
...___...
"Dia... Hilma" Jawab Gleen tanpa mengalihkan perhatian nya dari berkas-berkas yang harus dia periksa lagi.
"Maksud aku dia siapa kamu Gleen !" Della masih ingin tahu.
Gleen menatap Della. Raut wajah gadis itu seperti sedang tidak baik-baik saja. Ya, karena Gleen lah yang paling tahu tentang perasaan gadis itu, pasti Della sudah berpikiran yang tidak-tidak tentang dia dan Hilma.
"Kenapa tanya seperti itu ?" Tanya nya yang kembali sibuk dengan laptop nya.
"Aku...-"
Della tertahan. Menghentikan ucapan nya karena terlintas dalam pikiran nya untuk apa juga dia mencari tahu.
Gleen sudah berubah, bahkan diri nya hampir tidak mengenali lagi sosok Gleen yang sekarang. Sangat jauh berbeda dari Gleen yang dulu, yang selalu menjaga perasaan nya dan yang mengerti diri nya.
Tidak, itu tidak lagi berlaku untuk nya meski dirinya dan Gleen memiliki tali perjodohan.
Ya, mungkin Gleen tidak mempunyai perasaan pada nya, tidak mencintai nya.
"Maaf Gleen, aku periksa berkas-berkas nya dulu !" Della beralih dari depan meja kerja Gleen menuju meja nya. Gadis itu tengah berusaha kuat menahan genangan air mata yang sudah menumpuk di sana untuk tidak terjatuh di depan Gleen.
'maafin gue Dell, maafin gue !' Gumam Gleen dalam hati sambil melirik Della yang terlihat seperti akan menangis.
...___...
Pukul 7 malam. Bahkan Gleen masih dengan terpaksa nya berada di kursi kebesaran nya namun terasa sangat tidak nyaman sekali. Dia lelah, terasa panas bokong nya yang selama seharian ini menempel di sana.
Seperti biasa, pekerjaan nya sangat menumpuk. Dia bahkan merasa seperti tersiksa sekali mengerjakan nya.
Oh Daddy..
Tega sekali menggempur otak dan dan juga tubuh nya untuk terus berkutat dengan pekerjaan pekerjaan yang sangat melelahkan ini.
Cklek..
Tanpa mengetuk pintu seorang Fatih masuk ke dalam ruangan nya. Selembar berkas ber- map kuning di taruh nya di atas meja di hadapan Gleen.
"Kerjaan lo, gue udah selesai" Tutur nya sembari mendudukkan diri di kursi.
"Gue langsung balik ya, penat banget gue seharian di kantor ! jadi manager kerjaan malah numpuk dari biasa nya !' Celoteh nya mengadu pada sang bos besar nya.
__ADS_1
"Eh, denger denger, lo bawa si cewek pelayan itu pulang ke apartemen lo ?"
Gleen menghentikan aktivitas nya yang mengutak-atik laptop. Mata nya beralih mendelik ke arah Fatih.
Fatih seketika mengkerut. Merapatkan bibir nya kala mendapati tatapan membunuh dari laki-laki di hadapan nya ini.
Jika dia sedang serius, perawakan dan tatapan nya memang layak di sebut sebagai bos perusahaan besar. Galak dan menakutkan.
"Bacot lu bisa diem kagak !"
Nah kan, bahkan dia sudah mengunci mulut nya rapat-rapat, tapi si Gleen masih saja meradang.
Fatih menoleh ke samping kiri, terlihat Della yang juga masih sibuk dengan laptop nya. Entah apa yang perempuan itu kerjakan, bahkan diri nya saja tak sesibuk itu saat dia masih menjadi sekretaris.
Ah, ya..
Pantas saja si bos marah saat dia berbicara tentang si pelayan yang lumayan cantik itu. Dia lupa, bahkan di dalam ruangan yang sama masih ada perempuan yang bergelar sebagai calon istri dari seorang Gleen Malik.
"Pfffttt" Fatih menahan tawa nya yang meronta ingin menggema, namun tak semudah itu untuk dia melepaskan nya.
"Apa an lo !" Cibir Gleen yang melihat jika Fatih seperti sedang menertawakan nya.
Fatih menggeleng, namun tawa nya sungguh menggelitik yang ingin menertawakan bos nya itu.
...___...
