
Bukan
*hanya karna dia adalah sahabat dekatku, atau karna dia membutuhkanku.**namun aku*
melakukan ini semuanya untuknya karna aku tau dari awal dia wanita yang lemah
dan sangat polos, tidak punya kerabat atau siapapun yang bisa membantunya,
sampai akhirnya bertemu dengan keluarganya dan membuat saya merasa senang, tidak
lagi khawatir dengan dia, namun karna sikap dan sikap mereka yang kebaikan
menganggapku sebagai keluarga, seolah aku mendapat keluarga baru
~Chloe Winter
pagi hari
selanjutnya, sunrise maladewa terlihat jelas dari kamar atas Villa milik Al, ada
pasangan mata yang silau karna cahaya itu, tubuh yang memeluk istrinya dari
belakang dan melihat wajah teduh itu dnegan mata yang masih tertutup, Al
melepaskan pelukannya dan melangkah turun dari ranjang
ia
menutup tirai agar tidak membuat mata istri silau, lalu kembali
ke atas dan memeluk Asya, masih melanjutkan tidur mereka karna selai masih terlalu
pagi untuk bangun
sama
dnegan sepasang pasutri tadi, kedua manusia yang saling memeluk
tertarikkan tangan satu sama lain ditubuhnya, Chloe yang membalas
pelukan Vin dan tersembunyi di hadapan didada Vin, dan pria itu yang
memeluk pinggang Chloe
berbeda
dengan kedua pasang yang saling berinteraksi satu sama lain, Dar dan Mic malah
sudah bangun terlebih dahulu dan melangkah ke arah pantai, menikmati
sunrise secara langsung terbit dari arah seberang laut, Dar yang memang
menyukai tentang hal berbau laut dan sengaja membangun cepat, sementara Mic hanya
mengikuti Dar saja
"Dar
apa ada masalah?" tanya Mic ketika mereka berdua berjalan melewati
laut dan ternyata melihat sudah banyak juga yang bangun jam segini
"tidak
ada, kenapa Mic?" tanya Dar dan melirik Mic?" dan kembali melihat
laut yang membentang luas, dengan ciri khasnya warna biru dan cahaya cahaya
matahari terbit
"sangat
jelas terlihat kau ada masalah, kenapa Dar?" tanya Mic, mereka berteman
bukan satu tahun saja, namun jika dihitung hitung, mereka bahkan tumbuh
bersama, namun yang menjadi bedanya adalah lingkungan mereka berdua
jika Dar
tumbuh dnegan lingkungan yang ramai dan terbiasa dengan penemuan atau riuhnya
kehidupan manusia dan suara teriakan dijalanan, namun berbeda dengan Mic yang
hanya duduk di depan komputer dan mulai meretas semua sistem dan data milik
siapapun yang ia mau, Mic bermain dengan codingan dan angka angka yang
__ADS_1
mungkin untuk kita adalah hal tersulit
"
tidak ada Mic, hanya sedikit saja.dan semuanya sudah selesai" ucap Dar
tersenyum dan melihat wajah Mic yang tidak puasa dengan jawaban darinya
"Sayang,
kau menyukai gadis yang bersama Vin bukan?'tanya Mic yang melihat dar dar
seperti itu, Mic bisa memperhatikan gerak gerik Dar setiap mereka bersama,
Dar yang
selalu ke arah Chloe dan pasti akan menampilkan guratan senyum
diwajahnya mesikipun tidak ada yang menyadari, Dar yang selalu curi pandang
dengan Chloe saat mereka bersama, dan malam terakhir tadi sangat jelas
melihat Dar marah dan cemburu dengan kedekatan Vin dan Chle
"apa
seperti itu Mic?" tanya Dar tersenyum, masih perih hati dan
tidak ada yang ia bayangkan untuk melupakan, namun sebisa mungkin ia
berdamai dengan hati dan memulai perasaan yang baru lagi
"yahh,
sepertinya begitu" ucap mic dan mengangkat bahunya dan persembahan Dar,
pria itu langsung mengejar Mic dan menyetarakan langkah kaki mereka kembali
"jika
