
**Hallo readers ku yersayang, maaf ya othor beberapa hari ini vakum, soalnya othor lagi ujian jadi emang benar-baner butuh waktu yang tenang, doain yah readers semoga ujian othor nilainya bagus, ntar othor kasih up banyak-banyak heheheh :) lop you readers :)
tidak banyak yang aku inginkan, hanya kehdupan seperti khalayak banyak, bisa menghabiskan waktu dengan diri sendiri dan oarang, orang sekitar, apakah permintaanku terlalu besar dan sulit??
~Alesya Callista
hari ini, asya mulai membuat dirinya sibuk dengan aktvitasnya, bukan lagi hanya duduk diam diapartemen namun kali ini ia sudah memikirkan bagaimana caranya untuk memulai sesuatu yang ia sukai menjadi bermamfaat untuknya dan masa depannya, asya gadis yang pandai memasak, ia juga bisa merangkai kata-kata yang bisa dijadikan menjadi cerita unik dan puisi, ini bakat yang ia miliki sejak kecil, namun selalu tertutup karna tidak ada yang mendukung sejak kepergian kedua orangtuanya.
"hari yang sedikit melelahkan" gumam asya saat dirinya sudah selesai dengan memasak sarapan mereka berdua, masih tentang pria yang setia menerimanya menumpang dirumah itu, asya memasuki kamar aland dan membangunkan pria yang masih sibuk dengan mimpi indahnya
"om bangunlah, ini sudah terlalu pagi untuk seorang pekerja seperti om" kata asya dan menggerakkan tubuh aland perlahan, namun pria itu seakan enggan untuk bangun dan membuka matanya
"om cepatlah bangun, nanti sarapannya keburu dingin, jadi tidak enak" kata asya dn mulai kesal karna aland tak kunjung untuk bangun
"huh.. terserah om saja kalau begitu" kata asya dan berniat untuk pergi dari tempat duduknya, namun dengan cepat tangan aland menahan tubuh asya hingga gadis itu terhenti dari langkahnya dan hampir saja kehilangan keseimbangan
__ADS_1
"kenapa buru-buru, apa ada lagi pekerjaan yang belum terselesaikan?" tanya aland membuka matanya dan melirik gadis lugu yang ada didepannya
"om bangun, cepatlah" kata aland dan menarik tubuh gadis itu sampai limbung dan langsung menimpa tubuh aland membuat asya menatap tajam aland
"om lepaskan, aku tidak suka" kata asya dan berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan pria itu
"jangan banyak bergerak, nanti dia bisa bangun, apa kamu mau tanggung jawab?" tanya aland dengan terkekeh karna senang mengerjai gadis lugu dipelukannya itu
"om lepaskan, aku tidak bisa bernafas" kata asya merasa canggung karna alnd tak kunjung melepaskannya, walaupun sebenarnya mereka sering melakukan itu, tapi tetap saja asya merasa kalau berdekatan seperti ini terlalu canggung
"berikan aku vitamin pagi" kata aland dan mendekatkan bibirnya kepada asya, melihat hal itu asya mengkerutkan keningnya merasa aland berbeda dari biasanya, apa yang terjadi dengan om-om tua itu wkwkwk
"gadis kecil!, awas saja kau nanti!' kata aland kesal karna kelakuan gadis itu, bisa-bisanya asya menggigit tangannya
setelah drama singkat yang mereka lakoni, akhirnya aland segera bersiap untuk pergi bekerja, pria itu duduk disamping asya yang mengambilkan sarapan untuknya
"makanlah om, jangan marah mulu, nanti om tambah tua" kata asya tertawa mengejek aland yang menatapnya kesal
__ADS_1
akhirnya dnegan suasana hati yang masih kesal, mau tidak mau aland harus pergi kekantor, kasihan melihat asisten vin yang selalu bekerja sendirian
sesampainya dikantor, aland langsung masuk keruangan pribadi miliknya dan memanggil asisten vin untuk datang keruangannya
"ada apa tuan?" tanya vin dengan cepat ketika ia mendapat telfon dari aland dengan segera pria itu mendatangi ruangan tuannya
" apa ada jadwal meeting atau bertemu klien hari ini?" tanya aland sambil melirik vin dengan raut wajah bertanya
"untuk meeting tidak ada tuan, hanya saja kita akan bertemu klien dua jam lagi, dan setelah itu anda bisa melanjutkan tanda tangan berkas ini" kata vin sambilmenunjukan berkas yang harus ditanda tangani aland
" tanda tangan sekarang bisakan! kenapa harus mengunggu nanti" kata aland dan langsung mengambil berkas yang ada didepannya, ia langsung mengecek satu per satu
"vin carikan aku ponsel terbaik dan yang cocok untuk gadis lugu itu" kayta aland dan membuat vin heran, bagaimana bisa seorang aland membelikan barang kepada orang lain, itu sesuatu yang snagat jarang dan tidak pernah terjadi selama vin jadi asistennya
"baik tuan, apa ada hal lain lagi tuan?" tanya vin dan dijawab dnegan gelengan kepala dari aland, asisten vin langsung memberi hormat dan ijin keluar mengerjakan apa yang dikatakan oleh tuannya
next
__ADS_1
berikan komentarmu ya resders:)