Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 150,S2


__ADS_3

g harinya menjelang, Al dan yang lainnya langsung enuju dimana jet mereka menunggu untuk melakukan penerbangan panjang lagi, juga ada dua orang yang bertambah dari mereka. namun sebelum mereka berangkat Agatha sudah menyusun rencana untuk mengerjai Dar


"Dina, kamu nanti jangan langsung memperkenalkan diri. nanti kami yang akan mengatur semuanya samai disana. biarkan saja anak nakal itu berpikir sendiri dan datang sendiri padamu" ucap Agatha, menurutnya tidak mudah untuk membuat Dar dan Dianabertemu secepat itu


"baik tante" ucap Diana, yang kemarin memanggil Agatha nyonya sekarang berubah menjadi tante, padahal Agatha sudah mengatakan kalau dia lebih baik dipanggil mama sama seperti Dar memanggil mereka


"oke, sekarang kita berangkat" ucap Asya berssemangat, mereka langsung meluncur untuk memberikan kejutan besar kepada Dar yang sudah psuing dirumahnya, tidak mendaapat kabar tentang Diana dan pencariannya sia sia belaka


rumah kediaman Chlevalier. dimana ada dua orang anak yang mebuat keributan, lagi dan lagi kenakalan twins membuat kepala pusing, Vin dan Chloe belum turun dari kamar, semenatara dua orang itu sudah sibuk saling mengerjar satu dengan yang lain, membuat semua pelayan menggelengkan kepalanya dan menghela nafas panjang


"awas saja kamu Angkasa bobrok" ucap Kena mengomel dan mengejar abangnya sambil menahan tangisnya.ia kesal karna Angkasa selalu mengerjai dirinya


"wleeee... emang enak. makanya jangan lama bangun, jangan jadi pemalas" ucap Angkasa dan mengoda adiknya sambil tertawa senang, itulah kesenangan yang haqiqi untuk Angkasa, anak itu keterlaluan nakanya, melebihi Dar waktu kecil


"Angkasa!!!!!.... hiks hiksss,,,, mommy...." Kena berteriak keras dan langsung jatuh menangis, ia tidak mampu mengejar abangnya dan senjata terakhir adalah memangis dan mengeluarkan suara emasnya


"mommy...... huhu abang jahat mommy... huhu" Kena menangis sambil mencari Asya, ia biasanya langsung mendapat dukungan dari mommynya jika Angkasa nakal dan membuatnya menangis


"tidak  ada mommy disini Kena, jangan menangis lagi. aku minta maaf oke" ucap Angkasa, dia mendekati adiknya dan mengelus kepalanya, namun bukan itu alasannya Angkasa baik pada Kena, karna Vin sudah jalan turun bersama Chloe dari atas, dan Angkasa melihat itu


"tidak!!!!. mommy huhu... mommy" Kena tetap saja menangis dan memanggil nama Asya, namun karna Chloe melihat hal itu langsung saja bumil itu mempercepat langkahnya membuat Vin takut karna istrinya tidak lagi memperhatikan langkahnya


"kenapa sayang, hemm? tanya Chloe dan memeluk Kena, gadis kecil itu langsung diam dan merangkul Chloe sekuatnya


"abang jahat unty, abang jahat huhu" ucap Kena mengadu pada Chloe, dan Vin langsung melirik Angkasa dengan tatapan tajam


"apa yang kamu lakukan pada adikmu Angkasa?"tanya Vin dan menarik tangan ponakannya untuk duduk disofa, pria itu langsung mengubah raut wajahnya dan menatap tajam Angkasa


"maaf om, tapi kami hanya bermain saja tadi ucap Angkasa namun tetap saja Vin tidak menerima alasan iitu, baginya tetap saja itu salah Angkasa karna dia lebih tua dari Kena


"tetap saja Angkasa, kenapa sampai adikmu menangis. kan sudah om bilang jangan bermain jika membuat Kena menangis" ucap Vin dan diangguki oleh Angkasa, keduanya sama sama diam


