Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 21~S2


__ADS_3

...___...


"Ekhem, perkenalkan.. nama saya Genna Malik, pacar dari Candra !"


.


.


.


Genna memalingkan wajah nya dari Candra yang menatap nya penuh pertanyaan. Dengan santai dan percaya diri nya, Genna justru memperkenalkan diri nya sendiri di hadapan para teman-teman Candra sebagai pacar nya.


Semua orang terdiam, terperangah dan mungkin juga terkejut atas apa yang di lakukan oleh seorang gadis belia itu. Semua orang tengah menatap ke arah nya, namun Genna justru lebih terlihat santai dengan senyum nya yang terus mengembang di bibir nya.


...___...


"Ini anak kemana sih ! sampai jam segini belum pulang-pulang juga !" Gerutu Cinta yang sejak tadi tengah menunggu putri nya.


Bolak-balik wanita itu melihat ke arah pintu depan, namun orang yang dia tunggu-tunggu belum juga terlihat batang hidung nya.


Cinta merasa sedikit cemas, pasal nya, sudah sejak tadi dia menelpon rumah Tina untuk menanyakan Genna putri nya, tetapi Tina mengatakan bahwa Genna sudah pulang dan di antar oleh Candra putra nya. Sudah sangat lama, tetapi Candra dan Genna belum juga sampai sejak tadi.


Cinta akhir nya memutuskan untuk pergi menyusul Anan yang sedang sibuk bekerja di dalam ruang kerja nya meski ini hari libur, entah lah.. laki-laki itu meski sudah mendapatkan segala nya tetapi masih saja gila dalam pekerjaan.


Tok..tok..tok..


Cinta mengetuk pintu ruang kerja suami nya meski itu tidak lah perlu untuk dia lakukan.


"Ya, masuk" Ujar seseorang dari dalam sana.


Cinta pun membuka daun pintu itu, melangkah masuk ke dalam nya dengan memasang raut wajah yang cemas. Tanpa ada nya pembicaraan, Cinta langsung saja duduk di sebuah sofa yang ada di dalam ruang kerja Anan.


Anan melihat raut wajah sang istri yang seperti nya sedang kurang baik, akhir nya dia pun memutuskan untuk menutup laptop nya dan bangkit dari kursi untuk menghampiri sang istri.


"Sayang, kamu kenapa ?" Ucap Anan bertanya. Dia pun ikut mendudukkan diri nya di sofa di samping istri nya itu.


"Dad, Genna kok gak pulang-pulang ya.." Ucap Cinta dengan wajah nya yang masih cemas, ada rasa sedikit khawatir terhadap Genna meski ada Candra yang sedang bersama nya.

__ADS_1


"Mungkin masih di jalan sayang" Titah Anan. "Udah, kamu gak perlu terlalu khawatir gitu, kan Genna pulang nya sama Candra" Ujar Anan mencoba menenangkan sang istri.


"Iya dad, tapi aku..-"


Belum sempat Cinta menyelesaikan ucapan nya, Cinta telah di buat terkejut oleh sang suami dengan aksi nya yang tanpa aba-aba menyerang bibir nya.


Anan mencium bibir Cinta, melakukan nya dengan penuh kelembutan seolah sedang memberikan rasa ketenangan untuk nya.


Cukup lama, hingga Cinta hampir kehabisan nafas lalu menepuk-nepuk pundak Anan meminta nya untuk menghentikan ciuman nya.


"Kenapa sayang ?" Tanya Anan saat dia melepaskan tautan bibir mereka.


"Kamu apa an sih, main nyelonong aja ga permisi !" Ujar Cinta sedikit kesal.


"Tapi kamu kan suka" Ujar Anan, melihat istri nya itu tak menolak serangan nya tadi.


"Tapi kan permisi dulu kek !"


"Sama istri sendiri, ngapain harus permisi sih.."


Cinta memalingkan wajah nya, entah mengapa, belakangan ini jika dia di dekati oleh Anan dan laki-laki itu bersikap romantis pada nya, cinta justru merasa malu-malu, seperti saat dulu pertama kali dia menikah dengan nya.


