Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 110, Liburan


__ADS_3

Setelah semua yang terjadi, ada baiknya saya menikmati dunia luar.seingatku sudah lama dia tidak pernah keluar karna aku sibuk dan waktunya kami akan menikmati waktu bersama dan tidak mungkin ada yang bisa menganggur, sekaligus akan membuat pria tua itu mendapatkan kekasihnya hahaha


~Aland Chevalier


Hari demi hari terlah berlalu, kandungan Asya kini memasuki bulan keempat,berarti sisa lima bulan lagi Asya akan melahirkan,namun perkiraan dokter kandungan yang memeriksa Asya,bumil itu tidak akan sampai seperti ibu wanita normal paling sering, karna kondisi perut Asya yang sangat besar


Asya dan Al tidak ingin memeriksa jenis kelamin debay mereka,karna bagi pasutri itu, jenis kelamin yang akan disuplai untuk mereka,dokter juga mendapat kejanggalan dikandungan Asya, namun menurutnya itu tidak berbahaya,hanya saja dokter tidak tahu mengapa perut Asya sebesar itu


"untuk itu, kami tidak menemukan hal yang berbahaya atau melihat sesuatu tuan, saja kami menduga menduga kalau nyonya Asya mengandung bayi kembar,namun belum bisa dipastikan karena satu lagi tidak terlihat jelas" ucap Dokter yang memeriksa Asya terakhir kali


"kalau begitu apa yang kami lakukan dok?, jika saya tidak hamil anak kembar kemungkinan apa yang membuat perut saya sebesar ini?"tanya Asya dengan raut wajah sedih, membayangkan apa yang dibuat seperti itu


"tidak ada kemungkinan itu berbahaya nyonya, kami menduga nyonya mengaanduk bayi kembar.tapi mungkin kembarannya malu untuk menilai diri sendiri" ucap dokter tersenyum agar bumil itu tidak macam macam berfikir


"tuan dan nyonya bisa datang kesini sekiranya usia kandungan nyonya sudah memasuki bulan kelima,mungkin kita bisa melhatnya secara langsung nanti" ucap dkter itu,dan Al menjawab ia dengan cepat, namun berbeda dnegan Asya yang masih menganggapnya


"kalau begitu kami permisi dulu dokter"ucap Al dan mereka kembali kerumah.


Hari ini, mereka semua berkumpul diruangan Al, Chloe bahkan ikut di sana mengikuti jadwal kuliahnya yang tidak terlalu padat.,sengaja Al memanggilnya untuk menemani istri agar tidak bosan


"jadi bagaimana persiapanmu Vin, apa semuanya siap?,kita bisa berangkat hari ini?"tanya Al melirik ke arah Vin yang duduk di samping Chloe dan Asya

__ADS_1


"sepertinya sudah Al, Dar juga sudah mengaabari kalau mereka menunggu disana" ucap Vin mengangguk dnegan pertanyaan Al, mereka berdua saling melirik


sementara Asya dan Chloe yang tidak tau apa apa hanya diam mendengarkan saja, mereka tidak tahu apa yang harus diputar, keduanya hanya melihat Al dan Vin dalam bingung dan tidak mengerti kondisi


"baiklah Vin, sayang kita sekarang berangkat yah, dan Chloe kamu juga ikut bersama dnegan kami, ada Vin dan Darrec sepertinya akan ramai lagi ada Michael yang ikut,tapi kalian tentu tidak bisa menganggu kami" ucap Al dengan mengungkapkan ke arah Vin, karna ia tau bagaimana usilnya abang iparnya itu


"jangan tatap aku seperti itu Al, aku bisa mencongkel mata tanpa menyentuh" ucap Vin yng sadar dengan lirikan Al kepadanya


"aku tau pikiranku Vin, tapi kau jangan coba coba, atau kau sendiri yang tau akibatnya" ucapAl membawa dia dan sekaligus diikuti oleh Chlo di belakang bersama Vin


mereka semua menuju parkiran kantr, Vin yang mengemudi dan sudah selesai, kecuali Asya membuat ulah barulah Al yang akan mengemudi untuk mereka, sejak itu hanya diam saja, tidak tahu apa yang harus ia lakukan


