
...___...
Dan gemericik nya air hujan seolah menjadi alunan nada di antara adegan romantis Candra dan Genna.
Ya, mereka masih sama-sama saling mendalami ciuman yang bahkan semakin memanas di tengah-tengah dingin nya suasana pada tengah malam itu.
Kali ini, Candra begitu menikmati kehangatan ciuman nya yang terasa sangat jauh berbeda dari sebelum nya. Mungkin, karena Genna juga ikut memainkan bibir nya di sana.
perlahan, Candra menurunkan tangan nya dari tengkuk Genna, memutar kebelakang dan meraih resleting baju Genna lalu menurunkan nya dengan pelan. Semua pakaian perempuan itu basah, hingga Candra juga membuka kancing bra sang istri dan melepas nya.
Genna berusaha menahan, tubuh nya saat ini benar-benar polos yang hanya menyisakan ****** ***** nya saja.
"Kamu cinta sama aku kan Gen ?" Lirih Candra bertanya.
Dan Genna hanya mengangguk pelan sebagai jawaban dari pertanyaan laki-laki itu.
Candra mendorong pelan tubuh Genna, membawa nya melangkah mundur sedikit untuk menggapai handuk di dekat pintu kamar mandi. Candra mengusap tubuh Genna yang basah dengan handuk, lalu melilitkan nya di sana.
Dengan pelan, dia membawa perempuan itu mendekati ranjang. Merebahkan nya tanpa memutuskan tatapan mereka. Candra tak ingin beralih sedikit pun dari objek yang menggetarkan seluruh jiwa dan raga nya malam ini.
Dia ikut naik ke atas ranjang, merangkak dan berdiri dengan lutut nya di atas tubuh Genna yang hanya menggunakan handuk. Candra terlihat mulai melepas satu-persatu kancing kemeja nya, melepas pakaian putih itu kemudian membuang nya ke lantai.
Terlihat begitu jelas pemandangan indah tubuh sang suami di depan mata nya. Dada yang bidang, kulit nya yang putih bersih, otot-otot kekar di lengan nya yang kuat, hingga daerah perut yang terlihat sangat seksi karena terbentuk seperti roti sobek disana. Sangat sixpack, bahkan nyaris sama sekali tak ada lemak di sana. Benar-benar memanjakan mata bagi siapa pun yang melihat nya.
Genna terpukau, terperangah melihat ke indahan tubuh Candra meski dia sudah sering melihat nya. Dia bangkit mendudukkan diri, namun dengan tatapan yang tak beralih dari sang suami. Genna menelan Saliva nya, begitu seksi suami nya itu malam ini.
"Apa kamu mau melakukan hak kita malam ini..?" Candra menghuyungkan tubuh nya ke dapan, lebih dekat di wajah Genna dan berbisik di dekat telinga nya.
Genna menoleh, mengikuti arah wajah sang suami yang terdengar menggoda. Dia menatap wajah suami nya, mendalami nya hingga mata nya berhenti tepat pada bibir laki-laki itu.
Genna terdiam sejenak, tanpa aba-aba Genna menyerang bibir merah dan seksi itu dengan cepat.
__ADS_1
Candra sedikit terkejut, tanpa penolakan dia justru menerima serangan dari sang istri. Merangkul kan ke dua tangan ke tubuh Genna dan membaringkan nya dengan pelan. Dengan senang hati, dia sangat siap untuk mulai bergulat di atas tempat tidur dengan iringan hujan malam ini.
Tangan Candra mulai membuka handuk Genna. Menarik nya lalu membuang nya. Terlihat jelas tubuh polos sang istri tepat di bawah sinar lampu yang sangat terang. Leher jenjang nya, dada mulus dengan ke dua gundukan sintal yang sangat Candra sukai. Tanpa bisa menahan hasrat lagi, Candra langsung menyambar ke dua benda kenyal Genna, mengecupi, menghisap ujung nya yang mungil, hingga bermain-main dengan mulut nya di sana.
Sementara Genna, dia begitu menggeliat merasakan permainan sang suami di dada nya, semakin kuat laki-laki itu menghisap nya semakin kuat juga jantung nya terpompa. Sudah seperti lari maraton saja.
