Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 74~S2


__ADS_3

...___...


Sebuah jam tangan mewah keluaran terbaru di dalam sebuah kotak yang diberikan oleh istri nya. Candra sangat mengerti berapa nilai harga jam tangan itu.


"Sayang, kamu beli ini untuk aku ?" Tanya Candra pada Genna.


"Iya, mas suka ?" Tanya nya sambil tersenyum berharap harap suami nya itu menyukai hadiah pemberian nya.


"Sayang, ini kan mahal banget !" Ujar laki-laki itu. Dan mungkin kah Genna membeli nya menggunakan uang nya pribadi, dan bukan dari uang pemberian nya. Pasal nya, dia sama sekali tidak mendapatkan notif pengeluaran dari kartu kredit nya yang dia berikan pada Genna.


"Enggak mahal kok, suka gak ?" Tanya perempuan itu sekali lagi.


"Suka banget...! makasih ya sayang" Ucap Candra sambil memeluk nya.


...___...


Tertatih-tatih Genna mencoba berjalan menuruni anak tangga, dengan bantuan suami yang membopong nya. Rasa sakit dan perih memang masih dia rasa, tapi dia harus turun untuk menemui orang tua nya.


"Ya ampun sayang..." Seru Cinta yang langsung bangkit melejit menghampiri putri nya. "Kamu kenapa nak..??" Seru wanita itu memekik. Melihat sang putri yang berjalan tidak normal.


"Mom mom, aku gak apa-apa kok" Jawab Genna ingin menenangkan mommy nya itu.


"Apa yang terjadi sama kamu Gen ? kata Gleen tadi malam Candra dateng ke rumah, belum masuk tapi pergi lagi, ada apa ?" Sahut Anan bertanya. Dia merasa khawatir apa yang sedang terjadi saat dia mendengar cerita dari putra nya tadi malam.


Candra dan Genna mendarat kan tubuh mereka di sofa, duduk berdampingan dengan perasaan ketar-ketir, apa yang harus di jelaskan, sedangkan Genna bahkan tidak tahu sama sekali soal apa yang di bicarakan Daddy nya.


"Maksud Daddy ?" Timpal Genna bertanya balik.


"Kata Gleen semalam Candra mau cari Genna ? apa Genna pergi tanpa izin kamu lagi Can ?" Tanya Anan penuh selidik. Tatapan yang tak teralihkan dari anak dan menantu nya itu.


"Em, enggak kok dad, Genna.. dia, kuliah sore dan sampai malam belum pulang, di telpon nomor nya gak aktif, jadi saya khawatir" Ujar nya berbohong.


"Terus.. kamu kenapa ? jalan nya kok-"


"Genna habis kepleset di kamar mandi mom!" Sargah Candra menyahuti pertanyaan Cinta. "Gak hati-hati emang dia !"


Dasar laki-laki durjana ! sungguh tak tahu malu sekali dia. Bisa-bisa nya memberi alasan kepleset untuk keadaan nya yang sampai kesulitan untuk berjalan. Lalu ulah nya semalam, apa ?


Genna mencebik, menatap kesal dan malas untuk alasan yang tak bertanggung jawab oleh suami nya itu.


"Ya ampun Gen, lain kali hati-hati dong..!"

__ADS_1


"Iya mom" jawab perempuan itu tersenyum kecut mengikuti kebohongan sang suami.


Sementara Anan, dia hanya berdehem-dehem sembari mengusap-ngusap ujung batang hidung nya, mengalih kan pandangan nya ke sembarang arah seraya menyilang kan ke dua tangan di depan dada.


Sungguh alasan macam apa yang di ucapkan oleh menantu nya itu, sama sekali tak berpengaruh kebohongan mereka pada nya. Ya, Anan justru sangat mengerti dan faham apa yang terjadi pada putri nya itu.


"Kamu kenapa Dad ?" Cinta menoleh ke arah suami nya yang berdehem-dehem, batuk enggak, benar-benar gak jelas menurut nya.


"Hah..?" Anan seketika menoleh ke arah sang istri yang bertanya. "Enggak apa-apa, gatel tenggorokan aku yank !" Dusta nya pada sang istri.


...___...