Dan pertanyaan Anan sungguh membuat Cinta merasa dilema. Malu untuk mengatakan iya, tapi nyata nya dia memang menginginkan nya lagi.


Melihat raut wajah sang istri, Anan justru semakin di buat gemas oleh nya. Bersikap malu-malu seperti saat baru saja pertama kali untuk melakukan nya, benar-benar malah membuat Anan merasa bergairah. Istri nya itu sungguh benar-benar membuat nya semakin cinta mati.


"Di sini, atau mau di kamar sayang ?" Tanya Anan yang memang sudah peka akan keinginan istri nya itu.


"Em..." Cinta terlihat bingung.


"Ya udah di sini aja, aku udah ga sabar" Titah Anan lirih, dalam waktu yang sebentar bahkan dirinya sudah merasa begitu bergairah.


"Ta-tapi..-"


Dan lagi, belum sempat Cinta melanjutkan ucapan nya, lagi-lagi Anan sudah menyerang nya lebih dulu. Mencium bibir nya, namun kali ini tidak dengan kelembutan, laki-laki itu melakukan nya dengan penuh gairah yang mungkin bahkan sudah memuncak, bahkan dengan sangat senang hati Anan akan selalu menenangkan istri nya jika sedang dalam ke adaan cemas dengan melakukan hubungan suami istri.


Anan mendorong tubuh Cinta dengan perlahan, membawa nya untuk berbaring di atas sofa dengan diri nya yang berada di atas tubuh Cinta. Setelah puas melahap bibir nya, Anan menurunkan ciuman nya menuju leher jenjang nan putih milik sang istri.

__ADS_1


Kini ruang kerja itu menjadi saksi, di siang hari dengan panas yang begitu terik, di tambah lagi dengan suasana yang semakin panas oleh percintaan antara dua insan yang saling menikmati hasrat yang semakin membuat ke dua nya menggelora, menikmati kenikmatan yang sungguh-sungguh membuat ke dua nya menantikan untuk sama-sama terbang menuju puncak nirwana. Bak pasangan muda yang baru saja menikah, mereka justru semakin lebih kuat bertenaga dengan durasi permainan yang lebih lama.


Dan akhirnya..


Mereka berdua pun sama-sama tumbang karena rasa lelah dalam keadaan tubuh yang masih menyatu. Sama-sama merasa nikmat serta kepuasan yang membuat mereka semakin erat mengikat cinta mereka.


"Mom.." Gumam Anan memanggil Cinta.


"Em, ya sayang"


"Mau lagi gak ?"


"Capek dad" ujar Cinta. Karena memang tubuh nya benar-benar merasa lelah sekali sekarang ini.


"Ya udah, kamu juga udah keliatan tenang kan"


Cinta pun mengangguk sambil tersenyum.


Tiba-tiba, Anan dan Cinta pun merasa terkejut kala mendengar suara ketukan pintu dari luar ruang kerja.


Gelagapan, serta bingung dan entah harus bagaimana. Di saat lelah-lelah nya, siapa juga yang mengganggu mereka yang sedang mengistirahatkan tubuh setelah sehabis bertempur.


Tanpa menggunakan pakaiannya, Anan justru berlari dengan cepat menuju pintu ruang kerja nya, bukan untuk membuka nya, tapi Anan justru mengunci pintu nya agar siapa pun orang yang mengetuk nya tadi tak membuka nya dan masuk tanpa ada persetujuan dari nya.


Di sisi lain.


Gleen yang berusaha membuka daun pintu ruang kerja sang Daddy saat tadi dia mendengar suara putaran kunci.


"Loh, kok belum di buka sih" Gumam pria tampan itu.


Tok..tok..tok..


"Dad.. ini Gleen ! bukain pintu nya.." Ujar Gleen dengan sedikit meninggikan suara nya.


...___...


Nah loh.. 🙄

__ADS_1


makanya dong dad, mom, kalau mau nyicil main tu tau tempat dan waktu dong🙄 kasian tuh yg baca masih siang tau 😒


...Hahahaha🤣🤣🤣...


__ADS_2