saya mungkin, saya akan menjawabnya.tapi aku sudah tidak sanggup lagi Mic" ucap Dar dan melirik
Mic yang tidak terkejut dengan jawabannya, mungkin karna memang Mic sudah
mengetahuinya
" Tidak
diposisi itu.namun setau Dar pria ini tidak pernah berbaur dengan masyarakat
luar, hanya akan ada hal yang menarik dan sangat mendesak seperti
kejadian dulu
"Anda
tahu terlalu banyak Dar" ucap Dar terkekeh dengan ucapannya sendiri, mungkin
saja Mic pernah pacaran dan mengalami hal yang sama yaitu sakit hati
"hahahaha,
bodoh!!!" ucap Mic dan mereka sama sama tertawa, seolah-olah nasib percintaan
mereka sama, namun tetap saja Dar terlalu sakit hati, tapi ya sudahlah dia
sudah ihklas dengan hal itu
sekembalinya
dua pria yang jones dan saling bertukar cerita sambil menikmati matahari terbit, doa
pasang manusia sudah menunggu mereka dimeja makan, kali ini yang dipasang
adalah Asya dan sudah pasti mereka akan rebutan untuk menikmati makanan terenak
yang pernah ada,
begitu
juga dengan Chloe, meskipun dia bisa memasak namun tidak sehebat Asya, Chloe
hanya bisa memasak air dan mie instan, mungkin beberapa tumisan sayur dia bisa,
namun rasanya pasti berbeda.ikuti terus pria yang berjejer, Chloe juga
ikut menunggu masakan utama Asya, piring mereka sudah sedia didepan masing
__ADS_1
masing-masing
"jangan
rebutan, ini sangat banyak" ucap Asya dan melayani suaminya, juga Chloe
yang ikut melayani Vin dan yang lainnya, membantu Asya agar tidak terlalu
kelelahan
"Sayang,
kamu duduklah disini, biar aku saja yang menyuapi mu' ucap Al dan menarik kursi
Asya agar dekat dengannya, susuah juga melihat bumil itu makan dengan perut
yang sebesar gentong
"makasih
mas" ucap Asya tersenyum, sungguh anugrah yang terindah ia punya suami
sepeka dan sebaik Al, tidak hanya menyusahkannya, namun Al sangat peduli
perhatikan, dalam hal apapun Al memperhatikannya
mereka
menikmati sarapan dengan baik, tidak ada yang berdebat karena biasanya
membuat masalah sudah ada pawangnya, jadi tidak mau melakukan yang aneh
aneh yang bisa mmebuat pawangnya marah dan ngabek
"jangan
bermain board lagi, karna ku tidak ingin kamu seperti kemarin.saya
khawatir saja" ucap Vin karna saat ini mereka sedang berada diluar dan
berencana ingin bermain dan menghabiskan waktu mereka disana, ini hari mereka
terakhir di Maladewa
"khawatir
sampai menangis, dasar cupu" ucap Asya tertawa dan juga Mic juga Dar,
mereka menertawakan Vin yang sampai menangis karna panik melihat Chloe tak
sadarkan diri, ia sangat khawatir sampai ikut pucat dan ketakutan
"hahahah,
ekspresimu saat itu lucu Vin, Ya ampun aku tidak merekamnya" ucap Mic
menambhak kekesalan Vin, pria itu tidak suka ditertawakan apalagi masalah
seperti itu
"diam
kalian, jangan membahasnya lagi.dan kamu jangan bermain sendiri lagi"
ucap Vin dengan raut wajah yang kesal, pria itu berlau meninggalakan mereka
dengan gelak tawa meledek Vin
"kaka
Vin emang nangis beneran Sya?'tanya Chloe tidak percaya dengan apa yang ia
masa hanya gara dengar gara dia Vin sampai menangis, hahah serang Vin juga
bisa menangis pikir Chloe
"ia
Chloe,bang Vin lucu tau kemarin,membawamu dan menangis,tapi dia tidak
sadar sangking paniknya melihat koondisimu" ucap Asya dan mengikuti yang
lainnya untuk memilih alat yang akan mereka pakai, mungkin mereka hanya akan
menyewa kapal disana untuk ke tengah laut atau naik jetsky
Berikutnya
__ADS_1
jangan
lupa like,komen,dan favorit kalian readers😍😍