
tidak ada yang baik-baik saja setelah direndahkan, namun sebisa mungkin aku tetap mendukung sahabatku, dia memang gadis yang kurang beruntung, namun tidak ada seoarang pun yang pantas menghina dirinya, aku sendiri yang akan membungkam mulutnya
~chloe winter
saat ini asisten vin sedang melaju pulang kerumahnya, dia mengendarai mobil milik aland dengan kecepatan sedang, berhubung karna jalanan lumayan padat membuat vin tidak bisa sampai kerumahnya dnegan cepat seperti yang ia pikirkan sebelumnya, namun saat tepat berhenti dilampu merah, sebuah notif pesan masuk dari nomer yang sama saat dirinya berada ditoko ponsel tadi siang
"siapa wanita ini, dari tadi sibuk mengirimi ku pesan, mana tentang asya semua, apa jangan-jangan wanita ini mau menculik asya?" tanya vin dengan didirnya sendiri dan seketika itu juga nomer tersebut menelfonnya dan dengan perasaan yang heran dan masih bingung, vin mencoba untuk mengangkat telfon tersebut
"hallo?' tanya vin dengan tenang, bisa saja wanita itu hanya menginginkan uang sampai harus mengancam dirinya dengan alasan asya
"dimana sahabatku asya...!!" teriak wanita diseberang telfon dengan nafas menggebu-gebu, dan suara yang melengking tinggi tak terkendali
"siapa maksud anda nona?, saya tidak mengenal dan tidak paham apa yang anda katakan lebih baik matikan saya telfonnya" kata vin dnegan suara dingin dan emosi mendengar wanita itu meneriaki dirinya dan bahkan menuntut dirinya
"diam kamu!!< aku melihat dua hari yang lalu asya berada bersamam, dan lagi asya pernah mengatakan kalau dirinya tinggal dengan om-om yang membelinya, apa kau yang dimaksud!" tanya wanita itu lagi dengan nada suatra yang masih sama
"aku tidak paham apa yang anda katakan nona, dan satu lagi saya tidak pernah membeli wanita se[erti yang anda katakan" kata asisten vin dan langsung mengakhiri panggilan telfonnya
flashback ketika chloe melihat asya berada bersama vin yang saat itu asya meminta vin mengantarkan dirinya untuk berbelanja, saat itu juga aland yang tidak bisa menemani gadis kecilnya dan meminta vin untuk menemaninya
dan saat itu juga chloe bersama dengan garvin untuk menlanjukan pencarian mereka tentang asya, sebelum mereka bertemu dan melihat bagaimana keadaan asya di rumah tuan yang membelinya, maka mereka berdua pun tidak akan tenang, lagi pula setelah masa ujian mereka sudah selesai dan sekarang bebas untuk melakukan apapun selama menunggu hasil seleksi masuk perguruan tinggi yang meraka ambil masing-,masing
__ADS_1
"kak vin tolong ambilkan yang itu" kata asya sambil menunjuk sayur segar yang sudah tersedia berbagai macam disana
"apa ada yang kurang lagi asya?" tanya vin sambil meletakkan sayur yang baru saja ia ambil di troli yang asya pegang
"sudah kak, kita bayar yuk" kata asya dan diangguki oleh vin, dan saat itu juga chloe melihat asya bersama pria itu dan kali ini pria yang bersama asya berbeda saat mereka terakhir bertemu
agar tidak terjadi hal seperti pertemuan sebelumnya dengan asya yang tidak mau jujur dengan mereka, garvin memberi ide dengan chloe agar mereka mengambil gambar pria itu agar mereka selidiki, dan juga mereka mengambil plat mobil yang vin pakai agar mereka tau siapa pemiliknya, dengan begitu mereka berdua bisa lebih mudah mendapatkan informasi tentang asya
