Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 55, Rumah Baru


__ADS_3

Semua yang aku lakukan bukan karna aku tidak peduli atau ingin menyakitimu, tapi aku juga tidak tau apa yang harus aku lakukan saat melihat dia kembali padaku dan memohon dengan wajahnya yang kasihan, jujur, aku belum melupakan dirinya seutuhnya, masih ada perasaan yang tertinggal setelah sekian lama berpisah dengannya, maaf, mungkin aku egois tapi aku tidak bisa menyembunyikan lebih jauh darimu


~Aland Chevalier


Setelah acara pernikahan usai, semua keluarga,dan tamu undangan pulang, tersisa keluarga Chevalier dan Chloe serta asisten Vin yang masih berada disana, Aland berniat membawa istri kecilnya kerumah yang sudah ia siapkan dari jauh-jauh hari, Aland berencana akan tinggal dirumah itu dengan istri kecilnya dan meninggalkan apartemen miliknya, toh juga ia sudah punya keluarga baru, tidak mugnkin akan terus tinggal di apartemen.


"kalian mau tidur disini atau pulang ke rumah ?" tanya bibi Agahta kepada ponakannya dan melirik pengantin baru itu secara bergantian, mendengar pertanyaan bibinya Asya bingung, bukankah selama ini mereka tinggal di apartemen, mengapa bibi Agatha menyebut rumah?


"kami mau kerumah aja bi, Aland ada sesuatu buat istri Al" kata pria itu sambil melirik istrinya yang juga melihat kearahnya dengan tatapan bingung dan dahi berkerut, seolah minta penjelasan darinya, sebenarnya mereka semua yang ada disana sudah atu lokasi bahkan bentuk rumah baru Aland dan Asya, namun mereka tidak memberitahu Asya karna permintaan Aland memberikan kejutan untuk istrinya


"baiklah kalau begitu, kalian hati-hati dijalan, sampai dirumah kalian kabari bibi" kata wanita paruh baya itu dan mengajak yang lainnya untuk pulang, dan seperti biasa Chloe sahabat Asya akan diantarkan oleh asisten Vin namun, kali ini Darrec meminta ijin untuk mengantarkan Chloe kerumahnya


"Vin, gak papakan kalau aku yang mengantarkannya?" tanya Darrec yang melihat perubahan raut wajah Vin saat dirinya mengatakan ingin mengantarkan Chloe


"santai aja bro, lagian aku muak mengantarkan wanita ganjen itu selalu, bikin urusan saja" kata Vin dengan tenang, namun raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan sesuatu yang ada dalam hatinya, tapi itu hanya tebakan Darrec


"om saja yang terlalu kepedean, ingat ya om, om itu bukan tipe saya, udah tua sok belagu" kata Chloe marah dan kesal karna Vin berani mengatainya ganjen dan mengatakan muak mengantarnya, padahal selama ini, pria itu yang memaksa dirinya untuk diantarkan


"diamlah, kau lihat Dar, itu yang kau sebut wanita elegan? hah,, yang benar saja" kata Vin dan masuk kedalam mobilnya, memacunya untuk segera pergi dari tempat itu, sedangkan gadis yang ia katai itu mendegus kesal dan memasang raut wajah jutek

__ADS_1


"hahahh,, sudahlah nona Winter, jangan memasang muka seperti itu, kecantikanmu bisa saja luntur" kata Darrec mencoba menacirkan suasana mobilnya,


Disisi lain, sepasang suami istri sedang menuju rumah baru mereka, Aland sengaja menutup mata istrinya agar memberikan kejutan yang ia persiapkan dnegan sangat menguras waktu dan tenaga, perjalanan mereka menempuh selama kurang lebih satu jam dari hotel tempat resepsi pernikahan


sampai akhirnya mereka kesebuah gedung berwarna putih bersih dengan nuansa eropa dan sangat luas, beberapa pengawal sudah berjaga disana, membuka pagar untuk dimasuki oleh mobil tuannya


Aland menghentikan mobilnya didepan rumah dan mengajak Asya untuk masuk kedalam, dengan mata tertutup Aland membantu istrinya untuk berjalan, sedangkan gadis itu hanya mengikuti perintah yang dikatakan oleh Aland, tanpa tau apa maksud dan tujuan suaminya


