Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 56, Permintaan Vin


__ADS_3

Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk mereka mengetahui yang sebenarnya, aku tidak bisa menumpan sesautu sebesar ini lebih lama, karna lambat laun mereka pasti akan mengetahuinya dnegan sendirinya, lalu apa bedanya aku beritahu sekarang atau nanti toh juga hasilnya akan sama, bahkan jika aku terlalu lama menyimpannya, mereka akan berfikir yang tidak -tidak


~Aland Chevalier


Hari ini tepat hari pertama Aland dan Asya menjadi sepasang suami istri, seperti biasanya Asya bangun lebih awal dan membuat sarapan untuk mereka berdua, meskipun tubuh Asya sekarang remuk rendam karan Aland menggempurnya semalaman habis-habiosan, namun itu tidak membuat gadis itu bermalas-malasan, Aland sendiri sudah melarang Asya untuk bangun cepat, namun yang namanya wanita tetap tidak mau mengalah bukan?


"babe, apa yang kamu lakukan hemm.?" tanya Aland saat melihat istrinya sedang asik didapur dan bahkan tidak menghiraukan dirinya yang datang, pria itu memeluk gadis kecilnya dan meniup telinganya dari belakang


"om.. jangan geli tau, sana mandi dulu" kata gadis kecil itu sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya untuk bisa melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai


"jangan mengabaikanku babe, kamu bahkan tidak memberikan morning kiss untukkku" kata Aland dengan nada manja dan mengendus leher istrinya, menghirup aroma tubuh gadis itu menjadi candu untuk Aland


"muaacch" Asya mendaratkan kecupan singkat dibibir suaminya dan melepaskan pelukan Aland agar dirinya bisa leluasa menyelesaikan pekerjaannya


"makasih babe, aku mandi dulu, kekamar kalau sudah selesai masak-masakanmu" kata Aland dan langsung berlalu kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Asya tersenyum dengan tingkah suaminya yang semakin hari semakin berubah untuknya, meskipun Aland tidak secara langsung mengatakan Cinta padanya, namun mendapat perlakuan manis seperti tadi gadis itu semakin yakin bahwa menempatkan hatinya untuk suaminya adalah yang terbaik


sedangkan ditempat lain, asisten Vin sedang duduk melamun dengan tumpukan kertas diatas meja kerjanya, bukan melamun tentang pekerjaannya, namun karna sebuah teka teki kehidupannya sendiri yang sampai saat ini belum ia ingat semuanya, akhir-akhir ini, melihat kedekatan Aland dengan Asya, Vin semakin ingin tau dari mana asal usul Asya sebenarnya,, meskipun dulu Vin yang mencari tau tentang kehidupan Asya namun bukan berarti ia tau semua tentang Asya. ada juga yang membantu Vin menyelesaikan misi tersebut, yaitu bawahan Aland yang bekerja disalah satu gedung milik Aland yang tidak banyak diketahui orang lain


"aku harus meminta bantuan Aland, siapa tau dia bisa membantuku atau bahkan ia tau semua tentang ini" monolog Vin dan melihat ponselnya yang berdering dan kebetulan sekali yang menelfon dirinya adalah Aland


"hallo tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya asisten VIn dengan gaya bicara formal, meskipun Aland  tidak tidak ada disana, namun yang namanya jam kerja tetap berlaku peraturan


"aku ingin membicarakan sesuatu padamu, datanglah kerumah" kata Aland dengan perintah yang tidak bisa dielakkan, mendnegar hal itu Vin langsung menjawab iya dan langsung bergegas kerumah Aland

__ADS_1


diperjalanan, Vin memikirkan apa yang ingin dibicarakan oleh Aland padnya, akankah ini menyangkut tentang Asya atau masalah tenytang mantan kekasihnya Freya, mengingat nama wanita itu, Vin menjadi kesal sendiri, wanita ular yang tidak tau diri, ingin mendapatkan semua laki-laki untuknya,


hanya memakan waktu kurang lebih satu jam, Vin sampai kerumah baru Aland dan langsung masuk kedalam, karna pengawal Aland sudah pasti mengenal siapa Vin


"makasih pak" ucap Vin kepada pengawal yang berjaga didepan gerbang, sambil memacu mobilnya untuk masuk kedalam arena rumah Aland


"aku datang" teriak Vin seperti rumah sendiri, mendnegar hal itu, Aland yang tadinya menmani istrinya sedang menonton drama korea kesukaannya mendegus kesal karna asistennya tidak sopan seperti itu🤣🤣


