Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
119~S3


__ADS_3

Sore ini, Gleen berniat akan pergi ke kota xxxx untuk menjenguk sang mommy, bagaimana pun dia tetap tak tega jika harus mengabaikan wanita yang sudah melahirkan nya itu.


Ya, apa lagi kata nya wanita itu tengah sakit karena memikir kan nya.


Dengan menggunakan kendaraan tranportasi umum, Gleen akan benar-benar membawa Hilma menemui mommy nya. Dia pun sudah berniat akan membicarakan pada wanita itu soal pernikahan nya dengan Hilma untuk meminta sebuah restu dari nya.


"Hil.." Gleen menatap Hilma yang terlihat tegang. Namun dia terus menggenggam tangan Hilma guna menenang kan nya.


"Kenapa ?" Tanya Gleen.


"Enggak apa-apa mas." Ujar perempuan itu menjawab. Namun raut wajah tegang nya tak bisa dia sembunyikan dari sang suami. Dia merasa gugup, tegang dengan rasa takut akan menghadapi keluarga dari suami nya. Ya, apa lagi Anan Malik daddy nya yang tak pernah menyukai nya.


"Jangan takut, ada aku kok.." Gumam Gleen menenang kan nya.


Sekitar pukul 7 malam. Akhir nya Gleen dan Hilma pun telah sampai di sebuah rumah sakit ternama di kota xxxx.


Mereka masuk ke dalam rumah sakit dan langsung menuju lantai 5 di mana Genna memberi tahukan ruangan perawatan mommy nya.


Sekejap Gleen pun merasa ragu ketika dia sudah berdiri di depan pintu ruangan Cinta. Namun ucapan Hilma yang meyakinkan nya mampu menepis rasa keraguan jika nanti dia akan bertemu Anan, Daddy nya.


"Demi mommy." Ucap Hilma.


Gleen pun tersenyum, mencoba mengatur nafas nya untuk meyakin kan diri nya jika dia datang kesini hanya untuk Cinta, sang mommy.


Cklek,


Perlahan dia mulai membuka daun pintu. Pun mulai melangkah kan kaki nya masuk ke dalam ruangan.


"Om Gleen...!!"


Dan hal yang pertama kali ia dapati adalah teriakan senang dari sang keponakan, Kaireel. Bocah itu berseru dan langsung melejit berlari ke arah nya dan memeluk nya.


"Om, Kai kangen banget sama om !" Celoteh bocah yang semakin besar semakin terlihat ketampanan nya itu.


"Hai jagoan nya om. Om juga kangen banget sama kamu !" Tutur Gleen sambil mencubit gemas pipi gembul Kaireel.


"Gleen.." Kali ini, rintihan suara sang mommy lah yang dia dengar.


"Mommy.." Seru Gleen yang langsung melejit menghampiri Cinta saat wanita itu hendak bangkit dari tempat tidur nya.

__ADS_1


"Mom, jangan bangun mom. Istirahat aja ya.." Ucap Gleen mencegah Cinta, ia membantu wanita itu untuk kembali berbaring di tempat tidur nya.


"Mommy seneng kamu akhir nya pulang." Gumam Cinta, yang bahkan sudah menitikan air mata nya. "Mommy kangen banget sama kamu sayang.."


"Mom, Gleen di sini kok." Ujar nya sambil menggenggam erat tangan Cinta. Mengecup nya seolah menyalurkan rasa kerinduan sebagai obat untuk wanita itu.


"Jangan pergi lagi ya nak, mommy pengen kamu di sini aja temenin mommy." Pinta Cinta dengan raut wajah yang penuh permohonan.


"Iya om, kasian Oma. Oma sakit karena mikirin om !" Ujar Kaireel ikut menyahuti.


"Iya jagoan, om gak akan pergi kemana-mana kok !" Gumam nya yang masih merasa sangat gemas akan keponakan nya itu.


Seketika Gleen terdiam. Ia mengedarkan pandangan nya kala menyadari jika ada banyak orang di sekitar nya. Ya, hanya semua keluarga besar Malik yang ada di sana. Dan juga ada om Risky beserta istri nya yang turut hadir.


