
Aku sahabatmu, jangan pernah menganggapku orang lain. Katakana padaku apa yang membuatmu seperti ini dan apa yang membebani pikiranmu, akua da untukmu
~Chloe Winter
Pagi-pagi sekali, asya bangun
dan mendapati aland yang tertidur disampingnya dengan tangan aland dijadikannya
sebagai bantalan untuknya, asya menggerakkan tubuhnya dan berdiri berlalu
kekamar mandi utnuk membersihkan tubuh
Aland yang semalam menikmati
wine saat ditempat hiburannya, masih
dipengaruhi oleh minuman itu, membuat tubuh aland terasa berat untuk bangun,
namun asya tetaplah asya, ia mengerjakan semua pekerjaannnya dan berniat
embangunkan aland
Namun sesaat kemudian
gerakannya terhenti, kala dirinya mengingat bagaimana aland ingkar janji
padanya, dengan mengatakan jika ia akan datang sebelum makan malam, namun tidak
benar-benar terjadi, pria itu datang sekitar jam dua malam dengan vin yang
membopongnya masuk keapartemen
“huh… apa om aland masih
mencari Wanita lain diluar sana” gumam asya pada dirinya sendiri dan tidak
sadar jika ia sedang berada disamping aland dan pria itu mendengar apa yang ia
katakana
“huh… sudah lah, untuk apa aku
memikirkannya, toh juga aku hanya penumpang dihidupnya” kata asya lagi dan
berbalik membangunkan aland, pria itu pura-pura tidur Kembali dan bangun
setelah asya menggerakkan tubuhnya dengan pelan
“apa yang kamu pikirkan?” tanya
aland saat dirinya melihat kegelisahan didalam raut wajah asya dan mata asya
menatap aland dengan tatapan berbeda
“tidak ada, om bangunlah, sarapan
sudah siap” kata asya dengan berlalu dari tempatnya, aland tersenyum tipis
melihat tingkah gadis yang baru saja menutupi perasaannya untuk dirinya sendiri
Sementara ditempat lain, dua
sahabat asya sedang memikirkan cara untuk menemukan asya dimana gadis itu
berada saat ini, garvin yang mulai awal mencintai asya, mau tak mau pria itu
memperjuangkan cintanya untuk gadi yang selama ini memikat hatinya.
__ADS_1
“chlo, apa kamu sudah
mendapatkan kabar tentang asya?” tanya garvin kepada chloe yang memang rencana
mereka sudah lama untuk mencari tau apa yang disembunyikan asya dari mereka
berdua
“belum gar, aku belum
mendapatkan apapun tentang asya, sulit untuk mengorek informasinya” kata chloe
dan meletakkan ponselnya diatas meja
“ya sudah, kaalu begitu, bagaimana
kalau nanti kita mencarinya dengan pertama ke klub yang pernah didatangi asya
sebelum akhirnya dia dijual oleh tantenya” kata garvin memberikan usul untuk
secepatnya mendapatana asya
“baiklah gar, itu lebih baik,
itu ide yang sangat baik” kata chloe dengan tersenyum, ia sangat merindukan
sahabat masa kecilnya, dan keceriaan asya selalu terbayang di otak chlo, sudah
satu minggu lebih asya tidak bertemu dengannya
“kalau begitu nanti pulang
sekolah kita langsung kesana” kata garvin dan diangguki oleh chloe, sampai
akhirnya mereka Kembali ke kelas masing-masing, meenunggu bel pulang sekolah
utnuk mencari asya mulai hari ini
merengek untuk keluar dari sana, ia kesal karna sudah hampir satu bulan ini
aland mengurungnya diapartemen dan tidak mengijinkannya untuk menikmati dunia
luar
“om, hanya sebentar saja, aku
mohon om” kata asya memohon dnegan raut wajah putus asa, berharap aland
mengabulkan permintaannya
“tida, aku tidak punya waktu
untuk menjagamu selama itu” kata aland dengan dingin dan terus menikmati kue
kookies yang dibuat oleh asya baru saja
“tapi om, hanya sebentar saja,
lagipula asya tidak bilang om harus menjaga asya, asya bisa keluar sendiri”
kata asya dan menggoyangkan tubuh aland dan suara rengekannya bak anak kecil
meminta permen pada ibunya
“tidak ada acara keluar anak
kecil, kamu harus temani saya disini” kata aland dengan tersenyum dan membuat
__ADS_1
asya mencebikkan bibirnya kesal
“humm,,, asya mau tidur” kata
asya dan emninggalkan aland dengan kesal setengah mati karna om-om itu tidak
kunjung mengijinkannya keluar
“dasar anak kecil” kata aland
dan langsung mengekori asya masuk kekamar, dia tertawa melihat tingkah
kekanak-kanakan gadis lugu itu
Aland menidurkan tubuhnya tepat
disamping asya, namun snag empunya tetap tidak berkutik dan tidak bergerak
sedikit pun, aland mulai menjahii asya dnegan mencolek tubuh gadis itu, tapi
Namanya juga orang marah, apapun yang dilakukan tidak akan mampan selain apa
yang ia minta diberikan
“jangan marah, nanti kamu cepat
keriput”kata aland tertawa, sungguh ini adalah keberapa kalinya aland
melemparkan senyuman kedunia untuk dinikmati, jarang-jarang seorang aland
chevalier tersenyu seperti itu
“lepaskan aku om” kata asya dan
menepis tangan aland yang memeluk tubuhnya dari belakang
“astaga, bagaimana caranya
mengembalikan hati anak kecil?’ tanya aland dan mengambil ponselnya, pura-pura
mengetik dan ternyata apa yang ia pikirkan terjadi, asya menoleh kebelakang,
dan dnegan Gerakan cepat aland menangkup wajah gadis itu dan mnegecup bibirnya
dengan lembut
“jangan mara, nanti siang kita
keluar, terserah sampai berapa jam kamu diluar, aku ijinkan” kata aland sontak
membuat asya tersenyum senang mendnegar penuturan pria itu, tanpa sadar asya
memeluk aland dan mencium pipi pria itu sambil mengucapkan terimakasih
“sudah, jangan menggodaku
seperti itu” kata aland dan membuat asya berhenti dari aktivitasnya, asya
menunduk malu denga napa yang baru saja ia lakukan terhadap pria didepannya ini
“jangan membuat wajah seperti
itu, aku tidak tahan melihatnya” kata aland mulai Kembali menggoda gadis itu
dengan tersenyum lagi dan lagi
next
__ADS_1
Berikan komentarmu untuk mereka
ya readers:>