Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 45~S2


__ADS_3

MP Ga Nih..?? 😝😝🤭🤭 wkwk


...___...


Genna terus menatap Candra yang semakin mendekat, dada nya bahkan seperti biasa selalu berdebar hebat jika berdekatan dengan nya. Laki-laki itu menatap nya semakin dalam yang membuat Genna merasa salah tingkah dan menegang kaku.


"O-om.." Gumam Genna.


"Gen, saya.." Suara Candra terdengar berat. Tatapan nya seperti mengisyaratkan jika dia tengah menginginkan sesuatu.


Genna menunduk dengan cepat, dia sungguh tak kuat jika terus di tatap oleh suami nya seperti ini.


"Saya.. menginginkan kamu Gen.." Ucap Candra lirih


Reflek Genna kembali mengangkat wajah nya menatap Candra. Tatapan mereka bertemu dalam satu garis lurus. Semakin dalam, bahkan jantung ke dua nya sama-sama berdebar hebat. Selain Genna, Candra juga merasakan tubuh nya yang terasa gemetar.


Candra terus mendekat, bahkan sekarang wajah mereka sudah hampir tak berjarak. Tatapan Candra hanya fokus pada bibir Genna yang bahkan masih terlihat pucat, tapi sungguh menggoda bagi Candra


Dan akhir nya, kini bibir ke dua nya pun saling menempel. Candra mulai menggerakkan bibir nya di sana. Tangan nya bergerak dan menggenggam ke dua tangan Genna di sisi kepala nya.


Candra melepaskan tautan bibir nya, menatap wajah sang istri sebentar lalu kembali mengendus-endus wajah, telinga, hingga turun pada leher Genna. Genna menggeliat geli, hembusan hangat nafas suami nya itu sungguh terasa di kulit nya.


Candra semakin turun, membuka perlahan selimut yang membalut tubuh Genna, betapa tidak kuat nya lagi dia untuk menahan semua ini. Hasrat nya yang terus membara sejak kemarin benar-benar mendorong nya untuk menyentuh istri nya semakin dalam.


Bagai terhipnotis, Genna terus menatap setiap inci wajah sang suami yang terlihat sangat tampan. Alis nya yang tebal, hidung nya yang mancung, serta bibir nya yang terlihat sangat seksi. Terasa lupa diri, Genna bahkan telah membiarkan Candra membuka selimut yang dia gunakan untuk menutup setengah tubuh nya yang polos, dia telah membiarkan suami nya itu melihat kembali tubuh bagian atas nya di saat dia telah berada di alam sadar nya.

__ADS_1


Candra menelan Saliva menatap nya. Kali ini, dia benar-benar telah melihat pemandangan indah secara suka rela.


"Gen, ini benar-benar indah sekali.." Gumam Candra dengan suara nya yang berat. Seperti nya, laki-laki itu sudah benar-benar menahan sesuatu yang menyakitkan di sana.


Mendengar ucapan Candra, Genna buru-buru berusaha menarik selimut nya lagi, dia masih merasa sangat malu untuk hal ini. Tapi niat nya itu dengan cepat di tahan oleh Candra.


"Gak perlu malu lagi Gen, saya suami kamu sekarang. Saya sudah melihat nya tadi" Ujar Candra mencegah tangan Genna. "Sekarang, biar saya melihat nya lagi" Imbuh laki-laki itu.


Genna terdiam, tatapan mata nya sekali pun tak terlepas dari wajah sang suami. Perlahan, dia pun membiarkan Candra yang semakin membuka selimut nya.


Demi apa pun, sungguh...


Genna merasa tak kuat lagi. Jantung nya berdetak kencang bahkan seperti akan ter-lompat dari dalam rongga dada nya. Nafas nya terasa sesak seperti sedang membutuhkan sebuah nafas buatan. Dia benar-benar tak bisa lagi untuk menghindar, mungkin kali ini, dia akan benar-benar menyerahkan seluruh hidup nya hanya untuk Candra suami nya.


Di dalam hati, Candra merasa sangat bahagia kala melihat Genna sang istri yang kali ini benar-benar membiarkan nya menyentuh dan mulai mau terbuka pada nya. Dia pun sangat berharap, kali ini benar-benar bisa merasakan sesuatu yang kata nya adalah surga dunia.