"chlo, apa kita ikuti mereka berdua saja, aku takut asya hanya tersenyum diluar dan didalam ia begitu banyak beban" kata garvin khawatir pada asya yang sudah satu bulan tidak pernah sedekat dulu
"jangan gar, takutnya mereka berdua tau kiyta mnegikuti mereka dan asya tambah tidak mau bercerita dan marah pada kita karna berfikir kita tidak percaya padanya" kata chloe dan diangguki oleh garvin, keduanya langsung memutar kendaraan yang mereka pakai untuk pulang kerumah garvin, menyelidiki tentang si pria yang membawa asya tadi
"sya, aku balik kekantor dulu ya" kata vin berpamitan saat sudah selesai mengantar asya sampai ke paartemennya, dan itu sudah menjadi tugas vin agar tidakberlama-lama didalam apartemen kalau aland tidak ada
dirumah garvin, chloe sedang sibuk mengotak atik komputer yang ada dimeja belajatr garvin, sedangkan sahabatnya itu sedang asik bersama laptop diatas ranjang tempat tidurnya,
"gimana chlo, apa ada kemajuan?" tanya garvin meliat sahabatnya itu sibuk dengan komputernya tanpa suara sejak tadi
"sebentar lagi gar, ini lagi cocokin datanya dan wajahnya, kalau kamu apa udah ada informasi terbaru?" tanya chloe namun masih fokus pada pekerjaannya didepan mata
"aku sudah selesai, dan sekarang aku tau dimana rumahnya dan pekerjaannya, namun aku tidak tau informasi pribadinya" kata gar9vin lesu karna berfikir perjuangan mereka sia sia selama hampir dua jam
__ADS_1
"tenanglah gar, semua serahkan padaku, tidak sulit mendapat informasi seseorang" kata chloe tersenyum dan tak.... hanya sekali tekan enter semua data milik pria yang menemani asya berbelanja dapat, mulai dari tada nama, nomor pnsel, dan akun media sosialnya,
"berhasil chlo, kita berhasil, sekarang kita save nomernya dan kita hubungi dia disaat yang tepat, kalau sekarang takutnya dia bersama asyakan?" kata garvin dan dibenarkan oleh chloe keduanya terlihat senang dan sampai melupakan mereka berada dimana
"apa yang kalian lakukan gar?' tanya mami garvin saat melihat putranya berpelukan dengan chloe yang katanya sahabatnya
"ehh,, b..bukan seperti itu mi, kami hanya merasa senang saja" kata garvin salting dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"benar tante, maaf membuat tante kaget seperti itu" kata chloe membenarkan apa yang dikatakan oleh garvin, namun mami garvin terlihat tersenyum mendengar keduanya
"tante tidak apa-apa kok, kalian lanjutkan saja, dan kamu gar, lebih baik bersama chloe dari pada gadis kampungan yang kamu ceritakan itu" kata mami garvin dan membuat keduanya saling melempar pandang satu sama lain
"maksud mami?" tanya garvin tidak mengerti dengan perkataan maminya barusan
"itu lohh, gadis kampungan yang pernah kamu ceritakan sama mami, saat mami lihat dia tidak pantas untuk kamu gar, sama chloe kan cocok" kata mami garvin dan tersenyum meninggalkan keduanya dengan attapan bingung satu sama lain
" maksud tante tadi apa gar?' tanya chloe namun ia sudha paham dnegan apa yang dikatakan oleh mami garvin, ininpasti berkaitan dengan asya
"gak papa kok chloe, lupain aja" kata garvin tersenyum kikuk namun dalam hatinya ia menyesal pernah menceritakan asya gadis yang ia cintai sampai sekarang kepada maminya
"ya sudah aku pulang dulu ya, kalu ada yang mau ditanya atau apa datang kerumah aja" kata chloe dan diangguki oleh garvin, keduanya berjalan keluar untuk mengantarkan chloe sampai kegerbang rumah garvin
__ADS_1
#next
berikan komentarmu untuk mereka readers :)