
...___...
Candra membuang nafas nya dalam-dalam, berusaha sabar dalam menghadapi istri nya itu. Dia mungkin sedikit kesal, di tambah lagi rasa kecemburuan nya terhadap Aldo tadi, sehingga menambah lah kekesalan nya.
"Oke, aku minta maaf Gen.." Lirih Candra kemudian. Dia menyentuh pundak Genna dan membawa gadis itu menghadap ke arah nya.
"Gen.." Lirih Candra lagi. Dia mengangkat dagu Genna dengan satu tangan nya.
"Lain kali aku mohon, jangan abaikan aku dan bersikap dingin padaku, aku gak bisa menerima nya Gen.." Tutur Candra.
Perlahan Genna mengarahkan pandangan nya menatap Candra, dan kini bertemu lah tatapan mereka dalam satu garis lurus. Tapi mengingat ucapan nya semalam, Genna benar-benar merasa jika dia bukan lah yang utama sebagai kebahagiaan untuk laki-laki itu.
"Kamu kenapa ? apa aku membuat kamu marah ?" Dan kelembutan suami nya ini lah, yang tak mampu membuat Genna untuk terus menerus marah dan mengabaikan nya. Genna tahu jika Candra sedang marah pada nya, tapi selain Daddy nya, hanya Candra lah yang masih bersikap lembut saat sedang marah pada nya.
"A-aku..."
"Dari pada aku kamu diamkan dan kamu menghindar dari aku seperti ini, lebih baik kamu pukul aku aja Gen.. aku gak bisa kalau kamu hindari seperti ini.." Ujar Candra lagi.
"Coba kamu bilang, aku salah apa ? aku bikin kamu marah ? atau apa-"
"Maafin aku om, aku memang gak pernah bisa bikin om Candra bahagia.." Lirih gadis itu. Dia menunduk menghindar dari tatapan Candra.
Candra terdiam sejenak, entah apa yang terjadi pada nya, mengapa tiba-tiba saja Genna berbicara seperti ini.
"Kok ngomong nya gitu Gen..??"
Genna merasa dia memang harus sadar diri. Dia siapa dan seperti apa. Terlebih dengan pernikahan yang tak pernah dia inginkan, apa yang bisa Genna buat untuk membahagiakan suami nya.
"Aku memang gak baik buat om, apa lagi untuk bahagiain om, aku.."
"Ssstttt...!!" Candra menghentikan ucapan Genna. Meletakkan jari telunjuk nya di depan bibir gadis itu.
"Aku gak butuh yang terbaik Gen, dengan apa ada nya kamu itu cukup buat aku" Sargah laki-laki itu.
__ADS_1
"Cukup liat kamu bahagia.. itu adalah yang utama buat aku" Imbuh nya lagi.
"Tapi..-"
"Ssstttt..!" Candra melarang Genna untuk kembali bersuara. "Jangan mikir yang macem-macem lagi oke, kamu itu kebahagiaan aku, segala nya buat aku" Tutur nya.
Genna menatap sorot ke dua mata Candra bergantian. Dia benar-benar merasa terhipnotis oleh manik mata itu. Dengan segala kelembutan dan kemanisan sikap laki-laki itu pada nya, kini rasa kesal dan tak percaya diri untuk nya seketika telah menghilang. Genna sungguh terbuai dengan kata-kata indah yang di ucapkan oleh suami nya.
Hening di dalam mobil itu pun mengambil alih. Hanya terdengar deruan nafas yang terasa saling menerpa wajah mereka. Tak ada lagi jarak, hingga Candra akhir nya mendaratkan bibir nya tepat pada bibir gadis itu.
Candra menyentuh tengkuk Genna, menarik lebih dekat pada nya dan kemudian lebih menekan kan ciuman nya. Bagaimana bisa, untuk laki-laki itu tidak tergoda dan menyia-nyiakan sesuatu yang begitu manis di hadapan nya.
Drettt...drettt..drettt..