"maaf o, tidak akan diulangi lagi" ucap Angkasa namun pada akhirnya dia melototkan matanya pada Kena, membuat gadis kecil itu kembali marah


"sudah sudah.. kita sarapan dulu" ucap Vin dan membawa anak anak menuju meja makan, sementara Dar sudah siap untuk makan, dia bahkan hanya memikirkan masalahnya dengan wanita itu


****


jam menunjukkan pukul 13.15 waktu negara Swiss, Al dan yang lainnya sampai dan langsung melakukan perjalanan kembali menuju kediaman mereka, lelah sudahlah pasti


sampai akhirnya mereka sampai kerumah pukul 13.45, danlangsung saja Kena berlarian dan memeluk mommynya, ia sudah snagat rindu dan juga Asya pun begitu, namun Diana dan Ratih diam ditempat sambil melihat sekeliling mereka, sanga mewah dan berbeda dengan mereka


"kenapa begong Din?, ayo masuk saja, jangan malu malu,tidak usah sungkan, angap kalian bersama keluarga kalian sendiri" ucap Asya sambil menggendongputrinya dan membawa Diana dan Ratih masuk kedalam


"hallo semuanya, aataga akhirnya kalian pulang Sya" ucap Chloe dan menyalami mereka semua, sebelumnya Chloe dan Vin sudah taakan kedatangan tamu spesial dirumah itu

__ADS_1


"mereka nakal ya unty?" tanya Asya pura pura,membuat anak anaknya menatap Chloe bersamaan dan menggeleng bersama


"seperti biasa, tapi untung saja ada Vin disini, jadi bisa diatasilah" ucap Chloe dan mereka duduk sambil bercerita satu dengan yang lain, juga Diana yang tadinya malu dan canggung tapi karna ada Chloe dan Asya mengajakanya bicara dan juga Agatha yang ikut bersama mereka, akhinya Diana bisa menyesuaikan


"mommy..mommy.. siapa unty ini, kenapa tidak pernah kami lihat?" tanya Kena yang selalu bertanya setiap ada yang ia lihat berbeda


"dia unty Dina dan Ratih, ayo salim dulu dan perkenalakan diri" ucap Asya mengajari anak anaknya, dengan menurut Kena dan Angfkasa mendekati Diana dan Ratih sambil menyalimi mereka


"aku Kena unty, dan ini abangku Angkasa" ucap Kena tersenyum dan melihat keseluruh orang, ia tersenyum menggemaskan membbuat Diana tersenyum dan mengangguk


"hallo, kenalkan unty Diana dan ini adik unty namanya Ratih" ucap Diana tersenyum dan beralih meraih tangan Angkasa, namun yang namanya titisan Aland bukanlah sembarangan mendekati orang lain


"jangan begitu soon, dia untymu.sama seperti unty Chloe"  ucap Al yang melihat anaknya menjauh dari Diana dan Ratih, membuat semua orang disana tertawa


"jangan ambil hati Dina, Ratih. dia memang seperti itu pada orang batru, yahhh tidak jauh dari bapaknya waktu kecil" ucap Agatha dan diangguki oleh Diana, mereka kembali melanjutkan percakapan sampai akhinya Kena buka suara


"sepertinya aku pernah melihat unty dikamar om Dar" ucap anak kecil itu membuat semua orang heran dan saling melirik satu sama lain, akhirnya mereka melihat kearah Diana dengan wajah yang penuh tanda tanya


"maksud Kena melihat foto unty ini dikamar om Dar kemarin, ya kemarin" ucap anak kecil itu lagi membuat mereka langsung ber ohh ria dan tersenyum, namun tiba tiba tertawa keras karna sudah memikirkan hal yang lain


"lalu dimana om Dar sekarang sayang?" tanya Asya yang memang tidak melihat adik iparya itu disana, dari tadi mereka mencarinya namun tidak ketemu batang hidungnya


