
...___...
Gleen menghentikan langkah nya di depan sebuah mall besar. Sekejap ia pun menghela nafas berat nya.
Di raih nya ponsel dari dalam saku jaket nya, benda berharga yang tinggal satu-satunya lagi yang dia miliki.
Seperti nya, ya, dia memang harus menjual nya.
"Mas, jangan di jual deh ponsel nya, sayang banget loh.." Lirih Hilma meminta.
Ponsel dengan keluaran terbaru yang berlogo Apple yang di bandrol dengan harga berkisaran kurang lebih 500 juta pada saat buka kotak itu, adalah ponsel satu-satunya sebagai alat komunikasi untuk Gleen saat ini.
Ponsel yang sangat di idam-idamkan oleh Hilma. Tapi, mana sanggup dia membeli nya.
"Kalau enggak gue jual, kita enggak bakal bisa hidup Hil. Lo mau lontang-lantung di jalanan nggeret koper aja." Ujar Gleen pada Hilma.
Sebenarnya sayang memang, susah payah dulu saat dia ingin mendapat kan nya. Tapi, kini harus terjual karena ke adaan.
"Udah, lo tunggu disini sebentar aja ya, jagain koper. Gue masuk dulu buat jual ni hape !" Ujar Gleen, yang mendapati anggukan kepala dari Hilma.
Laki-laki itu pun langsung melangkah masuk ke dalam mall untuk bisa segera menjual ponsel nya.
...___...
"Udah mas..?" Tanya Hilma saat Gleen datang kembali menghampiri nya.
"Sialan tu orang ! gue dulu beli nya 500 juta, giliran di jual lagi enggak berharga banget !" Gerutu nya dengan berwajah kesal.
"Huh.. ya udah lah yuk, jalan lagi !"
"K-kita mau kemana mas ?" Tanya Hilma. Rasa nya dia sudah sangat kelelahan sekali.
"Iya ya, kita mau kemana ya ?"
Gleen pun mendudukkan diri nya di atas koper. Memutar bola mata nya seolah sedang berpikir kemana dia dan Hilma harus tinggal dan menjalani hidup mereka.
Seperti nya, hidup dan tinggal berdua bersama Hilma tanpa setatus yang jelas pasti akan selalu di permasalah kan di mana pun mereka nanti.
Jadi, sebelum menentukan di mana mereka akan tinggal, seperti nya dia harus memperjelas setatus nya dengan Hilma terlebih dahulu, agar mudah mendapatkan tempat tinggal di kalangan masyarakat.
Ya, Gleen memutuskan untuk hidup di tengah-tengah masyarakat biasa. Menjalani hidup yang serba apa ada nya asal kan itu bisa membuat nya bahagia.
Meninggalkan Hilma pun, itu adalah hal yang sangat tidak mungkin untuk Gleen lakukan. Karena gadis itu sekarang sudah tak lagi memiliki siapa-siapa.
"Hil.."
__ADS_1
Laki-laki itu memanggil Hilma. Ia memasang wajah serius dan seperti nya akan mengatakan sesuatu.
"Ya mas.." Hilma mengangkat wajah nya, menoleh menatap Gleen yang juga sedang menatap nya. Terlihat, laki-laki itu sedang serius.
"Lo.. mau kan nikah sama gue..!"
"Hah ..???"
...___...
Di sebuah perkomplekkan, Gleen membawa Hilma. Jauh dari jangkauan tempat tinggal sebelum nya. Jauh juga dari jangkauan teman-teman nya.
Ya, buat apa mempunyai teman, jika saat diri nya susah bahkan satu pun di antara mereka tak ada yang mau menolong nya.
Teman macam apa kan ?
Hanya menganggap nya teman saat dia sedang berjaya, membuang dan tak lagi mau mengenal nya saat dia sedang terjatuh dan tak mempunyai apa-apa.
teman, teman bangsat ! Itu lah kata Gleen.
Sebelum menuju kontrakan yang di tunjukkan oleh salah satu warga, Gleen dan Hilma terlebih dulu menuju kepemerintahan setempat seperti kepala desa.