"mas, kita akan pergi kemana,ini bukan jalan pulang kerumah" ucap Asya mulai membuka suaranya dan mengungkapkan Al dengan penuh tanda tanya, jika Chloe yang bertanya tidak akan berani, karna Al hanya jinak kepada istrinya dan menjawab smeua pertanyaan istri tanpa terlewatkan


"iya tapi kemana mas?, kasih tau dulu baru aku mau ikut" ucap bumil itu,kan suda mulai lagi bawel dan kemungkinan Asya akan membuat Al pusing dengan segala pertanyaan yang tidak masuk akal dan menyusahkkan


"kita akan kesuatau tempat yang indah sayang, bermalam disana dan menikmati pemdangan.kamu tidur saja kalau cape" kata Al menyuruh istrinya tidur agar tidak menyusahkannya dnegan pertanyaan yang membat Al mikir keras menjawabnya


yang namanya supprice tentunya tidak akan diketahui oleh yang akan kita berikan, Al sudah menyiapkan rencana ini setelah mereka pulang dari rumah sakit saat memeriksa kandungan Asya, Al berfikir mereka pernah tidak menikmati waktu berdua yang romantis


selama ini, keduanya hanya menemukan dnegan berbagai permasalahan yang mmebuat fifik dan mental istri terganggu, dan inilah saatnya mengembalikan keceriaan istri dan membawanya liburan

__ADS_1


"aku tidak gantuk mas, katakan kemana kita pergi" ucap Asya asih dengan pertanyaan awal yang memnag belum terjawab oleh suaminya


"kita akan liburan sayang, kita akan menikmati waktu yang lama dan melihat pemandangan indah yang sangat indah" ucap Al akhirnya memberitahu petunjuk kemana mereka akan pergi


"kemana mas?"tanya Asya lagi tak puas dengan jawaban istrinya, membuat Al menghela nafas pelan karna harus menghadapi istrinya yang sudahlahh


"ketempat jauh, sudah yah kamu saja karna perjalanan kita masih jauh" ucap Al membawa istrinya kepelukannya agar, ia tahu kalau istrinya akan lebih mudah tidur jika ia memeluknya


sementara dua orang yang berada didepan hanya diam membisu, tidak ada percakapan antara mereka bedua.jangankan percakapan mereka saja hampir tidak tterdengar satu sama lain, sepi dan kaku


"kalian berdua kenapa?, apa sama sama sakit gigi?"tanya Al mencoba mencairkan suasana, bumilnya sudah mulai memejamkan mata, mungkin karna cape atau memang ngantuk berat


"tidak om, tapi aku rasa tidak ada yang perlu mengunggah?"Chle dnegan tersenyum, Vin segera menoleh ke arah Chlo ucap dengan pertanyaan yang sulit diartikan


"Vin, jangan bocorkan Chloe seperti itu, nanti bisa matamu jatuh" ucap Al bercanda dan melihat perbedaan raut wajah keduanya, sudah dipastikan ada hubungan yang tidak biasa antara mereka berdua


"hemm, jangan hiraukan dia" ucap Vin mengambil alih pembiacaran agar Al tidak ngawur dan malah blablas membicarakan hal yang tidak perlu, Vin langsung tau apa yang dipikirkan adik iparnya yang lucnut itu


"hahhah kenapa Vin, apa kamu malu mengakuinya didepan Chloe sendiri?" tanya Al, bukannya diam malah sekai memancing Vin agar lebih terbuka dan banyak cerita


"diam Al, jangan bicara yang tidak perlu. simpan saja suaramu untuk besok memancinga dikku" kata Vin menatap Al dari kaca depan dengan tatapan yang menohok dan tajam , menyuruh Al agar diam dan tidak membahas mereka lagi

__ADS_1


Berikutnya


jangan lupa like,komen,dan favoit kalian readers😍😍kami


__ADS_2