
Sungguh saat ini aku sudah pasrah dengan takdirku,
apapun yang akan ku alami keepannya, tetap yang kuandalkan adalah TUhan
~Alesya Callista
Sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh bosnya, delvin
langsung membawa asya keapartemen milik bosnya, sedangkan aland pergi lagi
untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Delvin memgantarkan asya yang masih tertidur karena
kelelahan dan kehabisan tenaga untuk menghindari om dan tantenya yang
mengejarnya semalam, ia juga menangis karna ketakutannya yang luar biasa.
Aland chevalier, seorang pengusaha yang sukses didunia
bisnis, tidak hanya diindonesia namun
Namanya juga terkenal sampai penjuru dunia, siapa yang tidak mengenal marga
chevalier, hanya menyebut Namanya, para pemegang saham dan pengusaha pasti
berlomba-lomba ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan mereka.
Namun aland tidak beruntung disunia percintaannya dan
hubungannya dengan orangtuanya, bukan tidak baik, melainkan orang tuanya sudah
tidak ada sejak ia berusia belasan tahun, saat itu aland menempuh pendidikannya
diluar negri dan tinggal dengan pamannya yang ada di inggris, bocah berusia
belasan tahun yang seharusnya masih merasakan bermain dengan teman-temannya,
tapi berbeda dengan aland ia lebih baik belajar dengan pamannya karna itulah
yang harus ia lakukan untuk melanjutkan perusahaan papanya kelak nanti
Takdir berkata lain, belum waktunya untuk aland beralih
tangan mengambil perusahaan papanya, namun kenyataannya hal itu harus ia
lakukan, orangtuanya kecelakaan dalam pesawat yang mereka tempuh saat ingin
berkunjung ke inggris tepatnya kerumah pamn aland,
Sungguh sesuatu yang sangat membuat aland terpukul dan
mengharuskan dirinya untuk lebih dewasa sebelum waktunya, dan setelah kepergian
orangtuanya aland berusaha untuk mengembangkan perusahaan milik orangtuanya dan
berkembang hingga sekarang, namun itu semua tidak luput dari bantuan paman dan
bibinya.
“apa yang harus kulakukan dengan Wanita tadi?” tanya aland
pada dirinya senidir saat ia hendak menemui rekan bisnisnya
“mengapa juga aku harus menolong Wanita itu, sementara aku
tidak mengenalnya?” monolognya lagi dan dengan sendirinya pusing, aland
mengacak rambutnya frustasi
“sungguh aland yang bodoh” makinya pada dirinya sendiri,
sebelum akhirnya ia sampai ketempat yang sudah mereka janjikan dengan rekan
bisnisnya
Sementara diapartemen milik aland, asya bangun dan melihat
sekelilingnya, berbeda. Satu hal itulah yang ada dikepala asya sekarang,
__ADS_1
ia melihat ruangan persegi dengan cat tembok berwarna cream, dan
langit-langitnya berwarna putih, sungguh warna yang suram menurut asya.
“dimana aku? Apa aku dirumah om mesum itu?” monolog asya dan
melihat tubuhnya yang masih utuh memakai bajunya yang semalam.
