
Gengs vote yah hari Senin ππ
Boleh dongggggπ πππ
...___...
Dan tawa lepas pun tampak terlihat dari seorang Genna yang sejak tadi murung dalam diam nya. Gadis itu tampak begitu bahagia melupakan segala masalah hati nya malam ini.
"Om, udah om udah.. aku capek..!" Keluh Genna, nafas nya memburu karena berlari-lari. Dia mendudukkan diri nya di pinggiran pantai, membiarkan diri nya di terjang ombak kecil di sana.
Candra berhenti dari mengejar Genna, dia ikut mendudukkan diri nya di tepian pantai di samping sang istri. Diam-diam, Candra tersenyum bahagia melihat istri nya itu sekejap bisa melupakan masalah nya.
Candra terus menatap wajah Genna dari samping, terlihat rambut nya yang berantakan karena tiupan angin pantai. Melihat Genna, tiba-tiba saja dia teringat di mana dulu dia merasakan patah hati kala melihat wanita yang dulu dia sangat cintai tengah berbahagia bersama orang lain yang juga tengah bermain di pantai, yang justru saat ini telah menjadi papa mertua nya.
"Hemh.." Candra tersenyum kecil kala mengingat saat itu, begitu miris hidup nya dalam soal cinta pertama nya yang bertepuk sebelah tangan. Sekarang, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Genna anak dari wanita yang dia cintai dulu justru telah menjadi objek kebahagian nya.
"Gen.." Panggil Candra tanpa mengalihkan tatapan nya.
Tanpa menjawab, Genna menoleh ke arah Candra yang memanggil nya itu.
"I Love you.." Ucap Candra menatap Genna dalam. Sorot mata nya menunjukkan sebuah ketulusan dalam ucapan nya barusan.
Genna terperangah, menatap Candra tanpa mengedipkan mata nya. Dia menatap dalam manik mata hitam laki-laki itu yang juga tengah menatap nya, entah mengapa dia membuat nya sangat bahagia malam ini.
Seketika Genna memutuskan tatapan nya karena merasa malu saat terus di tatap oleh Candra.
"O-om.. aku laper.." Ucap nya yang ingin mengalihkan perhatian laki-laki itu. Demi apa, dia sungguh benar-benar malu saat ini.
'akan aku buat kamu jatuh cinta sama aku Gen..!' Gumam Candra dalam hati.
"Kita cari ganti dulu yuk, baju kita basah semua, nanti kamu bisa masuk angin kalau gak ganti" Ucap Candra, dia bangkit lalu menarik tangan Genna.
...___...
__ADS_1
"Gen, gimana kalau kita nginep di hotel aja malam ini.." Ucap Candra di tengah-tengah makan malam nya.
"Kenapa gak pulang aja om.." Jawab Genna.
"Nanti, setelah kamu puas seneng-seneng di luar, baru kita pulang.." Ujar laki-laki itu.
Genna terkekeh menatap Candra. Sebegitu nya laki-laki itu ingin membahagiakan nya. Genna merasa hati nya benar-benar tersentuh. Dia merasa bahwa Candra benar-benar bisa memberi nya sebuah kebebasan untuk hidup di luar.
"Om..." Panggil gadis itu.
"Em.." Candra menatap ke arah Genna. "Kenapa Gen.." Tanya nya.
"Om.. gak mengekang aku gitu.. kayak Daddy..??" Tanya nya takut-takut.
Candra tersenyum kecil mendengar ucapan Genna.
"Gen.. kamu sekarang adalah hak aku, cuma aku yang berhak penuh atas kamu, jadi.. selagi kamu tau batasan kamu dan tidak melupakan setatus kamu di luar, aku tidak akan mengekang kamu Gen.." Jelas Candra.
"Tapi.. aku takut Daddy marah-"
Genna semakin tertegun menatap Candra suami nya itu, sungguh.. perasaan nya tak bisa di jelaskan lagi terhadap nya saat ini.
...___...
Candra dan Genna masuk ke dalam kamar hotel yang telah Candra pesan. Ya, seperti kata Candra, mereka akan menginap di hotel untuk malam ini.
Genna melangkah kan kaki nya, menatap setiap sudut ruangan yang hanya ada tempat tidur, meja, dan juga satu ruangan kamar mandi. Dia mendudukkan diri nya di tepian ranjang sambil menatap sang suami yang tengah membuka pakaian nya, mungkin dia bersiap akan mandi. Pikir Genna.
Genna terkekeh melihat Candra yang justru berjalan ke arah nya. Dia mengerjap, bukan nya ke kamar mandi, laki-laki itu malah berjalan mendatangi nya.
"Om.." Lirih Genna. Terlihat dia yang mulai ketakutan saat menatap Candra yang menyeringai menatap nya. Bagaimana tidak, laki-laki itu tengah bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana pendek saja.
Genna buru-buru bangkit sebelum Candra benar-benar akan mendekati nya.
__ADS_1
"Gen, aku.."
Genna mulai gugup, melihat tingkah Candra, Genna berpikir mungkin dia seperti sedang menginginkan sesuatu.
Sementara Candra dia semakin mendekat, tatapan laki-laki itu terlihat begitu menyeramkan. Dia terlihat seperti seekor singa yang bersiap akan memakan mangsa nya sekarang juga. Genna menelan saliva nya, nafas nya mulai memburu, akan kah laki-laki itu..
"Aaa..."
Bugh...
Genna memejamkan mata nya dan terjatuh di atas tempat tidur. Perlahan, dia mulai membuka mata nya dan mendapati sosok sang suami yang berada di atas tubuh nya. Sungguh memalukan, bisa-bisa nya dia terpeleset saat akan melangkah tadi hingga terjatuh seperti ini.
"Hati-hati dong sayang.." Gumam Candra di atas tubuh Genna.
Sementara Genna, dia hanya diam menatap wajah Candra yang begitu dekat. Seperti biasa, jantung nya berdebar-debar kala berdekatan hingga tak berjarak dengan laki-laki itu.
Tatapan mereka terus saling memandang, semakin dalam seolah saling menusuk satu sama lain. Hangat nya deru nafas yang saling menerpa seolah seperti sebuah godaan yang mendorong keinginan nya untuk saling bersentuhan.
Dan akhir nya, karena sama-sama saling terhipnotis oleh rasa yang menggelora, sepasang suami istri itu saling kehilangan kesadaran dan akhir nya saling bersentuhan. Candra mendaratkan bibir nya tepat pada bibir ranum Genna yang terlihat segar dan menggoda. Tercium nya aroma khas tubuh sang istri di hidung nya semakin membuat Candra kehilangan kesadaran nya.
Candra semakin menekan kan ciuman nya kala Genna yang membiarkan dia bergerak di sana. Kali ini sungguh berbeda, perempuan itu terasa tak lagi diam. Candra merasa Genna seperti ikut memainkan bibir nya di sana. Dia tersenyum kecil, seperti nya, istri nya itu mulai mengerti dan mulai ingin membalas ciuman nya.
...___...
"Gen.. ke-kenapa ada darah..!!" Seru Candra terkejut di sana.
...___...
Wlleekkkk πππ
aku gantung lagi Khan kalian gengs ππππ ahahahah
Hayooo darah apa an itu...????
__ADS_1
Ayok pentung othorrrr pentungggg othorrrr yang ga ada rahang πππ