Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 7, akankah aku dijual lagi??


__ADS_3

Sungguh saat ini aku sudah pasrah dengan takdirku,


apapun yang akan ku alami keepannya, tetap yang kuandalkan adalah TUhan


~Alesya Callista


Sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh bosnya, delvin


langsung membawa asya keapartemen milik bosnya, sedangkan aland pergi lagi


untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Delvin memgantarkan asya yang masih tertidur karena


kelelahan dan kehabisan tenaga untuk menghindari om dan tantenya yang


mengejarnya semalam, ia juga menangis karna ketakutannya yang luar biasa.


Aland chevalier, seorang pengusaha yang sukses didunia


bisnis, tidak  hanya diindonesia namun


Namanya juga terkenal sampai penjuru dunia, siapa yang tidak mengenal marga


chevalier, hanya menyebut Namanya, para pemegang saham dan pengusaha pasti


berlomba-lomba ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan mereka.


Namun aland tidak beruntung disunia percintaannya dan


hubungannya dengan orangtuanya, bukan tidak baik, melainkan orang tuanya sudah


tidak ada sejak ia berusia belasan tahun, saat itu aland menempuh pendidikannya


diluar negri dan tinggal dengan pamannya yang ada di inggris, bocah berusia


belasan tahun yang seharusnya masih merasakan bermain dengan teman-temannya,


tapi berbeda dengan aland ia lebih baik belajar dengan pamannya karna itulah


yang harus ia lakukan untuk melanjutkan perusahaan papanya kelak nanti


Takdir berkata lain, belum waktunya untuk aland beralih


tangan mengambil perusahaan papanya, namun kenyataannya hal itu harus ia


lakukan, orangtuanya kecelakaan dalam pesawat yang mereka tempuh saat ingin


berkunjung ke inggris tepatnya kerumah pamn aland,


Sungguh sesuatu yang sangat membuat aland terpukul dan


mengharuskan dirinya untuk lebih dewasa sebelum waktunya, dan setelah kepergian


orangtuanya aland berusaha untuk mengembangkan perusahaan milik orangtuanya dan


berkembang hingga sekarang, namun itu semua tidak luput dari bantuan paman dan


bibinya.


“apa yang harus kulakukan dengan Wanita tadi?” tanya aland


pada dirinya senidir saat ia hendak menemui rekan bisnisnya


“mengapa juga aku harus menolong Wanita itu, sementara aku


tidak mengenalnya?” monolognya lagi dan dengan sendirinya pusing, aland


mengacak rambutnya frustasi


“sungguh aland yang bodoh” makinya pada dirinya sendiri,


sebelum akhirnya ia sampai ketempat yang sudah mereka janjikan dengan rekan


bisnisnya


Sementara diapartemen milik aland, asya bangun dan melihat


sekelilingnya, berbeda. Satu hal itulah yang ada dikepala asya sekarang,

__ADS_1


ia melihat ruangan persegi dengan cat tembok berwarna cream, dan


langit-langitnya berwarna putih, sungguh warna yang suram menurut asya.


“dimana aku? Apa aku dirumah om mesum itu?” monolog asya dan


melihat tubuhnya yang masih utuh memakai bajunya yang semalam.


