Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 32~S2


__ADS_3

...___...


Della merenung, terdiam menatap lurus ke depan dengan tatapan yang kosong. Dimana semua orang tengah berbahagia atas pernikahan Candra papa nya, namun ini adalah awal dari sebuah rasa takut bagi nya.


Bukan Della tak senang atau pun bahagia akan pernikahan sang papa, namun Della hanya takut, di saat Candra papa nya telah memiliki keluarga baru, Della takut jika suatu hari nanti Candra tak lagi memperdulikan nya. Terlebih, dia pun telah mengetahui jika dia bukan lah anak kandung nya.


"Del.." Gleen berjalan mendekat, menatap wajah gadis itu dari samping. Gleen merasa, seperti nya Della tengah dalam ke adaan yang tidak baik-baik saja.


"Kamu kenapa ?" Dan pertanyaan Gleen, seolah hanya dia lah yang mengerti Della saat ini.


"Aku ?" Ucap Della menunjuk diri nya. Dia menoleh ke arah Gleen dengan mencoba menunjukkan senyum terbaik nya.


"Iya.."


"Aku kenapa ?" Della menahan ucapan nya sejenak. "Aku gak apa-apa Gleen !" Ujar gadis itu


Dengan cepat, Gleen menggeleng kan kepala nya. "Enggak, aku tau kamu lagi gak baik Del" Sargah Gleen.


Mendengar ucapan Gleen, membuat Della menunduk, ia berusaha menyembunyikan genangan air mata nya yang siap akan tumpah saat itu juga.


"Del, kamu jangan ragu. Aku akan selalu ada di sini buat kamu Del" Ucap Gleen.


"Gleen, aku gak apa-apa !" Lirih gadis itu, namun dengan suara nya yang mulai gemetar


Gleen faham, seperti nya gadis itu sedang tidak ingin bercerita. Gleen pun berjalan lebih mendekat, lalu menarik tubuh Della untuk memeluk nya. Dia memeluk Della untuk mencoba menenangkan sebuah beban yang sedang di rasakan oleh gadis itu.


...___...


Genna melangkah mengendap-endap. Membuka pelan-pelan daun pintu kamar nya. Dia membuka nya sedikit untuk mengintip apakah Candra masih ada di dalam kamar nya atau tidak.


Dan akhir nya dia pun bernafas lega saat dia tak menemukan Candra ada di dalam kamar nya. Dengan bungah hati, Genna pun masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintu nya.


Namun Genna merasa sangat terkejut ketika dia memutar tubuh nya dan mendapati Candra yang sedang berdiri menatap ke arah nya dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuh bagian bawah nya saja.


Sontak, Genna menjerit histeris kala melihat pemandangan yang sungguh membuat mata nya ternoda.


Candra berlari, mendekat ke arah Genna yang berteriak lalu membungkam Genna dengan tangan nya.


"Ssstttt, jangan teriak begitu Gen !" Ujar Candra. Dia takut jika ada yang mendengar dan mengira bahwa dia melakukan sesuatu pada Genna.

__ADS_1


Genna meronta, meminta Candra untuk segera melepaskan bungkaman tangan di mulut nya.


"Om ! kenapa masih ada di sini sih !" Sungut Genna setelah Candra melepaskan tangan nya.


"Ya saya mau tidur di sini lah, saya kan suami kamu !" Balas Candra yang tak kalah ber-sungut dari Genna.


Dan lagi-lagi, Genna telah melupakan jika laki-laki itu saat ini telah menjadi suami nya.


Oh astaga..


Mungkin akan seterus nya laki-laki itu untuk selalu berada di sisi nya mulai saat ini. Pagi, siang, sore, dan akan setiap hari dia harus berhadapan dengan laki-laki paling menyebalkan itu.


Genna menghela nafas nya dalam, kemudian dengan pasrah dia pun berjalan dan mendudukkan diri nya di tepian tempat tidur nya. Genna menatap setiap sudut ranjang nya yang di penuhi dengan bunga-bunga yang begitu harum bau nya.


