
...___...
Perlahan, dengan langkah nya yang pelan, Candra berjalan mendekati tempat tidur. Dia melihat Genna istri nya yang ternyata sudah tidur dengan posisi nya yang masih tengkurap. Terlihat jelas sisa-sisa air mata serta sebagian bantal yang basah karena air mata nya. Sudah lah pasti, istri nya itu habis menangis.
Candra mendudukkan diri nya, namun dia berniat akan membenarkan posisi tidur istri nya itu. Dengan pelan, dia pun mengangkat tubuh Genna untuk membenarkan posisi nya agar dia merasa nyaman.
"Maafin saya Gen" Gumam Candra lirih, ada sedikit rasa bersalah di dalam hati nya terhadap gadis itu atas kejadian tadi. Yang membuat Genna menangis hingga dia melupakan makan malam nya.
Cukup lama Candra memandangi wajah sang istri yang terlihat sembab, mungkin karena terlalu lama dia menangis tadi. Lalu Candra mengalihkan pandangan nya, menatap sebuah jam yang tergantung di dinding yang masih menunjukkan pukul 8 malam, tapi diri nya sudah merasa sangat mengantuk. Setelah membalut kan selimut pada tubuh Genna, Candra pun bangkit dan berjalan mengunci pintu kamar nya, mematikan lampu lalu ikut membaringkan tubuh nya di samping Genna, istri nya. Tanpa waktu lama, Candra pun sudah terlelap di bawah alam sadar nya.
...___...
Pukul 2 dini hari, Genna menggeliat, memaksa mata nya untuk terbuka. Perut nya benar-benar terasa perih karena lapar.
Untuk seketika gadis itu terdiam, suasana ruangan yang remang-remang karena hanya menyalakan lampu tidur. Ingin dia memaksa untuk kembali memejamkan mata namun ternyata memang tak bisa.
Genna menghela nafas nya dalam, menepuk kening nya yang terasa sangat malas untuk bangun, tapi.. perut nya terasa lapar sekali, dia lupa jika dia tak mengisi sedikit pun makanan untuk perut kecil nya tadi.
Genna bersiap akan bangun dari tidur nya, namun seketika dia terperanjat karena sesuatu yang terasa berat menimpa perut nya.
Genna menoleh, menajamkan pandangan nya untuk menatap sesosok laki-laki yang tertidur pulas di samping nya. Dan...
"Aaaaa....!!" Reflek Genna ter-jengit melompat dan dengan paksa mendorong satu kaki yang tadi menimpa perut nya. Dengan cepat, Genna berjalan dan menghidupkan lampu untuk memberikan penerangan di dalam kamar nya.
"Om ! kenapa tidur di sini ?!" Seru Genna dengan raut wajah terkejut nya.
Namun dengan santai nya, laki-laki itu kembali memejamkan mata nya sembari menarik selimut menutupi tubuh nya.
"Om...!!" Genna menekan kan suara nya kembali memanggil laki-laki itu.
"Ssstttt, jangan berisik Gen, saya ngantuk banget !" Ujar laki-laki itu.
"Ya tapi om, kenapa tidur-" Seketika, Genna menahan ucapan nya. Dia bahkan lupa jika laki-laki itu sudah menjadi suami nya saat ini.
__ADS_1
Genna menghembuskan nafas nya, merasa lelah sekaligus frustasi dengan semua hal ini. Sudah lah mengantuk, lelah, namun perut nya terdengar keroncongan karena sangat lapar.
Dengan terpaksa, Genna pun akhir nya melangkah keluar dari dalam kamar nya, dia berniat akan pergi ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dia makan untuk mengganjal perut nya.
...___...
Pagi hari
Pukul 9 pagi, tetapi Genna masih juga belum berniat akan bangun dari tempat tidur nya. Setelah kelaparan semalam, Genna tak lagi bisa tertidur hingga pukul 5 pagi.
