
...___...
Genna tercekat, membulatkan mata nya kala menatap mobil Daddy nya yang menghadang nya bersama Aldo. Buru-buru dia melepas helm yang melindungi kepala nya lalu turun dari motor Aldo.
"Gen.."
"Al, i-itu.. mobil Daddy" Ujar Genna memberi tahu Aldo.
"Hah..?" Aldo pun terkejut mendengar nya.
Genna semakin gemetar saat Anan bejalan mendekati nya. Tatapan nya tajam seperti akan menusuk nya saat ini juga.
"Da-daddy.." Lirih Genna.
"Apa yang kamu lakukan ?" Tanya Anan dingin.
"Ma-maaf dad" Lirih Genna yang tak berani menatap Anan.
"Om, maaf. Jangan salahkan Genna-"
"Diam kamu !" Sentak Anan. "Saya sedang tidak bicara dengan kamu !"
"Maaf om" Tutur Aldo.
"Jawab Daddy !" ujar Anan pada Genna setelah dia membentak Aldo
"Maaf dad" Sargah Genna yang sudah sangat ketakutan.
"Om-"
"Diam !" Bentak Anan lagi. Dia benar-benar marah, karena Anan sangat tidak suka jika di bantah.
"Genna ! masuk ke dalam mobil !" Sentak nya lagi, yang membuat Genna langsung melejit dengan cepat menuju mobil Anan.
...___...
Di rumah
Genna duduk di atas tempat tidur nya, meremas bantal berkali-kali karena merasa takut menghadapi Anan yang sudah lah pasti akan sangat marah pada nya. Bagaimana tidak, karena dia sudah membantah Daddy nya dua kali.
__ADS_1
Cklek
Pintu kamar nya di buka seseorang, dan itu adalah Anan, Daddy nya. Anan berjalan mendekat ke arah Genna, berdiri di samping ranjang seraya menyilang kan ke dua tangan nya di depan dada.
"Daddy sudah putuskan, bahwa kamu akan menikah dengan Candra secepat nya !"
"Apa !!"
Genna tersentak kaget, bukan dia tak mendengar ucapan Anan, namun dia lebih merasa terkejut mendengar nya.
Genna mendongak menatap Anan, menatap nya seolah seperti sedang meminta sebuah kejelasan.
"Ma-maksud Daddy ?" Tanya nya.
"Anggap saja ini sebagai hukuman kamu karena sudah berani melanggar Daddy !" Tegas Anan.
Genna menggeleng kan kepala nya. "Tapi kenapa harus menikah dad ?"
"Karena Daddy tidak suka kamu berhubungan dengan laki-laki itu !" Ujar nya menjelaskan.
"Dad, tapi-"
"Kamu tahu kan, Daddy paling tidak suka di bantah !" Tegas nya.
"Pernikahan kamu secepat nya akan di laksanakan ! siap kan diri kamu, dan berhenti berhubungan dengan laki-laki lain, karena kamu akan segera menikah !" Ujar Anan. "Ponsel, Daddy sita sampai acara pernikahan mu selesai" Imbuh Anan saat dia melihat ponsel Genna yang tergeletak di atas meja nakas. Setelah mengambil ponsel Genna, Anan pun melangkah keluar dari dalam kamar Genna tanpa mengucapkan kata lagi.
"Hiks..hiks.."
Genna menangis, dada nya terasa sangat sesak. Seketika dunia nya terasa hancur. melihat Anan yang akan menikahkan kan nya dengan Candra dalam waktu dekat ini.
Tuhan..
Tolong bangunkan lah jika ini adalah mimpi.. Dan kenapa harus menikah, dan kenapa juga harus Candra sebagai calon suami nya.
Flashback off
"Gen.." Gleen memanggil nya, menyentuh pundak Genna karena berulang kali dia memanggil tapi Genna tak memperdulikan nya.
Genna tersentak, menoleh menatap Gleen yang entah sejak kapan laki-laki itu berdiri di sana.
__ADS_1
"Di panggil Daddy di bawah" Ujar Gleen menyampaikan maksud kedatangan nya.
"Em.." Jawab Genna singkat tanpa banyak kata. Dia pun langsung bangkit dari tempat tidur nya dan berjalan keluar kamar untuk segera menghampiri Anan yang memanggil nya.
"Maaf in gue Gen.." Lirih Gleen yang merasa bersalah, karena dia mengadukan hubungan nya dengan Aldo pada Anan, Genna jadi harus menikah secepat ini. Gleen menatap sendu punggung sang adik hingga tak terlihat lagi oleh pandangan nya.
...___...
Genna berjalan gontai menghampiri ke dua orang tua nya yang ternyata juga ada Candra di sana. Tanpa berucap kata atau pun menyapa, Genna langsung duduk di sofa yang kosong di antara mereka. Dia terdiam, membisu dan sangat terlihat jika hidup nya sedang tidak baik-baik saja.
Cinta pun merasa sedih, melihat kondisi putri nya saat ini. Murung, berdiam diri dan membatasi diri pada siapa pun, bahkan pada diri nya sebagai ibu nya.
Cinta tak bisa berbuat apa-apa, sudah berulang kali dia berbicara dan membujuk Anan untuk mengurungkan niat nya yang akan menikahkan Genna secepat ini, namun dia tak kuasa membantah sang suami yang sudah memutuskan. Namun yang bisa Cinta lakukan hanyalah menguatkan putri nya itu dan memberi nya semangat atas kehidupan baru yang akan dia jalani nanti.
"Sayang.."
Genna tersentak, mengangkat wajah nya dan menatap ke arah Cinta tanpa menjawab panggilan nya.
"Kamu siap-siap ya, ganti baju. kamu harus fitting baju sama Candra sekarang" Ujar Cinta.
Tanpa berniat menjawab. Genna pun langsung bangkit dan berjalan kembali menuju kamar nya.
...___...
Di dalam mobil
Genna masih betah dalam kebisuan nya. Menggunakan dress berwarna putih dengan panjang selutut dan tanpa lengan yang membalut pas di tubuh nya. Rambut coklat nya yang di biarkan tergerai membuat pesona Genna kian semakin terpancar. Namun awan mendung menghalangi wajah cantik nya.
Melihat Genna yang terus diam tanpa bicara, membuat Candra semakin merasa tak enak hati. Dia merasa salah tingkah dan bagaimana pun posisi nya dia begitu merasa tak nyaman, karena Candra sudah terbiasa dengan sikap Genna yang banyak bicara dan sedikit bar-bar.
"Gen.." Candra mencoba memanggil nya. Menoleh sesekali ke arah Genna yang lebih nyaman menatap ke luar jendela mobil. Dia bahkan tak perduli saat Candra memanggil nya.
Perasaan Candra tak karuan. Entah seperti apa dia pun tak tahu..
Tapi yang jelas, Candra begitu tak nyaman saat Genna bersikap dingin atau bahkan lebih tepat nya tak lagi memperdulikan nya.
"Gen..!" Dan Candra sedikit mengeraskan suara nya.
Sementara Genna, dia masih saja diam. Enggan menjawab, atau memang benar-benar tak lagi memperdulikan laki-laki di samping nya itu.
__ADS_1
...___...
Jan lupa, like, komen, vote jika masih ada dan gift nya boleh ya 😀 hehe