Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 119, Keluarga Baru


__ADS_3

Bukan


*hanya karna dia adalah sahabat dekatku, atau karna dia membutuhkanku.**namun aku*


melakukan ini semuanya untuknya karna aku tau dari awal dia wanita yang lemah


dan sangat polos, tidak punya kerabat atau siapapun yang bisa membantunya,


sampai akhirnya bertemu dengan keluarganya dan membuat saya merasa senang, tidak


lagi khawatir dengan dia, namun karna sikap dan sikap mereka yang kebaikan


menganggapku sebagai keluarga, seolah aku mendapat keluarga baru


~Chloe Winter


pagi hari


selanjutnya, sunrise maladewa terlihat jelas dari kamar atas Villa milik Al, ada


pasangan mata yang silau karna cahaya itu, tubuh yang memeluk istrinya dari


belakang dan melihat wajah teduh itu dnegan mata yang masih tertutup, Al


melepaskan pelukannya dan melangkah turun dari ranjang


ia


menutup tirai agar tidak membuat mata istri silau, lalu kembali


ke atas dan memeluk Asya, masih melanjutkan tidur mereka karna selai masih terlalu


pagi untuk bangun


sama


dnegan sepasang pasutri tadi, kedua manusia yang saling memeluk


tertarikkan tangan satu sama lain ditubuhnya, Chloe yang membalas


pelukan Vin dan tersembunyi di hadapan didada Vin, dan pria itu yang


memeluk pinggang Chloe


berbeda


dengan kedua pasang yang saling berinteraksi satu sama lain, Dar dan Mic malah


sudah bangun terlebih dahulu dan melangkah ke arah pantai, menikmati


sunrise secara langsung terbit dari arah seberang laut, Dar yang memang


menyukai tentang hal berbau laut dan sengaja membangun cepat, sementara Mic hanya


mengikuti Dar saja


"Dar


apa ada masalah?" tanya Mic ketika mereka berdua berjalan melewati


laut dan ternyata melihat sudah banyak juga yang bangun jam segini


"tidak


ada, kenapa Mic?" tanya Dar dan melirik Mic?" dan kembali melihat


laut yang membentang luas, dengan ciri khasnya warna biru dan cahaya cahaya


matahari terbit


"sangat


jelas terlihat kau ada masalah, kenapa Dar?" tanya Mic, mereka berteman


bukan satu tahun saja, namun jika dihitung hitung, mereka bahkan tumbuh


bersama, namun yang menjadi bedanya adalah lingkungan mereka berdua


jika Dar


tumbuh dnegan lingkungan yang ramai dan terbiasa dengan penemuan atau riuhnya


kehidupan manusia dan suara teriakan dijalanan, namun berbeda dengan Mic yang


hanya duduk di depan komputer dan mulai meretas semua sistem dan data milik


siapapun yang ia mau, Mic bermain dengan codingan dan angka angka yang

__ADS_1


mungkin untuk kita adalah hal tersulit


"


tidak ada Mic, hanya sedikit saja.dan semuanya sudah selesai" ucap Dar


tersenyum dan melihat wajah Mic yang tidak puasa dengan jawaban darinya


"Sayang,


kau menyukai gadis yang bersama Vin bukan?'tanya Mic yang melihat dar dar


seperti itu, Mic bisa memperhatikan gerak gerik Dar setiap mereka bersama,


Dar yang


selalu ke arah Chloe dan pasti akan menampilkan guratan senyum


diwajahnya mesikipun tidak ada yang menyadari, Dar yang selalu curi pandang


dengan Chloe saat mereka bersama, dan malam terakhir tadi sangat jelas


melihat Dar marah dan cemburu dengan kedekatan Vin dan Chle


"apa


seperti itu Mic?" tanya Dar tersenyum, masih perih hati dan


tidak ada yang ia bayangkan untuk melupakan, namun sebisa mungkin ia


berdamai dengan hati dan memulai perasaan yang baru lagi


"yahh,


sepertinya begitu" ucap mic dan mengangkat bahunya dan persembahan Dar,


pria itu langsung mengejar Mic dan menyetarakan langkah kaki mereka kembali


"jika


saya mungkin, saya akan menjawabnya.tapi aku sudah tidak sanggup lagi Mic" ucap Dar dan melirik


