
Sungguh, aku menyesal, telah merusak gadis lugu seperti dirinya, namun jangan lupak dia sudah menjadi
milikku, dan tidak akan aku biarkan untuk pergi dari sisiku
~Aland Chevalier
“arghhhh” erangan asya saat
tangan aland Kembali masuk kedalam bukit kecil dibawah sana, ia sunggub tidak
tau harus berkata apa saat ini, satu sisi dirinya tidak mau aland berlaku
seperti ini, namun disisi lain tubuh asya merespon apa yang dilakukan oleh
aland
“saya akan melakukan dengan
pelan-pelan, jadi tahan sebentar” kata aland masih sadar denga napa yang ia
lakukan, namun naf**sunya sudah memuncak dan ingin segera dituntaskan
Perlahan aland menggiring king
cobranya menuju bukit sempit milik asya, sungguh baru kali ini aland kewalahan
memasuki goa milik seorang Wanita, aland merasakan sempitnya milik asya hinggga
king cobranya beberapa kali tidak bisa masuk
“ohh shit” umpat aland dan
masih mencoba untuk memaksa masuk, melihat asya dibawahnya sudah menangis
kesakitan membuat aland juga tidak tega, namun apalah daya, jika ia tidak
menuntaskannya mala mini, akan berakibat pada kesehatannya
“arrggkk” teriaka aland saat
king cobranya memaksa masuk kedalam, sepit,sungguh sempit namun alhasil aland
bisa memasukinya, dan membuat asya lemas tak berdaya, aland tidak langsung
bergerak karna kasihan melihat asya yang menahan sakitnya di bukit kecilnya
“hiks,,sikss’ tersengar
tangisan asya ditelinga aland, menandakan gadis polos itu pasrah dengan apa
yang akan aland lakukan, asya tidak lagi memeberontak, ia diam tanpa membalas
sentuhan aland sama sekali
Aland akhirnya memaju mundurkan
tubuhnya dan memberikan ransangan untuk gadis polos dibawahnya, mengecup
Kembali bibir asya beberapa kali dan me**remas squishi milik asya, sungguh ini
adalah malam yang paling nikmat yang pernah aland cicipi, membuka segel gadis
adalah hal pertama yang aland lakukan bersama asya.
Ahhhh..
Uhh….
Ahhkkk
Desa**han demi desa**han
terdengar jelas diapartemen itu, bukan suara asya, namun aland terlalu
menikmati permainanya ditubuh gadis itu, ia semakin mempercepat Gerakan
tubuhnya dan membuat asya kewalahan sendiri mengikuti pergerakan tubuh aland,
hingga akhirnya aland mencapai puncaknya dan begitupun dengan asya
“akkhh”
“auhhmm”
Desa**han keduanya sangat
__ADS_1
terdengar begtu seksi, membuat aland ambruk diatas tubuh polos asya, jangan
tanyakan lagi bagaimana keadaan asya, dia tertidur setelah melayani aland yang
hampir tiga jam baru mendapat dua kali pelepasan, membuat asya kelelahan dan
lebih dulu mengarungi mimpinya
Dengan sisa kesadaran yang
dimiliki aland, ia mencoba bangkit dan menyelimuti tubuh polos asya sebelum
akhirnya ia juga ikut tertidur dengan memeluk tubuh asya yang menjadi candu
untuknya
****
Pagi hari menjelang, asya
terbngun dari tidurnyaa dan merasakan tubuhnya remuk rendam, ia mencoba bangkit
namun merasakan ada yang berat diatas perutnya, tnagn pria yang taka sing
baginya masih bertengger disana, asya mencoba mengingat kejadian semamalm, saat
itu juga airmatanya Kembali keluar, ia sudah rusak, bahkan tidak aka nada lagi
pria yang mai=u dengan keadaannya sekarang
Aland yang mendengar suara
tangis gadis lugu, akhirnya terbangun, mengerjapkan matanya dan melihat asya
yang tidur membelakanginya dan menangis sesenggukan, tentu hal itu membuat
aland merasa serba salah, ia menyesal telah merebut mahkota berharga gadis itu,
namun satu sisi ia menjadi candu dengan tubuh asya
“heii, jangan menangis” kata
aland dan membalikkan tubuh asya untuk menghadap kepadanya, betapa terkejutnya