Candra dan Genna sedang menikmati makan malam mereka, tenang dan sesekali bercengkrama dengan hangat, sebuah rumah tangga yang mulai romantis dan harmonis.


Ya, Genna sangat senang dan bahagia. Meski hati nya pernah benar-benar terluka oleh ucapan sang suami beberapa waktu yang lalu, tapi Genna pikir dia memang harus melupakan segala masalah nya yang pernah terjadi dengan suami nya. Me-maaf kan nya, membuka lembaran baru dan mulai untuk menjalani rumah tangga nya dengan harmonis dan bahagia bersama laki-laki itu.


"Kamu kenapa sih sayang ?" Candra melihat sang istri yang senyum-senyum tanpa sesuatu yang jelas. "Senyum-senyum sendiri, lagi mikirin aku ya.."


"Tingkat kepedean kamu kok sama sih kaya Daddy !" Cetus Genna.


"Ih, mana ada !" Elak laki-laki itu.


Dan derapan langkah kaki seseorang membuyarkan cengkrama mereka. Sama-sama menoleh yang ternyata Della lah di sana.


"Dell..."


Suara Genna berteriak memanggil nya. Membuat Della terhenti dan dengan gerakan kaku dia menoleh ke arah sumber suara yang memanggil nya.


"Makan malem dulu" Ujar Genna pada gadis itu.


"I-iya ma, aku mau mandi dulu" Jawab Della. Lalu kembali memutar tubuh nya dan melangkah pergi ke kamar nya.


Candra menatap Genna tak berkedip, merasa kagum terhadap perempuan di samping nya ini, betapa baik dan lembut nya hati gadis itu, yang sudah melupakan dan bersikap baik pada Della meski Della telah bersikap tak baik pada nya kemarin. Benar-benar sesuatu yang berbeda dari sisi Genna yang belum Candra ketahui selama ini.


Genna mengangkat wajah nya, menatap sang suami yang menatap nya sampai tak berkedip sekalipun, dia memelankan kunyahan di mulut nya dan merasa malu karena terus di tatap oleh Candra.


"Kenapa sih mas ! kok liatin aku kaya gitu !" Ujar Genna bertanya.


"Kamu cantik banget, bikin aku tambah jatuh cinta.." Gumam Candra.


Genna menunduk seketika, mungkin wajah nya sudah memerah saat ini. Pandai sekali laki-laki itu berbicara manis untuk menggoda nya.

__ADS_1


...___...


Candra masuk ke dalam kamar Della setelah mendapatkan izin dari nya, namun Candra tetap membiarkan pintu itu terbuka.


"Papa ganggu gak Dell ?" Tanya Candra, terlihat putri nya itu sibuk memainkan laptop di atas pangkuan nya.


"Enggak pa.." Jawab gadis itu. Dia menutup laptop nya kemudian menghadap sang papa.


"Kamu kenapa ?"


Dan pertanyaan sang papa membuat nya mengerut bingung. "Kenapa apa nya pa..?" Tanya nya balik.


"Akhir-akhir ini, kamu sering menghindar, ada apa Dell ?"


Della tercekat, berusaha menghindar dari tatapan sang papa karena pertanyaan nya.


"Dell..."


"Em.."


"Papa minta maaf soal masalah kemarin-kemarin, sebenernya disini itu yang salah papa.." Ucap Candra yang berbicara dengan berdiri di dekat tempat tidur Della. Candra ingin membicarakan masalah tempo hari pada Della soal kesalah fahaman dan juga soal siapa dia di hidup Candra sebenarnya.


"Maaf, selama ini papa tidak memberitahu kamu yang sebenarnya.."


"Lalu siapa papa kandung aku yang sebenar nya pa..??"


Seketika Candra terbungkam mendengar pertanyaan Della. Terlihat raut wajah gadis itu telah berubah, mata yang mulai berkaca-kaca, terlebih lagi mungkin hati nya akan sangat kacau jika dia mengetahui siapa dan seperti apa papa kandung nya itu.


"Papa kandung kamu..."


.


.


.


.


...___...


like, komen semangat yah 😅

__ADS_1


btw gengs aku mau tanya, aku udah pernah kasih visual Andrian belum sih ??


__ADS_2