Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 25, pencarian chloe dan garvin


__ADS_3

Aku sahabatmu, jangan pernah menganggapku orang lain. Katakana padaku apa yang membuatmu seperti ini dan apa yang membebani pikiranmu, akua da untukmu


~Chloe Winter


Pagi-pagi sekali, asya bangun


dan mendapati aland yang tertidur disampingnya dengan tangan aland dijadikannya


sebagai bantalan untuknya, asya menggerakkan tubuhnya dan berdiri berlalu


kekamar mandi utnuk membersihkan tubuh


Aland yang semalam menikmati


wine saat ditempat hiburannya,  masih


dipengaruhi oleh minuman itu, membuat tubuh aland terasa berat untuk bangun,


namun asya tetaplah asya, ia mengerjakan semua pekerjaannnya dan berniat


embangunkan aland


Namun sesaat kemudian


gerakannya terhenti, kala dirinya mengingat bagaimana aland ingkar janji


padanya, dengan mengatakan jika ia akan datang sebelum makan malam, namun tidak


benar-benar terjadi, pria itu datang sekitar jam dua malam dengan vin yang


membopongnya masuk keapartemen


“huh… apa om aland masih


mencari Wanita lain diluar sana” gumam asya pada dirinya sendiri dan tidak


sadar jika ia sedang berada disamping aland dan pria itu mendengar apa yang ia


katakana


“huh… sudah lah, untuk apa aku


memikirkannya, toh juga aku hanya penumpang dihidupnya” kata asya lagi dan


berbalik membangunkan aland, pria itu pura-pura tidur Kembali dan bangun


setelah asya menggerakkan tubuhnya dengan pelan


“apa yang kamu pikirkan?” tanya


aland saat dirinya melihat kegelisahan didalam raut wajah asya dan mata asya


menatap aland dengan tatapan berbeda


“tidak ada, om bangunlah, sarapan


sudah siap” kata asya dengan berlalu dari tempatnya, aland tersenyum tipis


melihat tingkah gadis yang baru saja menutupi perasaannya untuk dirinya sendiri


Sementara ditempat lain, dua


sahabat asya sedang memikirkan cara untuk menemukan asya dimana gadis itu


berada saat ini, garvin yang mulai awal mencintai asya, mau tak mau pria itu


memperjuangkan cintanya untuk gadi yang selama ini memikat hatinya.

__ADS_1


“chlo, apa kamu sudah


mendapatkan kabar tentang asya?” tanya garvin kepada chloe yang memang rencana


mereka sudah lama untuk mencari tau apa yang disembunyikan asya dari mereka


berdua


“belum gar, aku belum


mendapatkan apapun tentang asya, sulit untuk mengorek informasinya” kata chloe


dan meletakkan ponselnya diatas meja


“ya sudah, kaalu begitu, bagaimana


kalau nanti kita mencarinya dengan pertama ke klub yang pernah didatangi asya


sebelum akhirnya dia dijual oleh tantenya” kata garvin memberikan usul untuk


secepatnya mendapatana asya


“baiklah gar, itu lebih baik,


itu ide yang sangat baik” kata chloe dengan tersenyum, ia sangat merindukan


sahabat masa kecilnya, dan keceriaan asya selalu terbayang di otak chlo, sudah


satu minggu lebih asya tidak bertemu dengannya


“kalau begitu nanti pulang


sekolah kita langsung kesana” kata garvin dan diangguki oleh chloe, sampai


akhirnya mereka Kembali ke kelas masing-masing, meenunggu bel pulang sekolah


utnuk mencari asya mulai hari ini


merengek untuk keluar dari sana, ia kesal karna sudah hampir satu bulan ini


aland mengurungnya diapartemen dan tidak mengijinkannya untuk menikmati dunia


luar


“om, hanya sebentar saja, aku


mohon om” kata asya memohon dnegan raut wajah putus asa, berharap aland


mengabulkan permintaannya


“tida, aku tidak punya waktu


untuk menjagamu selama itu” kata aland dengan dingin dan terus menikmati kue


kookies yang dibuat oleh asya baru saja


“tapi om, hanya sebentar saja,


lagipula asya tidak bilang om harus menjaga asya, asya bisa keluar sendiri”


kata asya dan menggoyangkan tubuh aland dan suara rengekannya bak anak kecil


meminta permen pada ibunya


“tidak ada acara keluar anak


kecil, kamu harus temani saya disini” kata aland dengan tersenyum dan membuat

__ADS_1


asya mencebikkan bibirnya kesal


“humm,,, asya mau tidur” kata


asya dan emninggalkan aland dengan kesal setengah mati karna om-om itu tidak


kunjung mengijinkannya keluar


“dasar anak kecil” kata aland


dan langsung mengekori asya masuk kekamar, dia tertawa melihat tingkah


kekanak-kanakan gadis lugu itu


Aland menidurkan tubuhnya tepat


disamping asya, namun snag empunya tetap tidak berkutik dan tidak bergerak


sedikit pun, aland mulai menjahii asya dnegan mencolek tubuh gadis itu, tapi


Namanya juga orang marah, apapun yang dilakukan tidak akan mampan selain apa


yang ia minta diberikan


“jangan marah, nanti kamu cepat


keriput”kata aland tertawa, sungguh ini adalah keberapa kalinya aland


melemparkan senyuman kedunia untuk dinikmati, jarang-jarang seorang aland


chevalier tersenyu seperti itu


“lepaskan aku om” kata asya dan


menepis tangan aland yang memeluk tubuhnya dari belakang


“astaga, bagaimana caranya


mengembalikan hati anak kecil?’ tanya aland dan mengambil ponselnya, pura-pura


mengetik dan ternyata apa yang ia pikirkan terjadi, asya menoleh kebelakang,


dan dnegan Gerakan cepat aland menangkup wajah gadis itu dan mnegecup bibirnya


dengan lembut


“jangan mara, nanti siang kita


keluar, terserah sampai berapa jam kamu diluar, aku ijinkan” kata aland sontak


membuat asya tersenyum senang mendnegar penuturan pria itu, tanpa sadar asya


memeluk aland dan mencium pipi pria itu sambil mengucapkan terimakasih


“sudah, jangan menggodaku


seperti itu” kata aland dan membuat asya berhenti dari aktivitasnya, asya


menunduk malu denga napa yang baru saja ia lakukan terhadap pria didepannya ini


“jangan membuat wajah seperti


itu, aku tidak tahan melihatnya” kata aland mulai Kembali menggoda gadis itu


dengan tersenyum lagi dan lagi


next

__ADS_1


Berikan komentarmu untuk mereka


ya readers:>


__ADS_2