“bajuku masih utuh dan tidak terbuka sedikitpun, itu artinya


aku tidak disentuh oleh om mesum itu” sambungnya lagi dan berusaha untuk turun


dari ranjang berukuran king size tersebut, namun mendengar suara yang cukup


menyeramkan dipendengaran asya membuat dirinya mengurungkan niatnya dan


meringkuk didalam selimut


“apa yang ingin kamu lakukan nona?” tanya delvin saat hendak


melihat asya yang ingin turun dari ranjang


“nona? apa kamu sudah sadar?” tanya delvin lagi saat melihat


asya yang menutupi dirinya dengan selimut, dengan perlahan delvin mendekati


asya dan membuka selimut tersebut, seketika asya berteriak ketakutan dan mita


tolong


“aaaaaa….”  Teriak asya karna merasakan selimutnya ditarik


oleh pria yang mendekatinya


“jangan menyentuhku om, jangan menyentuhku, tolong jangan


sentuh aku” asya menyerocos ria tanpa membuka matanya dan mulutnya komat


kamit membaca doa agar pria tersebut tidak menyentuhnya


Delvin menahan tawanya saat melihat kekonyolan asya, mana


akan menghilang, ada-ada saja Wanita itu, piker delvin


“hei nona, berhenti membaca ayat itu, aku manusia bukan


setan” sewot delvin karna asya tidak berhentinya membacakan ayat kursi dan


masih memejamkan matanya


Seketika asya terdiam dan langsung membuka matanya, ia


terkejut mendapati pria yang didepan matanya memasaang wajah marah dan mata


melotot


“ehhh.. maafkan aku om, aku tidak tau kalau om itu manusia“


jawab asya asalan dan Kembali menjauhkan diri dari delvin


“enak saja, apa kamu tidak bisa membedakan mana manusia, dan


mana setan!!?” tanya delvin ditengah kekesalannya dengan asya


“heh.. kan aku sudah minta ,maaf om, lagipula siapa suruh om


datang dengan suara yang menyeramkan dan tiba-tiba mendekatiku” tanya asya yang


berbalik marah kepada delvin


“gadis ini, apa kamu tidak tau kalau kamu menumpang


disini!!” kata delvin dan menaik turunkan alisnya sebelah, dan saat itu juga


asya tersadar dan melihat sekelilingnya


“ apa om yang semalam membawaku kesini? Tapi kenapa wajah om


berubah, semalam tidak seperti ini” kata asya mengamati wajah delvin yang

__ADS_1


menuturnya berbeda, semalam tidak seperti ini tapi sedikit mirip karna


sama-sama memiliki brewok didagunya


“heh,, apa-apaan kamu? Jangan berani menyentuhku!!!” kata


delvin saat tangan asya terangkat dan hampir menyentuh wajahnya,bukan karna


alasan apa delvin mengatakan seperti itu, namun ia tidak mau mendapat masalah


dari bosnya jika mengetahui Wanita yang bosnya tolong bersentuhan dengannya


Karna pasalnya, aland tidak sembarangan menolong orang dan


membawanya masuk keapartemen miliknya, apalagi itu seorang Wanita, sungguh bukan


sifat aland seperti itu


“maaf” kata asya lirih saat tau dirinya salah dan sudah


lancing ingin menyentuh pria yang berada didepan matanya


“bersihkan tubuhmu, kamar mandinya ada disana, dan itu


bajumu sudah disipakan” kata delvin dan berlalu meninggalkan asya dikamar itu,


ia keluar dan ingin memberitahu kepada bosnya perihal Wanita itu


Sebelumnya, aland sudah berpesan kepada delvin untuk membeli


perlengkapan asya dan menyuruh Wanita itu untuk membersihkan diri sebelum ia


pulang siang nanti, dengan cepat delvin melakukan apa yang diperintahkan oleh


aland


Sepeninggalan delvin, asya masih termenung didalam kamar


tersebut, ia memikirkan bagaimana jika om tadi menjualnya dengan harga yang


lebih tinggi dari dia yang membeli dirinya dari om dan tantenya, mengingat hal


itu, asya takut dan otaknya sudah tidak bisa mencerna apapun lagi


“pasti hari ini chloe mencariku, apa yang ia lakukan dikelas


yahh? Apa dia bisa mengerjakan tugas?” tanya asya pada dirinya sendiri,


seketika ia mengingat perkataan chloe yang selalu ia tolak


“ kalau kamu tiak tahan dirumah itu lagi, kamu bisa


tinggal dirumahku saja asya” kata chloe saat melihat asya yang jika datang


kesekolah acak-acakan dan terlambat kesekolah


“tidak chlo, aku masih betah disana, meskipun mereka


bertindak tidak baik denganku, tapi mereka tetaplah keluargaku” jawab asya


dengan tersenyum, karna kenyataannya memang seperti itu, dan itulah jawaban


yang dilontarkan asya setiap kali chloe mengajaknya tinggal bersama


“chlo, apa kamu mencariku sekarang? Siapa yang menjadi


temanmu saat kamu ingin kekantin?” monolog asya dan ia segera berlalu kekamar


mandi untuk membersihkan diri


“sampai kapan aku disini?, apa aku akan tinggal disini atau


malah diusir dan dijual lagi?” asya masih berbicara pada dirinya senduri, ia


tidak bisa membayangkan jika ia dijual Kembali dan menjadi akhir dari semuanya.


next


Berikan komentarmu untuk mereka:>

__ADS_1


__ADS_2