
Hari ini, Dar harus ke perusahaan untuk melakukan tugasnya, bagaimanapun juga ia sudah menjadi pemimpin diperusahaan Chevalier, dan tidak boleh lagi berleha leha, kalau dulu mungkin masih bisa namun sekarang dan seterusnya Dar tidak bisa melakukan hal itu
"hari yang baik untuk jiwa yang sepi hahahaah", ucap Dar dengan menertawakan dirinya sendiri, ia mulai memasak untuk dirinya sendiri dan sarapan sendiri
"ternyata begini rasanya, aku tidak menyukai hal ini, mama dan papa keterlaluan",ucap Dar namun tangannya tetap menyendok makanan dan mempercepat sarapannya, banyak hal yang harus ia urus diperusahaan
tidak menunggu lama, Dar langsung menyelesaikan sarapannya dan menuji perusahaan, hari ini ada pertemuan yang harus ia hadiri dengan klien yang penting
hanya memakan waktu tiga puluh menit, Dar sudah sampai ke kantor dan langsung disambut oleh sekretarisnya
"hari ini apa saja jadwal saya?",tanya Dar kepada wanita yang umurnya mungkin tidak jauh dari umurnya
"pertemuan dengan klien yang ada diperusahaan X dan makan siang bersama pemilik perusahaan XX dan jam 7 malam nanti ada undangan pernikahan anak dari klien XXX",ucap sekretaris Dar membacakan semua jadwal yang harus ia hadiri hari ini
"hemmm,, baiklah kalau begitu. kau boleh pergi, ingatkan saya jika sudah waktunya",ucap Dar dan langsung beralih ke berkas berkas yang ada diatas mejanya
"kerja dan kerja, mungkin hanya ini yang bisa kulakukan",ucap Dar tersenyum sedikit menertawakan takdir yang tidak berpihak kepada dia
berbeda lagi dengan Diana, sekarang mereka sudah pindah ke kota yang sangat ramah dan gudannya pendidikan, yahh Diana memilih pindah ke Jogja kota yang terkenal dengan biaya hidup murah dan pendidikan yang tinggi
pagi ini, Diana harus mencari pekerjaan untuk membantu adiknya kuliah, namun sebelum berangkat, Diana lebih dulu menyiapkan sarapan untuk ibu dan adiknya, ia harus melakukan kegiatan paginya seperti biasa
"Din, kamu jangan terlalu capek nak, jangan memikirkan permintaan adikmu, nanti juga dia terbiasa tidak terlalu menginginkan kuliah lagi, cari pekerjaan untuk kalian berdua saja nak", ucap ibu diana sambil melihat putrinya yang sedang memasak sarapan
"tidak bu, aku harus memenuhi permintaan Ratih, bagaimana pun itu cita citanya sejak kecil",ucap Diana sambil tersenyum, meskioun banyak tekanan yang ia alami, namun ia masih memikirkan kebahagiaan adik dan ibunya
__ADS_1
"toh juga masih ada uang yang kemarin bu, Diana itung masih cukup untuk daftar kuliah Ratih dan buat kebutuhan kita kedepan, sebelum Diana mendapat pekerjaan", sambung Diana dan membuat ibunya hanya diam tidak menjawab
setelah melakukan kegiatan pagi harinya, Diana langsung mandi dan berberes agar cepat keluar dan mencari lowongan pekerjaan yang ada
kota yang baru dan kehidupan yang baru juga, Diana merasa asing namun harus cepat beradaptasi dengan lingkungannya, tidak harus menunggu lama ia mengenali lingkungan rumahnya, ia harus secepat mungkin bisa hapal dengan semua rute kota ini
"bu, Ratih, kakak pergi dulu keluar, jaga ibu dek, nanti kalian makan siang yang sudah kakak siapkan ya",ucap Diana setelah selesai dan pamitan kepada ibu dan adiknya
"hati hati nak, jangan terlalu memaksakan diri",ucap ibu Diana dan mencium pipi putrinya ada rasa yang membuat ibu Diana tidak tega dengan putrinya
"iya bu, kalian jaga diri ya,kakak pergi dulu",ucap Diana dan langsung melangkah keluar,ia sebenarnya masih ragu apakah dia akan diterima atau tidak? apakah ada lokee atau tidak?