Kesialan kembali menimpa nya. Sedang enak-enak nya dia menikmati santapan pagi yang kata nya sebagai sarapan wajib nya, ada-ada saja hal yang mengganggu nya.
Candra menghela nafas nya dan membuang nya dengan kesal. Begitu sangat terpaksa untuk dia menghentikan ciuman nya. Dia meraih di mana ponsel nya dia simpan, melihat pada layar nya yang terdapat sebuah panggilan masuk dari sekretaris nya di kantor.
"Iya iya, saya sebentar lagi sampai kantor !" Ujar nya setelah sambungan telpon terhubung dengan Dina yang meminta nya untuk segera sampai di kantor karena sebentar lagi meeting akan segera di mulai.
"Om, ken-"
"Kamu gak usah kuliah hari ini. Aku gak rela kamu deket-deket sama laki-laki itu !" Sargah Candra menyela ucapan Genna.
"Tapi om.."
"Kamu ikut aku aja kekantor. Aku kangen banget sama kamu soal nya !" Sargah nya lagi.
Sementara Genna merasa terkekeh mendengar ucapan suami nya itu yang mengatakan kalau dia kangen meski diri nya tengah bersama nya. Sungguh aneh, pikir Genna.
...___...
Di kantor
__ADS_1
Candra terus menggenggam tangan Genna dengan mesra sembari terus berjalan dengan gagah berwibawa. Tatapan nya lurus ke depan, dan hanya memberikan senyuman tipis nya saat para karyawan yang berpapasan dengan nya yang mencoba menyapa nya.
Selama menikah, ini lah kali pertama nya Candra membawa istri nya itu ke kantor. Semua orang sudah tentu mengenal istri dari Presdir baru mereka itu, yang tak lain adalah putri dari bos besar mereka yaitu Anan Malik sebagai pemilik perusahan nya.
"Ya ampun... pak Candra.. bikin gue patah hati aja sih bawa istri nya ke kantor..." Gumam salah satu karyawan wanita yang melihat betapa mesra bos nya itu pada istri nya.
"Hu'um, beruntung banget sumpah yang bisa nikah sama pak Candra, udah ganteng, macho, tajir, pesona nya itu loh, aduhhhh... bikin gue mati berdiri ngeliat nya..."
"Ya sama-sama beruntung kali, pak Candra adalah orang kepercayaan pak Anan, sedangkan istri nya anak nya pak Anan, pak Candra ganteng, mbak Genna cantik, cocok lah.. sama-sama tajir pula.." Sahut salah satu perempuan yang bersikap biasa saja dalam menilai bos nya itu.
"Andai aja gue yang jadi istri nya-"
"Gak usah ngehalu ! kerja noh..!!" Sentak Dewi yang merasa bosan dengan ucapan andai-andai dari ke dua teman nya itu terhadap bos mereka yang memang sangat sempurna di mata mereka.
...___...
Di dalam ruangan Candra. Genna mengedarkan pandangan nya menatap setiap sudut ruangan suami nya itu. Terlihat sangat bersih dan rapih, namun kini terlihat sedikit berbeda di bandingkan dengan dulu saat Daddy nya yang menempati.
Dulu, Genna terlalu sering bermain di dalam ruangan itu. Ya, sering kali Genna merengek bahkan sampai menangis meminta ikut pada Anan yang akan pergi bekerja di mana dia habis bertengkar dengan kakak nya Gleen. Jika sudah bertengkar, Genna akan selalu pergi menghindari Gleen selama mungkin sampai rasa kesal nya benar-benar menghilang.
"Sayang, kamu gak apa-apa kan aku tinggal, aku mau meeting sebentar lagi" Ucap Candra yang mulai sibuk dengan berkas-berkas nya di atas meja.
"Iya, gak apa-apa om. Aku di sini aja" Jawab perempuan itu.
...___...
"Loh, mama Genna..??"
...___...
Nah kan....???? πππ
eng ing eng.....
__ADS_1
vote ya gengs hari Senin inihπ π π