Sementara Candra, laki-laki itu sudah terbangun sejak pukul setengah 6 ketika istri nya kembali tidur. Setelah mandi, Candra langsung saja meraih laptop dan mengecek semua pekerjaan nya. Dia bahkan terlihat sibuk dengan memangku laptop nya di sebuah sofa yang ada di kamar Genna
...___...
Di ruang tengah,
Terlihat semua orang tengah berkumpul di sana, mereka semua akan kembali pulang setelah menghadiri acara pernikahan Candra dan Genna kemarin.
"Candra sama Genna mana, apa belum bangun ?" Suara Bu Maria bertanya
"Ya ampun, dasar ya pengantin baru.. jam segini masih aja betah di kamar" Sargah Bu Maria. "Ya udah deh, Nan, Cinta.. mama sama papa pulang dulu" Ujar nya lagi.
"Iya ma, hati-hati" Ucap Cinta
Setelah Bu Maria dan pak Adam, kini di susul Tina beserta suami nya dan juga Fahri dan Sadifa yang juga berpamitan akan pulang. Kini, rumah pun kembali sepi.
"Sayang" Panggil Anan pada sang istri
"Ya.."
"Coba deh, kamu liat Genna, aku takut dia kenapa-kenapa setelah kejadian semalem" Ujar Anan yang merasa sedikit khawatir
"Tapi dad, gak enak ah ganggu pengantin baru" Tolak Cinta.
__ADS_1
Sebenarnya, ada rasa khawatir juga dalam hati Cinta mengenai soal kejadian semalam, di mana putri nya itu menangis dan langsung saja masuk ke dalam kamar tanpa menyentuh makanan apa pun. Cinta cukup mengerti, di mana Genna menikah dengan penuh rasa keterpaksaan, sudah lah pasti dia akan kaget dan tidak mengerti mengenai bagaimana dan seperti apa saat harus melayani suami nya.
Seketika Anan terdiam, menatap kosong sembari menggaruk-garuk kan tangan di dagu nya. Seperti nya ada sesuatu yang tengah laki-laki itu pikirkan.
Ya, dia bahkan telah lupa jika putri nya sudah menikah kemarin. Sungguh, ini benar-benar tak biasa bagi nya. Mengingat, putri nya Genna masih sangat muda untuk menikah, rasa nya baru saja kemarin dia membelai-belai dan menggendong putri nya itu. Tapi Anan melakukan ini demi kebaikan nya, dia harus sedikit memaksa putri nya Genna untuk menikah muda karena Anan tidak ingin Genna semakin jauh berhubungan dengan Aldo kekasih Genna itu karena Aldo adalah anak dari Kinara mantan nya.
"Dad !"
Dan suara sang istri pun mengejut kan nya.
"Ya sayang"
"Kenapa ?"
"Gak apa-apa kok" Ujar nya sembari menggeleng kan kepala.
...___...
Jam setengah 10, Genna menggeliat, memaksa mata nya untuk terbuka. Samar-samar dia melihat jam di dinding kamar nya yang sudah menunjukkan pukul setengah 10, sudah hampir siang.
Genna bangkit, mendudukkan diri nya menyandar pada sandaran tempat tidur. Rasa nya dia malas sekali untuk bangun, tubuh nya pun terasa remuk dan masih terasa lelah sekali meski sudah mengistirahatkan nya semalaman.
Genna menghembuskan nafas nya dalam, begitu malas kala dia menatap satu objek di depan sana. Ya, itu adalah Candra suami nya yang terlihat masih begitu sibuk dengan laptop nya.
"Gen, sudah bangun ?" Dan suara itu pun semakin membuat nya malas.
Candra pun menutup laptop nya, dia bangkit dari sofa lalu berjalan menghampiri Genna.
"Gen.." Ucap Candra memanggil nya, dia pun duduk di tepian tempat tidur tepat di samping istri nya itu.
Sementara Genna, dia lebih terlihat cuek dan bahkan sama sekali tak perduli dengan laki-laki itu.
...___...
__ADS_1
Hari Senin gengs 😁 jangan lupa kasih vote gratis yah 😂 hehe maap baru balik dah nodong kalian pakai vote 🤣🤣🤣 wkwkwk