Mic yang tidak terkejut dengan jawabannya, mungkin karna memang Mic sudah


mengetahuinya


" Tidak


diposisi itu.namun setau Dar pria ini tidak pernah berbaur dengan masyarakat


luar, hanya akan ada hal yang menarik dan sangat mendesak seperti


kejadian dulu


"Anda


tahu terlalu banyak Dar" ucap Dar terkekeh dengan ucapannya sendiri, mungkin


saja Mic pernah pacaran dan mengalami hal yang sama yaitu sakit hati


"hahahaha,


bodoh!!!" ucap Mic dan mereka sama sama tertawa, seolah-olah nasib percintaan


mereka sama, namun tetap saja Dar terlalu sakit hati, tapi ya sudahlah dia


sudah ihklas dengan hal itu


sekembalinya


dua pria yang jones dan saling bertukar cerita sambil menikmati matahari terbit, doa


pasang manusia sudah menunggu mereka dimeja makan, kali ini yang dipasang


adalah Asya dan sudah pasti mereka akan rebutan untuk menikmati makanan terenak


yang pernah ada,


begitu


juga dengan Chloe, meskipun dia bisa memasak namun tidak sehebat Asya, Chloe


hanya bisa memasak air dan mie instan, mungkin beberapa tumisan sayur dia bisa,


namun rasanya pasti berbeda.ikuti terus pria yang berjejer, Chloe juga


ikut menunggu masakan utama Asya, piring mereka sudah sedia didepan masing

__ADS_1


masing-masing


"jangan


rebutan, ini sangat banyak" ucap Asya dan melayani suaminya, juga Chloe


yang ikut melayani Vin dan yang lainnya, membantu Asya agar tidak terlalu


kelelahan


"Sayang,


kamu duduklah disini, biar aku saja yang menyuapi mu' ucap Al dan menarik kursi


Asya agar dekat dengannya, susuah juga melihat bumil itu makan dengan perut


yang sebesar gentong


"makasih


mas" ucap Asya tersenyum, sungguh anugrah yang terindah ia punya suami


sepeka dan sebaik Al, tidak hanya menyusahkannya, namun Al sangat peduli


perhatikan, dalam hal apapun Al memperhatikannya


mereka


menikmati sarapan dengan baik, tidak ada yang berdebat karena biasanya


membuat masalah sudah ada pawangnya, jadi tidak mau melakukan yang aneh


aneh yang bisa mmebuat pawangnya marah dan ngabek


"jangan


bermain board lagi, karna ku tidak ingin kamu seperti kemarin.saya


khawatir saja" ucap Vin karna saat ini mereka sedang berada diluar dan


berencana ingin bermain dan menghabiskan waktu mereka disana, ini hari mereka


terakhir di Maladewa


"khawatir


sampai menangis, dasar cupu" ucap Asya tertawa dan juga Mic juga Dar,


mereka menertawakan Vin yang sampai menangis karna panik melihat Chloe tak


sadarkan diri, ia sangat khawatir sampai ikut pucat dan ketakutan


"hahahah,


ekspresimu saat itu lucu Vin, Ya ampun aku tidak merekamnya" ucap Mic


menambhak kekesalan Vin, pria itu tidak suka ditertawakan apalagi masalah


seperti itu


"diam


kalian, jangan membahasnya lagi.dan kamu jangan bermain sendiri lagi"


ucap Vin dengan raut wajah yang kesal, pria itu berlau meninggalakan mereka


dengan gelak tawa meledek Vin


"kaka


Vin emang nangis beneran Sya?'tanya Chloe tidak percaya dengan apa yang ia


masa hanya gara dengar gara dia Vin sampai menangis, hahah serang Vin juga


bisa menangis pikir Chloe


"ia


Chloe,bang Vin lucu tau kemarin,membawamu dan menangis,tapi dia tidak


sadar sangking paniknya melihat koondisimu" ucap Asya dan mengikuti yang


lainnya untuk memilih alat yang akan mereka pakai, mungkin mereka hanya akan


menyewa kapal disana untuk ke tengah laut atau naik jetsky


Berikutnya

__ADS_1


jangan


lupa like,komen,dan favorit kalian readers😍😍


__ADS_2