
...___...
Kali ini, dunia nya benar-benar terasa hancur. Hati nya begitu sakit, mengingat betapa sayang nya dia pada putra satu-satunya itu. Begitu membanggakan nya dia sejak kecil. Seorang anak yang baik, penurut, bahkan hampir tak pernah membuat kesalahan hingga membuat nya marah. Tapi kali ini, kesalahan yang dia perbuat sungguh sangat sulit untuk di maaf kan.
Tina menangis, mengingat di mana masa-masa kecil Candra putra nya dulu. Begitu manis dan menggemaskan nya dia. Tak terasa, waktu begitu cepat berputar hingga membuat nya tumbuh menjadi laki-laki dewasa saat ini.
'Candra, mama kangen..!' gumam Tina di dalam hati. Rasa rindu nya terhadap Candra bahkan sama sekali belum terobati setelah selama 5 tahun mereka terpisah. Tak sangka, pertemuan mereka kembali justru menggores luka yang benar-benar membuat Tina merasa kecewa pada Candra putra nya itu.
"Ma.." Sapa Risky di belakang tubuh Tina. "Masuk yuk, nanti mama masuk angin"
Tina tak berniat menjawab, bahkan sedikit pun dia tak beralih dari tempat nya. Berdiri di atas balkon kamar nya seraya menikmati tiupan angin malam yang menerpa tubuh nya hingga terasa sampai ke tulang rasa dingin nya.
Dia tampak sedang berpikir, salah kah dirinya yang begitu keras pada putra nya itu. Mengusir nya dari rumah bahkan sampai memutuskan hubungan mereka sebagai orang tua dan anak.
Dia begitu menyayangi nya, terlebih Candra adalah anak satu-satunya. Haruskah dia begitu membenci nya ketika anak nya itu membuat satu kesalahan yang besar. Dia adalah orang tua nya, sebagai orang tua harus nya dia menuntun kembali anak nya ke jalan yang benar. Memperbaiki kesalahan nya dan tak akan mengulangi nya kembali.
"Ma..."
Tina tersentak. Mendengar sapaan dari sang suami membuat nya terbuyar dari lamunan dan pikiran nya.
"Ya pa.."
"Masuk yuk, angin nya kenceng, nanti mama masuk angin" Titah Risky.
"Aku kangen sama Candra mas.." Lirih Tina dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Dimana ya dia sekarang"
Risky menghembuskan nafas nya, menatap sang istri yang begitu terlihat sedih. Kasihan, sebenarnya dia juga begitu merindukan Candra putra mereka. Tapi, mengingat kesalahan yang sudah dia perbuat sungguh membuat hati nya berdenyut sakit.
Risky berjalan lebih mendekat, menarik tubuh Tina lalu memeluk nya. Tak tega rasa nya melihat dia seperti ini.
...---...
"Mas, sebenarnya kita mau kemana ?" Sang pengemudi mobil taksi bertanya, sudah berulang kali sopir itu menanyakan nya, tapi lagi-lagi penumpang nya itu mengatakan tidak tahu harus kemana.
"Jalan aja terus pak"
"Maaf mas, ini sudah hampir larut malam, dari tadi saya tanya mau kemana mas jawab nya gitu terus. Saya ini harus pulang mas, anak dan istri saya pasti nungguin !" Cetus sang sopir yang mulai merasa kesal.
"Em, ya udah. Turun di gang depan sana ya pak" Ujar Candra kemudian.
__ADS_1
Setelah sampai di sebuah gang yang di tunjuk penumpang nya tadi, sopir taksi itu pun menghentikan mobil nya sana. Dia ikut turun dan membantu menurunkan barang bawaan yang di taruh di bagasi mobil.
"Disini ya mas" Ujar sopir.
"Iya pak, makasih ya" Ucap Candra merasa sedikit tak enak hati.
Setelah semua barang turun, sopir taksi itu pun kembali melajukan mobil nya dan pergi.
Candra terdiam, kemudian menghembuskan nafas nya. Sudah malam begini tapi tak tau harus bagaimana dan kemana.