Tak terkecuali, Anan. Yang hanya duduk diam menyilang kan ke dua tangan di depan dada sambil menatap tajam ke arah nya. Menyebal kan sekali.


Ingin Gleen menyapa satu-persatu dari semua keluarga nya. Namun, mengingat kalau dia bukan lagi bagian dari keluarga Malik, membuat Gleen mengurung kan niat nya. Ia malu, ia bukan lagi siapa-siapa di antara mereka.


"Masih berani kamu datang kemari !"


Dan ucapan Anan Malik, seketika membuat telinga nya mulai terasa panas.


"Masih ingat juga kamu sama orang tua !" imbuh laki-laki itu. Yang justru semakin menambah rasa panas nya, bukan hanya telinga, tapi juga hati. Yang membuat nya ingin untuk segera pergi.


"Daddy.." Pekik Cinta menghentikan ucapan suami nya itu.


"Mom, mommy udah makan. Gleen suapin makan ya, mau ya.."


"Enggak sayang, mommy mau di temenin sama kamu aja." Pinta Cinta pada putra nya itu.


"Oh ya, perempuan ini.. siapa nak.." Tanya Cinta saat dia mendapati sosok gadis asing yang tidak dia kenali berdiri di samping Gleen.


"Oh, i-ini.. dia.. dia nama nya Hilma mom, istri aku !"


Deg !!


Semua orang tersentak, kaget akan ucapan Gleen yang mengatakan jika gadis yang bersama nya itu adalah istri nya.


Oh, tidak kah salah mendengar kan mereka.

__ADS_1


"I-istri..?" Ulang Cinta.


"Em, istri aku mom." Kata Gleen tanpa ragu sedikit pun.


Sementara di sisi lain


Della, tak terkecuali pun ikut mendengar dan menyaksikan. Ya, gadis itu sedang ada di sana karena ikut papa Candra nya menjenguk Cinta.


Della, seketika merasakan sesak yang teramat sangat. Ia merasa jantung nya seketika berhenti sekarang juga. Dia merasa hati nya tengah di hujam oleh ribuan anak panah yang menusuk secara bersamaan.


Sakit, perih, hancur.


Mendengar dengan jelas bahwa Gleen telah menikahi Hilma. Ya, mereka sudah menikah. Meski entah bagaimana dan seperti apa mereka bisa menikah.


Sungguh, ini benar-benar sangat menyakitkan nya.


"Berani sekali kamu menikahi nya !!" Kini suara Anan Malik terdengar begitu mencekam. Marah, seolah benar-benar tidak terima akan pernikahan yang di lakukan oleh putra nya tanpa sepengetahuan nya.


Laki-laki itu seketika melangkah mendekati Gleen, raut wajah serta rahang telah melukis amarah yang siap meledak.


Apa apa an, pikir nya.


Ck! Gleen berdecih. Tersenyum simpul seolah menertawai sikap sang Anan Malik.


"Kamu sudah benar-benar tidak lagi menghargai kami sebagai keluarga mu hah ??" Sentak nya memuncak.


"Bukan kah anda telah memutuskan hubungan sebagai keluarga dengan saya ?"


Berbeda dari Anan, Gleen, justru terlihat tetap tenang menghadapi mantan Daddy nya itu. Pikir Gleen. Meski dia tahu, dunia ini kiamat pun tak akan pernah bisa memutuskan hubungan antara anak dan ayah.


Anan tercekat. Nafas nya memburu, tatapan tajam seolah menusuk pada Gleen putra nya itu.


Sebenernya Anan tak pernah serius mengatakan nya. Dia pun tidak rela memutuskan hubungan dan membuang Gleen sebagai anak nya.


Tidak.


Dia hanya berniat ingin memberi sebuah pelajaran saja terhadap nya, agar Gleen bisa berpikir, bahwa tidak semua penekanan dari orang tua bernilai buruk untuk kehidupan nya.


Yang nama nya orang tua, hanya menginginkan sebuah kehidupan yang terbaik untuk anak-anak nya.

__ADS_1


Itu saja.


__ADS_2