang sibuk mengambilkan sarapan untuk Della.
"Sayang.. kamu tu lagi masa pertumbuhan, harus banyak makan !" Tegas Tina.
"Iya tapi itu..-"
"Sayang, nanti papa kamu pulang loh..!" Sargah Risky menyela ucapan di antara Tina dan juga Della.
"Serius kek ?" Seru Della.
"Em..." Risky menganggukkan kepala membenarkan ucapan nya.
"Jam berapa sampe ke Indonesia ?" Tanya nya dengan antusias.
"Mungkin sekitar jam 3 sore" Ujar Risky.
"Yah...!" Untuk seketika Della memberengut.
"Kenapa ?"
"Della ga bisa ikut jemput papa, Della masih ada tugas sekolah jam 3 !"
__ADS_1
"Ya udah ga papa sayang, kan nanti bisa ketemu di rumah !" Sargah Tina.
"Iya sayang, benar kata nenek kamu, tugas sekolah lebih penting. Nanti juga kan bisa ketemu papa kamu di rumah !" Ujar Risky menyetujui ucapan Tina.
Della mengangguk pasrah. Keinginan nya untuk ikut menjemput sang papa kali ini seperti nya benar-benar harus dia kesampingkan karena banyak nya tugas sekolah.
Ya,
Semenjak mengetahui kebenaran nya, Risky dan Tina menyetujui Della sebagai anak angkat nya Candra. Setelah ke jadian kecelakaan Candra waktu itu, Risky dan Tina kembali membawa Candra dan Della pulang ke rumah.
Sebenarnya, dari awal bertemu dengan Della, Tina begitu menyukai gadis kecil itu. Namun karena ketidak jujuran Candra putra nya, membuat Tina terpukul dan kecewa lalu mengusir nya karena merasa syok.
Namun kali ini, Tina membawa kembali Della dengan sangat senang hati. Dia akan mengurus dan membesarkan Della dan menganggap Della juga sebagai cucu nya sendiri. Sementara Candra, dia di tarik oleh Anan untuk mengurus anak perusahaan nya yang ada di luar negri.
...___...
Di sekolah
"Della !"
Seseorang berteriak dari arah belakang memanggil nama nya. Della pun menghentikan langkah nya lalu berbalik ke arah belakang dan melihat siapa yang baru saja memanggil nya itu.
"Hai..tumben pagi-pagi banget"
"Iya" Jawab nya singkat.
"Ke kelas bareng yuk" Titah Gleen mengajak Della untuk masuk ke dalam kelas bersama.
Di sisi lain
"Oo... emang dasar bener bener ya si Gleen, gak mau gue tumpangin gara-gara mau bareng dan baik-baik kin si Della itu !" Gerutu Genna kesal saat dia melihat saudara kembar nya itu selalu bersikap manis pada Della. Sementara dengan nya, Gleen selalu saja dingin dan selalu menyebalkan bagi nya. Atau bisa di kata, dia bukan lah sebagai adik nya, melainkan sebagai musuh nya.
Dengan rasa kekesalan nya, Genna berjalan masuk menuju kelas. Menatap tajam dan sinis pada dua orang yang tengah asik bercengkrama itu.
...___...
Aku langsung lompat ke mereka yg udah dewasa ya gengs 😂 hehe
takut kalo kelamaan masa kecil mereka kalian bosen 😁
Ini mau mulai kok ke uwuw an Sugar Daddy selanjut nya 😂😂🤣🤣
ahahahahahhah
__ADS_1