Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 57, saudara kandungku??


__ADS_3

Sesuatu yang tidk pernah aku bayangkan, mempunyai saudara sedarah dneganku, itu hal yang paling tidak aku sangka, bagaimana mungkin selama hidup dua puluh tahun aku baru tau kalau aku punya saudara kandung, bahkan orangtuaku saja tidak pernah bercerita tentang hal ini, bukankah ini sesuatu yang sulit aku terima??


~Alesya Callista


"saya selalu membawanya tuan, sebentar saya ambilkan" kata Vin dan merobggoh isi tasnya, dimana ia menyimpan liontin itu dengan baik didalam tas kantor yang selalu ia bawa


sedangkan Asya hanya menatap apa yang dikalakukan oleh Vin didepan matanya, ia juga tidak berani buka suara karna suaminya sudah melarang dirinya bicara sebelum dtanya pendapat


"ini tuan liontinnya" kata Vin sambil menyodorkan liontin yang ia ambil dari tas kerjanya, melihat hal itu Asya membelakkan matanya heran dan terkejut, bagaimana mungkin liontin miliknya sama dnegan liontin yang diberikan oleh asisten suaminya,


"om.. bukankah itu milik Asya?" tanya gadis polos itu sambil menunjuk liontin Vin yang ada diatas meja, dan tangan mungilnya terulur mengambil liontin itu, Aland masih terdiam ditempatnya dan tidak mengatakan apapun


"omm... tapi ini sedikit berbeda dengan milikku, tapi sama persisi om, bukankah papa bilang hanya ada satu selain kembaran milikku om?' tanya Asya lagi dan membolak balikkan liontin itu dengan raut wajah bingung, begitu juga dengan Vin, ia semakin yakin kalau Asya ada hubungannya dengan keluarganya


"om katakan sesuatu om, om pasti tau kan apa maksudnya ini" tanya Asya sambil menggoyangkan lengan suaminya dengan raut wajah yang menuntut


"sabar sayang, tunggu Vin menjelaskan sesuatu tentang liontin itu, dari mana ia mendapatkannya" kata Aland sambil melihat kearah Vin yang dari tadi diam, dan melihat Asya yang terlihat syok


"saya mendapatkan liontin itu dari orangtua saya, kebetulan saya dulu jauh dari orangtua saya makanya mereka memberikan liontin itu sebagai tanda bahwa saya anak mereka, katanya saya bisa mencari pasangan liontin itu dengan orang yang menjadi saudara saya" kata Vin dengan dan membuat Asya semakin tidak percaya dengan takdir ini


"om, apa mungkin kak Vin itu saudara Asya?" tanya gadis polos itu dengan suara tertahan karna Aland masih diam membisu tanpa mengomentari apapun

__ADS_1


"om jawablah, Asya tidak suka dibuat kepo!" kata gadis itu mulai jenghah dnegan tingkah Aland yang diam dan hanya melihat saja, karna Asya yakin suaminya itu tau sesuatu tentang mereka


"kamu ambilkan liontin milikmu dikamar" kata Aland karna semua barang-barang mereka sudah diangkut kerumah baru mereka dan tadi satu harian mereka berdua, ehhh maksudnya Asya mengaturnya dibantu oleh suaminya namun yahhh kalian taulah bagaimana suami kalau membantu banyak modus yang ada wkwk


"sebenatar aku kekamar" kata Asya dan berlalu menuju kamar mereka di lantai dua, semenatar kedua pria itu slaing menatap satu sama lain


"tuan, apa benar Asya adik saya yang kecil dulu, lalu orangtua saya..." kata Vin dan menjeda ucapannya sambil menatap Aland yang memgangguk


Asya datang dengan kotak ditangannya, membukanya dengan perlahan dan mengambil isinya, gadis itu langsung meletakkan liontin miliknya diatas meja, dan menyatukan milik Vin dan miliknya, langsung saja liontin itu menyatu dengan betuk bulat


