
"Apa yang aku takutkan selama ini akhirnya terjadi, bukan tanpa alasan aku melarangmu untuk melakukan apa yang kamu inginkan, namun karna aku tau terlalu banyak orang unafik yang ingin kamu dan aku terpisah, aku hanya tidak ingin itu terjadi, namun sekarang aku tidak bisa menolak wantu itu tiba
~Aland Chevalier
Jam menunjukkan pukul dua siang hari, dan itu waktu yang tepat untuk makan siang orang sibuk seperti Al dan yang lainnya, namun tidak untuk bumil yang sedang berada diruangan Al saat ini, bumil itu tampak asik menikmati makanan yang ia bawa dari rumah, Al sendiri heran kepada istrinya itu, mengapa bisa sanggup menghabiskan makanan sebanyak itu
"sayang, apa kamu mau makan siang atau kamu menginginkan sesuatu?" tanya Al setelah selesai mengerjakan pekerjaannya, pria itu menghampiri istrinya dan mencium pipi gembul istrinya, ahh Asya saat ini bertambah gemoyyy
"aku tidak mau makan apa, aku tidak lapar lagi mas" ucap Asya namun matanya tidak berpaling dari benda pipih milik suaminya, ia sedang menonton sereal kartun kesukaannya
"gimana kamu masih lapar sayang, makanan sebanyak itu kamu habiskan sendiri" ucap Al dalam hati, dan tent tidak berani mengatakan secara langsung kepada istri gemoyy nya,
"ya sudah kalau begitu kamu lanjut saja, aku akan menyuruh Dar untuk memesan makan siang kesini" ucap Al dan mengambil ponsel istrinya untuk menghubungi Dar diruangannya, bumil cantik itu masih tidak bergeming dari tempatnya, asik menikmati alur cerita seral kartun iu
melihat istrinya yang asik menonton, Al kembali mendekati dan duduk disamping Asya, pia itu langsung merebahkan dirinya dipaha istrinya, mencium perut Asya dengan lembut, calon bayi mereeka baaru berusia dua bulan, namun sekarang terlihat perut istrinya mulai menggembul keluar
"sayang, mau ini" ucap Al sambil menunjuk squishi milik Asya, melihat suaminya bertingkah seperti itu membuat Asya mengalihkan pandangannya dari ponsel dan beralih ke suaminya
pintunya tutup dulu mas, takut abang dan Dar tiba tiba datang" ucap Asya sambil membelai rambut suaminya, ahhh othor bahkan halu sendiri punya suami kaya mas Al
" sudah sayang, lagipula mereka tidak akan datang kesini, mmereka masih punya pekerjaan yang harus mereka siapkan" kata Al dan langsung meembuka baju milik Asya, bumil yang tadinya mengenakan dress namun memiliki kancing diatas, itu sengaja dipilih oleh Al agar memudahkan dia jika ingin menikmati squishi milik istrinya
tangan Al mulai membuka kancing dress istrinya dan mengeluarkan squishi kesukaannya, tidak hanya satu namun Al mengeluarkan dua duanya, membuat Asya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya yang manja
lama menikmati benda kesukaannya itu, sampai akhirnya ada yang mengetuk pintu ruangan Al, membuat kegiatan Al terhenti, dengan cepat ia menutupi istrinya dnegan jas miliknya, walaupun tidak ada yang akan masuk tetap saja Al tidak ingin seseorang mellihat istrinya barang sedetik pun
"sebentar sayang, itu pasti pesanan tadi" ucap Al dan langsung berjalan menuju pintu rungan, pria itu suda kembali mode tajam dan dinginnya tidak seperti beberapa menit lalu seperti anak kucing saja
"kamu yakin gak mau makan lagi sayang?" tanya Al saat melihhat istrinya menatap makanan yang ada diatas meja, ia bisa lihat bahwa istrinya tergius untuk menikmati namun munkin malu karna tadi sudah makan lebih dulu,
dengan cepat Asya mengangguk, namun matanya masih melihat makanan itu, membuat Al tersenyum untuk emngerjai bumilnya yang malu mlau meong
"makanan ini sangat enak, aku jarang mennemui restoran yang menyediakan makanan seenak ini sayang" kata Al sambil menikmati makan siangnya dengan wajah yang menahan tawa, melihat istrinya yang masih malu malu meong
__ADS_1
"sayang, buka mulutmu cepat" ucap Al tidak tega melihat istrinya yang hanya menatap dirinya makan, ia sudah tidak tahan dengan ekspresi bumil itu
"aku ingin itu mas" ucap Asya menunjuk salah satu lauk yang terlihat menggodanya sejak tadi, untung saja suaminya peka dan langsung menyuapinya
beberapa saat kemudian setelah selesai makan siang, Al kembali melanjutkan pekerjaannya, ia kembali duduk dikursi kebesarannya, sampai akhirnya ponsel miliknya berdering memperlihhatkan nama sahabat Asya disana, dan kebetulan juga bumil itu yang memegang ponsel milik Al
"chloe?", kenapa dia menelfon mas Al, kenapa tidak menelfonku?" tanya Asya bingung, namun belum sempat ponsel itu berhenti berdering Asya sudah menjawab panggilan itu