Diana sendiri tidak tau namun karena percaya ia harus melakukan dan melangkah lebih jauh, tidak mungkin ia hanya berdiam diri dan menunggu takdir yang terlalu kejam untuknya
"ambilkan berkas yang kemarin aku suruh kau kerjakan dan bawa kesini secepatnya", ucap Dar kepada sekretarisnya, kini ia sedang makan siang
"baik tuan, tunggu sebentar", jawab sekretaris itu dan langsung keluar dari ruangan Dar, sedangkan pria itu terlihat sedikit tidak tenang dan gelisah
entah apa yang dipikiran oleh Dar, yang pasti ia terlihat murung dan gelisah
"bagaimana kabar gadis itu ya?, apakah dia mencari ku atau mungkin tidak peduli dengan malam itu?,ahhh aku masih ingin menikmati tubuh indahnya", ucap Dar sambil memejamkan matanya, ia terlihat membayangkan Diana yang pernah ia sentuh
"bagaimana jika gadis itu mencariku, aku memberikan kartu namaku padanya",ucap Dar lagi dan tersenyum membayangkan
entah apa yang ia bayangkan, Dar terlihat senang dan tersenyum sendiri, mungkin ia membayangkan Diana yang menjadi wanitanya atau mungkin membayangkan malam panas mereka
__ADS_1
"ahhh dasar bodoh!! kenapa aku malah tegang saat membayangkan tubuh mulusnya yang membuatku panas begini",ucap Dar dan menggelengkan kepalanya, ia mengusir bayangan Diana dalam pikirannya
"jangan bilang aku menginginkan gadis itu, hah!! tidak mungkin semurah itu selera seorang Darren Chevalier hahahah",ucap Dar tertawa lebar, entah apa yang ia tertawakan yang pasti membuat orang bingung
"tapi mengapa bayangan gadis itu lagi lagi muncul dalam kepalaku",ucap Dar dan langsung mengalihkan pandangannya, Dar langsung keluar ruangannya dan meninggalkan makan siangnya begitu saja
berbeda lagi dikediaman Al, semua orang sibuk dengan lamaran dan persiapan pernikahan Vin dan Chloe, dua hari lagi Chloe akan wisuda dan Vin berencana akan melamar gadis yang sudah bersamanya selama empat tahun belakangan ini, banyak yang sudah mereka lewatkan, dan sekarang Vin akan memutuskan mereka menikah dan hidup bersama
Chloe memang gadis yang terkesan bar bar dan tidak bisa lembut, namun sikap itulah yang membuat Vin menerima Chloe sebagai tambatan hatinya yang pertama dan terakhir, bukan tanpa alasan Chloe memang gadis yang pantas untuk ia cintai
"Al, apa besok aku akan tetap bekerja juga?",tanya Vin ditengah kumpulan mereka diruang tamu sambil bermain dengan sikembar, Angkasa dan Kena tampak bermain dan saling kejar kejaran satu sama lain, membuat rumah sangat ramai
"harus dong,apa kamu mau libur karna lusa akan lamaran? tidak bisa begitu Vin pekerjaan tetaplah pekerjaan",ucap Al namun perkataan itu membuat dirinya kena tatap tajam semua yang ada disana
"lalu menurutmu, apakah kau juga tidak berkaca Al? kau ketika menikah satu minggu Vin mengurua pekerjaanmu, dan kau tinggal tenang saja sampai pernikahanmu dengan menantu kami",ucap Agatha yang tidak terima, ia akan memperlakukan semua seperti putranya sendiri
"itu sudah menjadi pekerjaannya bibi",ucap Al tidak mau disalahkan,namun yang salah tetaplah salah dimata Agatha itu tidak bisa diubah
"hah baiklah, kau sampai lusa tidak usah bekerja kekantor tapi tetap bantu aku meyelesaikan semuanya malam ini,agar lusa aku bisa ikut diacara lamaranmu",ucap Al dan langsung disambut senyuman Vin denhan senang
"Terimakasih adik ipar",ucap Vin tertawa lepas, membuat semuanya tertawa dan mengejek Al
#next
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian readers😍😍
__ADS_1