“bajuku masih utuh dan tidak terbuka sedikitpun, itu artinya
aku tidak disentuh oleh om mesum itu” sambungnya lagi dan berusaha untuk turun
dari ranjang berukuran king size tersebut, namun mendengar suara yang cukup
menyeramkan dipendengaran asya membuat dirinya mengurungkan niatnya dan
meringkuk didalam selimut
“apa yang ingin kamu lakukan nona?” tanya delvin saat hendak
melihat asya yang ingin turun dari ranjang
“nona? apa kamu sudah sadar?” tanya delvin lagi saat melihat
asya yang menutupi dirinya dengan selimut, dengan perlahan delvin mendekati
asya dan membuka selimut tersebut, seketika asya berteriak ketakutan dan mita
tolong
“aaaaaa….” Teriak asya karna merasakan selimutnya ditarik
oleh pria yang mendekatinya
“jangan menyentuhku om, jangan menyentuhku, tolong jangan
sentuh aku” asya menyerocos ria tanpa membuka matanya dan mulutnya komat
kamit membaca doa agar pria tersebut tidak menyentuhnya
Delvin menahan tawanya saat melihat kekonyolan asya, mana
akan menghilang, ada-ada saja Wanita itu, piker delvin
“hei nona, berhenti membaca ayat itu, aku manusia bukan
setan” sewot delvin karna asya tidak berhentinya membacakan ayat kursi dan
masih memejamkan matanya
Seketika asya terdiam dan langsung membuka matanya, ia
terkejut mendapati pria yang didepan matanya memasaang wajah marah dan mata
melotot
“ehhh.. maafkan aku om, aku tidak tau kalau om itu manusia“
jawab asya asalan dan Kembali menjauhkan diri dari delvin
“enak saja, apa kamu tidak bisa membedakan mana manusia, dan
mana setan!!?” tanya delvin ditengah kekesalannya dengan asya
“heh.. kan aku sudah minta ,maaf om, lagipula siapa suruh om
datang dengan suara yang menyeramkan dan tiba-tiba mendekatiku” tanya asya yang
berbalik marah kepada delvin
“gadis ini, apa kamu tidak tau kalau kamu menumpang
disini!!” kata delvin dan menaik turunkan alisnya sebelah, dan saat itu juga
asya tersadar dan melihat sekelilingnya
“ apa om yang semalam membawaku kesini? Tapi kenapa wajah om
berubah, semalam tidak seperti ini” kata asya mengamati wajah delvin yang
__ADS_1
menuturnya berbeda, semalam tidak seperti ini tapi sedikit mirip karna
sama-sama memiliki brewok didagunya
“heh,, apa-apaan kamu? Jangan berani menyentuhku!!!” kata
delvin saat tangan asya terangkat dan hampir menyentuh wajahnya,bukan karna
alasan apa delvin mengatakan seperti itu, namun ia tidak mau mendapat masalah
dari bosnya jika mengetahui Wanita yang bosnya tolong bersentuhan dengannya
Karna pasalnya, aland tidak sembarangan menolong orang dan
membawanya masuk keapartemen miliknya, apalagi itu seorang Wanita, sungguh bukan
sifat aland seperti itu
“maaf” kata asya lirih saat tau dirinya salah dan sudah
lancing ingin menyentuh pria yang berada didepan matanya
“bersihkan tubuhmu, kamar mandinya ada disana, dan itu
bajumu sudah disipakan” kata delvin dan berlalu meninggalkan asya dikamar itu,
ia keluar dan ingin memberitahu kepada bosnya perihal Wanita itu
Sebelumnya, aland sudah berpesan kepada delvin untuk membeli
perlengkapan asya dan menyuruh Wanita itu untuk membersihkan diri sebelum ia
pulang siang nanti, dengan cepat delvin melakukan apa yang diperintahkan oleh
aland
Sepeninggalan delvin, asya masih termenung didalam kamar
tersebut, ia memikirkan bagaimana jika om tadi menjualnya dengan harga yang
lebih tinggi dari dia yang membeli dirinya dari om dan tantenya, mengingat hal
itu, asya takut dan otaknya sudah tidak bisa mencerna apapun lagi
“pasti hari ini chloe mencariku, apa yang ia lakukan dikelas
yahh? Apa dia bisa mengerjakan tugas?” tanya asya pada dirinya sendiri,
seketika ia mengingat perkataan chloe yang selalu ia tolak
“ kalau kamu tiak tahan dirumah itu lagi, kamu bisa
tinggal dirumahku saja asya” kata chloe saat melihat asya yang jika datang
kesekolah acak-acakan dan terlambat kesekolah
“tidak chlo, aku masih betah disana, meskipun mereka
bertindak tidak baik denganku, tapi mereka tetaplah keluargaku” jawab asya
dengan tersenyum, karna kenyataannya memang seperti itu, dan itulah jawaban
yang dilontarkan asya setiap kali chloe mengajaknya tinggal bersama
“chlo, apa kamu mencariku sekarang? Siapa yang menjadi
temanmu saat kamu ingin kekantin?” monolog asya dan ia segera berlalu kekamar
mandi untuk membersihkan diri
“sampai kapan aku disini?, apa aku akan tinggal disini atau
malah diusir dan dijual lagi?” asya masih berbicara pada dirinya senduri, ia
tidak bisa membayangkan jika ia dijual Kembali dan menjadi akhir dari semuanya.
next
Berikan komentarmu untuk mereka:>
__ADS_1