Tapi kata-kata nya, buah dada akan semakin sehat jika terus menerus di hisap, akan terjauh dari resiko serangan kanker. Begitu pun juga dengan jantung nya yang ikut berdetak kencang saat ke dua benda kenyal itu di hisap, juga akan menjauhkan nya dari penyakit jantung. Emmm.. menguntungkan bukan.. ??? 🤪
Hayooo siapa yang suka adegan ini ? pasti jantung nya berdetak kencang saat si misua menghisap brutal 🙊🙈 ya gak sih ? 🤣🤣🤣 wkwkwk
Cukup lama Candra menghisap dan bermain di dada Genna. Kini, dia bersiap akan memainkan inti dari permainan mereka. Sudah cukup untuk pemanasan nya, saat nya menyerang arena tujuan nya.
"O-om.." Genna tertahan, dia masih terlihat malu-malu saat Candra turun ke tubuh bagian bawah nya.
"Sayang, kata nya cinta sama aku, jadi gak usah malu-malu" Gumam Candra pada Genna. Membuat Genna kian pasrah atas rasa cinta yang akan membuat diri nya tak perawan lagi.
Candra merasa tak lagi sabar, dia menepis tangan Genna yang menahan. Dengan gerakan cepat dia berusaha melepaskan kain kecil dan tipis yang masih menutupi mahkota gadis itu.
Terlihat lucu dan menggemaskan, semakin membuat nya tak bisa menahan kesabaran..
"Om.." Genna melirih, karena rasa malu dia mengambil bantal dan menutup wajah nya.
Niat Candra semakin menggebu untuk benar-benar melakukan hak nya yang terus saja tertunda. Dengan cepat dia membuka kancing celana nya dan melepas kain itu dari tubuh nya.
Terlihat jelas, tubuh polos laki-laki yang begitu berkharisma dengan adik kecil yang sudah sangat siap akan bertempur. Candra menarik bantal yang menutupi wajah Genna, membuang nya karena Candra ingin terus menatap wajah cantik itu.
"Jangan ditutupin muka nya sayang" gumam Candra.
"Om, a-aku malu.." Lirih Genna yang bahkan tak berani menatap wajah sang suami.
Candra meng-huyungkan tubuh nya, mendekat ke arah Genna dengan ke dua siku sebagai penyanggah tubuh nya. Kini, tubuh mereka saling menempel dengan ke adaan yang sama-sama polos tanpa apa pun yang menutupi nya.
__ADS_1
"Aku suami kamu Gen, kita akan melakukan nya sekarang, jadi gak perlu malu lagi" Gumam Candra sembari mengendus-endus leher, hingga menjilati telinga gadis itu.
Genna terpejam, menahan sesuatu yang sangat keras pada bagian area sensitif nya. Terasa kaku dan keras, entah apa yang di gesek-gesekkan laki-laki itu di sana. Menakutkan..
"hhhhh..." Candra bahkan mulai mendesah kan suara nya. Dia semakin liar mengecupi seluruh tubuh nya, dan kembali meninggalkan banyak jejak kepemilikan nya.
"O-om.." Tubuh Genna semakin menegang kaku. Gemetar dengan rasa menggeliat karena sentuhan-sentuhan Candra pada setiap tubuh nya.
Laki-laki itu menurunkan ciuman nya, di dada, perut, hingga sesekali dia mengecup sesuatu area sensitif itu.
"O-om.."
Candra mulai membuka lebar-lebar ke dua paha Genna, namun Genna terus berusaha untuk menutupi nya.
"Sayang..." Candra seolah protes dengan manja karena Genna masih saja malu-malu.
...___...
"Aaakkkhhhhh...!! Om, sakitttt....!!" Genna berteriak, merasakan sakit yang luar biasa karena penekanan laki-laki yang bermain di atas tubuh nya.
...___...
Aihhhh...
othor kita lagi hareudang 😫 kok udahan sih 😫🤣🤣🤣
tenang...
aku up 2 bab yah hari ini 😅
tapi satu nya nanti malem man 😝 karena gak enak kalau baca nya masih siang 🤭 takut kalian pengen eh lawan main masih kerja 🤣🤣🤣 hahahaha
__ADS_1