Candra kembali mencium bibir Genna, untuk awalan dia melakukan nya dengan kelembutan. Namun semakin lama, Candra bagai hilang kendali dan mencium bibir hingga leher Genna dengan sangat rakus.


Genna terus menggeliat, menahan nafas dan suara nya agar tak terlepas. Dia semakin menggeliat geli kala Candra turun ke dada nya dan bermain dengan mulut nya di sana.


"Emmhhh.." Genna mengerang, menahan suara nya agar tak terlepas dan terdengar oleh Candra. Permainan Candra di dada nya benar-benar membuat dia menggeliat geli.


Candra menghentikan aksi nya, mendongak dan menatap wajah sang istri yang memejamkan mata nya erat-erat, begitu pun juga dengan tangan nya yang semakin kuat menggenggam tangan Candra.


"Jangan di tahan sayang, keluarin aja suara kamu.." Bisik Candra tepat di depan telinga Genna. Setelah berbisik, dia kembali menciumi telinga dan leher Genna kemudian kembali turun ke bagian dada.

__ADS_1


Suasana kamar pun semakin terasa panas, Candra benar-benar sudah tidak kuat menahan pedang tumpul nya yang sudah meronta sejak tadi minta untuk membelah dan merasakan ke hangatkan surga dunia yang sudah ada di depan mata nya. Dia mulai membuka satu persatu kancing kemeja nya lalu melepas dan membuang nya.


Tak hanya itu, Candra pun juga menarik selimut yang menutupi tubuh Genna lalu juga membuang nya ke lantai. Semakin terlihat jelas tubuh mungil Genna yang sudah setengah polos, masih ada setelan celana piama Genna yang panjang nya hanya di atas lutut yang menutupi tubuh bagian bawah nya. Ada begitu banyak jejak-jejak kepemilikan Candra di sana, di leher, hingga di dada Genna. Sungguh, laki-laki itu telah merusak pemandangan indah dengan meninggalkan banyak jejak nya disana.


"O-om.." Lirih Genna. Dia benar-benar merasa malu. Pasal nya, tak pernah ada sosok orang lain yang melihat seluruh bagian tubuh nya. Tapi kali ini, mungkin dia harus membiarkan Candra untuk melihat semua nya.


Candra seperti sudah kehilangan akal. Dia terlihat membabi buta mencium dan mengendus setiap inci tubuh istri nya itu. Dari atas, hingga turun dan menciumi perut Genna yang ramping. Sementara dia sibuk menjelajah menciumi istri nya, bahkan tangan nya pun tak mau diam dan kini memainkan buah dada Genna yang begitu pas dalam genggaman tangan nya.


Genna mengerang, meski dia menggeliat geli, namun dia tak bisa memungkiri jika dia pun juga menikmati setiap sentuhan-sentuhan yang di berikan oleh suami nya itu pada tubuh nya.


"Uh.. sayang..." Bisik Candra di telinga Genna. Satu tangan nya sedang sibuk hendak membuka kancing celana nya, sementara satu tangan nya lagi tak mau berhenti bermain di dada Genna.


"Emhh..."


Mendengar erangan Genna yang terdengar merdu di telinga nya, membuat Candra semakin mabuk kepayang.


Kancing celana sudah terlepas, resleting pun sudah dia turun kan. Dia bersiap akan melepaskan celana dengan satu tangan nya. Namun kegiatan nya itu seketika dia hentikan karena mendengar suara bel rumah nya yang terus berbunyi.


"Sial !!" Umpat laki-laki itu.


...___...


Buset othor gak ada ukhluk ga sih aku gengs 😩 maap keun otak aku yang menggila gengs 😭 aku kan pernah bilang sama kalian kalau sugar Daddy season 2 akan ku buat lebih hareudang lagi 😭 ya ga sih 🤭


Tapi gengs ini tu sebenernya masih kurang hareudang menurut aku, karena kalau lebih hot lagi aku takut ga lulus review 😝 jadi biar kan aku aja yg tau ke hotan Papa Chandra sama Genna nya ya 😝😝 wkwkwk

__ADS_1


Sabar-sabar masih siang ini Mak 🤣🤣🤣


Mari kita pentung othor ga ada akhlak yg suka menggantung di saat lagi panas panas nya 😝😝🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️


__ADS_2