ia saat melihat mata asya yang sudah bengkak karna menangis mulai semalam
aku tidak sengaja melakukan itu, aku hanya tidak bisa mengendalikan obat yang
diberikan padaku” kata aland mencoba menjelaskan kejadia semalam, ia
benar-benar dikuasai oleh obar peransang yang diberikan Wanita malam di
klibbing tadi malam
“om, jahat, om menghancurkan
masa depan asya” kata asay dengan suara parau dan masih mengeluarkan
airmatanya, aland iba melihat gadis itu, aland ingat bagaimana gadis itu masih
bersih dan bersegel, ia sangat bersyukur akhirnya menjadapatkan gadis yang
masih tint-ting
“saya akan bertanggung jawab”
kata aland dan membuat asya mendonggakkan kepalanya, menatap aland dengan
tatapan tidak percaya, asya yakin aland mengatakan seperti itu agar dirinya
tidak menangis lagi, dan suatu saat jika asya hamil aland akan membuang dirinya
‘om bohong, mana mungkin om mau
bertangungg jawab atas asya, itu mustahil” kata asya dan Kembali menundukkan
kepalanya, menangis meratapi nasibnya kedepan bagaimana
“tidak, saya berjanji akan
menikahi kamu” kata aland dan membuat tubuh asya diam mematung, tidak mersepon
perkataan aland lagi
“aku tidak butuh itu om,
__ADS_1
lepaskan saja aku, lagi pula om betrhak mendapatkan itu, asya sudah om beli
dengan harga yang sangat mahal, dan om mendapatkan apa yang om ingin kan, jadi
mulai sekarng tolong lepaskan asya” kata asya namun didalam perkataannya,
cenderung ia tidak percaya dengan aland, namun mencoba terlihat tegar agar
aland tidak seenaknya saja dengannya
“apa kau bilang? Melepaskanmu?,
denga rya gadis lugu, sekali menjadi milikku selamanya akan seperti itu, tidak
akan pernah berubah” kata aland mulai emosi dengan perkataan dari asya, meminta
agra dirinya melepaskan gadis itu, jangan mimpi!!
“tapi om, asya juga ingin menikmati hidup asya seperti gadis lain” kata asya
tanpa mempedulikan kondisi tubuhnya yang bisa memancing king cobra bangun lagi
“tidak!!, sekali tidak
selamanya akan tidak!, kau milikku, hanya milikku” kata land penuh penekanan,
seolah takut jika asya pergi dari hidupnya
Melihat aland yang sepertinya
marah, asya Kembali diam dan membelakangi aland, tantu saja posisi keduanya
sangan menguntungkan untuk aland, ia memeluk gadis itu dari belakang dan meniup
tengkuk asya dengan lembut
“kau milikku!, tidak ada yang
bisa menga,bilmu dari ku!” bisik aland dengan suara khas bangun tidur, membuat
asya Kembali merinding membayangkan bagaimana aland mengukungnya dibawah tanpa
ampun
“om jangan seperti ini, asya
mau mandi” kata asya dan mencoba bergerak untuk turun dari ranjang king size yang
mereka tiduri
“jangan bergerak, aku tidak
berjanji akan menahan diri” kata Aaland dengan suara tertahan dan terus memeluk
erat tubuh kecil asya dan sesekali mencium punggung mulus asya dengan lembut,
menggigitnya dengan kecil hingga membuat asya menjerit
“om, jangan itu sakit’ kata
asya sambil bergerak untuk menghadap kepada aland, sementara aland yang sejak
tadi mahan diri semakin menegang kala asya berbalik badan membuat squshi milik
asya menempel pas di dada bidang aland,
“ohh ****!!” batin alland dalam
hati dan diam tanpa melakukan apapun
“om, kenpa diam?” tanya asya
polos tanpa melihat dibawah sana sudah menahan untuk tidak memberontak kepada
tuannya
“saya sudah bilang jangan
bergerak, apa kau tuli!” kata aland dengan suara datar, namun bukannya diam,
asya malah bergerak kesana-kemari mmebuat aland tidak tahan lagi dan segera
mencium bibir ranum asya, sangat candu untuk pria itu
next
__ADS_1
Berikan komentarmu untuk mereka
ya readers:>