"dia ada dikamarnya mom, tadi Kena ajak keluar tidak mau, katanya ada kerjaan yang snagat banyak" ucap Kena gadis itu sellau meramaikan rumah dengan oechannya  dan tau banyak hal


tok..tok..tok


"masuk saja,tidak dikunci" ucap Dar ia tidak peduli siapa yang masuk kekamarnya,ia hanya sibuk dengan data data dan foto diatas mejanya


"apa yang kau lakukan Dar, sejak tadi terlalu sibuk sampai tidak ikut meyambut calon menantu dirumah ini" ucap Al bergurau membuat Dar mengerutkaan keningnya tidak paham dengan ucapan Al barusan


"apa maksudmu Al?' tanya Dar mengehntikan jarinya dari laptop miliknya, Al melihat foto diatas meja Dar membuat pria itu tersenyum jahil dengan wajah menyeringai licik


hahahahh, ternyata ada yang lagi memikirkan sesuatu sampai fotonya pun dilihat sebegitunya, pantesan saja putriku mengatakan kau sibuk dikamar dnegan sebuah foto wanita Dar" ucap Al membuat melototkan matanya dan langsung menyembunyikan foto Diana dari mejanya


"tidak usah malu Dra, katakan kalau kau juga mencainya dan menginginkannya. jangan malu malu, nanti diembat orang baru tau rasa" ucap AL tertawa dan mengejek Dar habis habisan


"jangan ribut Al, aku sedang pusing. katakan apa tujuanmu datang kemari, dan pergilah langsung" ucap Dra tidak ingin lama lama mendengar ocehan Al yang membuat dirinya tambah badmood


"ayo turun kebawah, bibi yang menyuruhku kesini. kamu sangat tidak sopan, mengurung diri dan tidak menyambut calon menantu keluarga ini dengan baik, bibi marah padamu" ucap Al membuat Dar semakin tidak paham


"maksudmu Mic mau menikah?, atau siapa?, siapa calon menantu keluarga ini, bukankah tinggal aku dan Mic yang belum nikah Al?" tanya Dar sambil menatap Al dengan wajah bingung


"iya, Mic membawa calon menantu, jadi kita harus menyambutnya" ucap Al dan menarik tangan Dar agar cepat keluar tanpa bertanya lama lama


"jangan menarikku Al, aku bisa jalan sendiri!" ucap Dar kesal karna Al menariknya layaknya seperti anak kecil, dengan tertawa Al melepaskan tangan Dar, sampai akhirnya mereka tiba dibawah dan Dar mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, ia meliat ada sesatu yang berbeda dan ia kenali disana

__ADS_1


Dar termangu dan diam ditempatnya, tidak melangkah lagi dan hanya melihat kearah Asya yang duduk disamping Diana, kaki Dar hampir bergetar dan tidak sanggup melihat pemandangan didepannya, juga teringat dengan perkataan Al dikamarnya tadi


"ada apa Dar, sini duduk nak. kenalkan dulu calon emanntu mama" ucap Agatha tersenyum pada putranya, sementara Dar tidak sanggup berkata kata lagi demi melihat Diana ada disana


"Dar, jangan meliat mereka begitu. kamu tidak sopan nak" ucap Agatha lagi, padahal dalam hatinya ia tertawa senang ketika melihat raut wajah Dar yang berubah


"kenalkan mereka nak, Diana dan adiknya Ratih. mereka akan tinggal disini dan menjadi menantu mama salah satu dari mereka, ehh Mic belum pulang ya?" tanya Agatha menyinggu nama Mic agar ar terlihat semakin panas heurudang


"apa maksudnya ma?, apa Mic akan menikah dengan dia atau dia?" tanya Dar menunjuk Diana bergantian dnegan Ratih


"Diana yang akan menjadi menantu mama nak, dia sudah mengandung anak Mic. Mic ini selalu berbuat tiba tiba dan mengejutkan" ucap Agatha tersenyum