"kak Vin, kakak kandungku om!!" teriak Asya dengan wajah yang terkejut dan sampai membuat Aland menutup telinganya, gadis itu langsung berhambur kepelukan Vin begitu juga dengan Vin, ia lagsung memeluk erat Asya dan tidak terasa airmata meluncur dari kedua bola matanya, begitu juga Asya, ia tidak bisa menahan tangisnya, setelah sekian lama lama ia mencari kembaran liontin yang katanya pemiliknya adalah penganganti papanya


"maafkan kakak sya, kakak baru mencarimu sampai kamu umur seperti ini, ini salah kakak sya" kata Vin dengan penuh rasa penyesalan adan airmatta yang tidak boisa berhenti mengalir


"tidak kak, tidak ada yang salah, semua sudah ditentukan takdir" kata Asya sambil menghapus airmatanya dan melepaskan pelukannya, mereka duduk bersama seolah tidak ada yang lain selain mereka disana, padahalkan masih ada Aland disana


"tapi kakak tidak mencarimu selama ini sya, bahkan ketika kamu ditempat seperti neraka kamu tidak punya tempat buat bercerita dan mengeluh" kata Vin dan mengelus kepala adiknya dengan sayang, sungguh ini pertemuan yang tidak pernah terduga dan paling cepat menurut Vin dari pikirannya tadi


"tidak kak, Asya baik-baik saja, kan sudah bertemu dengan kakak dan saumi aku, iyakan om?' tanya gadis polos itu sambil melihat kearah Aland yang raut wajahnya sudah berubah masam


"kalian puas-puasin saja ketemunya, karna setelah ini kalian tidak boleh sedekat itu, aku sudah menjadi suaminya Vin" kata Aland tidak suka kalau istri kecilnya dicium dan dipeluk laki-laki lain, sekalipun itu adalah kakak kandungnya

__ADS_1


"tapi dia adikku Al, kamu jangan egois, kami baru bertemu beberapa menit lalalu, wajar saja aku memeluknya karna terlalu rindu" kata Vin tidak mau kalah dnegan suami adiknya, tau begitu ia tidak menikahkan adiknya dengan pria tua itu


"tidak ada alasan bagimu Vin, walaupun kau kakak iparku, tapi aku lebih dulu bertemu dnegan istriku, jadi aku berhak untuk dia, jangan membantah sedikitpun atau kau tidak akan menemukan apapun lagi tentang kematian mertuaku" kata Aland mengancam kakak iparnya dan menarik istrinya kembali kepelukannya


"sudah cukup melepas rindu, sekarang istriku kembali padaku" kata Aland dengan posesif dan memeluk Asya dengan erat, agar istrinya tidak berontak dari pelukannya


"kau terlalu egois Al" kata VIn tidak suka dan melempar Aland dengan bantal sofa disana, meskipun begitu ia tetap senang karna apa yang menjadi pertanyaan terbesarnya dari dulu sudah terjawab, dan sekarang tinggal ia pergi menuju makam orangtuanya yang baru saja ia ketahui


"dengar sya, kalau pria tua ini menyakitimu, katakan pada kakak, agar kakak sendiri yang menghanjarnya, enak saja menyakiti adikku yang polos seperti itu" kata Vin dan diangguki oleh Asya , sebenarnya gadis itu sudah menahan tawa sejak tadi, melihat pertengkaran dua laki-laki yang ia cintai membuat Asya senang bercampur haru


"kau beruntung mendapat adikku Al, padahal umur mu sudah tua begitu" kata Vin mulai membahas tentang umur, karna ia tau kalau tuannya sekaligus adik iparnya itu sangat sensitif dengan umur


"diamlah Vin, kau mau ku potong gajimu sekarang juga!" kata Aland dan melemparkan Vin dnegan cemilan yang ia pegang🤣🤣


"kau berani macam-macam padaku, jangan lupa istrimu adikku, dan sudah dipastikan Asya lebih sayang padaku dibanding kamu Al" kata Vin dnegan tersenyum mengejek dan menatap Aland yang mendegus kesal


maaf ya readers kalau pertemuan Vin dan Asya tidak terlalu mengharukan, karna othor tidak mau menangis dan malah membuat suasana mewek, lebih baik othor buat suasananya menjadi ceria dan kembali hidup


#next


jangan lupa like,komen,dan favorite kalian ya readers😍😍

__ADS_1


__ADS_2