
...___...
"Del, aku anter pulang ya" Gleen berdiri di belakang Della, membuntuti perempuan itu kemana pun dia pergi.
"Gleen !" Seru nya sedikit terkejut. Della sama sekali tak menyadari akan kehadiran pria itu di belakang nya. Entah sejak kapan dia di sana.
"Em, enggak deh, aku pulang sendiri aja" Della menolak, ia benar-benar sedikit merasa risih yang sejak tadi di ikuti oleh Gleen.
"Tapi ini udah sore Del, ga baik kamu pulang sendirian !" Ujar Gleen yang terus merayu.
"Tapi..-"
"Udah kamu pulang nya aku anter aja ya !" Tanpa persetujuan Della lagi, Gleen menarik tangan gadis itu dan membawa nya masuk ke dalam mobil mewah berwarna putih milik nya.
Dengan senyum kesenangan, Gleen sedikit berlari memutari mobil nya dan masuk ke dalam mobil duduk di belakang kemudi.
"Kita jalan.." Titah nya, entah kenapa, Gleen merasa sangat gugup dan bahkan seperti salah tingkah jika bertatapan dengan Della.
Baru saja Gleen menyalakan mesin mobil dan akan menginjak gas nya, dengan paksa Gleen kembali menghentikan mobil nya secara paksa karena ada Genna yang berdiri tepat di depan mobil nya.
"Astaga !!"
Gleen dan Della sama-sama terkejut. Jantung mereka bahkan seperti akan melompat dari dalam rongga dada.
"Apa-apa an sih Genna !" Ketus Gleen. Buru-buru dia membuka pintu mobil dan turun untuk menghampiri adik nya itu.
"Apa apaan sih Lo ! mau mati ya !" Ketus Gleen yang bersikap sangat kasar pada Genna, sangat berbeda jauh dari pada saat dia bersikap pada Della.
"Lo tu bener-bener ya ! mikirin orang lain ga baik pulang sore-sore sendirian, tapi ngebiarin gue adik Lo sendiri pulang sendirian ! kalo sampe terjadi sesuatu sama gue elo tu yang salah !" Cetus Genna pada sang kakak dengan raut wajah yang penuh kekesalan.
"Lo tu bisa sopan sedikit ga kalo ngomong sama gue !" Ujar Gleen yang juga merasa geram.
"Ga bisa ! karena lo sebagai kakak aja ga pernah bersikap baik ke gue !" Cetus nya lagi.
"Lo tu mau nya apa sih !"
"Mau gue, pulang sama Lo !"
__ADS_1
"Lo kan bisa pulang sendiri, naik taksi atau pulang sama temen-temen Lo kek !" Tolak Gleen.
"Lo tu dasar emang gak guna banget ya sebagai kakak ! lebih mentingin cewek dari pada gue !" Cetus Genna semakin kesal. "Lo itu sebagai kakak harus nya jagain gue, bukan cuma pacaran aja kerjaan lo !"
Tanpa ingin membalas perkataan sang adik, Gleen dengan terpaksa langsung menarik tangan Genna dan membawa nya masuk ke dalam mobil nya dan duduk di kursi penumpang belakang.
"Dari tadi kek, jadi kan gak perlu buang-buang suara buat ribut sama gue !" Titah Genna saat Gleen baru saja duduk di kursi belakang kemudi.
"Gleen, aku pulang sendiri aja ya" Sargah Della yang merasa tak enak hati. Pasal nya, dia tadi mendengar semua perdebatan antara kakak dan adik itu.
"Jangan Del, aku anter aja. Gak usah perduli sama nenek lampir satu itu ya" Ucap Gleen.
Della pun hanya terdiam tanpa ingin berkata apa pun lagi. Lain hal nya dari Gleen, Genna memang tak sebaik pria itu saat bersikap pada nya. Genna lebih bersikap ketus dan berbicara sesuka hati nya tanpa rasa tak enak hati. Namun dari balik sikap nya itu, Genna tetap mempunyai hati yang baik terhadap nya.
Seketika lamunan nya buyar saat dia menyadari bahwa Gleen mendekat ke arah nya. Lebih dekat lagi sampai Della bisa melihat wajah Gleen sangat dekat yang berada di depan wajah nya.
Untuk seketika, tubuh Della tiba-tiba saja menegang kaku, dia menelan Saliva nya susah payah. Suara nya pun bahkan tercekat di tengah-tengah tenggorokan nya.
Mata nya membulat sempurna, menatap wajah mulus yang terlihat begitu tampan jika semakin dekat di lihat. Dan bahkan aroma tubuh laki-laki itu begitu jelas menyeruak dalam penciuman nya.
Gemetar, menegang kaku, dan bahkan mungkin nafas nya bisa berhenti saat ini juga.
"Liat situasi dong, ada anak kecil di belakang nih !" Cetus Genna.
Sementara Gleen, buru-buru dia kembali duduk menegakkan tubuh nya.
"Di pakai dulu seat belt nya Del.." Titah Gleen salah tingkah sesaat setelah dia memakai kan seat belt di tubuh Della.
Begitu pun juga dengan Della, wajah nya memerah menahan malu, dia membuang wajah dan menatap keluar jendela demi menghindari tatapan Gleen dan juga Genna.
...___...
Sesampai nya di rumah Della.
"Kalian, mampir dulu yuk !" Ajak Della pada Gleen dan Genna.
Gleen mengangguk setuju.
__ADS_1
"Enggak deh, langsung pulang aja aku capek !" Sargah Genna menolak.
"Ya justru capek itu, kita mampir istirahat. lagian lo ga mau ya ketemu om sama Tante dulu !" Sahut Gleen.
Genna mencibik kesal, dengan terpaksa, dia pun ikut turun.
Della masuk ke dalam rumah di ikuti Gleen dan Genna di belakang nya.
"Papa..!!" Seru Della saat pandangan nya menangkap sosok sang papa yang sedang duduk di kursi ruang tengah bersama Risky dan Tina.
"Hai, sayang.."
Della pun berlari, menghamburkan diri nya memeluk sang papa yang begitu dia rindukan.
"Pa, Della kangen" Gumam nya di depan dada bidang sang papa.
"Papa juga kangen banget sama kamu sayang.." Balas Candra seraya mengusap lembut rambut Della yang terurai.
"Gleen, Genna, sini sayang" Tina memanggil ke dua saudara kembar itu untuk ikut bergabung bersama mereka.
"Halo om, Tante.." Sapa Gleen menyalami Risky dan Tina bergantian. Begitu pun juga dengan Genna. Setelah selesai, mereka pun ikut duduk dan bergabung bersama mereka.
"Kalian pulang bareng, atau..-"
"Iya om, kita bertiga bareng" Sahut Gleen menjawab ucapan Risky.
"Udah, kamu ganti baju dulu gih" ujar Candra setelah pelukan kerinduan nya bersama Della meregang.
Della pun mengangguk, lalu setelah menyalami kakek dan nenek nya, dia pun langsung berjalan menaiki tangga menuju kamar nya untuk segera mengganti pakaian.
"Hai Gleen, Genna, kalian apa kabar ?"
"Baik om !" Sargah Genna cepat. Membuat Risky, Tina dan juga Gleen menatap ke arah nya.
Genna pun merasa kikuk saat semua orang menatap nya. "Eh, em.. ki-kita baik-baik aja kok om !" Titah nya terbata-bata seraya menggaruk pucuk kepala nya yang tak gatal.
Sementara Candra, dia hanya tersenyum melihat sikap Genna yang dia rasa begitu menarik bagi nya.
__ADS_1
...___...