Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 101, Mengakhirinya


__ADS_3

Tn tidak pernah salah dalam membuat keputusan, apalagi membuat orang yanng tidak mampu mengalami cobaan yang berat, aku percaya Tuhan pastu akan menggangtikan hyal lebih abik untukmu, tapi kamu tidak boleh egois, kamu tau seperti apa dirimu, tidak ada orang lain yang tau dirimu selain kamu sendiri, jadi berhentilah menyakiti diri sendiri dan membuat orang lain menjadi alasan sakitmu


~Alesya Chevalier


BUMM....


BRAK...


huh..huh..huh


Diruangan yang tidak terlalu besar ukurannya, Al dan Garvin masih adu tenaga dan  tidak adda yang mau mengalah satu dengan yang lain, Al yang terus melancarkan pukulan berkali kali kearah Garvin , namun satu dua pukulan masih bisa dihindari oleh Garvin, begitu juga sebaliknya 


nafas kediuanya sudah tergesal segal dan keringat bercucuran kemana mana, namun diantara mereka masih tetap ingin melanjutakan kegiatan mereka, sampai akhirnya AL sudah merasa cukup dengan kegiatan itu dan melancarkan satu pukulan yang sangat keras


BRAKK Agrrhh...


tubuh Garvin melayang dan langsung tergeletak lemas disudut ruangan, tidak ada lagi pembalasan pukulan bahkan tubuh itu seolah  tidak bisa bergerak lagi, Al menarik nafas dnegan dalam dan melihat kearah Garvin, ia mendekati pria itu dan jongkok didepan Garvin


"kau masih bisa berdiri!!" tanya Al dnegan senyuman khas mengejek dan menyentuh pipi Garvin yang sudah tidak bbisa bergerak, namun nafas pria itu masih terasa dan darah kembali terasa dijidatnya


"ka..kau.pri..pria baj..ingan" ucap Garvin tersedat sedat dan menatap Al dnegan kebencian yang mendalam, sungguh hati Al masih ada rasa kemanusiaan, namun pria itu memang tidak bisa diajak kerjasama, membuat Al jengkel dan ingin menampar wajah babak belur itu sekali lagi


Al yang merasakan perutnya juga mengalir darah segar akibat Garvin tadi melayangkan tusukan pisau kepadanya membuat Al menyentuh perutnya yang luka itu, ia baru merasakan sedikit sakit dibagian itu, namun tidak ada apa apanya diandingkan yang dialami oleh garvin

__ADS_1


ketika Al melihat anak buahnya sudah berada disana, ia membuat kode dengan tangannya agar menyuruh anak buahnya untuk segera mengakusisi pria itu, namun tidak ada yang tau, Garvin masih menyimpan alat lain dibelakang tubuhnya, dnegan cepat dan sangat lihai, pria ittu mengeluarkan pistol miliknya dan mengarahkannya kepada Al


DUAR....


tembakan melesat tepat kearah Al jika tidak ada yang mendorongnya, Al bisa saja terkena tembakan itu tepat pada bagian belakangnya, namun alhasil tembakan itu tidak mengenai dirinya tapi abang iparnya, Vin


"Vin......." teriak Al saat berbalik kebelakang melihat tubuh kekar itu mesimbah darah segar disekelilinya, dada Vin terkena peluru dari Garvin dan membuat pria itu tersungkur jatuh kelantai


"BAWA PRIA BRENGSEK ITU KETAHANAN!!" teriak Al kepada anak buahnya dan langsung menghampiri tubuh Vin yang tergeletak lemas, ia masih menatap Garvin seolah mengatakan "kau akan mendapat balasanmu!"*


"Vin... bertahanlah, aku akan membawamu ke rumah sakit" ucap Al saat melihat tubuh Vin mulai melemah, entah peluru apa yang dipakai oleh Garvin membuat tubuh Vin langsung melemah seperti itu


"'Al aku tidak apa apa, tembakan seperti ini tidak berarti untukku" ucap Vin dnegna senyuman menahan sakit dibagian dadanya, dengan cepat Al dan beberapa anak buahnya membawa Vin untuk meluncur kerumah sakit


"bagaimana kondisi bang Vin mas?" tanya Asya ketika Al dan yang lainnya sudah berada dibawah dan memasukkan Vin kedalam mobil Darrec, pria itu selalu siap siaga  dalam keadaan apapun