"Dell, kita balik !" Ujar Gleen sembari menyambar jas yang di taruh nya di sandaran kursi.
Della tak menjawab. Sebenernya pekerjaan nya sudah dari sejam yang lalu sudah selesai. Tapi dia hanya diam dan tak ingin mengatakan nya pada Gleen. Biar saja laki-laki itu yang mengajak nya pulang. Ia sedang tidak ingin berbicara dengan laki-laki itu.
Di tengah perjalanan pulang, Gleen sesekali melirik ke arah samping kemudi yang di duduki Della.
Gadis itu hanya diam sambil menatap keluar jendela. Sejak pagi tadi tak ada sedikit pembicaraan di antara mereka meski itu dalam urusan pekerjaan.
Gleen merasa sedikit tak enak hati. Ia merasa bersalah pada gadis itu, mungkin kah dia sudah menyakiti hati nya, tidak menjaga perasaan nya. Bagaimana pun, Della adalah calon istri nya. Seorang wanita yang dipilihkan Daddy untuk menjadi pendamping hidup nya. Terlebih, Gleen memang tahu jika Della menyukai nya.
"Dell, lo laper gak. Kita makan dulu yuk.." Ajak Gleen yang ingin mencair kan suasana yang begitu kaku.
"Terserah" Ujar gadis itu satu kata, terdengar dingin, cuek, dan masa bodoh. Dia bahkan tidak menatap ke arah nya saat berucap.
Ya ampun.. jadi seperti ini rasanya di ambekin sama cewek. Pikir Gleen.
__ADS_1
...___...
Hari terus berganti hari, berganti Minggu, kemudian berganti bulan. Tak terasa, sudah satu bulan lebih Della hidup mengikuti seorang laki-laki yang semakin hari semakin menjauh dari nya.
Gleen, justru semakin tidak di kenali lagi oleh Della. Dia semakin formal, seperti tidak pernah saling mengenal sebelum nya. Ya, hubungan mereka sekarang bahkan hanya sebatas rekan kerja saja.
Menyedihkan..
Della tak bisa jika harus terus memaksa kan kehendak nya. Dia mengakui jika memang hati nya telah jatuh pada laki-laki itu. Tapi laki-laki itu, bahkan tak pernah perduli atau pun menjaga perasaan nya yang menyandang sebagai calon istri nya kelak.
Ya, dia bahkan sama sekali tidak bisa merubah sikap dan perilaku laki-laki itu.
Dia ingin menyerah, ingin pulang ke rumah orang tua nya tanpa harus terus menerus melihat Gleen yang semakin jauh dari nya.
Secara tidak langsung, hati nya terus saja terluka dengan sikap laki-laki itu.
"Gleen, kamu mau kemana ?"
Belakangan ini mereka sering kali lembur, banyak nya pekerjaan membuat mereka mau tak mau harus bekerja hingga malam hari.
Seperti sekarang ini, jam di dinding bahkan menunjukkan pukul 8 malam. Tapi Della masih betah menyibukkan diri dengan segala pekerjaan nya.
"Buruan beres-beres, kita balik. Gue ada urusan !" Ujar Gleen, lalu melangkah pergi begitu saja setelah menyambar jas dan juga kunci mobil nya tanpa menunggu Della.
Cukup lama Gleen menunggu di basement kantor nya. Duduk di depan mobil sembari sibuk memainkan ponsel.
Dia menggerutu, mengumpat kesal karena Della tak kunjung turun turun dari atas sana untuk segera pulang.
"Halo, Buruan Dell, entar gue bisa telat lagi gara-gara lo !"
...___...
Halo gengs 😅 hehe sabar yah, alur masih panjang, ini tuh Lika liku perjalanan mereka yah😜 wkwk jangan hujat authol ya 😂😂🏃♀️ ehehe
btw anisway buswey hehe
Aku promo disini boleh ya 😅 yuk mampir juga ke cerita ku yang lain sambil nunggu kelanjutan si babang Gleen yang menggemaskan 🤣 tapi lebih menggemaskan authol nya sih ye😜🏃♀️🏃♀️ hahaha
"Di balik selembar hijab"
Sudah up 16 episode loh
__ADS_1
kuy kuy mampir gengs 😅 sudah ku sediakan kopi loh disana 🤣🤣 hehe