"satu..dua..tiga tara..." ucap Aland dan membuka penutup mata istrinya, sontak saja Asya langsung membelakkan matanya terkejut dan haru, melihat beberapa foto yang terpampang jelas didepan matanya, bukan foto Aland dengan dirinya, atau foto pernikahan mereka, namun foto orangtuanya beserta foto dirinya wakgtu kecil, entah dari mana Aland mendapatkan foto-foto itu, yang pasti Asya sangat terharu dan menangis melihat kejutan yang diberikan suaminya


"om.. dapat dari mana foto-foto ini?" tanya Asya saat sadar ada suaminya disampingnya sambil memeluknya dari belakang


"ta..tapi ini semua mungkin tidak ada lagi digaleri ponselku atau dimedia sosialku om" kata Asya karna masih heran Aland bisa mendapat foto masalalunya bersama orangtuanya


"itu hal yang mudah babe, asalkan untukmu apapun akan aku lakukan" kata Aland dan membalas pelukan istri kecilnya, namun sesaat kemudian, Asya teringat tentang nama wanita beberapa hari lalu, yang diucapkan oleh Aland dan asisten Vin saat mereka selesai makan di restoran


"om, aku ingin bertanya satu hal" kata Asya mendonggakkan kepalanya agar bisa melihat Aland yang tingginya bak tower🤣🤣, dengan cepat Aland menganggkat istri kecilnya dan membawanya masuk kedalam kamar mereka


"apa itu babe, apa yang ingin kamu tau?" tanya pria itu dan mendudukkan dirinya dan tidak melepaskan pelukannya dari istri kecilnya

__ADS_1


"siapa Freya om?"satu nama itu keluar dari mulut mungil istrinya membuat Aland langsung menegang dan diam beberapa saat, mencerna apa yang harus ia katakan untuk menjawab pertanyaan istrinya, ia sudah berjanji tidak akan mengecewakan istrinya, juga ia berjanji untuk saling terbuka dengan istrinya saat mengucapkan janji suci, namun untuk saat ini Aland sungguh tidak bisa menjawab pertanyaan itu


"om, kok bengong sih, siapa Freya om?, apa dia istri om? atau kekasih om?" tanya Asya dengan kepo dan melihat dengan dalam manik mata Aland, mungkin kalau Asya mendnegar langsung dari mulut suaminya, ia akan bisa berfikir kedepannya


"bukan dua-duanya, tapi dia seseorang yang penting dalam hidup ku kata Aland dan mencium bibir istrinya yang dari tadi gemas, namun bukannya sampai disitu, Asya malah bertanya lagi


"iya aku tau om, tapi siapa dia om?" tanya gadis kecil itu sambil menuntut kepada Aland, "ayo jawab om" katanya lagi membuat Aland tidak bisa berfikir lebih jauh lagi


"dia mantan kekasih saya dulu waktu kuliah, tapi kami sudah berakhir dari lama, jangan bahas dia lagi babe" kata Aland yang tidak ingin membahas lebih jauh tentang hubungannya dengan wanita itu


"apa om masih mencintainya?" tanya Asya, bukannya mendnegarkan ucapan Aland namun malah bertanya lebih dalam lagi


"aku tidak tau babe, jangan bahas dia lagi hemm" kata Aland dan kembali ******* bibri ostrinya agar tidak mengatakan apa-apa lagi, namun yang namanya wanita sangat tidak mau mengalah dan selalu ingin menang


"om, bagaimana jika seandainya ia kembali, apa om akan memilih dia atau aku?' tanya Asya, tidak salah bukan ia bertanya sebelum hal itu terjadi, agar suatu saat ia bisa mempersiapkan dirinya, mendengar perbincangan Aland dan asisten Vin sepertinya wanita itu akan kembali


"aku tidak tau babe, tolong hentikan jangan bahas itu lagi" kata Aland dan menurunkan Asya dari pangkuannya dan ia berlalu kekamar mandi, memikirkan perkataan istri kecilnya membuat mood Aland menjadi rusak, tapi berbeda dnegan Asya ia seolah tau apa jawaban Aland bersikap seperti itu, namun yang namanya cinta kita tidak ada yang tau, Asya susah untuk melepaskan Aland namun kalau sudah takdir nantinya apa boleh buat bukan??


next

__ADS_1


jangan lupa like,komen,dan favorite kalian ya readers😍😍


__ADS_2