"dia akan baik baik saja sayang, akmu tenang saja ya" ucap Al menenagkan istrinya yang sudah menangis kejer melihat abangnya yang leas tak berdaya


"Dar, kau yang mengemudi, biar aku dan Asya menemani Vin dibelakang, dan Chloe kamu didepan bersama Dar" ucap Al dan semuanya masuk kedalam mobil, Al bahkan sempat menghubungi Micahel untuk mengurus Gravin dan Freya, mereka ingin fokus kepada Vin saat ini


"Dra, tolong cepatlah membawa mobilnya, aku tidak ingin bang Vin kenapa kenapa"ucap Asya yang menangis sambil memluk Vin dnegan erat, sementara Al masih menekan dada Vin agar tidak terlalu mengeluarkan darah banyak, padahal perutnya sendiri masih kencang mengeluarkan darah, Al mengabaikan hal itu


"sayang tenanglah, jangan seperti ini, kasihan anak kita disana" ucap Al dengan satu tangannya mengusap rambut istrinya, keadaan yang kacau namun itu tidak dihoraukan oleh Al, dia lebih mementingkan istri dan abang iparnya

__ADS_1


akhirnya mereka tiba dirumah sakit terdekat dari lokasi mereka tadi, Darrec membantu AL unutk mengeluarkan Vin dari dalam, semenatar Chloe sudah berlari memanggil petugas rumah sakit agar mmebantu untuk membawa Vin keruangan operasi


"tolong selamatkan abangku dok" ucap Asya saat Vin sudah dibawa masuk  untuk diperiksa, Asya memeluk tubuh Al mencari ketenangan, namun saat tangan mungilnya menyentuh perut Al, bumil itu merasakan basah dan langsung sadar kalau suaminya juga ikut terluka


"mas, apa yang sudah terjadi" teriak Asya dnegan menangis saat melihat pertu suaminya terluka dan mengeluarkan darah segar, Al yang melihat kekhawwatiran istrinya langsung memeluk Asya, namun bumil itu meronta dilepaskan dan menyuruh suster lain mengurus suaminya, Al langsung dibawaa keruang perawatan


"mas, kenapa menahannya sejak tadi, aku tidak suka hal itu" ucap Asya dengan bibir yang mengerucut sambil melihat Al dengan mata yang berkaca kaca


"jangan menangis lagi hemm, aku tidak apa apa. kamu dengar sendiri suster bilang apa tadi" ucap Al membawa istrinya ikut duduk diranjang pasien dan memeluknya, memberikan ketengan dan menccari kehangatan istrinya


"tapi aku takut, aku takut kalian meninggalkanku mas" ucap Asya, suara bumil itu sudah sampai serak hanya karna menangis terlalu lama sejak tadi


"tidak akan, aku tidak akan pernah meninggalkanmu sayang, aku tetap disini bersamamu" ucap Al dan meraih bibir istrinya dan menciumnya, sudah lama Al tidak merasakan candunya, dan kini pria itu kembali merasakannya dan semakin memperdalam cium**an mereka, tidak sadar kalau ada dua orang yang menunggu mereka diruang operasi


"Chloe, apa sebegitu khawatir kamu kepada Vin?" tanya Dar saat melihat ekspresi wajah Chloe yang begitu khawatir, pria itu menyadari sikap Chloe sejak melihat Vin terluka


"hah,, kenapa Dar?" tanya Chloe tidak mengerti maksud Dar, gadis itu langsung menatap Dar dengan tatapan penuh pertanyaan, apa maksud perkataan Dar tadi?


"tidak, lupakan saja, kita tunggu operasinya selesai" jawab Dar dan mendudukkan dirinyake kursi tunggu ruangan itu, kecewa melihat gadis yang menjadi pujaanhatinya mengkhawatirkan orang lain sedalam itu, Dar bisa melihat mata Chloe yang sedih dan terus menatap ruang operasi


"ternyata sesakit ini mencintai orang yang mengharapkan orang lain" batin Dar dengan sejuta kekecewaan yang mendalam, sungguh ini baru pertama kalinya Dar mersakan sakit hati karna cinta


next

__ADS_1


jangan lupa like, komen,dan favorit kalian ya readers😍😍😍


__ADS_2