Ia ingin melapor atas diri nya dan Hilma. Namun sebelum itu, Gleen juga menyampaikan maksud nya jika dia ingin terlebih dahulu menikahi Hilma yang sah secara agama.
...___...
"Gimana para saksi ? sah..??"
"SAH...!!"
Seruan dari beberapa orang yang menjadi saksi pernikahan Gleen dan Hilma pun terdengar menggema.
Tak banyak orang, hanya keluarga dari pak kepala desa, rw setempat dan juga tetangga samping rumah. Dan satu lagi, pak penghulu tentu nya yang tidak boleh terlewat kan.
Alhamdulillah, Akhir nya SAH..
Gleen menoleh menatap Hilma yang bahkan tak terpoles dan riasan apa pun. Wong acara nikah dadakan, ya mana sempat membuat gadis itu untuk terlihat seperti permaisuri.
Tak apa lah, toh ke adaan yang sedang serba kekurangan sudah lebih dari sekedar cukup.
Beruntung, tadi ada rejeki dari jual Hape. Bisa buat minta tolong menikah kan mereka, menyewa kontrakan, dan sisa nya bisa buat makan dan tabungan sedikit kalau-kalau mau buka usaha.
"Alhamdulillah, kalian sudah sah suami istri di mata agama." Seru pak kepala desa mengucapkan selamat pada ke dua pengantin baru itu.
"Terimakasih pak !" Gleen mengulurkan tangan menyalami penghulu, pak kepala desa, serta yang lain nya. Begitu juga dengan Hilma.
__ADS_1
...___...
"Nah.. ini kontrakan nya.." Sang empunya kontrakan menunjukkan satu rumah kontrakan nya yang kosong.
Terlihat agak sedikit besar, bersih, rapih ketimbang kontrakan nya yang kemarin.
"Sudah lengkap sih di dalam nya, hanya saja tinggal beli alat-alat dapur." Tambah pak Bambang, sang empunya rumah kontrakan.
"Sudah bersih juga, tadi saya langsung suruh orang buat bersihin sebelum kalian tempati."
"Wah, maaf ngerepotin pak, terimakasih banyak loh langsung di bersihin sekalian !"
"Iya, sama-sama. Tapi kalau kalian mau tambah-tambah barang, boleh kok !"
"Iya pak, kita mau istirahat dulu aja deh. Capek banget !" Ucap Gleen mengeluh lelah. Ya, karena dia memang sangat lelah sekali.
"Ya sudah, sudah malam juga. Silahkan istirahat, kalau butuh apa-apa, bilang aja sama saya ya !"
"Makasih pak !"
Setelah kepergian pak Bambang, Gleen pun mengajak Hilma untuk masuk ke dalam kontrakan yang akan menjadi tempat tinggal nya dan Hilma sebagai tempat yang baru. Suasana baru, dan juga setatus baru.
"Ini lumayan dari pada kontrakan yang kemarin ya Hil.." Celoteh Gleen sambil mengedarkan pandangan nya.
"Iya mas, Alhamdulillah lengkap juga barang-barang nya !"
"Huh.." Glenn melemparkan tubuh nya di sebuah kursi kayu, tak empuk memang, cuma mendingan lah dari pada duduk di lantai kan.
"Saya, lihat-lihat ke dalam dulu ya mas !" Hilma pun beranjak masuk, melihat seluruh ruangan dan yang terpenting adalah kamar.
Beruntung, kamar nya kali ini jauh lebih longgar dan ada kasur spring bed nya juga meski tak se-empuk dari kasur yang lebih mahal.
...___...
"Aaaa.....!! mas Gleen !!"
Hilma berteriak kencang sampai menggetar kan seluruh ruangan kamar.
...___...
Tunggu ya gaes π kalian pasti ada yg kesel kan ya...?? π hehe
Sabar dulu ya, alur nya belom nyampe ke Gleen dan Della. Gak lama lagi kok πβΊοΈ tunggu aja dulu oke π Jangan hujat aku ya βοΈπ
wkwkwkkw πππ
__ADS_1