
...___...
Candra semakin merasa putus asa saat dia tahu jika Genna istri nya itu juga tidak ada di rumah pak Adam. Entah kemana lagi dia harus mencari Genna. Di semua rumah keluarga nya gadis itu bahkan sama sekali tidak ada. Dia benar-benar sangat menyesali sikap dan ucapan nya pada Genna tadi.
"Gen, kamu dimana sih Gen.." Candra terus melajukan mobil nya, menajamkan pandangan nya berkeliling di setiap sisi jalanan. Ini sudah pukul setengah 11 malam, tapi sampai saat ini dia belum juga menemukan sang istri.
Dan begitu terlihat awan mendung yang kian menutupi bintang-bintang di langit, menenggelamkan ke indahan langit di malam itu. Seperti nya, akan turun hujan malam ini.
Candra putus asa, dia begitu sangat membenci diri nya sendiri yang masih memiliki emosi sehingga sampai lepas kendali dan berucap kata-kata yang menyakiti hati Genna istri nya.
"Kamu di mana Gen.." Gumam nya dengan suara yang mulai gemetar, laki-laki itu menahan tangis menyesali sikap nya yang bahkan tidak bisa menjaga hati sang istri dan telah melukai nya.
Dia menepikan mobil nya di pinggiran jalan yang masih agak ramai oleh orang-orang yang berlalu lalang. Melihat ke sana kemari berharap dia menemukan sang istri. Perasaan nya gelisah, begitu tidak tenang memikirkan wanita nya itu.
...___...
Di sisi lain
Rintikan air hujan mulai turun. Sementara Genna, gadis itu menangis, menumpahkan seluruh kesedihan serta air mata nya. Hati nya terasa sangat sakit, perih karena hujaman kata-kata menyakitkan dari sang suami.
Bukan dia tak ingin berpikir agar lebih dewasa, tapi keadaan ini benar-benar menghancurkan perasaan nya. Hati nya begitu begitu terpukul mengingat semua ucapan Candra tadi.
Ya, Genna sudah mulai mengakui soal perasaan nya pada Candra suami nya, dia nyaman, begitu hangat saat berada dalam pelukan laki-laki itu. Dia merasa cemburu jika Candra terlalu dekat dengan Della, belakangan ini hati nya begitu berbunga-bunga saat dekat-dekat dengan Candra. Begitu merindukan nya saat laki-laki itu jauh dari sisi nya, mungkin kah ini sebuah perasaan cinta..? Entah lah..
.
.
.
.
'gak pantes kamu bilang seperti ini Gen !'
'kamu siapa, berani berani nya bilang kalau Della bukan anak kandung ku !'
'della anak aku, jadi gak usah ikut campur apa pun tentang dia !'
__ADS_1
Genna menarik nafas nya panjang yang terasa begitu sesak di dada. Mengingat semua kata-kata sang suami sungguh bagai pisau tajam yang menyayat hati. Benar-benar melukai hati nya. Genna berpikir dan merasa, bahwa dia memang bukan siapa-siapa dan tidak berhak untuk ikut campur semua tentang mereka. Dia mengakui, karena emosi dan kesal dia bahkan telah berbicara secara berlebihan pada Della, tapi haruskan Candra mengatakan semua kata-kata yang menyakitkan seperti itu pada nya..
.
.
.
Di tengah-tengah air hujan yang semakin deras, Genna semakin mengencang kan suara tangis nya. Duduk di tepian pagar jembatan dan membiarkan diri nya tersiram air hujan yang membasahi tubuh nya. Membiarkan tumpahan air mata nya ikut mengalir bersama air hujan di tubuh nya. Dan dia pun berharap, rasa sakit dalam hati nya bisa ikut mengalir dengan deras nya air hujan pada malam hari ini.