"ma.. mama tidak bohongkan?", dia wanita yang aku cari ma, heiii wanta apa kamu mengenalku?" tanya Dar kepada Diana, dalam hatinya gemuruh sudah datang dan wajahnya pias saat mamanya mengatakan aklau Dianalah yang menjadi calon istri Mic


"maaf tuan, saya tidak mengenal anda. apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Diana berbohong, persis seperti apa yang diperintahkan oleh Agatha padanya


"hahahha.... kau langsung tidak mengenalku, aku.. aku Darrec Chevalier. kita bertemu di Club Jakarat dulu, dan kau mengatakan tidak mengenalku, tidak anak itu adalah anakku. ma  pa ini wanita yang kucari" ucap Dar tidak peduli dengan posisinya lagi, ia langsung berlutut dibawah Agatha seperti anak kecil minta pengakuan


"tapi Dar, kamu jangan begitu. dia clon istri Mic. mereka sudah laam saling kenal" ucap Agatah masih memancing putanya agar semkain histeris


"tidak!!! dia wanitaku ma.. Al katakan sesuatu,,, Vin ayolahh bantu aku, kau pasto tau bukan!!?" tanya Dar melihat Al dan Vin bergantian, namun yang ditatapnya menaikkan bahu dan menggeleng


"ahh... kalian keterlaluan, tidak ada yang membantuku, smeua mau membunuhku ha!!. dia wanita yang kucari selama ini, heiii aku Darrec tidakkah kau menegnalku?", uap Dar lagi dengan mata yang panas


semua orang disana menahan tawa, entah kenapa Dar sehisteris itu bertemu dengan Diana, memang sudahlah lama Dar mencarinya namun hasilnya nihil, tapi ini pertunjukan seru menurut mereka


"Dar tenangkan dirimu nak, jangan begitu. hargai Mic yang memilih wanita ini, kamu bisa cari wanita lain bukan?" tanya Agatha, ia ingin eliaht sampai dimana Dar menginginkan Diana


"tidak,, aku hanya ingin dia. sudah lama kucari tapi dia menghilang bak ditelan bumi, tapi sekarag muncul dan mengatakan calon Mic. hah anak itu, akan kubunh dia jika sampai disini" ucap Dar dengan mara, mmebuat mereka semakin menahan tawa akhirnya menghela nafas, cukup bermain main


"Dar, dengarkan mama. apa kamu yakin memilih Diana sebagai istrimu, apa kamu menerima dia dan berjanji akan memperlakukan mereka dengan baik?" tanya Agatha, ia tidak mau putranya memperlakukan menantunya sesuka hatinya


"maksud mama?" tanya Dar, amarahanya mulai reda dan ia sedikit lebih tenang


"iya, Diana akan menjadi menantu mama. dan didalam perutnya adalah cucu mama, dan sudah pasti adalah calon istrimu anak bodoh ini" ucap Agatah mengetuk kepala Dar membuat pria itu meringis kesakitan


"mama berbohong lagi" ucap Dar tidak percaya, ia menatap Diana dengan perasaan yang ingin cepat menghantam wanita itu


"hemm.. sekarang cukup main mainnya. kau terlalu menakutkan Dar. bawalah Diana keatas dan kalian bicarakan baik baik" ucap Agagtah memberi ruang kepada dua orang yang hubungannya sangat rumit itu


"makasih ma, pa. dan kau Al, Vin, kalian keterlaluan" ucap Dar dan tanpa aba aba langsung meraih tangan Diana dengan girang dan membawanya kekamar pribadinya


TAMAT


tengkiuu readers yang sudah setia menemani othor selama ini, maaf kalau othor banyak salah dan tidak sesuai ekspetasi kalian. semoga kedepannya othor lebih banyak belajar dan inovasi dir😍😍😍🙏kami

__ADS_1


__ADS_2