"Pa.." Suara lirih itu memanggil.
"Sayang, kenapa bangun"
Della perlahan mengerjapkan mata nya, menatap ke sana kemari namun terlihat begitu gelap dan rasa dingin yang menerpa kulit nya.
"Kita dimana pa ?" Tanya Della.
Candra menurunkan Della yang dia gendong dengan pelan. Sudah pasti Della akan terbangun karena mungkin merasa terganggu dengan suasana dingin nya malam.
Candra berjongkok, menatap Della kecil dengan penuh rasa bersalah. Tak seharus nya putri nya itu ikut merasakan kesusahan nya.
Della mendorong pelan tubuh sang papa, memberi jarak demi menatap wajah papa nya itu.
"Pa, papa adalah papa yang terbaik buat Della" Sargah nya.
Candra tergugu, tak kuasa menahan tangis hingga dia terisak menatap wajah polos Della putri nya itu.
"Papa jangan nangis lagi ya, kan ada Della disini yang temani papa"
Seperti mendapat suntikan semangat, Candra pun menarik sudut bibir nya membentuk sebuah senyuman.
"Oke, papa ga nangis dan ga sedih lagi. Della sabar sebentar ya, kita cari kosan atau kontrakan buat kita tinggal sementara" Ujar nya.
"Em.." Della pun mengangguk. Lalu mengikuti langkah sang papa.
...---...
Di kediaman Anan Malik
__ADS_1
Jam bahkan sudah menunjukkan hampir pukul 11 malam. Tapi batang hidung sang suami belum juga menampakkan wujud nya. Kemana sebenarnya laki-laki itu. Begitu menggebu nya bekerja bahkan sampai lupa untuk pulang.
"Kemana sih ! udah tengah malem begini belum pulang juga !" Gerutu Cinta yang tak henti-hentinya berjalan mondar mandir kesana kemari.
"Di telpon nomor nya gak aktif ! awas aja kalo sampe macem-macem di luar sana !" Gumam wanita yang tengah mencemaskan keberadaan suami nya itu.
Namun tak lama, terdengar suara pintu utama yang terbuka. Dan benar saja, sesosok laki-laki yang membuat nya cemas terlihat datang memasuki rumah dengan raut wajah lelah. Pakaian yang berantakan serta tubuh yang begitu lengket karena keringat.
"Sayang, belum tidur ?" Tanya Anan yang melihat sang istri masih terjaga di ruang tengah.
Ingin sekali rasa nya marah, tapi Cinta tahan karena seperti nya suami nya itu memang lah sibuk bekerja. Tapi, bisa tidak tak usah begitu berlebihan seperti ini kan.
"Aku nungguin kamu.." Ujar Cinta menjawab. Lalu meraih jas dan tas kerja dari tangan sang suami.
"Anak-anak udah tidur ?"
"Udah dari tadi"
Anan pun mengangguk, terlalu sibuk bekerja membuat nya tak punya waktu untuk bermain bersama ke dua anak nya itu. Pergi ke kantor pagi, dan pulang malam bahkan sampai larut, pasti lah anak-anak nya sudah tidur.
"Mau makan dulu, atau mau mandi dulu" Tanya Cinta.
Anan menghembuskan nafas nya, terasa sangat lelah tubuh nya itu. Tanpa menjawab pertanyaan sang istri, dia melemparkan tubuh nya berbaring di atas sofa ruang tengah.
"Dad.."
"Nanti sayang, aku capek banget. Kamu sini deh.."
"Ya justru kamu capek itu cepet man-"
"Sini sayang.." Rengek Anan memotong ucapan Cinta yang sudah pasti akan menggerutui nya.
Dengan sedikit kesal, Cinta pun melangkah lebih mendekati Anan.
Dengan Cepat Anan menarik tangan Cinta hingga wanita itu tertarik dan terjatuh di atas tubuh nya.
..._____...
Hayooo...
__ADS_1
siapa yang kangen ke hot-an Daddy n mommy ini.. ???😝😝🤣🤣🤣