
...___...
Langkah demi langkah, Genna menuruni anak tangga dengan di apit oleh ke dua orang tua nya. Berjalan ke lantai bawah untuk menuju tempat di mana acara ijab Kabul akan segera di laksanakan.
Ya,
Acara pernikahan Genna dan Candra, yang bisa di bilang dari keluarga yang sangat mampu, sangat kecil bagi mereka jika untuk mengadakan pesta pernikahan yang mewah, jangan kan satu hari satu malam, jika mau mengadakan pesta tujuh hari tujuh malam pun, itu bukan lah masalah bagi keluarga mereka.
Namun itu semua sangat bertolak belakang dari seorang gadis yang bernama Genna Malik. Genna memang lah anak dari keluarga yang berada, namun kehidupan sehari-hari nya sungguh sangat sederhana. Maka dari itu, Genna menolak keras untuk mengadakan pesta yang mewah untuk pernikahan nya. Cukup pesta yang sederhana, di adakan di rumah nya dan tanpa banyak orang yang di undang, hanya keluarga, dan orang-orang kantor saja yang mereka undang, bahkan Genna pun menolak untuk mengundang teman-teman nya sebagai syarat dia mau menikah dengan Candra.
Dan tatapan semua orang yang hadir di tempat pun beralih pada satu objek yang menarik perhatian. Cantik dan anggun, sungguh bak seorang bidadari yang mempesona. Memangling kan semua orang yang menatap nya.
Terlebih lagi dengan seorang laki-laki yang juga berjas putih, berkalungkan bunga melati di leher nya, sepadan dengan kebaya yang digunakan pengantin wanita nya.
Laki-laki yang akan segera menikahi nya, dan yang akan menerima sebuah tanggung jawab yang begitu besar sebagai seorang suami. Menoleh dan menatap pengantin wanita nya yang akan segera duduk bersanding bersama nya. Mengucapkan ikrar janji suci yang akan mengikat mereka dalam sebuah ikatan pernikahan.
Tatapan nya tak berkedip, menatap penuh haru sekaligus terpana akan kecantikan pengantin nya itu yang sudah mendudukkan diri di samping nya.
Dan Candra pun tersenyum penuh makna saat selembar kerudung putih pun mulai di pakaikan di atas kepala mereka.
"Mas Candra, apa kah anda sudah siap ?" Suara pak penghulu pun bertanya
Dengan tenang dan wibawa nya, Candra pun mengangguk. "Siap pak !" Jawab nya mantap.
"Baik, kita mulai sekarang ya.." Ujar pak penghulu.
Lain hal nya dengan Genna. Sementara semua orang mengatakan iya dan menyetujui untuk acara nya segera di mulai, gadis yang akan segera melepas status lajang nya justru semakin bergetar hebat. Rasa panas dingin kian mulai menyerang, dada nya bergemuruh sehingga membuat dada nya terasa sangat sesak. Ia begitu berharap bahwa ini semua adalah mimpi, dan dia ingin cepat-cepat untuk terbangun dari mimpi yang sangat buruk menurut nya.
__ADS_1
Dan Genna pun tersentak, seketika dia seperti tersadar dari sebuah kenyataan yang menampar nya hebat. Dia ter-jengit kala telinga nya mendengar kata serentak yang mengucapkan kata sah dari semua orang.
Dia menatap semua orang yang tersenyum bahagia di sana. Nafas nya naik turun, dan bahkan suara nya begitu menahan kuat agar tak terisak. Terlebih lagi air mata nya, yang tak lagi kuasa untuk Genna menahan nya.
Genna benar-benar ingin menangis. Ini sangat jauh berbeda dari sebuah pernikahan pada umum nya. Sebuah pernikahan yang memberikan kebahagian pada semua orang, terlebih lagi pada pengantin nya, tetapi Genna, dia justru merasa sangat sedih dan tak begitu menginginkan pernikahan nya ini.
"Genna, sayang.." Panggil Cinta yang duduk di sebelah kiri Genna.
Genna tersentak, menolehkan wajah nya ke arah Cinta. "Em.."
"Itu, salim sama suami kamu" Ujar Cinta.
Genna mengalihkan pandangan nya, menatap sesosok laki-laki di samping kanan nya yang sedang tersenyum dan juga tengah menatap nya. Laki-laki itu mengulurkan tangan kanan ke arah nya.
Genna terdiam, kebingungan tak tau harus apa.
"Salim sayang" Ujar Cinta lagi memberi tahu nya.
Sementara Candra, dia tersenyum lalu menyentuh pucuk kepala seorang gadis yang saat ini telah sah menjadi istri nya. Setelah nya, dia pun mendekatkan wajah nya ke arah Genna lalu dengan perlahan dia mengecup kening Genna dengan penuh sayang.
.
.
Setelah saling memasang cincin pernikahan, kini ke dua mempelai itu sama-sama ikut mengangkat ke dua tangan nya untuk meng-aamiin kan doa-doa yang di bacakan oleh penghulu atas pernikahan mereka.
Doa pun telah selesai di bacakan, kini saat nya untuk ke dua pengantin meminta doa restu pada ke dua orang tua dan juga keluarga nya mengenai kehidupan baru yang akan mereka jalani.
__ADS_1
Genna mengikuti langkah Candra di belakang nya, untuk menyalami para orang tua mereka.
Dan kini, giliran Genna bertemu dengan Anan Daddy nya. Dia berdiri tepat di hadapan laki-laki itu, namun dengan menundukkan kepala nya.
"Sayang.." Dan Anan lah untuk yang pertama kali nya membuka suara di sana
Perlahan, Genna mulai mengangkat wajah nya. Perlahan, mata nya menatap sesosok laki-laki yang selama ini menjadi pundak dan sebagai tempat ber-lindung nya. Dia menatap nya sendu, dan dengan seketika pun air mata nya sudah penuh di pelupuk mata nya.
Genna tak kuasa, dia benar-benar akan menangis saat ini juga. Lalu dengan cepat dia menundukkan kepala nya kembali untuk menyembunyikan air mata nya itu.
"Sayang.." Sapa Anan lagi. Dia menangkup kan ke dua tangan besar nya pada pipi Genna yang terasa tak gembul lagi. Ya, Anan pun mengetahui jika putri nya itu tidak makan dengan benar satu Minggu ini.
"Selamat ya, kamu sudah menikah. Daddy mendoakan dan merestui mu untuk menjalankan kehidupan baru mu bersama suami mu. Jadi lah istri yang Sholeha dan berbakti. Maaf kan daddy sayang, Daddy melakukan ini demi kebaikan mu.." Titah Anan panjang, suara nya pun bergetar, rupa nya dia pun sedang menahan tangis nya.
Sementara Genna, dia pun tak sanggup menahan air mata nya lagi. Di dalam ketertundukan nya, Genna sudah menangis dan menumpahkan air mata nya.
"Sayang.." Gumam Anan lagi.
Genna tak kuasa, dia menubrukkan diri nya memeluk Anan dengan kuat.
"Daddy.." Lirih nya di dalam pelukan Anan.
Anan pun memeluk putri nya erat, sungguh tak terasa, putri kecil nya dulu itu telah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik. Hingga hari ini juga dia telah melepas putri nya itu untuk di miliki oleh orang lain, dan telah melepas tanggung jawab nya sebagai seorang ayah.
...___...
Duh..
__ADS_1
Ikutan syedih π₯Ί
Jan lupa ya gengs π siap kan mental kalian untuk mengintip MP nya si pengantin baluπππππ