"hallo om, Asya dimana?, apa dia dirumah? aku ingin mengajaknya keluar apakah boleh?" tanya Chloe dengan cepat dan terliihat tergesa gesa
"hallo Chloe, kalau bicara itu tenang dulu, jangan asal nyambar gitu aja" jawab Asya tersenyum geli melihat sahabanya yang kebiasaan jika bicara tanpa basa basi
"ehh Sya, bukannya ini nomer om Al ya?" tanya Chloe bingung ia pikir salah memannggil nomer
"iya Chloe, aku dikantor mas Al, jadi aku memakai ponselnya, ada apa mengajakku keluar?" tanya Asya bingung, ia tau pasti suaminya tidak mengijinkannya karna kejadian bulan lalu
" aku mau mengajakmu bertemu teman lama Sya, katanya ia ingin mengucapkan selamat padamu dan sekalian untuk pamit karna dia akan pergi keluar negri" ucap Chloe memberitahu, namun tidak menyebutkan nama Garvin
"siapa Chloe, apa masih ada temanku selain kamu?" tanya Asya bingung, ia sendiri tidk ingat siapa yang menganggapnya teman
"kamu ke kantor mas Al aja dulu, kita minta ijin sama mass Al, aku tidak yakin dia memberi kita ijin Chloe" kata Asya yang sudah tau apa jawaban suaminya,
dikursinya Al melihat istrinya yang sedang berbicara mlalui ponselnya, Al mendekati istrinya dan bertanya siapa itu, namun tetap saja priaa itu lebih dulu menyambar bibir istrrinya yang menjadi candu untuknya
"sayaChloe mau kesini mas, katanya mau minta ijin untuk mengajakku keluar bersamanya" ucap Asya mencoba jujur agar suaminya tidak salah paham dengannya, namun mendengar kata keluar raut wajah Al berubah sudah pasti dia tidak akan mengijinkannya
"kemana sayang?" tanya Al ingin tau sahabat istrinya mengajak bumilnya kemana
"aku tidak tau mas, kata Chloe untuk mengusir rasa jenuh saja"kali ini Asya tidak bisa jujur, karna jika dia mengatakan bertemu Gravin bisa bisa suaminya ini akan marah besar
" entalah, aku mungkin tidak ijinkan sayang" ucap Al dan mendudukkan istrinya kepangkuannya, ia mencium bibir istrinya dan tangannya kembali menjalar kedress milik istrinya
"sayang, sudah dua hari aku tidak dapat jatah, sekarang aku mau kamu memuaskanku" kata Al, dan langsung menyambar bibir istrinya, membawa tubuh kecil itu masuk kedalam kamar ruangannya, menikamti apa yang seharusnya ia nikmati
__ADS_1
Asya tidak bisa menolak lagi, ia juga menginginkan sentuhan suaminya, bumil itu mencoba untuk membalas pagu*tan suaminya, meletakkan tanganya keleher Al dan mencoba menahan sesuatu dibawah sana yang sedikit mengganjal, pasalnya posisi mereka masih seperti diluar tadi namun bedanya sekarang mereka duduk diatas ranjang
"ughh" suara erotis mulai muncul saat Al membuka dress istrinya dan melemparkannya begitu saja, ia menidurkan istrinya dan meraih squishi yang sebelumnya ia sudah nikmati, tangan Al tidak tinggal diam, ia mengangkup buah yang satunya dan mere**masnya dnegan kuat, memanjakan tangan dan bibirnya
"ughhhsss" suara Asya lagi lagi membuat Al berga*irah, dengan lihai tangan Al sudah melepaskan pakaian miliknya dan menyisakan dalaman saja
tidak puas hanya menikmati bagian atas, Al membuka penutup segitiga milik istrinya dan meligat surga dunianya ada disana, dengan cepat Al kembali menikmati bibir istrinya
bibir itu bergerak keleher dan meninggalkan jejak ceri disana, dengan tangan yang masih bermain di benda kesukaannya, sungguh nikmat tiada tara yang dirasakan oleh Asya
sampai akhirnya Al mencapai goa tempat king cobra miliknya akan dimanjakan\, pria itu mema**sukkan jari miliknya perlahan didalam sana\, ia memaju mundurkan jari tangannya sambil menye*sap bibir istrinya\, membuat Asya merasakan kenikmatan itu lagi dan lagi
"massshh"
"arghh""
suara dan racauan Asya terdengar diseluruh kamar itu, dengan Al yang masih bertahan untuk membuat pelumas alami dari goa sang istri, sampai akhirnya Asya mencapai puncaknya, tangan bumil itu meraih bibir Al dan melu*matnya sampai selesai dengan kenikmatan
tidak sampai disana, Al membuka penutup king cobranya dan menuntun tangan istrinya untuk memanjakannya, Asya yang sudah tau langsung menggerakkan tangannya agar suaminya juga mendapat pelumas alami dan mempermudah memasuki surga dunianya
"ssshhssh"
"arghh"
suara racauan itu kembali menggema saat Al mengeluarkan pelumasnya dan dengan cepat tangannya menuntun king cobranya memasuki tempat yang seharusnya ia masuki
"aaahhhh"
"ummmmhh"
keduanya menikmati kegiatan panas dengan suara decapan dan raugan Asya yang berkali kali mencapai puncak namun tidak dengan Al, pria itu masih tetap melanjutkan dengan gaya berbeda beda
udah ahh, otak othor alah ngeres lagi, padahal masih pagi banget ini🤣🤣
__ADS_1
next
jangan lupa like, komen,dan favorit kalian ya readers😘😘saya