Oh, seperti ini kah menikah..


Penuh suasana keromantisan bahkan saat akan tidur.


Dan Genna pun kembali menghembuskan nafas nya, berdiri dari duduk nya dan dia pun akan segera menuju ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang sudah tidak nyaman karena lengket nya keringat.


Namun Genna kembali menghentikan langkah nya kala dia mengira bahwa akan terasa susah untuk membuka kebaya dengan resleting di belakang.


Tapi..


Harus kah dia meminta bantuan pada laki-laki itu untuk menurunkan resleting nya ?


Ah.. Bagaimana jika laki-laki itu kembali menggoda nya, dan.. justru akan sangat memalukan jika memang harus meminta bantuan pada nya.


Tapi..


Bukan kah laki-laki itu sudah menjadi suami nya kan..


Seharus nya tak apa lah jika hanya meminta bantuan nya untuk menurunkan resleting saja, yang penting bukan untuk menurunkan pakaian nya saja..!!


Pikiran Genna kian berkecamuk, menatap ragu-ragu ke arah Candra untuk meminta bantuan nya atau tidak.


Ah.. seperti nya tak ada pilihan lain, dia harus meminta bantuan nya agar dia bisa segera berendam diri. Dan akhir nya Genna pun kembali berjalan mendekati Candra yang juga masih sibuk mencari pakaian nya itu.


Genna menarik nafas nya dalam-dalam, begitu berharap semoga saja laki-laki itu tak menjahili nya lagi, Genna sudah merasa sangat lelah setelah seharian ini menjadi seorang pengantin.

__ADS_1


"Om !" Panggil nya seraya mencoba menyentuh pundak Candra menggunakan jari telunjuk nya.


Sontak Candra menoleh, menatap Genna dari ujung kaki hingga ke atas kepala nya. Mata nya menyipit, dia pun bangkit dari berjongkok dan berdiri di hadapan Genna istri nya itu.


"Kamu, mau ngajak saya mandi ?" Tanya Candra yang melihat Genna membawa handuk yang di sampir kan di pundak nya.


"Kenapa gak dari tadi sih, kan saya keburu mandi duluan..!" Ujar nya lagi.


Oh ya ampun..


Benar saja kan..


Laki-laki itu akan kembali menggoda nya dengan tingkat ke pedean nya yang berlebihan.


Genna memutar mata nya malas, sungguh malas kala mendengar ucapan Candra itu. Dia sudah terlalu lelah jika harus kembali berdebat dengan nya.


"Om, bisa gak sih.. rasa percaya diri nya om itu di kurangin satu centi aja !" Tutur Genna kesal.


"Emang nya rasa percaya diri saya meteran apa ?" Hardik Candra.


"Bukan meteran ! tapi tinggi yang berlebihan !" Cetus Genna.


"Udah deh, capek banget tau gak ngadepin om om yang tingkat ke pede an nya itu selangit !" Cetus nya lagi. "Tolong aku nih, bantu turunin resleting nya !" Sungut Genna sembari memutar tubuh nya membelakangi Candra.


"Maaf, saya gak bisa !" Cetus Candra menolak


"Hah !" Reflek, Genna kembali memutar tubuh nya menghadap Candra. "Turunin resleting doang gak bisa !"


"Enggak !" Ujar Candra santai.


Dan Genna semakin di buat kesal, mengeraskan rahangnya dan ingin sekali dia menjenggut habis rambut laki-laki itu.


"Iiiihhhhh !! Bisa nya tu apa sih ooommm...!!" Ujar nya kesal.


"Coba kalau minta tolong sama suami itu yang bener, yang sopan, pasti saya bisa tolongin !" Sargah Candra kemudian, yang membuat Genna reflek semakin kesal dan semakin menajamkan tatapan nya menatap suami nya itu.


...___...


Hehe jangan gelud aja dong om, Gen.. 😄😄 gelud nya di atas ranjang aja Sono 🤣🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️

__ADS_1


__ADS_2