Dia meluapkan semua perasaan nya, rasa sakit, rasa perih, hancur nya perasaan yang baru saja mulai tumbuh bersemi. Genna benci, benci pada diri nya sendiri yang bahkan tidak bisa mengatur perasaan dan diri nya. Mungkin kah dia terlalu cemburu, atau memang mereka lah yang bersikap terlalu berlebihan sehingga tidak memandang diri nya. Ya, dia hanya terlalu takut untuk mengatakan jika dia mulai mencintai suami nya itu.
.
.
.
.
Seseorang yang melintasi jalanan sepi itu melihat seorang perempuan duduk di tepian pagar jembatan seorang diri di tengah-tengah deras nya hujan.
Laki-laki itu dengan cepat menepikan mobil yang di kendarai nya. Mengambil simpanan payung di dalam mobil nya kemudian turun dan menghampiri Genna.
"Gen.. kamu ngapain disini malem-malem ujan-ujanan !!" Laki-laki itu meninggikan suara nya karena terlalu berisik oleh air hujan.
Genna tersentak, menoleh ke arah sumber suara yang ternyata itu adalah suara Aldo, mantan kekasih nya.
"Gen turun Gen.." Pinta Aldo pada Genna. Entah apa yang sudah terjadi pada gadis itu.
"Kamu kenapa ? kamu bisa masuk angin ujan-ujanan gini Gen !" Seru Aldo lagi. Dia berusaha menarik tangan Genna untuk membawa nya turun dari tepian pagar jembatan itu. Aldo pikir, Genna akan berbuat yang tidak-tidak.
Namun Genna menolak, dia menarik paksa tangan nya dari cekalan tangan Aldo.
"Astaga Gen, orang bunuh diri itu dosa !" Seru Aldo yang mulai takut jika Genna akan benar-benar melompat.
"Gen, turun...!!" Pinta Aldo lagi. "Apa pun masalah nya bisa di bicarakan baik-baik Gen, tapi tidak dengan melukai diri kamu sendiri !" Ujar Aldo berteriak.
__ADS_1
"Turun ya Gen, nanti kamu bisa sakit ujan-ujanan seperti ini" Perlahan, Aldo mulai menarik kembali tangan Genna dengan pelan. Dan akhir nya, gadis yang Aldo kira akan bunuh diri itu mau untuk turun atas permintaan nya.
"Kamu kenapa ? kenapa di sini malem-malem, sendirian lagi ?" Tanya Aldo pada Genna, gadis itu sudah mulai terlihat pucat.
Dengan pelan, Genna menggelengkan kepala nya. Berusaha memberi tahu Aldo jika dia tidak apa-apa.
"Aku antar pulang ya.." Ucap Aldo.
"Enggak usah Al, aku bawa mobil kok" Jawab Genna menolak nya.
"Tapi aku takut kamu kenapa-kenapa Gen" Aldo merasa sangat khawatir kepada nya.
"Aku gak apa-apa" Ujar Genna lirih. Tubuh nya mulai terasa lemas, kepala nya terasa berat, tubuh nya mulai menggigil karena kedinginan. Tak ada suatu apa pun yang bisa melindungi tubuh nya yang hanya menggunakan dress tanpa lengan.
Dan akhir nya, tubuh Genna terhuyung karena mulai tak bisa menahan keseimbangan. Pandangan nya mulai menggelap. Beruntung, dengan cepat Aldo menangkap tubuh Genna yang akan terjatuh.
"Gen, kamu gak baik Gen" Ujar Aldo. Dia berusaha melepas jaket kulit nya dan memakaikan nya ke tubuh Genna.
Genna berusaha melepaskan diri nya dari dekapan Aldo. Namun dia menerima jaket laki-laki itu. Belum sempat dia mengucapkan terimakasih pada nya, tapi tiba-tiba saja Aldo terpental menjauh dari nya karena pukulan seseorang.
.
.
.
.
"Menjauh dari istri saya !!"
...___...
Eits....
Like, komen apa pun yang kalian pikirkan tentang part ini ya 😁😁 hehe 😅
yuk yuk tebak apa yang akan terjadi setelah pertengkaran mereka ini ?
__ADS_1