"jangan teriak dirumahku Vin, kami tidak ada yang tuli disini, lagi pula kau bisa masuk tanpa teriak kami sudah tau" kata Aland dengan kesal dan menatap tajam asistennya


"heheh.. maaf tuan, saya kira kalian masih asik membuat Al junior" kata Vin dengan ceplas cepos tanpa melihat ada Asya disana menahna malu dnegan ucapannya


"diamlah Vin, jangan bersuara lagi, kau bisa kutendang dan sampai kekutub utara saat ini" kata Aland yang semakin kesal dengan asistennya yang asal bocara


"aku buatin teh dulu ya kak, tunggu sebentar disini" kata Asya dengan tersenyum, dan senyuman itu membuat Vin hanya bisa terdiam dan melihat Asya yang melangkah pergi


"jangan melihat istriku seperti itu Vin, atau ku colok matamu" kata Aland  dan seketika Vin sadar dari pandangannya, ia melihat Aland dengan tatapan berbeda, seolah ingin mengatakan sesuatu tapi enggan


"maaf tuan" kata Vin sambil menundukkan pandangannya


"apa ada yang kau pikirkan Vin, sepertinya kamu ada masalah yang sedang dipikirkan" kata Aland sambil menaik turunkan alisnya


"tidak ada tuan, hanya saja saya ingin minta bantuan tuan untuk mencari tau keluraga saya" kata Vin dengan suara sendu dan raut wajah yang berubah lesu, mendengar hal itu Aland hanya mengangguk tanda setuju, padahal apa yang dikatakan asistennya berhubungan dengan apa yang ingin ia sampaikan

__ADS_1


"lalu darimana kau akan melakukannya Vin?' kata Aland mencoba mencari tau apa yang sedang dikpikirkan asistennya, jarang-jarang asistennya mau bercerita tentang dirinya


"aku mau mencari tentang jati diriku terlebih dahulu tuan, lalu mencari keluargaku, namun sebelum itu, aku ingin melakukan pengobatan lagi untuk menyembuhkan ingatanku seutuhnya" kata Vin dengan tekad yang kuat dan keinginan yang sangat besar


"ummm.. baiklah kita lakukan itu semua, tapi sebelum itu aku ingin memberitahu sesuatu padamu, ku harap ini bisa menjawab pertanyaanmu" kata Aland, dan kebetulan Asya datang membawa minuman untuk mereka dan beberapa jenis cemilan


"ada apa om, apa kak Vin ada masalah?" tanya gadis itu dengan raut wajah kepo, maklumlah dia wanita dan wanita selalu ingin tau apa yang terjadi disekitarnya


"tidak ada babe, hanya saja Vin mau mencari keluarganya yang hilang, dan aku bisa membantunya, tapi sebelum itu kalian berdua jangan terkejut atau heran mendengarnya" kata Aland dan membuat kedua orang itu saling melirik, apa hubungannya dengan kami coba??, pikir mereka


"maksud om apa, aku tidak mengerti" kata gadis polos itu namun dengan cepat Aland menyuruhnya duduk disampingnya dan mulai membuka suara


Vin yang memang sebelumnya sudah punya pemikiran kalau tuannya tau sesuatu tentang dirinya hanya diam menyimak, berbeda dnegan gadis kecil itu, sibuk bertanya membuat Aland melototkan matanya agar gadis kecilnya bisa diam dan mendengar saja


"babe, diam dulu sebentar, jangan bertanya tentang apapun sebelum aku berhenti bicara hemm? kata Aland dan diangguki paham oleh Asya, gadis itu menyengir tidak bersalah kearah suaminya, membuat Aland gemas sendiri


"jadi begini, apa kau membawa liontin yang kau tanyakan dulu padaku sebelum kau menjadi asistenku Vin?' tanya Aland yang sangat ingat, ketika menolong Vin pria itu bertanya tentang liontin miliknya, yang aktanya itu pemberian orangtuanya dan punya makna yang besar untuk hidupnya


"saya selalu membawanya tuan, sebentar saya ambilkan" kata Vin dan merobggoh isi tasnya, dimana ia menyimpan liontin itu dengan baik didalam tas kantor yang selalu ia bawa


next


maaf kalau bnayak typo ya readers, jangan lupa like,komen,dan favorite kalian 😍😍

__ADS_1


__ADS_2